Selasa, 18 Februari 2025 - Bertobat atau Amputasi Rohani? episode artwork

EPISODE · Feb 14, 2025 · 5 MIN

Selasa, 18 Februari 2025 - Bertobat atau Amputasi Rohani?

from Sinode Gereja Kristus Yesus · host Sinode Gereja Kristus Yesus

Bertobat atau Amputasi Rohani?Selasa, 18 Februari 2025Bacaan Alkitab hari ini:2 Raja-raja 17Penyakit gula darah bisa berdampak fatal pada tubuh, bahkan bisa mematikan. Demi menyelamatkan hidup pasien, dokter kadang-kadang perlu melakukan amputasi terbadap bagian tubuh tertentu. Seperti itulah yang dikisahkan dalam bacaan Alkitab hari ini. Dosa para raja dan rakyat Israel tidak pernah dibereskan dan memicu timbulnya dosa yang lain. Kondisi ini bagaikan borok yang parah dalam iman dan kerohanian mereka dan hanya bisa dibereskan dengan amputasi rohani berupa hukuman Allah melalui penaklukan oleh Asyur.Kehancuran total kerajaan Israel adalah akibat tak terelakkan dari menimbun dosa tanpa keseriusan mengobati. Raja Hosea menutup rangkaian raja-raja Israel yang diawali oleh Yerobeam bin Nebat (1 Raja-raja 12:20). Pada masa raja Hosea, Raja Salmaneser dari Asyur menghancurkan Samaria dan membuang orang-orang Israel ke Asyur (2 Raja-raja 17:5-6,23b). Jelas bahwa semua dosa umat Israel yang menyakiti hati TUHAN dicatat dan mereka akan mendapat hukuman. Inti dosa mereka adalah melanggar perintah dan ketetapan TUHAN dalam Perjanjian Sinai—perjanjian antara Tuhan dengan nenek moyang bangsa Israel (17:15)—dengan cara menyembah berbagai ilah dan berhala—termasuk patung lembu emas yang dibuat oleh Yerobeam bin Nebat (21-22)—serta melakukan hal-hal keji sesuai dengan ritual penyembahan ilah-ilah itu (17:7-17), padahal Tuhan telah berulang kali memperingatkan—melalui para nabi—agar mereka bertobat dan meninggalkan dosa (17:13).Hukuman Allah atas kerajaan Israel bukanlah akhir dari kisah umat Allah. Hukuman itu merupakan tindakan "amputasi rohani" demi menyelamatkan bangsa Israel. Di negeri pembuangan, Israel diberi kesempatan untuk bertobat, agar hidup mereka menjadi kesaksian bagi Allah Israel terhadap bangsa-bangsa di sekitar mereka. Demikian juga dengan sisa-sisa Israel yang tetap tinggal di Samaria. Mereka seharusnya menjadi berkat bagi tawanan dari negeri-negeri lain yang dibuang—oleh Asyur—ke Samaria. Sayangnya, Israel menyia-nyiakan kesempatan bertobat ini (17:25-28). Umat Israel gagal menjadi teladan hidup beribadah yang benar. Sebaliknya, mereka justru ikut-ikutan mempraktikkan sinkretisme, yakni mencampur ibadah kafir dengan ibadah Israel (29-34).Gereja mengemban tugas menyampaikan suara kenabian bahwa suatu hari kelak, semua orang dan segala bangsa akan menghadapi penghakiman dan hukuman Allah yang final dan fatal. Untuk itu, gereja harus serius membereskan dosanya sendiri dan turut mengobati budaya dosa bangsanya dengan berita dan kesaksian Injil Tuhan Yesus Kristus. Sudahkah Anda dan gereja Anda setia hidup berpadanan dengan Injil dan berpartisipasi dalam pemberitaan Injil? [Pdt. Iwan Catur Wibowo]

Bertobat atau Amputasi Rohani?Selasa, 18 Februari 2025Bacaan Alkitab hari ini:2 Raja-raja 17Penyakit gula darah bisa berdampak fatal pada tubuh, bahkan bisa mematikan. Demi menyelamatkan hidup pasien, dokter kadang-kadang perlu melakukan amputasi terbadap bagian tubuh tertentu. Seperti itulah yang dikisahkan dalam bacaan Alkitab hari ini. Dosa para raja dan rakyat Israel tidak pernah dibereskan dan memicu timbulnya dosa yang lain. Kondisi ini bagaikan borok yang parah dalam iman dan kerohanian mereka dan hanya bisa dibereskan dengan amputasi rohani berupa hukuman Allah melalui penaklukan oleh Asyur.Kehancuran total kerajaan Israel adalah akibat tak terelakkan dari menimbun dosa tanpa keseriusan mengobati. Raja Hosea menutup rangkaian raja-raja Israel yang diawali oleh Yerobeam bin Nebat (1 Raja-raja 12:20). Pada masa raja Hosea, Raja Salmaneser dari Asyur menghancurkan Samaria dan membuang orang-orang Israel ke Asyur (2 Raja-raja 17:5-6,23b). Jelas bahwa semua dosa umat Israel yang menyakiti hati TUHAN dicatat dan mereka akan mendapat hukuman. Inti dosa mereka adalah melanggar perintah dan ketetapan TUHAN dalam Perjanjian Sinai—perjanjian antara Tuhan dengan nenek moyang bangsa Israel (17:15)—dengan cara menyembah berbagai ilah dan berhala—termasuk patung lembu emas yang dibuat oleh Yerobeam bin Nebat (21-22)—serta melakukan hal-hal keji sesuai dengan ritual penyembahan ilah-ilah itu (17:7-17), padahal Tuhan telah berulang kali memperingatkan—melalui para nabi—agar mereka bertobat dan meninggalkan dosa (17:13).Hukuman Allah atas kerajaan Israel bukanlah akhir dari kisah umat Allah. Hukuman itu merupakan tindakan "amputasi rohani" demi menyelamatkan bangsa Israel. Di negeri pembuangan, Israel diberi kesempatan untuk bertobat, agar hidup mereka menjadi kesaksian bagi Allah Israel terhadap bangsa-bangsa di sekitar mereka. Demikian juga dengan sisa-sisa Israel yang tetap tinggal di Samaria. Mereka seharusnya menjadi berkat bagi tawanan dari negeri-negeri lain yang dibuang—oleh Asyur—ke Samaria. Sayangnya, Israel menyia-nyiakan kesempatan bertobat ini (17:25-28). Umat Israel gagal menjadi teladan hidup beribadah yang benar. Sebaliknya, mereka justru ikut-ikutan mempraktikkan sinkretisme, yakni mencampur ibadah kafir dengan ibadah Israel (29-34).Gereja mengemban tugas menyampaikan suara kenabian bahwa suatu hari kelak, semua orang dan segala bangsa akan menghadapi penghakiman dan hukuman Allah yang final dan fatal. Untuk itu, gereja harus serius membereskan dosanya sendiri dan turut mengobati budaya dosa bangsanya dengan berita dan kesaksian Injil Tuhan Yesus Kristus. Sudahkah Anda dan gereja Anda setia hidup berpadanan dengan Injil dan berpartisipasi dalam pemberitaan Injil? [Pdt. Iwan Catur Wibowo]

NOW PLAYING

Selasa, 18 Februari 2025 - Bertobat atau Amputasi Rohani?

0:00 5:33

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

Frequently Asked Questions

How long is this episode of Sinode Gereja Kristus Yesus?

This episode is 5 minutes long.

When was this Sinode Gereja Kristus Yesus episode published?

This episode was published on February 14, 2025.

What is this episode about?

Bertobat atau Amputasi Rohani?Selasa, 18 Februari 2025Bacaan Alkitab hari ini:2 Raja-raja 17Penyakit gula darah bisa berdampak fatal pada tubuh, bahkan bisa mematikan. Demi menyelamatkan hidup pasien, dokter kadang-kadang perlu melakukan amputasi...

Can I download this Sinode Gereja Kristus Yesus episode?

Yes, you can download this episode by clicking the download button on the episode player, or subscribe to the podcast in your preferred podcast app for automatic downloads.
URL copied to clipboard!