PODCAST · news
Pinter Politik
by Pinter Politik
JAGA NEGERI. Pinter Politik adalah Suara Politik Milenial Indonesia, yang akan membicarakan seputar politik terkini dengan pembawaan yang santai.
-
620
Kursi yang Berganti Pekerjaan
KATA PEMRED #57PinterPolitik.comSurat itu berjalan pada hari Sabtu. Rapat Dewan Gubernur digelar pada hari Minggu. Konferensi pers berlangsung di Gedung Bank Indonesia, Jalan M.H. Thamrin, pada Senin pagi. 3 hari berturut-turut, menembus akhir pekan, untuk lembaga yang biasanya bergerak dengan kalender.Perry Warjiyo menyerahkan pengunduran dirinya kepada Presiden pada 25 Juli 2026. Rapat Dewan Gubernur pada 26 Juli menetapkan Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pada 27 Juli bahwa Presiden menerima pengunduran diri itu.
-
619
Jedar-Jedor Trio Kancil Politik
Presiden Prabowo menyebut mereka “kancil”. Bukan penguasa bertaring, melainkan elite adaptif penjaga keseimbangan. Muhaimin Iskandar, Sufmi Dasco Ahmad, dan Bahlil Lahadalia mungkin secara tak langsung menunjukkan bahwa politik modern dimenangkan oleh negosiasi, koneksi, dan eksekusi.
-
618
Efisiensi yang Berkeadilan
KATA PEMRED #56PinterPolitik.comKaus itu sudah dipakai sebelum Presiden naik podium. Kamis malam, 23 Juli 2026, di Jakarta Convention Center, kader Partai Kebangkitan Bangsa menyambut Presiden Prabowo Subianto dengan satu kata tercetak di dada: Prabowonomics.Tema resmi malam itu jauh lebih panjang, Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi. Di kaus, kalimat itu memendek menjadi satu nama. Presiden naik podium dan menolaknya. “Sesungguhnya terus terang saja tidak pantas Saudara pakai nama saya di situ,” katanya. Ia menambahkan, seandainya izin diminta, izin itu tidak akan diberikan.
-
617
Utang yang Berbunyi Renminbi
KATA PEMRED #55PinterPolitik.comDi bawah seutas tali yang direntang tinggi, orang memasang jaring. Harganya terbayar selama tidak ada seorang pun jatuh ke atasnya.Sejak akhir Januari 2025, Bank Indonesia dan People’s Bank of China menyimpan satu fasilitas pertukaran mata uang senilai 400 miliar yuan, setara sekitar US$55 miliar, berlaku lima tahun. Fasilitas itu tidak dirancang untuk membelanjai apa pun. Tidak membangun jalan, tidak membayar guru, tidak menambal defisit. Ia hanya tersimpan.
-
616
Game, Kunci RI “Mengejar” Tiongkok?
Rating tinggi di Steam ternyata belum cukup untuk membawa game buatan Indonesia naik kelas — dan jawabannya mungkin bukan soal bakat, melainkan soal siapa yang berani menaruh modal di baliknya.
-
615
Waduh, 100 Lamaran Kerja, Zero Jawaban
Kamu kirim lamaran ke-127. Tutup laptop. Besok ulang lagi. Tidak ada balasan, bahkan penolakan otomatis pun tidak. Semua orang menawarkan penjelasan yang sama: kamu kurang skill, sertifikatmu kurang, CV-mu belum ATS friendly. Bacaan itu dipercaya hampir semua orang, dan kamu ikut mempercayainya sampai merasa ada yang salah pada dirimu. Nalar ini tidak bertanya siapa yang salah. Ia bertanya satu hal yang jarang ditanya. Bagaimana kalau keheningan itu bukan soal kamu, dan bukan cuma soal ada lowongan palsu, melainkan tanda pasar kerja digital yang perlahan kehilangan kemampuan untuk dipercaya?
-
614
Kho Ping Hoo dan “Pendekar-isme” Prabowo
Kho Ping Hoo wafat 31 tahun lalu, tetapi dunia Kang-Ouw ciptaannya masih hidup. Mengapa presiden pun ikut membacanya?
-
613
Operasi Mamdani Menangkap Netanyahu
Zohran Mamdani sebut sedang pertimbangkan menahan Netanyahu di New York. Mungkinkah seorang wali kota tangkap seorang perdana menteri?
-
612
“Gonjang-Ganjing Trunojoyo”, Cawang & Semanggi?
Polemik Febrie Adriansyah kiranya tidak berhenti di ruang hukum. Substansinya menjalar ke Trunojoyo, jantung Mabes Polri, dan menghidupkan kembali satu pertanyaan yang selalu sensitif di setiap rezim: siapa yang akan memegang komando kepolisian. Mengapa itu bisa terjadi?
-
611
Dari Lekra ke Hindia: Oktaf Kuasa
Dari biola Supratman hingga distorsi Hindia di TikTok, nada Indonesia tak pernah netral. Kini, algoritma pegang kendali soal siapa yang boleh bersuara.
-
610
Biaya Netralitas
KATA PEMRED #54PinterPolitik.comDi Shanghai, pada pertengahan Juli, panas dan lembap musim panas menggantung di udara kota. Di sanalah, pada 16 Juli 2026, nama Indonesia ditambahkan ke sebuah daftar. 29 negara menandatangani dokumen pendirian sebuah organisasi baru bernama Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Artifisial Dunia. Bahasanya lembut. Ia bicara tentang tata kelola yang berpusat pada manusia, tentang menjembatani jurang kemampuan, tentang Selatan Global yang tidak ingin tertinggal. Semua kata dipilih untuk menenangkan, dan tidak ada satu pun yang berbunyi seperti sebuah pilihan.
-
609
Messi-Ronaldo adalah Eksperimen Politik?
Pilih Messi atau Ronaldo — dan kamu mungkin baru saja membocorkan identitasmu dengan tanpa sadar.
-
608
Indonesia, Si Paling ‘Negara Potensi’?
Selalu berpotensi, tak pernah berhasil. Dari Fairchild sampai Lokananta, kenapa Indonesia betah berhenti di ambang? Apakah ini Kutukan Ambang?
-
607
Kuasa Lepas Jokowifikasi
Wajah Jokowi kini muncul di meme, karakter fiksi, penyanyi Jepang, sampai kursi gaming. Siapa sebenarnya yang memegang kuasa atas wajah itu?
-
606
Wasit FIFA & Oknumisme Politik-Hukum?
Wasit FIFA bukan hanya pengadil lapangan — mereka adalah wajah yang paling mudah disalahkan dari ketidaksempurnaan sebuah sistem.
-
605
Dijaga atau Diganti
KATA PEMRED #53PinterPolitik.comMalam turun di Jalan Radio I, Kramat Pela. Portal di ujung jalan ditutup. Di depan sebuah pagar tinggi berwarna putih, sedikitnya 20 prajurit berdiri. Beberapa memanggul senjata laras panjang. Beberapa duduk di taman kecil yang membelah jalan itu menjadi dua lajur. Sesekali satu atau dua orang berjalan mengitari kawasan. Mobil berpelat dinas tentara diparkir tidak jauh dari sana. Rabu, 8 Juli 2026.
-
604
Kasus Febrie dan Doktrin Kambing Hitam
Nama Febrie Adriansyah kini beririsan dengan sosok perempuan di medsos. Siapa sebenarnya yang sedang kita hakimi dalam kasus ini?
-
603
Pacul Mencoba Bersinar di “Penjara” Politik?
Julukannya Sang Komandan Korea, ia naik jabatan tapi kehilangan arena. Seperti dipenjara tetapi dalam konteks politik. Yang menarik bukan nasibnya, melainkan cara dia melawan nasib itu.
-
602
Omertà, Sumpah Sakral Dilanggar Febrie?
Omertà bukan sekadar sumpah mafia untuk tutup mulut. Ia adalah teknologi kekuasaan yang menjaga jaringan tetap utuh melalui kesunyian dan loyalitas. Namun, sejarah menunjukkan, bangunan paling kuat sekalipun bisa mulai retak ketika satu sinyal muncul.
-
601
Bakrie, EV, dan Lumpur Lapindo
20 tahun berlalu, satu nama besar masih tak lepas dari lumpur Sidoarjo. Akankah persepsi ini terus menjadi warisannya?
-
600
Wajah yang Tak Bisa Diganti
KATA PEMRED #52PinterPolitik.comBayangkan sebuah kios pulsa di pinggir jalan mana pun di republik ini. Etalase kaca yang buram oleh debu. Deretan kartu perdana digantung dengan penjepit jemuran. Seorang perempuan muda berhenti, menyebut nominal, mengeluarkan uang lusuh dari saku. Selama 2 dekade, transaksi itu selesai dalam 1 menit. Mulai awal Juli, ada 1 langkah baru di antara uang dan kartu: perempuan itu harus menghadapkan wajahnya ke kamera. Bukan untuk kenangan. Untuk dicocokkan dengan basis data kependudukan negara.
-
599
Bahlil, Loid Forger-nya Indonesia?
Jika melihat gerak politik Bahlil, hampir sama dengan karakter Loid Forger dari Anime Spy X Family. Loid bisa berperan sebagai apapun di situasi manapun karena dia adalah seorang mata-mata. Tetapi, Bahlil melakukan itu untuk tetap relevan di kedua poros kekuasaan politik yang berbeda.
-
598
Supremasi Putih Rasialisme Argentina
Piala Dunia 2026 mengungkap pola berulang. FIFA menyelidiki dugaan pelecehan rasis terhadap YouTuber IShowSpeed oleh fans Argentina di Miami. Fans Argentina juga melempar bir ke pendukung Mesir dan mengibarkan bendera Israel ke pelatih Hassan yang pro-Palestina. Bahkan sesama negara Amerika Latin, dari Meksiko hingga Brasil, kerap mencap Argentina “sok Eropa” dan terkesan membenci tetangganya sendiri.
-
597
Pramono Main “Presiden-presidenan”?
Sejumlah kebijakan Gubernur Pramono Anung tampak pantulkan program pemerintah pusat. Kebetulan teknokratis atau ada logika yang sengaja dipasang?
-
596
Hipdut, no na, Timurnesia: Trisula Nusantara?
Tiga aliran musik baru dari Indonesia kini merajai tangga lagu. Mungkinkah trisula ini diam-diam sedang melawan dominasi musik dunia?
-
595
Rudal di Depan, Nikel di Belakang
KATA PEMRED #51PinterPolitik.comTiga jet tempur mengawal pesawat Narendra Modi memasuki langit Indonesia, Senin sore itu. Di landasan Halim, Prabowo menyambutnya sendiri. Keesokan harinya, di Istana Merdeka, kamera merekam yang paling mudah dibaca. Kontrak sistem rudal jelajah BrahMos. Senjata supersonik, hasil patungan India dan Rusia, kini akan dimiliki Indonesia.Itulah judul yang berkeliling dunia. Reuters, Washington Post, kantor berita India, semua menautkan kata Modi, Prabowo, dan rudal dalam satu tarikan napas.Tetapi tanda tangan yang paling penting hari itu bukan pada rudal.
-
594
Cermin Retak di Zaman Pelangi?
Perpres 111/2025 memasukkan penyebaran budaya LGBTQ+ sebagai ancaman nonmiliter. Namun, mengapa nasibnya bisa beda dari komunis dan Tionghoa dulu?
-
593
Sarat Makna Kavaleri Kuda Istana
Bukan sekadar pengawal tamu negara. Di balik 120 kavaleri kuda yang mengiringi Narendra Modi menuju Istana Negara Jakarta, tersimpan pesan tentang diplomasi, kekuasaan, dan martabat negara. Mengapa kuda masih relevan di era digital? Karena dalam politik modern, simbol sering kali berbicara lebih keras daripada kebijakan.
-
592
Tapir Mesuji Hidup di Hati Rakyat
Satu ekor tapir yang tewas di Mesuji membongkar jarak lama antara kepedulian kota dan kenyataan hidup di pinggir hutan — dan pola yang sama ternyata terjadi di banyak negara lain.
-
591
Tito dan Sengkarut OTT
Sembilan kepala daerah terjaring KPK dalam enam bulan. Semua mata mengarah ke Tito sebagai Mendagri, terutama mata para anggota DPR. Lalu apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan oleh orang yang paling dekat dengan masalah ini?
-
590
Singapura dan ‘Benalu’ Complex
Prabowo menjamu PM Lawrence Wong dalam Leaders’ Retreat kedua pada 6 Juli 2026. Namun, benarkah Singapura selama ini hidup dari getah tetangganya?
-
589
Republik dalam Satu Kata Sandi
KATA PEMRED #50PinterPolitik.comPada Oktober 2026, negara akan mulai melihat.Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan Government Technology nasional. Sejak hari itu, 43 kabupaten/kota yang selama ini menjadi ruang uji coba berhenti menjadi uji coba. Mereka menjadi pola yang akan ditiru seluruh negeri.Selama ini negara cukup mengenali warganya dari satu hal: sebuah nama dalam daftar. Mulai Oktober, ia ingin tahu 4 hal sekaligus, dalam satu tarikan napas. Siapa seseorang. Apa yang menjadi haknya. Apa yang menjadi kewajibannya. Dan apakah wajahnya cocok dengan datanya.Itu bukan pembaruan aplikasi. Itu perubahan hubungan antara negara dan warganya.
-
588
Unair, ITB, dan Ilusi Peringkat
Unair menyalip ITB di QS World University Rankings 2027. Namun, benarkah ini soal kampus mana yang lebih unggul?
-
587
Kamar yang Belum Kita Baca
KATA PEMRED #49PinterPolitik.comPada 2 Juli, sehelai naskah berpindah tangan di Kompleks Parlemen. Purbaya Yudhi Sadewa menyerahkan kepada Komisi XI naskah akademik Rancangan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia, sebuah kawasan keuangan khusus untuk menampung modal global. Dari penyerahan itu sebuah jam mulai berdetak. Pengesahan tingkat pertama dijadwalkan 20 Juli, pengetukan palu di paripurna 21 Juli. Sebulan kemudian, di podium kenegaraan 17 Agustus, naskah ini disebut-sebut akan dibacakan Presiden Prabowo Subianto.
-
586
RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?
Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?
-
585
Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz
Ketika hampir semua selat strategis dunia punya wacana bypass secara bersamaan, ada sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar kepanikan logistik — dan Indonesia perlu membacanya sebelum terlambat.
-
584
Dua Bunyi
KATA PEMRED #48PinterPolitik.comDi sebuah lantai data center di Jakarta, sistem Nvidia GB200 mendengung nyaris tanpa suara. Ia didinginkan cairan, menyala sepanjang malam, melatih kecerdasan yang kelak menjawab pertanyaan jutaan orang. 2.000 kilometer ke timur, di sebuah pulau di gugusan Nusa Tenggara, sebuah genset diesel menggeram menyalakan lampu sampai tengah malam, lalu berhenti. Sisa malam diserahkan pada gelap.Dua bunyi itu milik satu negara yang sama. Yang pertama, masa depan yang kita beli. Yang kedua, fondasi yang seharusnya menopangnya. Jarak di antara keduanya bukan sekadar 2.000 kilometer. Ia jarak antara ambisi dan daya, dan itulah pokok opini ini.
-
583
Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih
Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu?
-
582
Inul dan Bangkitnya Sang "Anti-Hero"
Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?
-
581
Anies dan Dark Side of The Moon
Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya
-
580
Jebakan Logika Bedah Kasus Nadiem?
Hakim sudah membaca putusannya. Tapi jauh sebelum itu, publik sudah selesai bersidang di kepala masing-masing.
-
579
Di Balik Mekarnya Citra Habibie
Hari ini Cupin membuka beranda media sosialnya dan menemukan satu nama yang kembali ramai disebut: B.J. Habibie. Tanggal 25 Juni memang hari lahir Presiden ketiga Republik itu, dan seandainya ia masih hidup, usianya genap sembilan puluh tahun.
-
578
Kolonialisme AI
KATA PEMRED #47PinterPolitik.comPada abad ke-17, pala dari Kepulauan Banda berlayar ke utara sebagai barang mentah dan kembali sebagai obat mahal yang tak lagi terjangkau oleh tangan yang memetiknya. Nilai pala tidak pernah hilang. Ia hanya berpindah alamat. Diolah di gudang-gudang asing, dihargai di bursa Eropa, lalu dijual ulang kepada bangsa yang menanamnya.
-
577
Menyikap Tubir Milbus
Pengangkatan purnawirawan sebagai Direktur Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.
-
576
Hotel Sultan dan Mesin Uang Soeharto
Water canon, batu beterbangan, 3.161 aparat mengepung Senayan. Negara akhirnya merampungkan apa yang gagal dilakukan selama 26 tahun: merebut Hotel Sultan dari tangan keluarga Sutowo. Nilai aset Rp 28,9 triliun — eksekusi perdata terbesar dalam sejarah Indonesia. Bermula dari tipu daya: Ibnu Sutowo membangun hotel pesanan Gubernur Ali Sadikin, bukan atas nama Pertamina, melainkan atas nama PT Indobuildco milik pribadinya.
-
575
Obat Bius Termurah
KATA PEMRED #46PinterPolitik.comPada pekan ketiga Juni, sebuah tanker bergerak pelan menyusuri pantai Oman. Lampu navigasinya menyala, tetapi sinyal identifikasi otomatisnya sengaja dipadamkan agar tidak terbaca radar Iran. Sang kapten memilih jalur dangkal di sisi selatan. Di geladak, beberapa pelaut yang terjebak hampir empat bulan menatap garis pantai yang sama yang dulu mereka lewati tanpa rasa takut. Laut itu tampak tenang. Ketenangan yang menipu.
-
574
Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab
Lex talionis bukan tentang balas dendam, melainkan batas peradaban atas kekerasan. Dalam kasus Taufik Hidayat, prinsip kuno itu menemukan relevansinya kembali, hukuman maksimal bukan ekspresi kebencian, tetapi pengakuan negara atas martabat korban. Saat keadilan diuji, korban tak boleh kalah dua kali.
-
573
Fathimah Azzahra dan Warisan STOVIA
Seorang mahasiswi kedokteran memukau publik di panggung debat nasional. Mengapa cara bicaranya yang tenang justru terasa begitu radikal?
-
572
Gas, Rem, dan Harga Kekuasaan
KATA PEMRED #45PinterPolitik.comDi sebuah ruang rapat di Senayan, peta kelistrikan Indonesia menyusut jadi sederet angka. 2.396 pembangkit diesel akan dipadamkan, satu per satu, dalam 10 tahun. Di tempatnya berdiri panel surya 3,21 gigawatt-peak dan baterai 9,03 gigawatt-jam, tersebar di 741 titik: pulau-pulau yang namanya jarang kita sebut kecuali ketika listriknya padam.
-
571
PAL-PINDAD-PTDI: Trinitas Industrialisasi RI?
Ketika tiga BUMN pertahanan Indonesia mencetak rekor laba di momen bersamaan, pertanyaannya bukan lagi soal alutsista — melainkan apakah Indonesia akhirnya menemukan jalan industrialisasinya sendiri.
We're indexing this podcast's transcripts for the first time — this can take a minute or two. We'll show results as soon as they're ready.
No matches for "" in this podcast's transcripts.
No topics indexed yet for this podcast.
Loading reviews...
Loading similar podcasts...