EPISODE · Aug 20, 2025 · 5 MIN
Minggu, 24 Agustus 2025 - Tujuan Kita Bersyukur & Berdoa
from Sinode Gereja Kristus Yesus · host Sinode Gereja Kristus Yesus
Tujuan Kita Bersyukur & BerdoaMinggu, 24 Agustus 2025Bacaan Alkitab hari ini:Kolose 1:1-14Apa yang biasanya menjadi pokok ungkapan rasa syukur dan doa Anda? Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose dibuka dengan ucapan syukur dan doa. Sekalipun ia menulis di penjara, isi suratnya penuh dengan semangat dan pengharapan. Rasul Paulus tidak memulai dengan teguran atau peringatan, melainkan dengan pujian atas iman, kasih, dan pengharapan yang hidup dalam jemaat. Itulah hal pertama yang muncul dalam pikirannya, bukan kesehatan mereka atau ukuran gereja atau anggaran mereka. Ia memperhatikan bahwa Injil telah berakar dan berbuah di antara mereka sebagai tanda bahwa Allah sedang bekerja di antara mereka.Rasul Paulus mendoakan agar jemaat dipenuhi dengan pengetahuan akan kehendak Allah serta dengan segala hikmat dan pengertian rohani (1:9–14). Tujuannya bukan sekadar menambah pengetahuan intelektual, tetapi membentuk hidup yang layak di hadapan Tuhan, yaitu berbuah dalam setiap pekerjaan baik, bertumbuh dalam pengenalan akan Allah, dan dikuatkan dengan kuasa-Nya untuk menghadapi segala tantangan dengan ketekunan dan sukacita. Rasul Paulus mengajak kita melihat bahwa doa bukan hanya permohonan pribadi, tetapi juga sarana untuk menopang sesama dalam iman. Ia tidak berdoa agar jemaat Kolose bebas dari penderitaan, tetapi agar mereka kuat menghadapi penderitaan. Inilah doa yang berakar dalam Injil, yaitu doa yang tidak menjanjikan kenyamanan, tetapi menjanjikan kehadiran Allah yang setia.Betapa mudahnya mengaku mengasihi Allah dengan perkataan! Namun, mengasihi Allah secara nyata dengan cara mengasihi umat-Nya itu jauh lebih sulit. Ingatlah bahwa kasih kepada Allah yang sejati akan selalu terwujud dalam kasih kepada sesama, khususnya kepada saudara seiman. Ingatlah bahwa kemungkinan besar, jemaat Kolose adalah hasil pelayanan Epafras, bukan hasil pelayanan Rasul Paulus. Jadi, dalam bacaan Alkitab hari ini, Rasul Paulus bersyukur karena pekerjaan Tuhan bisa berlangsung melalui pelayanan rekannya, yaitu Epafras.Dalam kehidupan gereja masa kini, kita sering tergoda untuk menjadikan doa sebagai alat membanggakan diri. Namun, Rasul Paulus menunjukkan bahwa doa merupakan tindakan kasih, yaitu mendoakan pertumbuhan rohani orang lain, memohon agar mereka hidup dalam terang Kristus, dan mengingat bahwa kita semua telah dipindahkan dari kuasa kegelapan ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih (1:13). Mari kita belajar dari Paulus untuk berdoa bukan hanya agar hidup kita menjadi lebih mudah, tetapi agar hidup kita dan hidup sesama kita semakin mencerminkan Kristus. Apakah Anda sudah mengikuti teladan Rasul Paulus dalam hal bersyukur dan mendoakan orang lain? [GI Yogas Wiguna]
What this episode covers
Tujuan Kita Bersyukur & BerdoaMinggu, 24 Agustus 2025Bacaan Alkitab hari ini:Kolose 1:1-14Apa yang biasanya menjadi pokok ungkapan rasa syukur dan doa Anda? Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose dibuka dengan ucapan syukur dan doa. Sekalipun ia menulis di penjara, isi suratnya penuh dengan semangat dan pengharapan. Rasul Paulus tidak memulai dengan teguran atau peringatan, melainkan dengan pujian atas iman, kasih, dan pengharapan yang hidup dalam jemaat. Itulah hal pertama yang muncul dalam pikirannya, bukan kesehatan mereka atau ukuran gereja atau anggaran mereka. Ia memperhatikan bahwa Injil telah berakar dan berbuah di antara mereka sebagai tanda bahwa Allah sedang bekerja di antara mereka.Rasul Paulus mendoakan agar jemaat dipenuhi dengan pengetahuan akan kehendak Allah serta dengan segala hikmat dan pengertian rohani (1:9–14). Tujuannya bukan sekadar menambah pengetahuan intelektual, tetapi membentuk hidup yang layak di hadapan Tuhan, yaitu berbuah dalam setiap pekerjaan baik, bertumbuh dalam pengenalan akan Allah, dan dikuatkan dengan kuasa-Nya untuk menghadapi segala tantangan dengan ketekunan dan sukacita. Rasul Paulus mengajak kita melihat bahwa doa bukan hanya permohonan pribadi, tetapi juga sarana untuk menopang sesama dalam iman. Ia tidak berdoa agar jemaat Kolose bebas dari penderitaan, tetapi agar mereka kuat menghadapi penderitaan. Inilah doa yang berakar dalam Injil, yaitu doa yang tidak menjanjikan kenyamanan, tetapi menjanjikan kehadiran Allah yang setia.Betapa mudahnya mengaku mengasihi Allah dengan perkataan! Namun, mengasihi Allah secara nyata dengan cara mengasihi umat-Nya itu jauh lebih sulit. Ingatlah bahwa kasih kepada Allah yang sejati akan selalu terwujud dalam kasih kepada sesama, khususnya kepada saudara seiman. Ingatlah bahwa kemungkinan besar, jemaat Kolose adalah hasil pelayanan Epafras, bukan hasil pelayanan Rasul Paulus. Jadi, dalam bacaan Alkitab hari ini, Rasul Paulus bersyukur karena pekerjaan Tuhan bisa berlangsung melalui pelayanan rekannya, yaitu Epafras.Dalam kehidupan gereja masa kini, kita sering tergoda untuk menjadikan doa sebagai alat membanggakan diri. Namun, Rasul Paulus menunjukkan bahwa doa merupakan tindakan kasih, yaitu mendoakan pertumbuhan rohani orang lain, memohon agar mereka hidup dalam terang Kristus, dan mengingat bahwa kita semua telah dipindahkan dari kuasa kegelapan ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih (1:13). Mari kita belajar dari Paulus untuk berdoa bukan hanya agar hidup kita menjadi lebih mudah, tetapi agar hidup kita dan hidup sesama kita semakin mencerminkan Kristus. Apakah Anda sudah mengikuti teladan Rasul Paulus dalam hal bersyukur dan mendoakan orang lain? [GI Yogas Wiguna]
NOW PLAYING
Minggu, 24 Agustus 2025 - Tujuan Kita Bersyukur & Berdoa
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
Jun 30, 2026 ·27m
Jun 27, 2026 ·29m
Jun 25, 2026 ·27m
Jun 25, 2026 ·31m
Jun 23, 2026 ·30m
Jun 23, 2026 ·30m