Skip to content
Perpisahan Terakhir episode artwork

Dec 25, 2020 3 min

Perpisahan Terakhir

from By Bell Hosted by Cut Salsabila

Di malam yg panjang itu, hanya ada satu bintang, dan dia seorang. Meskipun aku ragu untuk mengungkapkan aku cinta padanya, tapi jelas tidak ada kebohongan dalam pernyataan itu. Di malam yg panjang itu, kamu terlihat murung dan diam sunyi sekali. Bahkan dalam gelap pun, aku tak dapat tidur karen mendengar derai tangisanmu. Andai aku ada disampingmu. Karena hanya dengan disampingmu aku merasa bahagia. Jangan ambil kenyataan itu dan membuatnya menjadi kenangan yg buruk. Demi hari-hari yang akan ku lalui dan malam-malam panjang yg akan aku lewati, kukatakan aku mencintaimu. Meskipun ku pikir bahwa aku tidak akan punya pilihan. Namun ini semua terasa sangat tidak masuk akal. Tolong jangan ingat aku sebagai seseorang yang sangat kau benci, aku sungguh masih tidak tahu, aku sungguh tak mampu menghapus jejak kenangan kita yg terlalu berharga. Selamat malam, selamat tinggal Kata-kata seperti itu terasa seperti hari yang sudah berlalu. Seperti saat kita tenggelam dalam peran kita masing-masing. Dan aku takut akan hal itu. Kamu masih saja diam dan aku pun begitu. Hari itu adalah hari yang panjang bagi kita. Waktu yang kita habiskan bersama seakan tak berarti dan hanya tinggal sebagai kenangan. Saat itu langit sangat putih dan aku pun harus menguatkan hatiku. Sekarang, dengan suaraku yg berat hati, aku akan mengucapkan selamat tinggalku yang terakhir.

Episode details come from the podcast's RSS feed.

Embed this episode

Ready to play

Perpisahan Terakhir

0:00 3:08

No transcript yet.

Requests help us decide what to transcribe next.

Frequently asked questions

How long is this episode of By Bell?

This episode is 3 minutes long.

When was this By Bell episode published?

This episode was published on December 25, 2020.

Can I download this By Bell episode?

Yes. Use the download control on the episode player to save the publisher-provided media file.