Mengapa keragaman pangan di meja makan begitu penting? episode artwork

EPISODE · May 7, 2018 · 7 MIN

Mengapa keragaman pangan di meja makan begitu penting?

from Sains Sekitar Kita · host The Conversation

Keberagaman pangan bisa mengakhiri ketergantungan pada beras. Nizwa Design/Shutterstock Mayoritas masyarakat Indonesia mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Penyeragaman makanan nasi selama pemerintah Orde Baru, baik di Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa, telah “mematikan” keragaman sumber pangan lokal. Karena bahan makanan non-nasi seperti ubi dan uwi-uwian tidak laku di meja makan, dengan sendirinya bahan-bahan makan lainnya kurang diperhatikan dan akhirnya tidak lagi dibudidayakan oleh para petani. Padahal, di tengah ancaman perubahan iklim, keamanan pangan menjadi isu kunci. Akibat perubahan iklim, lahan-lahan pertanian tidak selamanya akan stabil memproduksi padi. Bukan tidak mungkin ketergantungan pada satu bahan makanan akan menyebabkan krisis pangan bila suatu waktu bahan tersebut merosot produksinya. Dalam konteks Indonesia, tingginya permintaan nasi tidak mampu dipenuhi oleh produksi dalam negeri sehingga harus impor beras dari Thailand dan Vietnam. Menurut Ahmad Sulaeman, guru besar ilmu gizi dan keamanan pangan dari Institut Pertanian Bogor, kebijakan pangan di masa lalu, dengan nada paksaan terhadap petani untuk menanam jenis padi tertentu dengan menggunakan pupuk tertentu, pernah menghasilkan swasembada beras pada 1984. Tapi setelah itu, dan sampai kini, Indonesia mengimpor beras. Dampak kebijakan itu bagi pertanian sungguh buruk: lahan rusak, petani kecanduan benih, pupuk, dan pestisida. Beberapa varietas padi juga menghilang. Bagi Sulaeman, sudah saatnya Indonesia membuat kebijakan untuk menghidupkan kembali keragaman pangan. Sumber makanan tradisional seperti jagung, umbi, uwi-uwian, dan lainnya, yang juga sumber karbohidrat, perlu dijadikan bahan makanan selain nasi. Keragaman makanan ini penting agar bila terjadi perubahan iklim yang memburuk, penduduk tidak kesulitan memperoleh bahan makanan. Edisi kesembilan Sains Sekitar Kita ini disiapkan oleh Ikhsan Raharjo dan narator Prodita Sabarini. Selamat mendengarkan!

Sudah saatnya Indonesia membuat kebijakan untuk menghidupkan kembali keragaman pangan di negeri ini. Sumber makanan tradisional seperti jagung, umbi, uwi-uwian, dan lainnya, perlu dilirik kembali.

NOW PLAYING

Mengapa keragaman pangan di meja makan begitu penting?

0:00 7:24

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

Baca Buku Audiobook Indonesia Guntur Sulaksono Berawal dari sebuah artikel yang menyatakan betapa rendahnya tingkat membaca di Indonesia. Maka saya membangun channel yang khusus menyajikan audiobook dalam bahasa Indonesia. Tujuan saya adalah agar kita semua mendapatkan kemudahan dalam hal belajar dan meningkatkan pengetahuan.Ada ratusan buku best seller yang pernah saya baca dan tersedia dalam bentuk audiobook. Anda akan menemukan buku audio dengan berbagai genre yang berbeda. Mulai dari buku-buku tentang filsafat, pengembangan diri, novel, ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan lain sebagainya.Donation link: https://saweria.co/bacabuku Bila Larut Malam BFM Media Bila Larut Malam ialah rancangan yang merungkai fenomena moden, tradisional, serta budaya bandar yang berada di sekeliling kita. Sertai kami untuk memahami trend masyarakat dan budaya. Khas untuk mereka yang tidur lewat dan pengembara malam. Alkitab Kronologi: Sehari-hari dalam Setahun Kompas Kehidupan Jom ikut perjalanan setahun baca kisah Alkitab ikut kronologi, melalui Alkitab Kronologi: Sehari-hari dalam Setahun. Kita akan telusuri Firman Tuhan dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru, termasuk Mazmur dan Amsal—semua disusun ikut urutan sejarah, terus dari teks asal Ibrani dan Yunani.Sama ada kau tengah mencari kebenaran, nak tambah pengertian rohani, atau sekadar nak konsisten dengan bacaan Alkitab harian, podcast ni memang untuk kau.Podcast ni guna audio Alkitab Versi Borneo yang telah didramakan. 30 Hari 30 Ayat Media Selangor 🌙 RAMADAN AL-MUBARAK 1446H 🌙Ramadan tiba lagi, membawa keberkatan dan peluang untuk kita semua memperbaiki diri. Semoga bulan penuh rahmat ini meningkatkan nilai ketakwaan kita dan mengukuhkan amalan kebaikan dalam kehidupan seharian.📖 Tahun ini, 30 Hari 30 Ayat kembali dengan pengisian lebih bermakna, menampilkan Farhatul Fairuzah, Juara Qariah Kebangsaan & Antarabangsa bersama tiga pembimbing hebat:🔹 Ustaz Faiz Fateh al-Azhari🔹 Habib Ali Zaenal Abidin Al Hamid🔹 Dr. Ahmad Fakhrurrazi Mohammed ZabidiJadikan Ramadan kali ini sebagai ruang untuk lebih mendekati al-Quran dan memperkukuh keimanan kita.#30Hari30Ayat #RamadanMubarak #KitaSelangor

Frequently Asked Questions

How long is this episode of Sains Sekitar Kita?

This episode is 7 minutes long.

When was this Sains Sekitar Kita episode published?

This episode was published on May 7, 2018.

What is this episode about?

Keberagaman pangan bisa mengakhiri ketergantungan pada beras. Nizwa Design/Shutterstock Mayoritas masyarakat Indonesia mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Penyeragaman makanan nasi selama pemerintah Orde Baru, baik di Pulau Jawa maupun luar...

Can I download this Sains Sekitar Kita episode?

Yes, you can download this episode by clicking the download button on the episode player, or subscribe to the podcast in your preferred podcast app for automatic downloads.
URL copied to clipboard!