EPISODE · Nov 26, 2025 · 6 MIN
Minggu, 30 November 2025 - Mengarahkan Anggota Tim
from Sinode Gereja Kristus Yesus · host Sinode Gereja Kristus Yesus
Mengarahkan Anggota TimMinggu, 30 November 2025Bacaan Alkitab hari ini:Filemon 1Walaupun Rasul Paulus bisa kita pandang sebagai pemimpin besar atau pemimpin utama dalam pelayanan misi dan penggembalaan, khususnya terhadap orang-orang non-Yahudi, ia tidak memimpin dengan memamerkan kekuasaan, melainkan dia memimpin dengan memberi pengarahan. Rasul Paulus menginginkan agar Filemon secara sukarela mengikuti arahan yang ia berikan, bukan karena terpaksa. Ia ingin membentuk cara pikir Filemon, bukan memaksa Filemon taat kepadanya tanpa berpikir. Ia ingin menyadarkan Filemon bahwa di dalam Kristus, hubungan kita dengan sesama berubah. Semula, hubungan Filemon dan Onesimus adalah hubungan tuan-hamba. Akan tetapi, di dalam Kristus, hubungan tersebut sudah berubah dan menjadi hubungan antar sesama anak-anak Allah.Walaupun mengarahkan dan mencerahkan cara berpikir anggota tim pelayanan itu merepotkan dan melelahkan, dalam jangka panjang, kepemimpinan semacam itu berdampak positif. Dengan memberdayakan anggota tim, Rasul Paulus berusaha membuat para anggota timnya berpikir dengan cara dia berpikir. Dengan demikian, saat anggota tim pelayanannya—dalam hal ini Filemon—menghadapi masalah yang baru, dia akan berpikir untuk menyelesaikan masalah. Setelah berulang-ulang menghadapi masalah dan memikirkan cara mengatasinya, seluruh anggota tim pelayanan Rasul Paulus diharapkan menjadi cakap untuk mengatasi masalah. Inilah metode pemuridan yang dilakukan oleh Rasul Paulus: Pemuridan adalah usaha memberdayakan orang-orang yang kita latih menjadi murid, sehingga mereka bisa meniru untuk melakukan apa yang telah kita lakukan. Rasul Paulus beberapa kali mengemukakan prinsip pemuridan ini. Misalnya, Rasul Paulus berkata, "Ikutilah teladanku, sama seperti aku juga mengikuti teladan Kristus." (1 Korintus 11:1). Terhadap jemaat Filipi, Rasul Paulus berkata, "Apa yang telah kamu pelajari, yang telah kamu terima, yang telah kamu dengar, dan yang telah kamu lihat dariku, lakukanlah itu." (Filipi 4:9a).Di sepanjang sejarah, terdapat banyak pemimpin hebat. Akan tetapi, sebagian besar di antara mereka tidak memiliki penerus yang bisa meniru atau meneruskan apa yang telah dilakukan oleh pemimpin-pemimpin sebelumnya. Kondisi semacam ini terjadi dalam lingkup kepemimpinan nasional maupun lingkup kepemimpinan yang lebih kecil, sehingga muncul ungkapan sinis, "ganti pejabat, ganti kebijakan". Dalam pelayanannya, Rasul Paulus selalu membentuk tim. Anggota tim adalah orang-orang yang ia latih untuk meneruskan pelayanannya (misalnya, perhatikan 2 Timotius 2:2). Bagaimana dengan gereja Anda: Apakah pelayanan seorang pemimpin akan diteruskan oleh penggantinya? [GI Purnama]
What this episode covers
Mengarahkan Anggota TimMinggu, 30 November 2025Bacaan Alkitab hari ini:Filemon 1Walaupun Rasul Paulus bisa kita pandang sebagai pemimpin besar atau pemimpin utama dalam pelayanan misi dan penggembalaan, khususnya terhadap orang-orang non-Yahudi, ia tidak memimpin dengan memamerkan kekuasaan, melainkan dia memimpin dengan memberi pengarahan. Rasul Paulus menginginkan agar Filemon secara sukarela mengikuti arahan yang ia berikan, bukan karena terpaksa. Ia ingin membentuk cara pikir Filemon, bukan memaksa Filemon taat kepadanya tanpa berpikir. Ia ingin menyadarkan Filemon bahwa di dalam Kristus, hubungan kita dengan sesama berubah. Semula, hubungan Filemon dan Onesimus adalah hubungan tuan-hamba. Akan tetapi, di dalam Kristus, hubungan tersebut sudah berubah dan menjadi hubungan antar sesama anak-anak Allah.Walaupun mengarahkan dan mencerahkan cara berpikir anggota tim pelayanan itu merepotkan dan melelahkan, dalam jangka panjang, kepemimpinan semacam itu berdampak positif. Dengan memberdayakan anggota tim, Rasul Paulus berusaha membuat para anggota timnya berpikir dengan cara dia berpikir. Dengan demikian, saat anggota tim pelayanannya—dalam hal ini Filemon—menghadapi masalah yang baru, dia akan berpikir untuk menyelesaikan masalah. Setelah berulang-ulang menghadapi masalah dan memikirkan cara mengatasinya, seluruh anggota tim pelayanan Rasul Paulus diharapkan menjadi cakap untuk mengatasi masalah. Inilah metode pemuridan yang dilakukan oleh Rasul Paulus: Pemuridan adalah usaha memberdayakan orang-orang yang kita latih menjadi murid, sehingga mereka bisa meniru untuk melakukan apa yang telah kita lakukan. Rasul Paulus beberapa kali mengemukakan prinsip pemuridan ini. Misalnya, Rasul Paulus berkata, "Ikutilah teladanku, sama seperti aku juga mengikuti teladan Kristus." (1 Korintus 11:1). Terhadap jemaat Filipi, Rasul Paulus berkata, "Apa yang telah kamu pelajari, yang telah kamu terima, yang telah kamu dengar, dan yang telah kamu lihat dariku, lakukanlah itu." (Filipi 4:9a).Di sepanjang sejarah, terdapat banyak pemimpin hebat. Akan tetapi, sebagian besar di antara mereka tidak memiliki penerus yang bisa meniru atau meneruskan apa yang telah dilakukan oleh pemimpin-pemimpin sebelumnya. Kondisi semacam ini terjadi dalam lingkup kepemimpinan nasional maupun lingkup kepemimpinan yang lebih kecil, sehingga muncul ungkapan sinis, "ganti pejabat, ganti kebijakan". Dalam pelayanannya, Rasul Paulus selalu membentuk tim. Anggota tim adalah orang-orang yang ia latih untuk meneruskan pelayanannya (misalnya, perhatikan 2 Timotius 2:2). Bagaimana dengan gereja Anda: Apakah pelayanan seorang pemimpin akan diteruskan oleh penggantinya? [GI Purnama]
NOW PLAYING
Minggu, 30 November 2025 - Mengarahkan Anggota Tim
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
Jun 30, 2026 ·27m
Jun 30, 2026 ·30m
Jun 29, 2026 ·31m
Jun 27, 2026 ·29m
Jun 25, 2026 ·27m
Jun 25, 2026 ·31m