EPISODE · Feb 11, 2026 · 6 MIN
Sabtu, 14 Februari 2026 - Beriman Ketika Hidup di Luar Kendali
from Sinode Gereja Kristus Yesus · host Sinode Gereja Kristus Yesus
Beriman Ketika Hidup di Luar KendaliSabtu, 14 Februari 2026Bacaan Alkitab hari ini:Habakuk 1Ada kalanya hidup kita terasa seperti di luar kendali. Kita menuduh seolah-olah Tuhan memerintah dunia ini dengan cara yang tidak adil: Orang benar menderita kejahatan, dan orang jahat menikmati kemakmuran serta menguasai orang baik. Oleh karena itu,, wajar jika kita bertanya, "Mengapa Tuhan?" dan "Sampai kapan ketidakadilan seperti ini akan terjadi, Tuhan?" Akan tetapi, sadarkah Anda bahwa dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti itu, kita menempatkan diri sebagai pihak yang berkuasa menentukan siapa yang baik dan siapa yang jahat serta mana hal yang baik dan mana hal yang jahat? Bukankah, penilaian kita tidak bisa dijadikan standar untuk menentukan status moral seseorang, apalagi untuk menilai keadilan Tuhan. Kita semua telah berdosa (1 Yohanes 1:8), dan membutuhkan pengampunan Tuhan, sama seperti semua orang lain (Roma 3:23).Demikianlah hal yang terjadi dalam perjalanan pelayanan Nabi Habakuk. Ia mengamati kebobrokan kehidupan sosial bangsa Yahudi. Lembaga dan tokoh agama mengabaikan Taurat, kekerasan dan penganiayaan terjadi tanpa henti, keadilan diputarbalikkan (1:4). Ia mengawali percakapan dengan nada protes kepada Tuhan, "Berapa lama lagi, ya TUHAN?" dan "Mengapa?". Habakuk merasa bahwa teriakannya meminta tolong tidak didengarkan, bahkan TUHAN seolah-olah membiarkan kelaliman terjadi (1:2-3). Lalu, TUHAN memberikan jawaban yang membuat ia terheran-heran, "Aku akan membangkitkan orang Kasdim, bangsa yang ganas dan berangasan itu, …. Mereka semua datang untuk melakukan kekerasan. ..." (1:6-11). Habakuk gelisah dan kembali protes kepada TUHAN. Meskipun ia punya iman terhadap sifat dan tujuan Allah (1:12), ia kembali mempersoalkan rencana TUHAN (1:13-17). Mengapa TUHAN memakai bangsa Kasdim (Babel) yang jelas-jelas rusak moralnya untuk melaksanakan hukuman kepada umat pilihan-Nya? Habakuk merasa ngeri membayangkan keadaan yang akan dihadapi oleh bangsanya.Tahu dan percaya bahwa Tuhan berdaulat tidak berarti tidak melihat ketidakadilan, tidak merasakan sakit dan penderitaan, dan tidak bergumul dengan pertanyaan sulit. Hal baik bisa terjadi pada siapa pun—termasuk pada orang jahat—karena Tuhan berbelas kasihan terhadap ciptaan-Nya. Hal ini sulit dipahami! Saat mengingat orang-orang yang sedang melawan rencana Tuhan, apakah Anda sudah membiasakan diri untuk berdoa agar mereka dapat melihat kasih serta rencana Tuhan, lalu bertobat menjadi anak-anak Allah? (bandingkan dengan Mazmur 51:13; Matius 5:44-45). Tuhan mampu membawa kebaikan bagi siapa pun dan melalui situasi apa pun. Percayalah! [GI Surya Leung]
What this episode covers
Beriman Ketika Hidup di Luar KendaliSabtu, 14 Februari 2026Bacaan Alkitab hari ini:Habakuk 1Ada kalanya hidup kita terasa seperti di luar kendali. Kita menuduh seolah-olah Tuhan memerintah dunia ini dengan cara yang tidak adil: Orang benar menderita kejahatan, dan orang jahat menikmati kemakmuran serta menguasai orang baik. Oleh karena itu,, wajar jika kita bertanya, "Mengapa Tuhan?" dan "Sampai kapan ketidakadilan seperti ini akan terjadi, Tuhan?" Akan tetapi, sadarkah Anda bahwa dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti itu, kita menempatkan diri sebagai pihak yang berkuasa menentukan siapa yang baik dan siapa yang jahat serta mana hal yang baik dan mana hal yang jahat? Bukankah, penilaian kita tidak bisa dijadikan standar untuk menentukan status moral seseorang, apalagi untuk menilai keadilan Tuhan. Kita semua telah berdosa (1 Yohanes 1:8), dan membutuhkan pengampunan Tuhan, sama seperti semua orang lain (Roma 3:23).Demikianlah hal yang terjadi dalam perjalanan pelayanan Nabi Habakuk. Ia mengamati kebobrokan kehidupan sosial bangsa Yahudi. Lembaga dan tokoh agama mengabaikan Taurat, kekerasan dan penganiayaan terjadi tanpa henti, keadilan diputarbalikkan (1:4). Ia mengawali percakapan dengan nada protes kepada Tuhan, "Berapa lama lagi, ya TUHAN?" dan "Mengapa?". Habakuk merasa bahwa teriakannya meminta tolong tidak didengarkan, bahkan TUHAN seolah-olah membiarkan kelaliman terjadi (1:2-3). Lalu, TUHAN memberikan jawaban yang membuat ia terheran-heran, "Aku akan membangkitkan orang Kasdim, bangsa yang ganas dan berangasan itu, …. Mereka semua datang untuk melakukan kekerasan. ..." (1:6-11). Habakuk gelisah dan kembali protes kepada TUHAN. Meskipun ia punya iman terhadap sifat dan tujuan Allah (1:12), ia kembali mempersoalkan rencana TUHAN (1:13-17). Mengapa TUHAN memakai bangsa Kasdim (Babel) yang jelas-jelas rusak moralnya untuk melaksanakan hukuman kepada umat pilihan-Nya? Habakuk merasa ngeri membayangkan keadaan yang akan dihadapi oleh bangsanya.Tahu dan percaya bahwa Tuhan berdaulat tidak berarti tidak melihat ketidakadilan, tidak merasakan sakit dan penderitaan, dan tidak bergumul dengan pertanyaan sulit. Hal baik bisa terjadi pada siapa pun—termasuk pada orang jahat—karena Tuhan berbelas kasihan terhadap ciptaan-Nya. Hal ini sulit dipahami! Saat mengingat orang-orang yang sedang melawan rencana Tuhan, apakah Anda sudah membiasakan diri untuk berdoa agar mereka dapat melihat kasih serta rencana Tuhan, lalu bertobat menjadi anak-anak Allah? (bandingkan dengan Mazmur 51:13; Matius 5:44-45). Tuhan mampu membawa kebaikan bagi siapa pun dan melalui situasi apa pun. Percayalah! [GI Surya Leung]
NOW PLAYING
Sabtu, 14 Februari 2026 - Beriman Ketika Hidup di Luar Kendali
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
Jun 27, 2026 ·29m
Jun 25, 2026 ·27m
Jun 25, 2026 ·31m
Jun 23, 2026 ·30m
Jun 23, 2026 ·30m
Jun 22, 2026 ·37m