EPISODE · Feb 25, 2024 · 4 MIN
Matius 5:33-34 - Jangab Berdusta.
from Renungan Kristen (Lectio Divina & Perspektif) · host Renungan Kristen
Matius 5:33-34 - Jangab Berdusta. “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” (Matius 5:37) Sebuah penggalan lagu lama berbunyi, “Memang lidah tak bertulang tak berbekas kata-kata, tinggi gunung seribu janji, lain di bibir lain di hati...” Penggalan di atas memberikan kesan ketidaksamaan antara kata dan perbuatan, atau antara kata-kata dengan maksud sebenarnya, adalah hal yang lazim. Namun, inilah yang disebut dusta. Dusta adalah ketidakbenaran dalam penyampaian berita untuk menutupi maksud yang sebenarnya. Alkitab tegas mengatakan bahwa dusta adalah dosa dan menyatakan pula bahwa Iblis adalah bapa segala pendusta (Yoh. 8:44). Maka dusta adalah sebuah perbuatan yang berlawanan dengan karakter Allah yang adalah kebenaran. Lalu mengapa orang melakukan dusta? Keberdosaan manusia mengarahkan kecenderungan manusia untuk berpikir, merasa, dan bertindak melawan Allah. Alasan yang sering muncul adalah takut akan konsekuensi yang akan ditanggung, takut melukai orang yang diajak bicara, atau tidak siap menerima kenyataan yang sebenarnya. Namun, ketika menyadari bahwa dusta adalah satu perbuatan yang menentang Allah dan mendukakan hati Allah maka penting bagi kita untuk mengenakan suatu cara hidup yang baru, yaitu hidup dengan kejujuran, integritas, dan kebenaran. Seharusnya, kata-kata kita dapat menjadi alat untuk mengabarkan kebenaran Injil Kristus dan bukan dusta demi alasan keuntungan diri yang bersifat sementara. Ayat di atas memberi tuntunan untuk menghindarkan kita dari dusta, yaitu: “Jika ya, katakan ya. Jika tidak, katakan tidak.” Pertama, melihat dan mengatakan kebenaran sebagaimana adanya, tidak menambah atau mengurangi. Kedua, jika tidak diharuskan (oleh aturan/hukum) tidak perlu bersumpah untuk menyatakan kebenaran. Tentu ada pertimbangan-pertimbangan tertentu juga yang kita butuhkan untuk memastikan bahwa kebenaran yang kita katakan disampaikan pada waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat pula. Ketika menyampaikan kepada orang lain mengenai sebuah fakta, kita perlu memilih waktu dan cara yang tepat sehingga setiap kebenaran yang disampaikan tidak dirusak oleh cara yang tidak menunjukkan kasih atau pemilihan waktu yang kurang pas. STUDI PRIBADI: Bagaimana kita berkata benar dengan kasih? Hal-hal apakah yang masih perlu Anda tingkatkan untuk dapat menerapkan kebenaran firman Tuhan hari ini? Pokok Doa: Doakan komunikasi keluarga dilakukan dengan terbuka, dalam kebenaran dan kasih. Doakan jemaat tetap hidup dalam kebenaran di tengah kondisi pekerjaan atau masyarakat yang menghalalkan cara untuk untung. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif #LectioDivina #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA
Embed this episode
NOW PLAYING
Matius 5:33-34 - Jangab Berdusta.
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.