‘Suicide prevention month’: mengapa bunuh diri kerap dianggap sebagai solusi? episode artwork

EPISODE · Sep 26, 2024 · 39 MIN

‘Suicide prevention month’: mengapa bunuh diri kerap dianggap sebagai solusi?

from SuarAkademia · host The Conversation

Berita tentang bunuh diri semakin sering muncul belakangan ini, seolah-olah tindakan ini dianggap sebagai jalan keluar dari berbagai masalah hidup. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahun ada sekitar 800 ribu orang di seluruh dunia yang meninggal karena bunuh diri, dan mayoritasnya adalah anak muda. Di Indonesia, data dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan bahwa terdapat 985 kasus bunuh diri pada remaja. Jumlah ini mencapai sekitar 46,63% dari total kasus bunuh diri antara tahun 2012 hingga 2023. Beberapa orang menganggap bahwa tindakan bunuh diri umumnya didorong oleh keinginan untuk keluar dari kesulitan tertentu atau situasi krisis. Namun, bunuh diri sebenarnya adalah isu yang sangat kompleks, dengan penyebab utama yang belum bisa dipastikan. Lantas, langkah apa yang perlu diambil masyarakat agar dapat mencegah agar kasus bunuh diri bisa berkurang? Dalam episode SuarAkademia terbaru, kami membahas isu ini dengan Hetti Rahmawati, seorang akademisi dari Universitas Negeri Malang, Jawa Timur. Hetti mengatakan kasus bunuh diri yang terjadi di kalangan anak muda disebabkan oleh beberapa faktor, seperti tekanan akademis, perubahan hormon, emosi, permasalahan keluarga, pengaruh media informasi, dan kurangnya akses sumber dukungan kepada para remaja. Melihat semakin banyaknya kejadian bunuh diri, Hetti beranggapan ada kebutuhan mendesak untuk memperkuat sistem dukungan kesehatan mental dan mempromosikan interaksi sosial yang lebih sehat. Namun langkah ini bukan tanpa hambatan. Hetti menyoroti tantangan dalam mempromosikan kesehatan mental, seperti adanya anggapan negatif dari lingkungan sekitar dan faktor budaya yang berkontribusi terhadap stigma seputar kesehatan mental dan bunuh diri. Hetti juga membahas terbatasnya akses ke layanan kesehatan mental, terutama di daerah pedesaan, dan kebutuhan untuk meningkatkan kesadaran dan pendidikan tentang kesehatan mental. Ia menegaskan pentingnya memahami faktor risiko dan tanda-tanda masalah kesehatan mental, seperti trauma, isolasi sosial, dan masalah keluarga. Simak episode lengkapnya hanya di SuarAkademia—ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.

Berita tentang bunuh diri semakin sering muncul belakangan ini, seolah-olah tindakan ini dianggap sebagai jalan keluar dari berbagai masalah hidup. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahun…

NOW PLAYING

‘Suicide prevention month’: mengapa bunuh diri kerap dianggap sebagai solusi?

0:00 39:12

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

No similar episodes found.

No similar podcasts found.

Frequently Asked Questions

How long is this episode of SuarAkademia?

This episode is 39 minutes long.

When was this SuarAkademia episode published?

This episode was published on September 26, 2024.

What is this episode about?

Berita tentang bunuh diri semakin sering muncul belakangan ini, seolah-olah tindakan ini dianggap sebagai jalan keluar dari berbagai masalah hidup. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahun ada sekitar 800 ribu orang di seluruh dunia...

Can I download this SuarAkademia episode?

Yes, you can download this episode by clicking the download button on the episode player, or subscribe to the podcast in your preferred podcast app for automatic downloads.
URL copied to clipboard!