Skip to content
Seandainya episode artwork

EPISODE · Sep 1, 2025 · 4 MIN

Seandainya

from Breath & Bread · host Breath & Bread

Seandainya Hawa tidak memetik dan memakan buah yang dilarang Tuhan, mungkin hari ini kita tidak mengenal rasa sakit, tidak tahu apa itu kematian, dan tidak perlu bergumul dengan dosa yang mengikat dari generasi ke generasi. Mungkin tidak akan ada air mata, tidak ada pengkhianatan, tidak ada salib, dan tidak ada kata “pengampunan,” karena tidak pernah ada yang perlu diampuni. Seandainya Hawa tidak melanggar, Yesus tidak perlu turun dari surga menjadi manusia, menanggung hinaan, cambukan, dan kematian. Tidak perlu ada Natal, tidak perlu ada Jumat Agung, dan tidak perlu ada Paskah. Namun fakta rohaninya adalah: Hawa memang jatuh, dan kita pun ikut jatuh. Kita semua adalah pewaris natur manusia yang rusak. Dan karena itu, kita tidak butuh “seandainya”; kita butuh.

Episode metadata supplied by the publisher feed · Published Sep 1, 2025

Embed this episode

Ready to play

Seandainya

0:00 4:48

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

No similar episodes found.

No similar podcasts found.

Frequently Asked Questions

How long is this episode of Breath & Bread?

This episode is 4 minutes long.

When was this Breath & Bread episode published?

This episode was published on September 1, 2025.

Can I download this Breath & Bread episode?

Yes. Use the download control on the episode player to save the publisher-provided media file.
URL copied to clipboard!