EPISODE · May 27, 2025 · 6 MIN
Rabu, 28 Mei 2025 - Kerapuhan Para Murid
from Sinode Gereja Kristus Yesus · host Sinode Gereja Kristus Yesus
Kerapuhan Para Murid (Pra-Kenaikan)Rabu, 28 Mei 2025Bacaan Alkitab hari ini:Matius 26:36-46; Lukas 22:39-46Saat menghadapi penderitaan yang puncaknya berupa kematian di kayu salib, Yesus Kristus bergumul dalam doa. Di kayu salib, Dia menempati posisi manusia berdosa dan menanggung murka Allah atas dosa manusia. Kristus paham bahwa dosa adalah masalah yang serius dan hukuman dosa itu amat mengerikan. Murka Allah dahsyat dan membuat Ia merasa gentar dan sangat tertekan, bahkan keringat-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah (Lukas 22:44). Dengan mengajak murid-murid-Nya berdoa, Tuhan Yesus mengajarkan dua hal penting kepada kita, yaitu: Pertama, saat menghadapi masalah berat, kita harus mencari pertolongan Allah agar iman kita tidak goyah, dan kita tetap taat terhadap kehendak Allah. Kedua, saat menghadapi masalah berat, kita memerlukan dukungan saudara seiman. Dengan berdoa bersama, kita ikut menanggung beban yang harus dipikul oleh saudara seiman kita. Saat Tuhan Yesus bergumul di dalam doa menjelang Ia ditangkap, para murid tidak menyadari pentingnya berdoa. Setelah selesai berdoa, Ia berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan." (Lukas 22:46). Bergumul dalam doa membuat Yesus Kristus sanggup menghadapi pencobaan yang berat. Sebaliknya, kelalaian berdoa membuat para murid tidak sanggup bertahan untuk terus mendampingi Sang Guru yang sedang menghadapi penderitaan! Di Taman Getsemani, para murid gagal untuk bertekun dalam doa, sehingga mereka ketakutan saat Tuhan Yesus ditangkap, diadili, dan disalibkan.Pada dasarnya, manusia itu rapuh. Pada malam sebelum Ia ditangkap, Tuhan Yesus mengingatkan para murid-Nya bahwa pada malam itu, iman mereka semua akan terguncang. Saat itu, dengan percaya diri, Petrus berkata, "Biarpun mereka semua terguncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak." (Matius 26:33). Bahkan, dia berkata, "Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!" (Lukas 22:33). Nasihat Tuhan Yesus penting untuk kita perhatikan, "Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang berniat baik, tetapi tabiat manusia lemah." (Matius 26:41). Tuhan Yesus sadar bahwa penderitaan yang puncaknya adalah kematian di kayu salib itu amat berat (Matius 26:38-39; Lukas 22:42), dan penderitaan itu sekaligus merupakan tekanan berat bagi para murid-Nya. Sayangnya, para murid-Nya tidak mengindahkan peringatan Sang Guru dan tidak berdoa untuk mengantisipasi datangnya keadaan sulit! Saat ini, umat Tuhan bagaikan domba di tengah-tengah serigala. Apakah Anda sudah bertekun dalam doa untuk mengantisipasi kemungkinan datangnya situasi sulit? Apakah Anda memiliki teman berdoa? [GI Purnama]
What this episode covers
Kerapuhan Para Murid (Pra-Kenaikan)Rabu, 28 Mei 2025Bacaan Alkitab hari ini:Matius 26:36-46; Lukas 22:39-46Saat menghadapi penderitaan yang puncaknya berupa kematian di kayu salib, Yesus Kristus bergumul dalam doa. Di kayu salib, Dia menempati posisi manusia berdosa dan menanggung murka Allah atas dosa manusia. Kristus paham bahwa dosa adalah masalah yang serius dan hukuman dosa itu amat mengerikan. Murka Allah dahsyat dan membuat Ia merasa gentar dan sangat tertekan, bahkan keringat-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah (Lukas 22:44). Dengan mengajak murid-murid-Nya berdoa, Tuhan Yesus mengajarkan dua hal penting kepada kita, yaitu: Pertama, saat menghadapi masalah berat, kita harus mencari pertolongan Allah agar iman kita tidak goyah, dan kita tetap taat terhadap kehendak Allah. Kedua, saat menghadapi masalah berat, kita memerlukan dukungan saudara seiman. Dengan berdoa bersama, kita ikut menanggung beban yang harus dipikul oleh saudara seiman kita. Saat Tuhan Yesus bergumul di dalam doa menjelang Ia ditangkap, para murid tidak menyadari pentingnya berdoa. Setelah selesai berdoa, Ia berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan." (Lukas 22:46). Bergumul dalam doa membuat Yesus Kristus sanggup menghadapi pencobaan yang berat. Sebaliknya, kelalaian berdoa membuat para murid tidak sanggup bertahan untuk terus mendampingi Sang Guru yang sedang menghadapi penderitaan! Di Taman Getsemani, para murid gagal untuk bertekun dalam doa, sehingga mereka ketakutan saat Tuhan Yesus ditangkap, diadili, dan disalibkan.Pada dasarnya, manusia itu rapuh. Pada malam sebelum Ia ditangkap, Tuhan Yesus mengingatkan para murid-Nya bahwa pada malam itu, iman mereka semua akan terguncang. Saat itu, dengan percaya diri, Petrus berkata, "Biarpun mereka semua terguncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak." (Matius 26:33). Bahkan, dia berkata, "Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!" (Lukas 22:33). Nasihat Tuhan Yesus penting untuk kita perhatikan, "Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang berniat baik, tetapi tabiat manusia lemah." (Matius 26:41). Tuhan Yesus sadar bahwa penderitaan yang puncaknya adalah kematian di kayu salib itu amat berat (Matius 26:38-39; Lukas 22:42), dan penderitaan itu sekaligus merupakan tekanan berat bagi para murid-Nya. Sayangnya, para murid-Nya tidak mengindahkan peringatan Sang Guru dan tidak berdoa untuk mengantisipasi datangnya keadaan sulit! Saat ini, umat Tuhan bagaikan domba di tengah-tengah serigala. Apakah Anda sudah bertekun dalam doa untuk mengantisipasi kemungkinan datangnya situasi sulit? Apakah Anda memiliki teman berdoa? [GI Purnama]
NOW PLAYING
Rabu, 28 Mei 2025 - Kerapuhan Para Murid
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
Jun 27, 2026 ·29m
Jun 25, 2026 ·27m
Jun 25, 2026 ·31m
Jun 23, 2026 ·30m
Jun 23, 2026 ·30m
Jun 22, 2026 ·37m