PODCAST · news
Pinter Politik
by Pinter Politik
JAGA NEGERI. Pinter Politik adalah Suara Politik Milenial Indonesia, yang akan membicarakan seputar politik terkini dengan pembawaan yang santai.
-
620
Lapar yang Tidak Ikut Libur
KATA PEMRED #43PinterPolitik.comTiga hari lagi, pada 22 Juni 2026, dapur-dapur itu akan padam serentak. Bukan karena gagal, melainkan karena dijadwalkan. Selama 18 hari libur sekolah, 27.820 dapur Makan Bergizi Gratis berhenti memasak, dan negara mencatatnya sebagai penghematan: 3 triliun 4 miliar 560 juta rupiah dari insentif yang tidak jadi dibayar. Di atas kertas, ini efisiensi yang rapi. Di atas meja makan jutaan anak, ini nampan yang tidak akan datang selama hampir tiga minggu.
-
619
‘Teach You a Lesson’: Fantasi Indonesia?
Serial Korea soal negara yang mengirim inspektur ke sekolah jadi sorotan. Namun, mungkinkah fantasi itu yang sebenarnya dibutuhkan guru Indonesia?
-
618
Siapa yang Memegang Rem
KATA PEMRED #42PinterPolitik.comSenja turun pelan di sebuah kantor yang mulai dikosongkan. Para pegawai pulang satu per satu. Sebuah lampu meja di sudut ruangan lupa dimatikan, dan cahayanya yang kuning jatuh ke atas setumpuk kertas. Kertas itu tidak disentuh siapa pun. Ia hanya menunggu.Ada uang yang dititipkan dan memilih diam. Ia mengendap di satu rekening, tidak berbelanja, tidak membangun apa-apa, hanya menunggu. Saldo itu besar, dan justru karena besar ia terasa seperti air yang ditahan sebuah bendungan: tenang di permukaan, menekan di dasar. Setiap orang yang lewat mengira air itu cadangan. Sedikit yang bertanya untuk siapa pintu air akan dibuka, dan kapan.
-
617
Dahsyatnya “Buahlil Fever”
Lagu “Mas Bahlil Ganteng” kiranya menjadi fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam konteks sosial-politik Indonesia. Kedahsyatannya yang dinyanyikan dewasa maupun Gen-Alpha, mendobrak algoritma untuk mengubah citra seketika saat seorang pejabat yang awalnya dinaungi nuansa skeptisisme.
-
616
Balada Negeri Ormek
Indonesia memiliki satu keunikan politik: banyak politisi dan pejabatnya lahir dari organisasi mahasiswa. Mengapa kondisi ini bisa terjadi?
-
615
Negara yang Belajar Berbicara Lewat Diam
KATA PEMRED #41PinterPolitik.comSenja turun pelan di sebuah kantor yang mulai dikosongkan. Para pegawai pulang satu per satu. Sebuah lampu meja di sudut ruangan lupa dimatikan, dan cahayanya yang kuning jatuh ke atas setumpuk kertas. Kertas itu tidak disentuh siapa pun. Ia hanya menunggu.Malam berjalan tanpa peristiwa. Tidak ada tangan yang datang, tidak ada langkah di koridor, tidak ada tinta yang dibubuhkan. Hanya jarum jam yang bergerak di dinding, pelan dan setia. Lalu pagi tiba. Kertas yang sama, yang semalam hanya benda mati di atas meja, kini memiliki bobot yang tidak ia punya kemarin. Sesuatu telah terjadi justru karena tidak ada yang terjadi.
-
614
Cahaya Harapan MK untuk Keterwakilan Perempuan
Perempuan tidak kekurangan tempat di surat suara. Mereka kekurangan tempat di ruang kekuasaan.
-
613
Prabowo’s Coffee Theory
Di Rapat Paripurna DPR/MPR, 20 Mei 2026, Prabowo spontan berkelakar mencari kopi saat berpidato – sebuah bahasa politik yang menarik bagi banyak pihak. Bagi seorang presiden, momen itu bukan sekadar kantuk. Itu adalah sinyal politik: bahwa kekuasaan pun butuh jeda, dan kenyamanan tak harus mewah. Kopi adalah simpul sejarah, politik dan kekuasaan Indonesia.
-
612
Bahaya yang Dibawa Perdamaian
KATA PEMRED #40PinterPolitik.comSelama berminggu-minggu, air tersempit di dunia nyaris tanpa suara. Tanker-tanker berhenti. Layar radar di anjungan kapal kosong, seperti jalan tol yang ditinggalkan di tengah malam. Laut yang biasanya berisik oleh mesin diesel raksasa berubah menjadi cermin. Lalu, pada satu pagi di bulan Juni, sebuah kalimat dilemparkan ke dunia dari layar sebuah telepon. Nyalakan mesin kalian. Dan laut itu bangun kembali.
-
611
The Grand Banten Model, Dinasti-Prosperity
Sekian lama hanya “nggak diajak” dalam diskursus politik-pemerintahan tanah Jawa, Banten agaknya mulai bergerak ke arah positif dengan kebijakan baru dalam lima helix kunci yang sangat menentukan di era Presiden Prabowo Subianto.
-
610
Djojohadikusumo-Baswedan Bertemu di 33
Prabowo menyebut Pasal 33 sebagai cetak biru ekonomi RI. Namun, sebenarnya, siapa saja yang merumuskan pasal itu?
-
609
Indonesia: “Lone Wolf” Penyelamat Iklim?
Ketika seorang presiden berlatar militer menerbitkan regulasi kehutanan yang paling ambisius dalam sejarah Indonesia, pertanyaannya bukan sekadar soal hutan — melainkan soal siapa yang akan menentukan nasib iklim bumi.
-
608
Judol Bocor dari Genggaman
KATA PEMRED #39PinterPolitik.comDi Gyeongju, awal November 2025, di hadapan para pemimpin ekonomi Asia Pasifik, Presiden Prabowo Subianto menyebut satu angka yang semestinya mengubah cara kita membaca rupiah. Indonesia, katanya, kehilangan sekitar 8 miliar dolar setiap tahun akibat aliran dana keluar dari judi online. Pada kurs yang menembus Rp 18.000 per dolar pada awal Juni 2026, angka itu setara sekitar Rp 144 triliun. Ia diucapkan bukan oleh aktivis, bukan oleh ekonom oposisi, melainkan oleh kepala negara, di forum tertinggi kawasan.
-
607
Strategi “Gajah” Kaesang masuk Pesantren ?
Ketika PSI mulai masuk ke pesantren, pertanyaannya bukan lagi soal safari politik. Pertanyaannya adalah: untuk siapa langkah itu sebenarnya ditujukan?
-
606
Termometer di Ruang yang Bocor
KATA PEMRED #38PinterPolitik.comDi panggung Grab Business Forum, Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa 9 Juni 2026, Chatib Basri melakukan sesuatu yang langka di tengah kepanikan: ia menurunkan suhu. Dengan tenang ia menunjukkan satu regresi sederhana. Sekitar 23 persen pergerakan pelemahan rupiah, katanya, dapat dijelaskan oleh Credit Default Swap, premi asuransi atas risiko gagal bayar obligasi negara. Sebaliknya, rupiah hanya menjelaskan 2,3 persen pergerakan CDS. Kausalitasnya berjalan satu arah. Soal kita, simpulnya, adalah soal confidence di fiskal. Ruangan mengangguk.
-
605
Republik Sunyi
KATA PEMRED #37PinterPolitik.comPonsel itu retak di sudut kanan atas. Layarnya tidak pernah berhenti menyala. Ibu-ibu sedang ramai memperdebatkan harga cabai di grup chat keluarga. Seorang keponakan baru saja mengirim foto makan siangnya. Lalu, di sela percakapan itu, sebuah iklan melintas. Muncul kurang dari 1 detik, lalu hilang. Tidak ada yang mengkliknya. Tidak ada yang mengingatnya. Percakapan berlanjut seperti biasa.Iklan semacam itu melintas jutaan kali setiap hari di layar orang Indonesia. Baru pada Desember 2025 para peneliti keamanan menemukan apa yang bisa menumpang di baliknya.
-
604
Cuan Bengkel C-130 Hercules Majalengka
Ketika Indonesia berencana membangun “bengkel resmi” pesawat angkut Hercules di Kertajati, yang sedang dipertaruhkan kiranya bukan sekadar kontrak perawatan pesawat, melainkan posisi Indonesia di peta pengaruh militer Indo-Pasifik. Dari pembeli, menjadi penentu. Mungkinkah itu terjadi?
-
603
Reinkarnasi Ahmad Sahroni?
Kurang dari setahun setelah rumahnya dijarah massa, Ahmad Sahroni kini tampak memiliki “wajah” yang berbeda.
-
602
“Mixed Feelings” ala Megawati Berlanjut?
Di balik dua jam pertemuan di Istana, bukan hanya keakraban yang dibangun. Ada sinyal yang lebih dingin, lebih terencana, dan belum pernah dibaca publik dengan cara ini. Kita akan menyelami apakah Megawati melakukan “Mixed Feelings” kepada Prabowo?
-
601
Era Bocor yang Disamarkan
KATA PEMRED #36PinterPolitik.comDi sebuah minimarket, tiga layar menyala bersamaan. Televisi kecil di atas kasir memuji pasar yang katanya tetap tenang. Mesin ATM menampilkan saldo yang bergerak pelan, nyaris tanpa bunyi. Ponsel seseorang di antrean berkedip: ajakan bermain lagi malam ini, setoran kecil yang mengalir ke server entah di negara mana.Tiga layar itu ada di minimarket mana pun pada awal Juni 2026. Pekan ketika rupiah, untuk pertama kali dalam sejarah, menembus 18.000 per dolar Amerika. Pada 4 Juni mata uang itu dibuka di 18.003 dan tergelincir ke 18.039 menurut kurs acuan. Ketiganya bercerita tentang satu hal: ke mana uang negeri ini mengalir, dan apakah negara berani mengakui arahnya.
-
600
Habibie: Varian ‘Dinasti Teknokrat’?
28 tahun setelah Habibie jadi presiden, putranya kini masuk arena politik. Apakah ini dinasti baru, ataukah sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya?
-
599
Anies dan Koleksi Pion Riyadh
Anies Baswedan resmi jadi penasihat kota Riyadh. Siapa lagi yang ada di “koleksi” MBS?
-
598
Tito Karnavian, Politik “Low Exposure”?
Di tengah hiruk-pikuk politik pemerintah, Tito Karnavian seolah tampil dengan eksposur yang tak terlalu masif, tersimpan strategi survival elite yang sangat terukur: tetap kuat tanpa terlalu terlihat, tetap relevan tanpa memancing ancaman. Apakah ini profesionalisme birokrasi atau kalkulasi politik tingkat tinggi?
-
597
Politik Lucky Number Prabowo
Prabowo Subianto punya kebiasaan yang tak bisa diabaikan: ia kerap menyebut angka-angka spesifik dalam pidatonya. Terbaru, ia meresmikan 1.061 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Nganjuk dan menyinggung angka 8 (dari 1+0+6+1) — simbol kesinambungan (continuity). “Delapan itu garisnya tidak pernah putus,” ujarnya. Bukan kebetulan: Prabowo adalah Presiden RI ke-8, dan angka 8 sudah menjadi jangkarnya sejak bergabung di Sandi 81. Lalu, apa makna di balik kepemimpinan yang percaya angka keberuntungan?
-
596
Mendayung di Antara Dua Kecerdasan
KATA PEMRED #35PinterPolitik.comBayangkan sebuah perahu kecil di tengah laut menjelang subuh. Di kiri menjulang sebuah karang, di kanan karang lain yang sama besarnya. Arus menyeret, angin berganti arah, dan pendayung paham satu hal yang sederhana: menabrak karang mana pun berarti karam. Yang menyelamatkan bukanlah memilih salah satu karang, melainkan menguasai dayung.
-
595
Menguak The Economist
Pada Mei 2026, The Economist menurunkan dua judul keras: Indonesia disebut berada di “jalur berisiko”, dan Prabowo dinilai membahayakan ekonomi sekaligus demokrasi. Empat tuduhan utamanya: sentralisasi kekuasaan, belanja populis yang membebani fiskal, ekspansi militer ke ruang sipil, dan erosi independensi institusi ekonomi. Bagi pasar global, narasi ini bukan sekadar opini, tetapi juga sinyal risiko yang menggerakkan yield obligasi, menekan rupiah, dan mengubah nada laporan analis internasional. Faktanya agenda utama The Economist memang selalu kontra terhadap kebijakan negara-negara proteksionis.
-
594
Hikayat Tiongkok Tangkis ‘The Economist’
Selama 20 tahun, The Economist rutin meramalkan keruntuhan Tiongkok, tapi Tiongkok justru makin maju. Siapa yang sebenarnya diuntungkan dari narasi ini?
-
593
Semantik Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat, program unggulan Presiden Prabowo ini kini disorot bukan karena gagasannya, melainkan pengadaan barangnya. Mesin cuci senilai Rp 2,9 miliar, kompor Rp 4,3 miliar, hingga bingkai foto presiden Rp 4,1 miliar memantik kecurigaan publik soal selisih harga antara e-katalog dan harga pasar. Dua pejabat Kemensos pun dicopot sementara. Narasi “pemborosan” menguat, menenggelamkan substansi program itu sendiri.
-
592
Beijing Mengunci Kecerdasannya
KATA PEMRED #34PinterPolitik.comDi sebuah ruang kerja di Singapura, sebuah laptop menyala lewat tengah malam. Tidak ada serdadu di pintu, tidak ada bendera di dinding. Hanya layar berpendar biru, kopi yang mendingin, dan jari seorang insinyur yang bergerak pelan di atas papan ketik. Di luar jendela, kapal masih masuk pelabuhan, pesawat masih turun ke landasan, uang masih berbelok dari satu rekening ke rekening lain. Dunia tampak masih percaya bahwa segala sesuatu bisa berpindah.Tetapi tidak semua yang bergerak masih diizinkan pergi.
-
591
Negara Penyangga
KATA PEMRED #33PinterPolitik.comGeopolitik jarang mengetuk pintu.Ia datang seperti hujan yang turun jauh di seberang laut. Kita tidak melihat awan pertamanya. Kita tidak mendengar guntur yang mendahuluinya. Beberapa hari kemudian, sesuatu sudah berubah. Harga naik. Pasokan terlambat. Kecemasan hadir tanpa pernah diundang.Begitulah cara Selat Hormuz masuk ke dapur.
-
590
Cerdas Cermat & Sindrom Defensif Indonesia
Jawaban benar siswa SMA diberi nilai minus oleh juri MPR. Mengapa orang Indonesia begitu takut mengakui kesalahan?
-
589
Pramono Adalah Jokowi 2.0?
Pramono mengubah 109 tiang monorel yang mangkrak 20 tahun di Rasuna Said menjadi simbol politik. Pembongkaran dimulai Januari 2026, lalu pada 10 Mei 2026 ia menggelar CFD perdana sebelum kawasan rampung. “Saya sengaja mengundang ketika belum selesai,” akunya — mengubah proses pembangunan menjadi tontonan yang menegaskan warisannya sebagai gubernur yang membersihkan luka lama kota.
-
588
Luhut-Sjafrie, Letjen Pangkat Legend
Pengaruh terbesar seorang perwira kadang baru terasa setelah seragamnya dilepas. Menariknya, seragam dengan bintang tiga di pundak atau kerah yang bukan tanda batas akhir karier. Sebagai penanda kematangan yang paling cair untuk dikonversi menjadi kekuasaan baru. Mengapa demikian?
-
587
Mata di Balik Gerbang
KATA PEMRED #32PinterPolitik.com“Kuasa terpenting abad ini bukan kemampuan menutup pintu,melainkan kemampuan melihat lebih dahulu daripada siapa pun.”Di Kalimantan Timur, pelabuhan-pelabuhan batu bara tahu sebuah tanggal: 1 Juni 2026. Apa yang akan datang pada hari itu bukan tarif, bukan blokade. Sebuah jendela. Dan di jendela itu, sepasang mata.Pada 20 Mei 2026, Presiden Prabowo menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam. Seluruh penjualan batu bara, minyak sawit mentah, dan paduan besi kini wajib melewati satu pintu: PT Danantara Sumberdaya Indonesia, sebuah badan usaha milik negara yang lahir dari rahim Badan Pengelola Investasi Danantara, ditugaskan menjadi tangan yang menempel di komoditas. Tiga komoditas itu bernilai US$65 miliar setahun, hampir 23% dari ekspor barang nasional. Bursa membacanya dengan satu kata yang penuh curiga. Indeks gabungan merosot 3,46% pada hari rumor itu beredar, dan satu istilah berdengung di ruang dagang: monopoli.
-
586
Sing Along Prabowo, Pemersatu Bangsa
Di balik nyanyi bersama lagu nasional dan lagu rakyat bersama Presiden, tersimpan transformasi besar politik Indonesia menuju politik afeksi dan simbol persatuan yang nyata. Musik, emosi kolektif, dan budaya populer menjadi instrumen baru membangun legitimasi, rekonsiliasi sosial, sekaligus citra kepemimpinan dalam era demokrasi digital yang semakin performatif dan cair.
-
585
KDM = Konten Dramatis Menipis?'
KDM wacanakan hapus pajak kendaraan dan ganti jalan berbayar. Terobosan serius atau drama baru yang mulai kehilangan penonton?
-
584
Jumhur dan “Geng Solo”?
Ketika seorang mantan pengkritik keras masuk ke dalam kabinet yang diisi wajah-wajah lama, pertanyaannya bukan soal apa yang akan dia lakukan — melainkan apa yang tidak lagi bisa dilakukan orang lain di sekitarnya.
-
583
Udara di Atas Tanah Sendiri
KATA PEMRED #31PinterPolitik.comDi atas tanah, segala sesuatu bisa dihitung. Petak sawah punya batas, gedung punya sertifikat, jalan punya nama. Udara di atasnya tidak. Angin melintas tanpa meminta izin. Awan tidak menandatangani siapa pemiliknya. Namun yang di udara itulah yang menentukan apakah yang tumbuh di tanah matang atau layu sebelum musimnya.Begitu pula sebuah negeri. Ia membangun di tanah: jalan, pelabuhan, jaringan listrik, dana abadi. Semua bisa diresmikan dan diaudit. Di atasnya ada lapisan yang lebih tua dan lebih sunyi, yaitu udara informasi. Di langit itu, hari ini, sebuah negara besar menemukan dirinya sebagai pendatang yang terlambat.
-
582
Negara yang Akhirnya Belajar Melihat
KATA PEMRED #30PinterPolitik.comSelama 33 tahun Indonesia bisa menimbang setiap ton batu bara yang berlayar keluar dari pelabuhannya. Tapi berapa nilainya, dan berapa yang diam-diam lolos, tak pernah ia tahu. Di dermaga, segalanya bisa dihitung. Tongkang merapat, conveyor berderak, tonase tercatat sampai desimal terakhir. Harga yang sesungguhnya diputuskan di tempat lain. Di layar dagang yang jauh, di kontrak yang diteken di kota berpajak rendah, di selisih yang memilih untuk tidak pulang.Pada 20 Mei 2026, dari mimbar Rapat Paripurna DPR, Presiden Prabowo Subianto memutuskan menutup jarak antara kedua angka itu. Lewat Peraturan Pemerintah, ekspor 3 komoditas strategis kini menempuh satu pintu saja: kelapa sawit, batu bara, dan ferroalloy harus keluar lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia, pengekspor tunggal milik negara. Transisi dimulai 1 Juni, berlaku penuh 1 September. Bahasanya bahasa tata kelola. Tujuannya menutup kebocoran, menertibkan transfer pricing, dan memaksa devisa pulang.Tapi di balik bahasa teknis itu, ada peristiwa yang jauh lebih tua. Sebuah negara sedang belajar melihat.
-
581
The (Un)Shonen Way of Kaesang?
Tiga krisis menghantam PSI dalam 72 jam. Apakah Kaesang protagonis atau sekadar pewaris cerita orang lain?
-
580
“META” Pilpres Baru: Pick Cawapres Agresif!
Satu dekade matahari tunggal sudah cukup. Publik menuntut Cawapres yang sama aktif seperti Capresnya. Sekarang, publik mulai menagih tim yang solid.
-
579
Jebakan Narco-Politics ala Pablo
Selama ini kita mengira narco-politics adalah soal kartel yang menyerang negara. Marco Alcocer, peneliti Harvard yang menghabiskan kariernya memetakan jaringan kartel Meksiko, melihat sesuatu yang jauh lebih menggelisahkan: justru negara yang menyediakan tanah subur bagi kartel untuk tumbuh. Apakah Pablo telah mati? Pablo telah hidup dalam bentuk pemikiran politik di kepala Kartel.
-
578
Kebangkitan Kedua
KATA PEMRED #29PinterPolitik.comPada pagi 20 Mei 2026, di hari ulang tahun ke-118 Boedi Oetomo, presiden berjalan menuju mimbar Senayan dengan suara langkah yang tidak pernah terdengar di paripurna manapun selama 27 tahun terakhir: langkah seorang kepala negara yang datang sendiri membawa angka. Pukul 10:25 palu sidang diketuk; pukul 11:10 ia turun. 451 anggota dewan tercatat hadir, kuorum terpenuhi, Wakil Presiden Gibran duduk di barisan depan. Untuk pertama kali sejak Reformasi memberikan otonomi penuh kepada teknokrasi keuangan, seorang presiden RI menyampaikan sendiri Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal — dokumen yang selama 2 dekade selalu didelegasikan kepada Menteri Keuangan. 3 jam kemudian, di Jalan M.H. Thamrin Nomor 2, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengumumkan keputusan yang tidak dibayangkan pasar: BI-Rate naik 50 basis poin menjadi 5,25 persen — 2 kali lipat ekspektasi konsensus. 2 sidang, 2 mikrofon, 2 institusi yang sepanjang 27 tahun berbicara dalam 2 bahasa berbeda. Hari itu, mereka berbicara sekata.
-
577
Triple Helix & Industri Militer Indonesia
Ketika seorang presiden mengundang profesor dan insinyur ke meja keamanan nasionalnya, ia tidak sedang menggelar rapat — ia sedang merancang ulang arsitektur kedaulatan sebuah bangsa.
-
576
Prabowo-Sjafrie, Paling Diplomasi ‘Bestie’?
Menhan RI Sjafrie dan Menhan Jepang Koizumi nonton film di pesawat sebelum teken perjanjian pertahanan. Apa yang sebenarnya sedang terjadi?
-
575
Naik Gaji Tanpa Integritas: Lawan Korupsi?
Ketika negara memilih reformasi yang paling aman secara politik, apakah mungkin negara sedang menunjukan political will-nya dalam mereformasi tubuhnya? Mungkin belum cukup.
-
574
Misteri Hengkangnya Dua Dirjen Ara
Ada satu pertanyaan yang tidak pernah dijawab. Dan justru dari keheningan itulah seluruh cerita sebenarnya bermula. Kemana perginnya Dua Dirjen Ara? Hanya waktu yang bisa menjawab.
-
573
Danantara dan Konstitusi Kedua: Ketika Negara Memilih Menjadi Satu Arsitektur
KATA PEMRED #28PinterPolitik.comPada 7 Mei 2026, di sebuah ruangan di Jakarta, sesuatu yang lebih besar daripada rilis resminya sedang dimulai. Sekitar 60 pimpinan holding BUMN berkumpul. Yang memimpin bukan Menteri, melainkan seorang Chief Technology Officer, Sigit Puji Santosa. Yang dibicarakan kelihatan teknis: sovereign AI, sovereign cloud, kesiapan keamanan siber pasca-kuantum, satu gugus tugas bersama bernama Danantara Digital Transformation Task Force.Pertanyaan yang lebih sulit datang belakangan. Apa, sebenarnya, yang dimulai pada hari itu?
-
572
Fatamorgana “Fobia” Loreng-Loreng
Hangat isu pembekalan militer di beasiswa LPDP, Republik ini memanggil militer setiap krisis, tetapi sebagian kalangan selalu cemas pada kehadirannya. Mengapa demokrasi terbesar ketiga dunia belum selesai berdamai dengan “loreng-loreng”?
-
571
Hormuz, dan Pena yang Berpindah Tangan
KATA PEMRED #27PinterPolitik.comMata uang sesungguhnya di Zhongnanhai bukan dolar dan bukan yuan. Ia adalah Taiwan, ditukar diam-diam dengan akses kapal-kapal Tiongkok yang sudah mulai melintasi Hormuz di bawah aturan baru Tehran.Itulah pertukaran sejati di balik foto 15 Mei lalu, ketika Donald Trump dan Xi Jinping berjalan beriringan di taman Zhongnanhai. Komunike menyebut Hormuz dan Taiwan di paragraf terpisah, tetapi tautannya sengaja tidak dituliskan. South China Morning Post mencatat paket persenjataan 11 miliar dolar untuk Taipei, disetujui Kongres Desember 2025, hingga hari ini belum dikirim dari Pentagon. Beijing tidak memintanya dibatalkan; cukup memintanya tetap di rak.
We're indexing this podcast's transcripts for the first time — this can take a minute or two. We'll show results as soon as they're ready.
No matches for "" in this podcast's transcripts.
No topics indexed yet for this podcast.
Loading reviews...
Loading similar podcasts...