OPINI BUDIMAN (OB) - "KADO" UNTUK HAKIM KONSTITUSI ? episode artwork

EPISODE · Sep 3, 2020 · 7 MIN

OPINI BUDIMAN (OB) - "KADO" UNTUK HAKIM KONSTITUSI ?

from SUARA PALMERAH · host SEMEJA

Di tengah pandemi corona yang tak kunjung reda, sebuah koran menuliskan judul "Paket Kilat Penjaga Hakim Konstitusi". Pemerintah dan DPR secara diam-diam justru membahas revisi undang-undang Mahkamah Konstitusi. Dalam waktu 7 hari, RUU MK selesai dibahas. Waktu yang relatif singkat ini, menuai kecurigaan.  Mengingat Mahkamah Konstitusi memiliki peran strategis di republik ini, mulai dari penyelesaian sengketa antar lembaga, menguji UUD'45, melakukan impeachment presiden, hingga menyelesaikan sengketa pemilu. Dalam RUU MK disebutkan, masa jabatan hakim konstitusi diperpanjang dari 2 periode menjadi 3 periode, usia pensiun menjadi 70 tahun, posisi ketua dan wakil ketua yang selama ini 2,5 tahun, diperpanjang menjadi 5 tahun.  Belajar dari kasus Akil Mochtar dan Patrialis Akbar yang menyalahgunakan kekuasaannya untuk melakukan tindakan korupsi, bukan tidak mungkin, masa jabatan hakim konstitusi 15 tahun bisa jadi lebih berbahaya. Ini dikarenakan tidak ada pengawasan terhadap hakim kontitusi.  Lantas, pertanyaan besar pun muncul, Ada apa di balik RUU MK? Apakah ini adalah  "kado" bagi hakim konstitusi? Melalui Suara Palmerah, inilah Opini Budiman !

Di tengah pandemi corona yang tak kunjung reda, sebuah koran menuliskan judul "Paket Kilat Penjaga Hakim Konstitusi". Pemerintah dan DPR secara diam-diam justru membahas revisi undang-undang Mahkamah Konstitusi. Dalam waktu 7 hari, RUU MK selesai dibahas. Waktu yang relatif singkat ini, menuai kecurigaan.  Mengingat Mahkamah Konstitusi memiliki peran strategis di republik ini, mulai dari penyelesaian sengketa antar lembaga, menguji UUD'45, melakukan impeachment presiden, hingga menyelesaikan sengketa pemilu. Dalam RUU MK disebutkan, masa jabatan hakim konstitusi diperpanjang dari 2 periode menjadi 3 periode, usia pensiun menjadi 70 tahun, posisi ketua dan wakil ketua yang selama ini 2,5 tahun, diperpanjang menjadi 5 tahun.  Belajar dari kasus Akil Mochtar dan Patrialis Akbar yang menyalahgunakan kekuasaannya untuk melakukan tindakan korupsi, bukan tidak mungkin, masa jabatan hakim konstitusi 15 tahun bisa jadi lebih berbahaya. Ini dikarenakan tidak ada pengawasan terhadap hakim kontitusi.  Lantas, pertanyaan besar pun muncul, Ada apa di balik RUU MK? Apakah ini adalah  "kado" bagi hakim konstitusi? Melalui Suara Palmerah, inilah Opini Budiman !

NOW PLAYING

OPINI BUDIMAN (OB) - "KADO" UNTUK HAKIM KONSTITUSI ?

0:00 7:36

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

Frequently Asked Questions

How long is this episode of SUARA PALMERAH?

This episode is 7 minutes long.

When was this SUARA PALMERAH episode published?

This episode was published on September 3, 2020.

What is this episode about?

Di tengah pandemi corona yang tak kunjung reda, sebuah koran menuliskan judul "Paket Kilat Penjaga Hakim Konstitusi". Pemerintah dan DPR secara diam-diam justru membahas revisi undang-undang Mahkamah Konstitusi. Dalam waktu 7 hari, RUU MK selesai...

Can I download this SUARA PALMERAH episode?

Yes, you can download this episode by clicking the download button on the episode player, or subscribe to the podcast in your preferred podcast app for automatic downloads.
URL copied to clipboard!