EPISODE · Aug 25, 2022 · 3 MIN
Pembawa Damai
from My Inner Heart · host Tegoeh
Pembawa Damai Telemakus adalah seorang biarawan yang hidup pada abad ke-4. Dia tinggal di sebuah biara yang tertutup. Telemarkus merasa Tuhan berkata kepadanya, "Pergi ke Roma.". Dia memasukkan barang-barangnya ke dalam sebuah tas dan berangkat ke Roma. Ketika dia tiba di kota, orang-orang berkerumun di jalan-jalan. Dia bertanya mengapa semua bergembira dan ia diberitahu bahwa ini adalah hari para gladiator akan bertarung dan saling membunuh di coliseum, hari pertandingan, sebuah pertunjukan. Lalu dia dia berpikir, "Empat abad setelah Kristus dan mereka masih saling membunuh, untuk kesenangan?" Dia berlari ke coliseum dan mendengar para gladiator berkata, "Hidup kaisar, kita mati untuk Kaisar" dan telemarkus berpikir, "ini tidak benar." Dia melompati pagar dan pergi ke tengah lapangan, ia berada di antara dua gladiator, ia mengangkat tangannya dan berkata, "Dalam nama Kristus, berhentilah." Kalayak penonton memprotes dan mulai berteriak, "injak saja dia, singkirkan dia." Seorang gladiator datang dan memukul perutnya dengan punggung pedangnya. Itu membuatnya terkapar di pasir. Dia bangkit dan berlari kembali dan berkata lagi, "Dalam nama Kristus, berhentilah." Kerumunan terus meneriakkan, "singkirkan dia." Seorang gladiator datang dan menusukkan pedangnya ke perut biarawan kecil itu dan dia jatuh ke pasir, yang mulai berubah warna menjadi merah karena darahnya. Untuk terakhir kalinya dia sambil terengah-engah," Dalam nama Kristus, berhentilah." Keheningan menyelimuti 80.000 orang di coliseum itu. Segera seorang pria berdiri dan pergi, lalu yang lain mengikuti satu demi satu keluar, dalam beberapa menit coliseum, itu kosong, tidak ada penonton. Dicatat dalam sejarah itulah kontes gladiator terakhir dalam sejarah Romawi. Kebrutalan untuk saling membunuh di zaman sekarang hadir dalam bentuk bermacam-macam, membunuh secara fisik, karakter, mematik an usaha atau karir seseorang demi kepentingan diri atau kelompoknya. Sebagai anak-anak Allah mari kita tunjukkan jati diri kita dengan menjadi pembawa damai walaupun kadang dengan demikian kita harus berkorban. Firman Tuhan berkata, “Berbahagialah orang yang membawa damai sebab mereka akan disebut anak-anak Allah.” (Matius 5: 9). Pembawa damai sebagai ciri anak-anak Allah adalah buah yang berakar dari iman. Dalam Yohanes 1:12 di katakan,” Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.” Jadi pertama adalah iman kepada Allah dan iman itu menghasilkan kuasa untuk menjadi pembawa damai. Mustahil seseorang rela menjadi pembawa damai yang rela berkorban tanpa memiliki iman kepada Kristus. Jadilah pembawa damai.
Embed this episode
Ready to play
Pembawa Damai
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.