EPISODE · Mar 26, 2026 · 9 MIN
Melampaui Panggung Pandji: Tentang Air Keras, Air Tuba, dan Siapa yang Menuangnya
from Pinter Politik · host Pinter Politik
Di sebuah panggung yang remang, seorang komedian berdiri tegak. Ia tidak sedang melempar tawa—tidak pula merajut punchline yang meledakkan suasana. Kali ini, ia membawa surat terbuka. Pandji Pragiwaksono, dengan keberanian yang patut kita hormati, mengetuk pintu istana melalui medium digital yang riuh. Ia bicara tentang Andrie Yunus, tentang wajah yang melepuh disiram air keras, dan sebuah perumpamaan yang begitu getir: air susu dibalas air tuba.Ada keindahan dalam keberanian Pandji. Kita harus mengakuinya—sebagai bagian dari kesehatan demokrasi yang masih berdenyut. Namun, dalam labirin politik—sebagaimana dalam sastra yang bermutu—metafora sering kali menjadi tirai sutra yang menyembunyikan realitas yang lebih dingin, lebih purba, dan jauh lebih kompleks dari sekadar soal budi yang tak terbalas.
What this episode covers
Di sebuah panggung yang remang, seorang komedian berdiri tegak. Ia tidak sedang melempar tawa—tidak pula merajut punchline yang meledakkan suasana. Kali ini, ia membawa surat terbuka. Pandji Pragiwaksono, dengan keberanian yang patut kita hormati, mengetuk pintu istana melalui medium digital yang riuh. Ia bicara tentang Andrie Yunus, tentang wajah yang melepuh disiram air keras, dan sebuah perumpamaan yang begitu getir: air susu dibalas air tuba.Ada keindahan dalam keberanian Pandji. Kita harus mengakuinya—sebagai bagian dari kesehatan demokrasi yang masih berdenyut. Namun, dalam labirin politik—sebagaimana dalam sastra yang bermutu—metafora sering kali menjadi tirai sutra yang menyembunyikan realitas yang lebih dingin, lebih purba, dan jauh lebih kompleks dari sekadar soal budi yang tak terbalas.
NOW PLAYING
Melampaui Panggung Pandji: Tentang Air Keras, Air Tuba, dan Siapa yang Menuangnya
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
Jul 7, 2026 ·8m
Jul 6, 2026 ·11m
Jul 3, 2026 ·9m
Jul 2, 2026 ·9m
Jul 1, 2026 ·11m
Jun 30, 2026 ·12m