Senin, 17 Februari 2025 - Iman Sejati itu Hasil Perjumpaan Pribadi episode artwork

EPISODE · Feb 13, 2025 · 6 MIN

Senin, 17 Februari 2025 - Iman Sejati itu Hasil Perjumpaan Pribadi

from Sinode Gereja Kristus Yesus · host Sinode Gereja Kristus Yesus

Iman Sejati itu Hasil Perjumpaan PribadiSenin, 17 Februari 2025Bacaan Alkitab hari ini:2 Raja-raja 16Raja Ahas, putra Raja Yotam, tidak beriman seperti ayah dan leluhurnya (16:2). Ia hidup seperti para raja Israel yang menyembah berhala, bahkan ia meniru ritual jahat yang mereka lakukan (16:3-4). Namun, karena ia keturunan Daud, TUHAN tetap menyatakan anugerah-Nya dengan melepaskan dia dari kepungan musuhnya (16:5). Bukannya mensyukuri pertolongan TUHAN, Raja Ahas justru berkanjang dalam dosa melalui persekutuan dengan bangsa Asyur. Dengan lancang, ia mengambil harta di Bait Allah sebagai upeti bagi raja Asyur (16:7-9). Secara kurang ajar, ia menyingkirkan mezbah untuk ibadah kepada TUHAN dan mendirikan mezbah yang meniru bentuk mezbah berhala di Damsyik, serta mulai mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa yang disembah orang Asyur (16:10-14). Ia memerintahkan perombakan di Bait Allah yang secara simbolis memutuskan hubungan antara umat Yehuda dengan Allah Israel (16:15-18).Tindakan Ahas sangat jahat karena ia sengaja menyangkal Tuhan dan menolak mengakui kedaulatan TUHAN atas dirinya maupun bangsanya. Dengan sadar, ia memalingkan diri dari Allah dan memandang raja Asyur sebagai sumber pertolongan, dan dewa-dewi Asyur sebagai sandaran. Pasal ini ditutup dengan Hizkia yang naik takhta menggantikan Ahas. Kelak, Hizkia akan mengembalikan pusat kehidupan rohani bangsa Yehuda kepada Allah Israel (16:20).Lahir dan dibesarkan di lingkungan Kristen bukan jaminan bahwa kita akan setia mengikut Tuhan Yesus. Anak-anak Allah yang terus bermain-main dengan dosa atau berhala suatu saat akan mendapati diri mereka sudah meninggalkan TUHAN dan terbelenggu oleh kuasa Si Jahat. Tanpa perjumpaan dan pengenalan pribadi dengan TUHAN, kita tidak akan memiliki iman yang sejati. Iman yang sejati akan membangkitkan kesadaran bahwa kita adalah orang berdosa yang selamanya membutuhkan anugerah pengampunan dan keselamatan. Orang seperti ini tidak mengandalkan apa pun selain Tuhan. Ia selalu mengakui bahwa Tuhanlah sumber pertolongan satu-satunya dan bahwa Tuhan juga dapat menggunakan orang lain sebagai agen pertolongan-Nya. Apakah Anda sudah memiliki tanda-tanda iman sejati? [Pdt. Iwan Catur Wibowo]

Iman Sejati itu Hasil Perjumpaan PribadiSenin, 17 Februari 2025Bacaan Alkitab hari ini:2 Raja-raja 16Raja Ahas, putra Raja Yotam, tidak beriman seperti ayah dan leluhurnya (16:2). Ia hidup seperti para raja Israel yang menyembah berhala, bahkan ia meniru ritual jahat yang mereka lakukan (16:3-4). Namun, karena ia keturunan Daud, TUHAN tetap menyatakan anugerah-Nya dengan melepaskan dia dari kepungan musuhnya (16:5). Bukannya mensyukuri pertolongan TUHAN, Raja Ahas justru berkanjang dalam dosa melalui persekutuan dengan bangsa Asyur. Dengan lancang, ia mengambil harta di Bait Allah sebagai upeti bagi raja Asyur (16:7-9). Secara kurang ajar, ia menyingkirkan mezbah untuk ibadah kepada TUHAN dan mendirikan mezbah yang meniru bentuk mezbah berhala di Damsyik, serta mulai mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa yang disembah orang Asyur (16:10-14). Ia memerintahkan perombakan di Bait Allah yang secara simbolis memutuskan hubungan antara umat Yehuda dengan Allah Israel (16:15-18).Tindakan Ahas sangat jahat karena ia sengaja menyangkal Tuhan dan menolak mengakui kedaulatan TUHAN atas dirinya maupun bangsanya. Dengan sadar, ia memalingkan diri dari Allah dan memandang raja Asyur sebagai sumber pertolongan, dan dewa-dewi Asyur sebagai sandaran. Pasal ini ditutup dengan Hizkia yang naik takhta menggantikan Ahas. Kelak, Hizkia akan mengembalikan pusat kehidupan rohani bangsa Yehuda kepada Allah Israel (16:20).Lahir dan dibesarkan di lingkungan Kristen bukan jaminan bahwa kita akan setia mengikut Tuhan Yesus. Anak-anak Allah yang terus bermain-main dengan dosa atau berhala suatu saat akan mendapati diri mereka sudah meninggalkan TUHAN dan terbelenggu oleh kuasa Si Jahat. Tanpa perjumpaan dan pengenalan pribadi dengan TUHAN, kita tidak akan memiliki iman yang sejati. Iman yang sejati akan membangkitkan kesadaran bahwa kita adalah orang berdosa yang selamanya membutuhkan anugerah pengampunan dan keselamatan. Orang seperti ini tidak mengandalkan apa pun selain Tuhan. Ia selalu mengakui bahwa Tuhanlah sumber pertolongan satu-satunya dan bahwa Tuhan juga dapat menggunakan orang lain sebagai agen pertolongan-Nya. Apakah Anda sudah memiliki tanda-tanda iman sejati? [Pdt. Iwan Catur Wibowo]

NOW PLAYING

Senin, 17 Februari 2025 - Iman Sejati itu Hasil Perjumpaan Pribadi

0:00 6:02

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

Frequently Asked Questions

How long is this episode of Sinode Gereja Kristus Yesus?

This episode is 6 minutes long.

When was this Sinode Gereja Kristus Yesus episode published?

This episode was published on February 13, 2025.

What is this episode about?

Iman Sejati itu Hasil Perjumpaan PribadiSenin, 17 Februari 2025Bacaan Alkitab hari ini:2 Raja-raja 16Raja Ahas, putra Raja Yotam, tidak beriman seperti ayah dan leluhurnya (16:2). Ia hidup seperti para raja Israel yang menyembah berhala, bahkan ia...

Can I download this Sinode Gereja Kristus Yesus episode?

Yes, you can download this episode by clicking the download button on the episode player, or subscribe to the podcast in your preferred podcast app for automatic downloads.
URL copied to clipboard!