EPISODE · Feb 24, 2024 · 6 MIN
Matius 5:21-26 - Jangan Marah.
from Renungan Kristen (Lectio Divina & Perspektif) · host Renungan Kristen
Matius 5:21-26 - Jangan Marah. saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.” (Matius 5:22) Para penafsir Perjanjian Baru biasa menyebut Matius 5:21-48 sebagai ‘antitesis.’ Bagian ini ditandai dengan formula “Kamu telah mendengar... Tetapi Aku berkata kepadamu...” Nas hari ini merupakan bagian dari antitesis yang pertama, yang berbicara soal kemarahan. Sejujurnya, banyak orang merasa bingung dengan bagian ini. Di sini, Tuhan jelas melarang pendengarnya untuk marah. Masalahnya, dalam bagian lain Kitab Injil, kita menemukan Tuhan Yesus sendiri pernah marah (misalnya Mat. 21:12; 23:17, bnd. Mrk 3:1-6; 10:13-16; bnd. Mat. 19:13-15). Lebih membingungkan lagi, di ayat 22c, Tuhan berkata bahwa siapa yang menyebut saudaranya “jahil” harus diserahkan ke dalam neraka. Masalahnya lagi, dalam Matius 23:17, Tuhan menggunakan kata Yunani yang sama untuk menyebut orang-orang Farisi dan ahli Taurat (LAI, “bodoh”). Apakah itu artinya Tuhan tidak konsisten? Memahami bagian ini, kita perlu ingat bahwa Tuhan sedang menggunakan bahasa hiperbola. Ini merupakan gaya bahasa yang memang banyak dipakai oleh orang Yahudi. Pengunaan bahasa ini menandakan bahwa kita tidak boleh memahami ungkapan Tuhan secara literal. Kita harus menurunkan nada kalimat hiperbola untuk mengerti apa yang sebenarnya dimaksud. Secara sederhana, Tuhan di sini sedang mengingatkan kita akan bahaya kemarahan dan bahwa kita tidak boleh terlarut dalam kemarahan. Kita memang tidak akan dihukum atau masuk neraka karena kemarahan. Tetapi, kemarahan yang berlarut akan membawa kita pada dosa yang lebih serius (semisal pembunuhan), yang membawa kita pada penghukuman. Tuhan lantas memberi tahu bagaimana mengatasi masalah ini. Dalam ayat 23-26, Tuhan memberi dua ilustrasi yang semuanya berbicara tentang rekonsiliasi. Cara mengatasi kemarahan adalah dengan segera mengupayakan perdamaian. Menariknya, Tuhan meminta kita untuk mengupayakan perdamaian tanpa peduli siapa yang sebenarnya bersalah. Entah kita yang membuat orang marah, atau kita yang sedang marah karena tindakan orang lain, Tuhan menghendaki para murid-Nya mengupayakan perdamaian. Perintah yang menantang, bukan? STUDI PRIBADI: Apakah seorang Kristen benar-benar tidak boleh marah? Mengapa demikian? Pokok Doa: Doakan agar anak-anak Tuhan terus menjadi orang-orang yang penuh kesabaran dan mengupayakan perdamaian, bukan permusuhan. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif #LectioDivina #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA
Embed this episode
NOW PLAYING
Matius 5:21-26 - Jangan Marah.
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.