EPISODE · Jan 14, 2021 · 20 MIN
Q&A #4 - SUTRISNO (ANGGOTA KOMISI IV DPR RI/ FPDIP) TERKAIT PANGAN NASIONAL
from RADIO PARLEMEN · host Referensi Indonesia
Kabar mengejutkan datang dari Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, yang memprediksi harga kedelai sebagai bahan baku utama pembuatan tahu dan tempe harganya akan terus meroket alias naik. Harga kedelai di pasaran naik dari semula Rp 6.500 menjadi Rp 9.500 saat ini. Kementerian Perdagangan menyebut penyebabnya adalah harga kedelai internasional yang meningkat, akibat permintaan yang tinggi sementara persedian terbatas. Meski dengan sikap pasrah, Mendag Lutfi tetap berharap bahwa harga kedelai bisa cepat turun, sehingga harga bisa kembali normal. Sebelum itu, ia memastikan pihaknya akan tetap memantau pergerakan harga kedelai ditingkat pasar agara lonjakan harga tidak terlalu tinggi. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan pemerintah tidak bisa mengintervensi kenaikan harga kedelai di pasar dalam negeri. Alasannya kenaikan harga kedelai lebih banyak dipengaruhi lonjakan di pasar internasional. Lutfi memperkirakan harga kedelai akan terus menguat hingga akhir Mei 2021 dan mulai membaik pada Juni 2021. Kendati terjadi kenaikan harga, Lutfi memastikan stok kedelai di tanah air akan tetap tersedia selama tiga hingga empat bulan ke depan. Lutfi mengungkapkan lonjakan harga kedelai terjadi akibat kombinasi gangguan produksi dan peningkatan permintaan dunia. Selain itu gangguan cuaca juga terjadi di negara Amerika Latin terutama Brasil dan Argentina yang merupakan produsen kedelai. Di sisi lain, permintaan kedelai juga melonjak drastis untuk kebutuhan pakan ternak di Cina. Berikut fakta-fakta polemik harga kedelai yang telah dirangkum 1. Mentan Bakal Lipatgandakan Produk Lokal Kementerian Pertanian (Kementan) meningkatkan produksi kedelai dalam jangka pendek. Hal ini seiring kenaikkan harga kedelai di dalam negeri yang berdampak pada mahalnya tahu dan tempe. "(Kenaikkan harga kedelai) Saya akan sikapi di lapangan. Saya tidak mau janji dulu karena saya lagi kerja. Dan Insya Allah dari agenda-agenda yang kita siapkan hari ini mudah-mudahan bisa menjadi jawaban," ujar Mentan Syahrul Yasin Limpo usai bertemu Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) di Gedung Ditjen Tanaman Pangan Jakarta. 2. Butuh 100 Hari Panen Kedelai di Indonesia Menurut Syahrul, dalam satu kali pertanaman setidaknya dibutuhkan 100 hari hingga panen. Pihaknya menargetkan bisa melakukan dua kali musim tanam agar ketersediaan bisa lebih besar dan digunakan pengrajin tahu tempe. 3. Kedelai Impor Bakal Diganti Produksi Lokal Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, Pertanian (KPKP) DKI, Suharini Eliawati mengatakan demi menyelesaikan masalah tersebut, sementara kedelai impor diganti dengan produksi lokal.Meski begitu, ketersediaan kedelai lokal yang hanya 30% belum bisa diyakini akan menutupi kebutuhan di wilayah Ibu Kota. 4. Kelangkaan Tahu Tempe Karena Mahalnya Kedelai Dia menjelaskan, kelangkaan tahu tempe di Jakarta karena mahalnya harga kedelai yang membuat para pengrajin bahan lauk itu memutuskan untuk mogok produksi. Selain itu, naiknya harga kedelai disebabkan akibat Tiongkok meningkatkan kuota impor kedelai sebesar 60%. 5. Kelangkaan Tahu Tempe Tak Terjadi Dalam Waktu Lama Menurut dia, kelangkaan tahu tempe di pasaran tak terjadi dalam waktu lama. Kata dia, 1 hingga 3 Januari tahu dan tempe mengalami kelangkaan. Tapi Senin kemarin sudah mulai beredar lagi dengan harga yang lebih tinggi dari sebelumnya. Kita ikuti podcast Sudut Dengar Parlemen Question and Answer yangs eru bersama Bapak Sutrisno , anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jabar IX
Embed this episode
Ready to play
Q&A #4 - SUTRISNO (ANGGOTA KOMISI IV DPR RI/ FPDIP) TERKAIT PANGAN NASIONAL
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.