Program studi dianggap tidak relevan, apakah ditutup solusinya? episode artwork

EPISODE · May 7, 2026 · 27 MIN

Program studi dianggap tidak relevan, apakah ditutup solusinya?

from SuarAkademia · host The Conversation

pexels karola g Kemendiktisaintek sempat melempar wacana penutupan program studi (prodi) di perguruan tinggi, yang dianggap sudah tidak relevan dengan kebutuhan zaman. Alasannya, lulusannya susah mendapatkan pekerjaan sehingga rentan oversupply lulusan. Prodi sosial dan humaniora, juga ilmu keguruan, jadi prodi yang diisukan akan ditutup. Wacana ini langsung memicu perdebatan banyak pihak, terutama karena penutupan prodi ini dikaitkan dengan ketidaksesuaian karier (mismatch) dan minimnya ketersediaan lapangan kerja. Meskipun akhirnya pernyataan tersebut diralat oleh Mendiktisaintek Brian Yulianto, masih banyak diskusi yang mempertanyakan posisi perguruan tinggi saat ini. Apakah kampus hanya dilihat sebagai tempat untuk melahirkan para pekerja atau para cendekia dan pemikir? Dalam Podcast Suar Akademia kali ini, Holy Rafika Dona, Dosen komunikasi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, membahas wacana penutupan program studi tersebut. Menurut Holy, upaya merelevansikan dunia pendidikan tinggi terhadap industri sebenarnya sudah berjalan sejak lama. Adanya entrepreneurship atau kewirausahaan yang menjadi mata kuliah wajib di berbagai program studi menunjukkan kecenderungan ini. Bahkan, di masa kepemimpinan Nadiem Makarim sebagai menteri pendidikan, terdapat program Magang Merdeka sebagai bentuk upaya relevansi dunia pendidikan dengan dunia kerja. Sebagai pengajar, Holy percaya bahwa pendidikan itu seharusnya tidak melulu tentang industri. Menurutnya, pendidikan adalah tentang memerdekakan. Jika mengacu pada Pembukaan Undang Undang Dasar 1945, pendidikan bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Ketika Wapres Gibran berbicara tentang AI, digitalisasi dan algoritma, Holy menilai matematika sebagai ilmu dasar, masih benar-benar dibutuhkan. Rencana industrialisasi perguruan tinggi ini bukan tanpa dampak. Salah satu dampak jangka panjang yang mungkin terjadi adalah melihat kuliah sebagai investasi. Artinya, mahasiswa akan menggunakan logika keuntungan balik modal (return of investment) ketika memilih universitas. Apa dampak jangka panjang dari pola pikir seperti ini? Simak episode lengkapnya hanya di SuarAkademia—ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.

Kemendiktisaintek sempat melempar wacana penutupan program studi (prodi) di perguruan tinggi, yang dianggap sudah tidak relevan dengan kebutuhan zaman. Alasannya, lulusannya susah mendapatkan pekerjaan…

NOW PLAYING

Program studi dianggap tidak relevan, apakah ditutup solusinya?

0:00 27:41

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

No similar episodes found.

No similar podcasts found.

Frequently Asked Questions

How long is this episode of SuarAkademia?

This episode is 27 minutes long.

When was this SuarAkademia episode published?

This episode was published on May 7, 2026.

What is this episode about?

pexels karola g Kemendiktisaintek sempat melempar wacana penutupan program studi (prodi) di perguruan tinggi, yang dianggap sudah tidak relevan dengan kebutuhan zaman. Alasannya, lulusannya susah mendapatkan pekerjaan sehingga rentan oversupply...

Can I download this SuarAkademia episode?

Yes, you can download this episode by clicking the download button on the episode player, or subscribe to the podcast in your preferred podcast app for automatic downloads.
URL copied to clipboard!