EPISODE · Oct 18, 2025 · 6 MIN
Kamis, 23 Oktober 2025 - Damai Sejahtera karena Iman
from Sinode Gereja Kristus Yesus · host Sinode Gereja Kristus Yesus
Damai Sejahtera karena ImanKamis, 23 Oktober 2025Bacaan Alkitab hari ini:Ratapan 5Pasal 5 berisi 22 ayat, tetapi bukan puisi akrostik seperti 4 ayat sebelumnya. Penulisan pasal ini berbeda dengan pasal-pasal sebelumnya. Meskipun sama-sama mengungkapkan penderitaan yang dialami umat Yehuda, penulis memakai kata ganti orang pertama jamak "kami", bukan orang ketiga. Ratapan ini bukan keluhan atau doa pribadi, tetapi doa korporat atau komunal dalam krisis nasional. Ratapan ini bukan sekadar ekspresi perasaan, melainkan teriakan meminta Allah memperhatikan keadaan mereka yang sangat menyedihkan, supaya Allah memulihkan mereka. Doa itu menunjukkan bahwa pengharapan mereka hanya ada pada Allah, dan mengungkapkan pengakuan bahwa hidup mereka bergantung pada pemeliharaan Allah. Akan tetapi, ayat-ayat terakhir (5:19-22) seperti membalikkan iman percaya Yeremia dan orang Yehuda karena munculnya pertanyaan memelas. "Mengapa Engkau melupakan kami.., meninggalkan kami.... Atau, apa Engkau sudah membuang kami sama sekali? Sangat murkakah Engkau terhadap kami?" (5:20, 22). Ada nuansa putus asa atau hilangnya pengharapan di sini. Akan tetapi, tidak mungkin Yeremia kehilangan iman dan pengharapan kepada Tuhan! Bukankah dia sendiri yang menyampaikan nubuat bahwa Tuhan akan memulihkan Yehuda setelah 70 tahun masa pembuangan, bahkan Tuhan menjanjikan masa depan yang penuh harapan (Yeremia 25:11-12; 29:10-11)?Pertanyaan di atas bukan ekspresi putus asa, tetapi ekspresi jiwa yang tertekan, yang merindukan kelegaan. Yeremia tahu bahwa pemulihan yang dijanjikan Tuhan pasti akan digenapi, tetapi jiwanya menderita melihat kesengsaraan Yehuda saat itu. Dia berharap bahwa Tuhan mempercepat pemulihan keadaan mereka, agar mereka tidak perlu menderita lebih lama. Inilah pergumulan batin yang lazim: Kita beriman kepada Tuhan dan yakin bahwa janji-Nya pasti digenapi, tetapi ketika titik terang di ujung jalan tidak terlihat, kita bergumul antara berharap dan putus asa. Pergumulan ini melelahkan, tetapi akhirnya, iman akan mengalahkan kebimbangan (bandingkan dengan Ibrani 11:1).Pertanyaan retoris terakhir seperti antiklimaks iman. Di saat terakhir, iman dibuat mengambang, tidak jelas. Akan tetapi, ketidakjelasan ini justru menjadi pengingat yang kuat dalam pergumulan. Mungkin, ada saatnya, kita mempertanyakan rahmat Tuhan. Akan tetapi, mengingat bahwa janji Tuhan telah digenapi dalam kasus Yehuda, janji pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita juga pasti akan digenapi. Apakah Anda yakin bahwa saat kesulitan terasa menyesakkan, Tuhan tidak akan pernah meninggalkan Anda? Rancangannya adalah rancangan damai sejahtera bagi orang yang percaya kepada-Nya! [GI Michael Tanos]
What this episode covers
Damai Sejahtera karena ImanKamis, 23 Oktober 2025Bacaan Alkitab hari ini:Ratapan 5Pasal 5 berisi 22 ayat, tetapi bukan puisi akrostik seperti 4 ayat sebelumnya. Penulisan pasal ini berbeda dengan pasal-pasal sebelumnya. Meskipun sama-sama mengungkapkan penderitaan yang dialami umat Yehuda, penulis memakai kata ganti orang pertama jamak "kami", bukan orang ketiga. Ratapan ini bukan keluhan atau doa pribadi, tetapi doa korporat atau komunal dalam krisis nasional. Ratapan ini bukan sekadar ekspresi perasaan, melainkan teriakan meminta Allah memperhatikan keadaan mereka yang sangat menyedihkan, supaya Allah memulihkan mereka. Doa itu menunjukkan bahwa pengharapan mereka hanya ada pada Allah, dan mengungkapkan pengakuan bahwa hidup mereka bergantung pada pemeliharaan Allah. Akan tetapi, ayat-ayat terakhir (5:19-22) seperti membalikkan iman percaya Yeremia dan orang Yehuda karena munculnya pertanyaan memelas. "Mengapa Engkau melupakan kami.., meninggalkan kami.... Atau, apa Engkau sudah membuang kami sama sekali? Sangat murkakah Engkau terhadap kami?" (5:20, 22). Ada nuansa putus asa atau hilangnya pengharapan di sini. Akan tetapi, tidak mungkin Yeremia kehilangan iman dan pengharapan kepada Tuhan! Bukankah dia sendiri yang menyampaikan nubuat bahwa Tuhan akan memulihkan Yehuda setelah 70 tahun masa pembuangan, bahkan Tuhan menjanjikan masa depan yang penuh harapan (Yeremia 25:11-12; 29:10-11)?Pertanyaan di atas bukan ekspresi putus asa, tetapi ekspresi jiwa yang tertekan, yang merindukan kelegaan. Yeremia tahu bahwa pemulihan yang dijanjikan Tuhan pasti akan digenapi, tetapi jiwanya menderita melihat kesengsaraan Yehuda saat itu. Dia berharap bahwa Tuhan mempercepat pemulihan keadaan mereka, agar mereka tidak perlu menderita lebih lama. Inilah pergumulan batin yang lazim: Kita beriman kepada Tuhan dan yakin bahwa janji-Nya pasti digenapi, tetapi ketika titik terang di ujung jalan tidak terlihat, kita bergumul antara berharap dan putus asa. Pergumulan ini melelahkan, tetapi akhirnya, iman akan mengalahkan kebimbangan (bandingkan dengan Ibrani 11:1).Pertanyaan retoris terakhir seperti antiklimaks iman. Di saat terakhir, iman dibuat mengambang, tidak jelas. Akan tetapi, ketidakjelasan ini justru menjadi pengingat yang kuat dalam pergumulan. Mungkin, ada saatnya, kita mempertanyakan rahmat Tuhan. Akan tetapi, mengingat bahwa janji Tuhan telah digenapi dalam kasus Yehuda, janji pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita juga pasti akan digenapi. Apakah Anda yakin bahwa saat kesulitan terasa menyesakkan, Tuhan tidak akan pernah meninggalkan Anda? Rancangannya adalah rancangan damai sejahtera bagi orang yang percaya kepada-Nya! [GI Michael Tanos]
NOW PLAYING
Kamis, 23 Oktober 2025 - Damai Sejahtera karena Iman
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
Jun 27, 2026 ·29m
Jun 25, 2026 ·27m
Jun 25, 2026 ·31m
Jun 23, 2026 ·30m
Jun 23, 2026 ·30m
Jun 22, 2026 ·37m