Penanganan Bencana dengan Perspektif Aglomerasi Kota ft. Harkunti Pertiwi Rahayu episode artwork

EPISODE · Jul 23, 2020 · 41 MIN

Penanganan Bencana dengan Perspektif Aglomerasi Kota ft. Harkunti Pertiwi Rahayu

from Asumsi Bersuara · host Box2BoxID

Berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Sebuah pepatah yang menyiratkan jika kita saling bahu-membahu alhasil lebih mudah menghadapinya. Dalam kondisi pandemi, dimana bencana tidak lagi bersifat alamiah. Situasi mengharuskan setiap kota untuk aktif dalam proses mitigasi. Hal ini melingkupi; membuat perencanaan sebelum bencana terjadi, merespons bencana di masa tanggap darurat, dan tindakan – tindakan yang perlu diambil di masa pemulihan bencana.  Hal ini bisa dicapai jika pemahaman riset—terutama riset aglomerasi menjadi dasar pengambilan kebijakan agar tak salah arah. Bersama dengan Ibu Harkunti Pertiwi Rahayu,  seorang pengajar di Insititut Teknologi Bandung (ITB) dan Ketua Asosiasi Ahli Bencana Indonesia akan menjelaskan betapa pentingnya perspektif aglomerasi dalam penanganan bencana. Apakah sebuah kota bisa menghadapi bencana secara mandiri? Bagaimana sebuah kota menghadapi bencana yang berdampak pada perekonomian di kota tersebut? Selengkapnya di Asumsi Bersuara!

Episode metadata supplied by the publisher feed · Published Jul 23, 2020

Embed this episode

NOW PLAYING

Penanganan Bencana dengan Perspektif Aglomerasi Kota ft. Harkunti Pertiwi Rahayu

0:00 41:43

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

No similar episodes found.

No similar podcasts found.

Frequently Asked Questions

How long is this episode of Asumsi Bersuara?

This episode is 41 minutes long.

When was this Asumsi Bersuara episode published?

This episode was published on July 23, 2020.

Can I download this Asumsi Bersuara episode?

Yes. Use the download control on the episode player to save the publisher-provided media file.
URL copied to clipboard!