EPISODE · Apr 21, 2025 · 5 MIN
Rabu, 23 April 2025 - Dasar Hikmat adalah Takut akan TUHAN
from Sinode Gereja Kristus Yesus · host Sinode Gereja Kristus Yesus
Dasar Hikmat adalah Takut akan TUHANRabu, 23 April 2025Bacaan Alkitab hari ini:Amsal 1Setidaknya ada lima tujuan yang membuat Salomo menulis dan mengumpulkan amsal: (1) Mengetahui hikmat dan didikan (1:2a); (2) Mengerti kata-kata bermakna (1:2b); (3) Menerima didikan yang menjadikan pandai, adil, benar, dan jujur (1:3); (4) Memberikan kecerdasan kepada orang yang tidak berpengalaman (1:4-5); (5) Menyelami makna tersembunyi dari kata-kata bijak (1:6). Dasar untuk mencapai semua ini adalah takut akan Tuhan (1:7). Selanjutnya, Salomo mengingatkan untuk tidak bergaul dengan pencuri (1:8-19), tetapi mengikuti panggilan dan bergaul dengan hikmat (1:20-33).Hikmat dan kebijaksanaan, kepandaian dan kecerdasan, serta kejujuran dan kebenaran diinginkan orang yang berpengetahuan (1:3-6). Sebaliknya, orang bodoh akan menghina hal-hal itu (1:7b). "Bodoh" di sini bukan masalah kelemahan atau keterbelakangan mental atau kurang pendidikan formal, tetapi masalah karakter yang menghasilkan sikap dan tindakan bodoh. Akar persoalan yang membedakan orang berpengetahuan atau berhikmat dengan orang bodoh adalah, "hati yang takut akan TUHAN". Salomo memberi contoh praktis dari relasi orang tua - anak dalam keluarga: "dengarkan" dan "jangan mengabaikan" nasihat dan didikan orang tua. Sebagai anak, pembaca diarahkan untuk memperhatikan nasihat ayah dan ibunya (1:8-9). Nasihat orang tua sangat berharga dan patut dihormati, ibarat: (1) "Karangan bunga" yang indah di kepala yang diberikan saat orang menerima jabatan terhormat; dan (2) "Kalung" perhiasan di leher yang mahal harganya. Sang Ayah juga memberi contoh kasus nyata yang terjadi sehari-hari di masyarakat, yaitu kewaspadaan terhadap pengaruh dan ajakan teman-teman yang jahat. Kejahatan yang disebutkan sangat jelas, yaitu merampas atau merampok, bahkan bila perlu membunuh, demi merebut harta orang lain (1:10-19). Penulis Amsal mengundang pembaca untuk mendengarkan dan bergaul dengan dia agar terlindung dari konsekuensi kebodohan dan akibat perbuatan jahat (1:20-33).Kuasa dosa yang menguasai hati dan pikiran manusia mendorongnya melakukan perbuatan dosa. Setelah beriman kepada Kristus, benar bahwa dosa kita diampuni Tuhan. Akan tetapi, hal itu tidak berarti bahwa dosa dan hasrat kedagingan berhenti mempengaruhi diri kita untuk kembali berpikir dan berbuat dosa. Mungkin, pergumulan ini juga terjadi pada diri kita. Apakah pikiran Anda telah dikuasai oleh hikmat dari firman Allah dan hati yang takut akan TUHAN? Pilihlah untuk secara bijaksana mengikuti kehendak TUHAN! Seperti Tuhan Yesus mengikut kehendak Bapa (Yohanes 4:34), kita pun perlu berhikmat dengan meninggalkan kebodohan dan mengejar keserupaan dengan Kristus. [GI Surya Leung]
What this episode covers
Dasar Hikmat adalah Takut akan TUHANRabu, 23 April 2025Bacaan Alkitab hari ini:Amsal 1Setidaknya ada lima tujuan yang membuat Salomo menulis dan mengumpulkan amsal: (1) Mengetahui hikmat dan didikan (1:2a); (2) Mengerti kata-kata bermakna (1:2b); (3) Menerima didikan yang menjadikan pandai, adil, benar, dan jujur (1:3); (4) Memberikan kecerdasan kepada orang yang tidak berpengalaman (1:4-5); (5) Menyelami makna tersembunyi dari kata-kata bijak (1:6). Dasar untuk mencapai semua ini adalah takut akan Tuhan (1:7). Selanjutnya, Salomo mengingatkan untuk tidak bergaul dengan pencuri (1:8-19), tetapi mengikuti panggilan dan bergaul dengan hikmat (1:20-33).Hikmat dan kebijaksanaan, kepandaian dan kecerdasan, serta kejujuran dan kebenaran diinginkan orang yang berpengetahuan (1:3-6). Sebaliknya, orang bodoh akan menghina hal-hal itu (1:7b). "Bodoh" di sini bukan masalah kelemahan atau keterbelakangan mental atau kurang pendidikan formal, tetapi masalah karakter yang menghasilkan sikap dan tindakan bodoh. Akar persoalan yang membedakan orang berpengetahuan atau berhikmat dengan orang bodoh adalah, "hati yang takut akan TUHAN". Salomo memberi contoh praktis dari relasi orang tua - anak dalam keluarga: "dengarkan" dan "jangan mengabaikan" nasihat dan didikan orang tua. Sebagai anak, pembaca diarahkan untuk memperhatikan nasihat ayah dan ibunya (1:8-9). Nasihat orang tua sangat berharga dan patut dihormati, ibarat: (1) "Karangan bunga" yang indah di kepala yang diberikan saat orang menerima jabatan terhormat; dan (2) "Kalung" perhiasan di leher yang mahal harganya. Sang Ayah juga memberi contoh kasus nyata yang terjadi sehari-hari di masyarakat, yaitu kewaspadaan terhadap pengaruh dan ajakan teman-teman yang jahat. Kejahatan yang disebutkan sangat jelas, yaitu merampas atau merampok, bahkan bila perlu membunuh, demi merebut harta orang lain (1:10-19). Penulis Amsal mengundang pembaca untuk mendengarkan dan bergaul dengan dia agar terlindung dari konsekuensi kebodohan dan akibat perbuatan jahat (1:20-33).Kuasa dosa yang menguasai hati dan pikiran manusia mendorongnya melakukan perbuatan dosa. Setelah beriman kepada Kristus, benar bahwa dosa kita diampuni Tuhan. Akan tetapi, hal itu tidak berarti bahwa dosa dan hasrat kedagingan berhenti mempengaruhi diri kita untuk kembali berpikir dan berbuat dosa. Mungkin, pergumulan ini juga terjadi pada diri kita. Apakah pikiran Anda telah dikuasai oleh hikmat dari firman Allah dan hati yang takut akan TUHAN? Pilihlah untuk secara bijaksana mengikuti kehendak TUHAN! Seperti Tuhan Yesus mengikut kehendak Bapa (Yohanes 4:34), kita pun perlu berhikmat dengan meninggalkan kebodohan dan mengejar keserupaan dengan Kristus. [GI Surya Leung]
NOW PLAYING
Rabu, 23 April 2025 - Dasar Hikmat adalah Takut akan TUHAN
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
Jun 27, 2026 ·29m
Jun 25, 2026 ·27m
Jun 25, 2026 ·31m
Jun 23, 2026 ·30m
Jun 23, 2026 ·30m
Jun 22, 2026 ·37m