EPISODE · Dec 23, 2025 · 6 MIN
Sabtu, 27 Desember 2025 - Gereja sebagai Umat yang Dipanggil
from Sinode Gereja Kristus Yesus · host Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja sebagai Umat yang Dipanggil (Misi Gereja)Sabtu, 27 Desember 2025Bacaan Alkitab hari ini:Kisah Para Rasul 20:28; 1 Korintus 1:2Ketika terjadi reshuffle kabinet Indonesia awal bulan September lalu, sejumlah calon menteri menceritakan bahwa mereka baru dipanggil ke istana beberapa jam sebelum ditawarkan dan dilantik menjadi menteri. Meskipun kaget karena dipanggil mendadak, mereka merasa bangga dan siap memenuhi panggilan untuk memberi sumbangsih terbaik bagi bangsa dan negara. Cerita di atas mengingatkan kita akan hakikat gereja sebagai umat yang dipanggil oleh Allah. Dalam Alkitab, istilah gereja berasal dari kata Yunani, ekklesia, yaitu sebuah kata majemuk yang menggabungkan kata ek (keluar) dan kaleo (memanggil atau dipanggil). Secara literal, ekklesia berarti sekelompok orang yang dipanggil keluar untuk menjalankan misi Allah di dalam dunia. Bacaan Alkitab hari ini mengajarkan dua hal terkait gereja sebagai umat panggilan. Pertama: gereja menerima panggilan kasih dari Allah. Alkitab memperkenalkan gereja sebagai umat yang diperoleh Allah dengan darah-Nya sendiri (Kisah Para Rasul 20:28). Karena kasih-Nya, Tuhan Yesus mencurahkan darah-Nya di kayu salib dan mati untuk menyelamatkan gereja dari dosa. Pengajaran di atas—selain menegaskan Kristus sebagai pemilik gereja—juga mengungkapkan hakikat gereja sebagai sebuah komunitas yang dipanggil oleh kasih Kristus untuk memberitakan kasih-Nya. Kedua: gereja menerima panggilan kudus dari Allah. Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, Rasul Paulus menegaskan bahwa gereja adalah komunitas yang dipanggil untuk menjadi orang-orang kudus (1 Korintus 1:2). Dalam panggilan kudus ini, Allah ingin gereja mengandalkan kuasa-Nya untuk terus mengalami pengudusan. Selain itu, gereja diutus ke dalam dunia menjadi teladan melalui kehidupan yang kudus, yakni kehidupan yang berbeda dengan dunia yang penuh dosa dan gelap.Pengajaran di atas mengingatkan kita akan dua panggilan kita sebagai bagian dari gereja: Pertama, kita dipanggil oleh kasih Allah untuk hidup dalam kasih Allah dan memberitakan kasih-Nya. Kita harus lebih dahulu dipenuhi kasih Allah agar dapat menyalurkan kasih kepada sesama. Kedua, kita dipanggil untuk menjadi teladan bagi dunia melalui kehidupan yang kudus untuk memuliakan Allah dan dengan menjadi saluran berkat bagi sesama. Kedua panggilan itu sangat relevan dengan kondisi dunia pada masa kini. Kehadiran kita sebagai teladan harus mampu menjawab kegersangan dunia yang sedang dilanda krisis kasih sejati dan krisis moral. Bagaimana dengan hidup Anda? Apakah cara hidup Anda berbeda dengan cara hidup dunia ini? Apakah Anda menjaga kekudusan hidup? Apakah Anda sudah dipuaskan oleh kasih Allah, sehingga kehadiran Anda dapat menolong orang untuk lebih mengenal dan mengalami kasih dan kekudusan Allah? [Pdt. Timotius Fu]
What this episode covers
Gereja sebagai Umat yang Dipanggil (Misi Gereja)Sabtu, 27 Desember 2025Bacaan Alkitab hari ini:Kisah Para Rasul 20:28; 1 Korintus 1:2Ketika terjadi reshuffle kabinet Indonesia awal bulan September lalu, sejumlah calon menteri menceritakan bahwa mereka baru dipanggil ke istana beberapa jam sebelum ditawarkan dan dilantik menjadi menteri. Meskipun kaget karena dipanggil mendadak, mereka merasa bangga dan siap memenuhi panggilan untuk memberi sumbangsih terbaik bagi bangsa dan negara. Cerita di atas mengingatkan kita akan hakikat gereja sebagai umat yang dipanggil oleh Allah. Dalam Alkitab, istilah gereja berasal dari kata Yunani, ekklesia, yaitu sebuah kata majemuk yang menggabungkan kata ek (keluar) dan kaleo (memanggil atau dipanggil). Secara literal, ekklesia berarti sekelompok orang yang dipanggil keluar untuk menjalankan misi Allah di dalam dunia. Bacaan Alkitab hari ini mengajarkan dua hal terkait gereja sebagai umat panggilan. Pertama: gereja menerima panggilan kasih dari Allah. Alkitab memperkenalkan gereja sebagai umat yang diperoleh Allah dengan darah-Nya sendiri (Kisah Para Rasul 20:28). Karena kasih-Nya, Tuhan Yesus mencurahkan darah-Nya di kayu salib dan mati untuk menyelamatkan gereja dari dosa. Pengajaran di atas—selain menegaskan Kristus sebagai pemilik gereja—juga mengungkapkan hakikat gereja sebagai sebuah komunitas yang dipanggil oleh kasih Kristus untuk memberitakan kasih-Nya. Kedua: gereja menerima panggilan kudus dari Allah. Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, Rasul Paulus menegaskan bahwa gereja adalah komunitas yang dipanggil untuk menjadi orang-orang kudus (1 Korintus 1:2). Dalam panggilan kudus ini, Allah ingin gereja mengandalkan kuasa-Nya untuk terus mengalami pengudusan. Selain itu, gereja diutus ke dalam dunia menjadi teladan melalui kehidupan yang kudus, yakni kehidupan yang berbeda dengan dunia yang penuh dosa dan gelap.Pengajaran di atas mengingatkan kita akan dua panggilan kita sebagai bagian dari gereja: Pertama, kita dipanggil oleh kasih Allah untuk hidup dalam kasih Allah dan memberitakan kasih-Nya. Kita harus lebih dahulu dipenuhi kasih Allah agar dapat menyalurkan kasih kepada sesama. Kedua, kita dipanggil untuk menjadi teladan bagi dunia melalui kehidupan yang kudus untuk memuliakan Allah dan dengan menjadi saluran berkat bagi sesama. Kedua panggilan itu sangat relevan dengan kondisi dunia pada masa kini. Kehadiran kita sebagai teladan harus mampu menjawab kegersangan dunia yang sedang dilanda krisis kasih sejati dan krisis moral. Bagaimana dengan hidup Anda? Apakah cara hidup Anda berbeda dengan cara hidup dunia ini? Apakah Anda menjaga kekudusan hidup? Apakah Anda sudah dipuaskan oleh kasih Allah, sehingga kehadiran Anda dapat menolong orang untuk lebih mengenal dan mengalami kasih dan kekudusan Allah? [Pdt. Timotius Fu]
NOW PLAYING
Sabtu, 27 Desember 2025 - Gereja sebagai Umat yang Dipanggil
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
Jun 30, 2026 ·27m
Jun 27, 2026 ·29m
Jun 25, 2026 ·27m
Jun 25, 2026 ·31m
Jun 23, 2026 ·30m
Jun 23, 2026 ·30m