EPISODE · Feb 24, 2025 · 6 MIN
Rabu, 26 Februari 2025 - Rencana Allah Melampaui Nalar Manusia
from Sinode Gereja Kristus Yesus · host Sinode Gereja Kristus Yesus
Rencana Allah Melampaui Nalar ManusiaRabu, 26 Februari 2025Bacaan Alkitab hari ini:Lukas 1:1-25Kegagalan kita untuk memahami rencana Allah bagi diri kita pada umumnya disebabkan karena kita cenderung memakai cara pandang manusiawi kita yang terbatas untuk memprediksi dan menilai cara kerja Allah yang tak selalu bisa kita pahami. Berita tentang Tuhan Yesus pada abad pertama pun wajar bila terasa simpang siur dan membingungkan bagi orang bukan Yahudi pada masa itu. Oleh karena itu, peran penulis Injil Lukas dalam mengumpulkan data dan menyusun berita tentang Tuhan Yesus amat penting. Menurut tradisi gereja, penulis injil Lukas adalah dokter—atau tabib (Kolose 4:14)—Lukas yang menjadi anggota tim PI Rasul Paulus, sekaligus merupakan penulis Kisah Para Rasul (bandingkan Lukas 1:1 dan Kisah Para Rasul 1:1). Lukas bukan orang Yahudi, demikian pula dengan Teofilus, penerima pertama Injil Lukas. Oleh karena itu, hasil penelitian Lukas terhadap riwayat dan ajaran Yesus Kristus jelas sangat berharga bagi orang-orang bukan Yahudi, termasuk bagi kita yang tidak berlatar belakang Yahudi.Yohanes adalah tokoh penting, yaitu sebagai pendahulu yang mempersiapkan kedatangan Sang Mesias dengan memberitakan tentang perlunya pertobatan dan menyelenggarakan baptisan untuk pertobatan (1:16-17; 3:3-16). Pelayanan baptisan oleh Yohanes ini membuat kita biasa menyebut Yohanes dengan sebutan Yohanes Pembaptis. Secara tidak langsung, pelayanan Yohanes Pembaptis ini mempersiapkan berita tentang Yesus Kristus sebagai Juruselamat umat manusia. Sangat menarik untuk diperhatikan bahwa Allah memilih pasangan Imam Zakharia-Elisabeth sebagai orang tua Yohanes Pembaptis, padahal mereka berdua sudah berusia lanjut dan Elisabet itu mandul. Pemilihan Allah yang melampaui nalar ini memperlihatkan bahwa keberadaan Yohanes Pembaptis sebagai pendahulu Sang Mesias bukanlah suatu kebetulan, melainkan sesuatu yang sudah direncanakan oleh Allah.Bagi kita, sebagai orang percaya, pemilihan Allah terhadap pasangan Zakharia-Elisabet ini memperlihatkan bahwa rencana Allah tidak selalu bisa kita mengerti hanya dengan nalar, melainkan harus kita pahami dengan iman. Sebagaimana Allah dapat memakai pasangan Zakharia-Elisabeth yang sudah lanjut usia, dan Elisabet adalah seorang yang mandul sehingga tidak masuk akal bila menjadi kandidat untuk melahirkan anak, demikian pula rencana Allah atas diri orang percaya—saya dan Anda—tidak selalu sesuai dengan nalar manusiawi kita. Allah memiliki rencana atas diri Anda dan saya, dan kehendak Allah adalah agar kita melaksanakan apa pun yang Dia kehendaki untuk kita lakukan. Apakah Anda memahami rencana Allah atas hidup Anda? Apakah Anda bersedia untuk taat? [GI Purnama]
What this episode covers
Rencana Allah Melampaui Nalar ManusiaRabu, 26 Februari 2025Bacaan Alkitab hari ini:Lukas 1:1-25Kegagalan kita untuk memahami rencana Allah bagi diri kita pada umumnya disebabkan karena kita cenderung memakai cara pandang manusiawi kita yang terbatas untuk memprediksi dan menilai cara kerja Allah yang tak selalu bisa kita pahami. Berita tentang Tuhan Yesus pada abad pertama pun wajar bila terasa simpang siur dan membingungkan bagi orang bukan Yahudi pada masa itu. Oleh karena itu, peran penulis Injil Lukas dalam mengumpulkan data dan menyusun berita tentang Tuhan Yesus amat penting. Menurut tradisi gereja, penulis injil Lukas adalah dokter—atau tabib (Kolose 4:14)—Lukas yang menjadi anggota tim PI Rasul Paulus, sekaligus merupakan penulis Kisah Para Rasul (bandingkan Lukas 1:1 dan Kisah Para Rasul 1:1). Lukas bukan orang Yahudi, demikian pula dengan Teofilus, penerima pertama Injil Lukas. Oleh karena itu, hasil penelitian Lukas terhadap riwayat dan ajaran Yesus Kristus jelas sangat berharga bagi orang-orang bukan Yahudi, termasuk bagi kita yang tidak berlatar belakang Yahudi.Yohanes adalah tokoh penting, yaitu sebagai pendahulu yang mempersiapkan kedatangan Sang Mesias dengan memberitakan tentang perlunya pertobatan dan menyelenggarakan baptisan untuk pertobatan (1:16-17; 3:3-16). Pelayanan baptisan oleh Yohanes ini membuat kita biasa menyebut Yohanes dengan sebutan Yohanes Pembaptis. Secara tidak langsung, pelayanan Yohanes Pembaptis ini mempersiapkan berita tentang Yesus Kristus sebagai Juruselamat umat manusia. Sangat menarik untuk diperhatikan bahwa Allah memilih pasangan Imam Zakharia-Elisabeth sebagai orang tua Yohanes Pembaptis, padahal mereka berdua sudah berusia lanjut dan Elisabet itu mandul. Pemilihan Allah yang melampaui nalar ini memperlihatkan bahwa keberadaan Yohanes Pembaptis sebagai pendahulu Sang Mesias bukanlah suatu kebetulan, melainkan sesuatu yang sudah direncanakan oleh Allah.Bagi kita, sebagai orang percaya, pemilihan Allah terhadap pasangan Zakharia-Elisabet ini memperlihatkan bahwa rencana Allah tidak selalu bisa kita mengerti hanya dengan nalar, melainkan harus kita pahami dengan iman. Sebagaimana Allah dapat memakai pasangan Zakharia-Elisabeth yang sudah lanjut usia, dan Elisabet adalah seorang yang mandul sehingga tidak masuk akal bila menjadi kandidat untuk melahirkan anak, demikian pula rencana Allah atas diri orang percaya—saya dan Anda—tidak selalu sesuai dengan nalar manusiawi kita. Allah memiliki rencana atas diri Anda dan saya, dan kehendak Allah adalah agar kita melaksanakan apa pun yang Dia kehendaki untuk kita lakukan. Apakah Anda memahami rencana Allah atas hidup Anda? Apakah Anda bersedia untuk taat? [GI Purnama]
NOW PLAYING
Rabu, 26 Februari 2025 - Rencana Allah Melampaui Nalar Manusia
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
Jul 1, 2026 ·122m
Jun 30, 2026 ·27m
Jun 30, 2026 ·30m
Jun 29, 2026 ·31m
Jun 27, 2026 ·29m
Jun 25, 2026 ·27m