Surat At Tur  episode artwork

EPISODE · Dec 16, 2019 · 6 MIN

Surat At Tur

from Read Alqur’an Today · host Muhammad Haris

Teguhlah Seperti Bukit (Tafsir surat At Tur) Dalam surat ini, Allah bersumpah atas nama makhluknya yaitu, Tur dimaknai oleh ulama sebagai bukit. Disebutkan oleh ulama bahwa Tur adalah bukit yang terdapat pepohonan, namun bila tidak ada pepohonan, maka disebut sebagai Jabal. Dan juga Allah bersumpah terhadap kitab yang tertulis pada lembaran yang terbuka. Sumpah berikutnya atas nama Baitul Ma’mur yang diartikan sebagai Ka’bah, dan dalam Ibn Katsir disebutkan juga bahwa di langit untuk malaikat juga terdapat masjid Baitul Ma’mur yang seperti Ka’bah bentuknya dan setiap hari ada 70 ribu malaikat sholat yang mana bila malaikat masuk, maka malaikat yang di dalamnya tidak keluar. Allah juga bersumpah atas nama atap yang ditinggikan, yang diartikan sebagai langit dan laut yang bergelombang. Sedangkan isi dari sumpahnya adalah adzab Allah pasti terjadi. Perhatikan dalam ayat ini menggunakan ‘lam kecil’ yang berarti pasti dan bukan ‘Lam alif atau lam panjang’ yang berarti tidak. bahwa adzab tersebut tidak ada yang menolak, ketika langit bergoncang dengan sungguh-sungguh, bagaimana langit berguncang? Kalau memahami langit hanya angkasa awan yang terlihat ketika kita memandang ke atas, mungkin kurang tepat, karena langit adalah bermakna luas sebagai jagad raya yang menurut penelitian ilmuwan Jerman berbentuk terompet itu. Dan ketika gunung-gunung dengan sungguh-sungguh berjalan, ayat ini menyebutkan, “sungguh-sungguh berjalan”, bagaimana gunung bisa berjalan? Coba dipahami makna berjalan ini, berjalan dalam makna umum adalah berpindah dengan bergerak menggunakan kaki tanpa kehilangan volume perpindahan. Ini masih perlu dieksplor, khususnya menggunakan ilmu pengetahuan tentang alam. Di bagian ini diceritakan pula bahwa sebagai kecelakaan bagi orang-orang yang mendustakan adzab Allah, sebaliknya bagi yang tidak mendustakan yang penuh nikmat di surga dengan jaminan nafkah yang nikmat dan kemudahan. Disebutkan pula ayat yang bila ditafsirkan oleh Ibn Katsir adalah bahwa orang-orang yang mencintai orang-orang shalih serta dia beriman dan muslim, maka akan dikumpulkan oleh Allah di surga bersama orang-orang yang dicintainya, walaupun kadar amalnya tidak sama. Di bagian selanjutnya, Allah mengingatkan kepada Rasulullah bahwa Rasulullah bukan tukang tenung dan bukan pula orang gila ataupun seorang penyair yang ditunggu untuk celaka, maka Rasulullah pun diminta menjawab, “akupun termasuk orang yang menunggu bersama kamu”, dalam arti menunggu waktu datangnya adzab mereka seperti sumpah Allah di awal surat. Di bagian ini juga terdapat tantangan Allah kepada orang yang meragukan wahyu Al-Qur’an yang berasal dari Allah agar orang yang meragukannya membuat serangkaian perkataan yang serupa dengan Al-Qur’an. Tidak bisa, bahkan mereka tidak beriman atasnya, atas penciptaan diri mereka sendiri, atas penciptaan langit dan bumi, atas kekuasaan Allah, atas pendengaran kepada hal gaib, ataukah mereka meneruskan paham Lata Uzza dan Manah? Ataukah dikira Rasulullah meminta upah kepada mereka? Ataukah mereka memiliki pengetahuan tentang hal gaib? Ataukah mereka sedang merencanakan tipu daya (padahal mereka yang akan terkena tipu daya)? Ataukah mereka memiliki tuhan selain Allah padahal Allah Maha Suci dari apa yang dipersekutukan? Disinggung kembali tentang langit yang jatuh serta pemahaman oleh orang yang tidak beriman kepada adzab Allah sebagai “awan yang bertumpuk-tumpuk” saja. Silakan diekplorasi lebih lanjut. Sehingga sampailah kita diminta untuk membiarkan mereka karena sudah adanya dakwah dan tidak berimannya mereka, sampai muncul hari yang dijanjikan, yaitu kiamat, yang tidak ada berguna tipu daya dan tidak ada pertolongan bagi mereka, selanjutnya sebagai orang dzalim tersebut ada adzab yang lebih dari kadar itu. Di akhir surat, Rasulullah (dan ini juga untuk kita, umatnya) diminta bersabar terhadap keputusan Allah, karena Allah selalu mengawasi kita, selanjutnya kita diminta untuk bertasbih di setiap waktu, lebih khusus kepada sebagian malam

Episode metadata supplied by the publisher feed · Published Dec 16, 2019

Teguhlah Seperti Bukit (Tafsir surat At Tur) Dalam surat ini, Allah bersumpah atas nama makhluknya yaitu, Tur dimaknai oleh ulama sebagai bukit. Disebutkan oleh ulama bahwa Tur adalah bukit yang terdapat pepohonan, namun bila tidak ada pepohonan, maka disebut sebagai Jabal. Dan juga Allah bersumpah terhadap kitab yang tertulis pada lembaran yang terbuka. Sumpah berikutnya atas nama Baitul Ma’mur yang diartikan sebagai Ka’bah, dan dalam Ibn Katsir disebutkan juga bahwa di langit untuk malaikat juga terdapat masjid Baitul Ma’mur yang seperti Ka’bah bentuknya dan setiap hari ada 70 ribu malaikat sholat yang mana bila malaikat masuk, maka malaikat yang di dalamnya tidak keluar. Allah juga bersumpah atas nama atap yang ditinggikan, yang diartikan sebagai langit dan laut yang bergelombang. Sedangkan isi dari sumpahnya adalah adzab Allah pasti terjadi. Perhatikan dalam ayat ini menggunakan ‘lam kecil’ yang berarti pasti dan bukan ‘Lam alif atau lam panjang’ yang berarti tidak. bahwa adzab tersebut tidak ada yang menolak, ketika langit bergoncang dengan sungguh-sungguh, bagaimana langit berguncang? Kalau memahami langit hanya angkasa awan yang terlihat ketika kita memandang ke atas, mungkin kurang tepat, karena langit adalah bermakna luas sebagai jagad raya yang menurut penelitian ilmuwan Jerman berbentuk terompet itu. Dan ketika gunung-gunung dengan sungguh-sungguh berjalan, ayat ini menyebutkan, “sungguh-sungguh berjalan”, bagaimana gunung bisa berjalan? Coba dipahami makna berjalan ini, berjalan dalam makna umum adalah berpindah dengan bergerak menggunakan kaki tanpa kehilangan volume perpindahan. Ini masih perlu dieksplor, khususnya menggunakan ilmu pengetahuan tentang alam. Di bagian ini diceritakan pula bahwa sebagai kecelakaan bagi orang-orang yang mendustakan adzab Allah, sebaliknya bagi yang tidak mendustakan yang penuh nikmat di surga dengan jaminan nafkah yang nikmat dan kemudahan. Disebutkan pula ayat yang bila ditafsirkan oleh Ibn Katsir adalah bahwa orang-orang yang mencintai orang-orang shalih serta dia beriman dan muslim, maka akan dikumpulkan oleh Allah di surga bersama orang-orang yang dicintainya, walaupun kadar amalnya tidak sama. Di bagian selanjutnya, Allah mengingatkan kepada Rasulullah bahwa Rasulullah bukan tukang tenung dan bukan pula orang gila ataupun seorang penyair yang ditunggu untuk celaka, maka Rasulullah pun diminta menjawab, “akupun termasuk orang yang menunggu bersama kamu”, dalam arti menunggu waktu datangnya adzab mereka seperti sumpah Allah di awal surat. Di bagian ini juga terdapat tantangan Allah kepada orang yang meragukan wahyu Al-Qur’an yang berasal dari Allah agar orang yang meragukannya membuat serangkaian perkataan yang serupa dengan Al-Qur’an. Tidak bisa, bahkan mereka tidak beriman atasnya, atas penciptaan diri mereka sendiri, atas penciptaan langit dan bumi, atas kekuasaan Allah, atas pendengaran kepada hal gaib, ataukah mereka meneruskan paham Lata Uzza dan Manah? Ataukah dikira Rasulullah meminta upah kepada mereka? Ataukah mereka memiliki pengetahuan tentang hal gaib? Ataukah mereka sedang merencanakan tipu daya (padahal mereka yang akan terkena tipu daya)? Ataukah mereka memiliki tuhan selain Allah padahal Allah Maha Suci dari apa yang dipersekutukan? Disinggung kembali tentang langit yang jatuh serta pemahaman oleh orang yang tidak beriman kepada adzab Allah sebagai “awan yang bertumpuk-tumpuk” saja. Silakan diekplorasi lebih lanjut. Sehingga sampailah kita diminta untuk membiarkan mereka karena sudah adanya dakwah dan tidak berimannya mereka, sampai muncul hari yang dijanjikan, yaitu kiamat, yang tidak ada berguna tipu daya dan tidak ada pertolongan bagi mereka, selanjutnya sebagai orang dzalim tersebut ada adzab yang lebih dari kadar itu. Di akhir surat, Rasulullah (dan ini juga untuk kita, umatnya) diminta bersabar terhadap keputusan Allah, karena Allah selalu mengawasi kita, selanjutnya kita diminta untuk bertasbih di setiap waktu, lebih khusus kepada sebagian malam

PodParley-generated summary based on available episode metadata and transcript content.

NOW PLAYING

Surat At Tur

0:00 6:34

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

Tales Of A Superstar DJ The Insomniac Spun seemingly out of nowhere from her complacent life in the corporate world, turned seemingly overnight from 16-Hour shift work and into the life of a literally starving artist and working musician, The Protagonist navigates her supposed rise to fame and superstardom on a journey through spiritual awakening, coming-of-age, and intimate self-realization--guided by an omnipresent force and equipped with the power of love, magic, and music. {Enter The Multiverse.} [The Festival Project] The Festival Project, Inc.™ is a multidimensional multimedia platform which encompasses exploratory and artistic social personifications and expressions on cosmic theory, spirituality, growth, health & wellness, philosophy and theoretic dynamics in entertainment such as music, design, film, television, radio, dance and festival culture, art, fashion, literature, and science. The Festival Project™ and its subsidiary Non-Profit, The Collective Complex © aims to challenge modern artistic and philosop Explicit Chinook Realm Religion and crime collide when a gruesome murder rocks the isolated community of Chinook, Montana. Local Deputy Ruth Vogel thought she was answering a routine animal control call, only to find a mangled corpse on the frozen embankment. Her small town is whipped into a frenzy and everyone is quick to point their fingers at a drug-addicted teenager, but Ruth suspects connections to a powerful religious group. Enter Agent Loro, an enigmatic FBI investigator tracking an evangelical cult that may have roots right here in Chinook. Loro and Ruth form a cautious partnership to find the killer—but as the mystery winds through Ruth’s life, her family, and her church, she’ll discover something more sinister than murder is afoot.Binge all episodes of Chinook exclusively and ad-free by joining Wondery+ in the Wondery App, Apple Podcasts or Spotify. Start your free trial by wondery.com/links/chinook v Explicit The Uncaged Pod Jess MacMillan The Uncaged Pod is the podcast for bold, soul-led women who are ready to break free from the cages of perfectionism, people-pleasing, and limiting beliefs. Hosted by Jess MacMillan, mama, keynote speaker, and women's empowerment advocate, this show delivers raw conversations, powerful insights, and unapologetic truths that will inspire you to reclaim your voice, rewrite your story, and rise with unstoppable confidence.Each week, Jess and her guests dive into topics around leadership, personal growth, entrepreneurship, and motherhood, offering real-life strategies, soulful reflections, and empowering stories to help you lead, live, and love uncaged.Whether you're an entrepreneur, a creative, or a woman who’s remembering who she really is, The Uncaged Pod is your invitation to step into your power and live life on your own terms. Explicit Unfiltered Casefile Presents Unfiltered invites guests from all walks of life to share real stories about justice and transformation. Join host Raquel O'Brien for a series of raw and honest conversations from a range of perspectives in an invitation for you to make up your own mind. No topic is off-limits. Hosted on Acast. See acast.com/privacy for more information. Explicit

Frequently Asked Questions

How long is this episode of Read Alqur’an Today?

This episode is 6 minutes long.

When was this Read Alqur’an Today episode published?

This episode was published on December 16, 2019.

What is this episode about?

Teguhlah Seperti Bukit (Tafsir surat At Tur) Dalam surat ini, Allah bersumpah atas nama makhluknya yaitu, Tur dimaknai oleh ulama sebagai bukit. Disebutkan oleh ulama bahwa Tur adalah bukit yang terdapat pepohonan, namun bila tidak ada pepohonan,...

Can I download this Read Alqur’an Today episode?

Yes, you can download this episode by clicking the download button on the episode player, or subscribe to the podcast in your preferred podcast app for automatic downloads.
URL copied to clipboard!