Terus Merasa Kurang
from Narasipostmedia Hosted by Narasipost
Terus Merasa Kurang Oleh. Aya Ummu Najwa Voice over talent: Dewi Nasjag NarasiPost.Com-Sudah tabiat manusia selalu menginginkan peningkatan dalam hidupnya, baik itu dari aspek sandang, pangan, maupun papan. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam sendiri menggambarkan karakter manusia ini dengan sabda beliau riwayat Muttafaqun ‘alaihi, Bukhari no. 6439 dan Muslim no. 1048, “Andai pun anak Adam mempunyai satu lembah emas, pasti ia menginginkan lagi dua lembah lainnya, dan itu bahkan tidak akan memenuhi mulutnya (merasa cukup), kecuali tanah (yaitu setelah mati), dan sungguh Allah maha menerima tobat.” Tak ada yang aneh dan memang itu sangat wajar. Akan tetapi, akan menjadi suatu masalah dan bisa sangat berbahaya, jika manusia membiarkan keinginannya berjalan tanpa aturan, sehingga terus merasa kurang dan tak pernah merasa cukup. Ini terjadi karena manusia senantiasa membandingkan kehidupannya dengan orang lain dan menjadikan penilaian manusia sebagai standar. Tanpa disadarinya, hal inilah yang menjauhkannya dari rasa syukur akan nikmat yang telah Allah berikan dan menjelma menjadi orang yang kufur nikmat. Sifat selalu merasa kurang terhadap dunia, akan menjadikan hidup manusia jauh dari ketenangan apalagi kebahagiaan. Hidupnya akan terus dikejar-kejar oleh ambisi-ambisi yang ia ciptakan sendiri. Alhasil, makan tak enak, pun tidur tak nyenyak. Terus memikirkan angan-angan yang belum tercapai, maka muncullah berbagai penyakit fisik maupun psikis. Ia lupa bahwa rasa syukur dan rasa cukup adalah hal-hal yang menentukan kebahagiaan. Sesungguhnya, apa yang membuat manusia terus merasa kurang? Sungguh takaran Allah tak pernah salah. Jika takdir Allah tak pernah salah, mengapa jiwa miskin manusia senantiasa meronta jika berkenaan dengan masalah finansial? Berikut beberapa penyebabnya, yaitu: Pertama, dunia sudah menjadi obsesi terbesar dalam hidupnya. Terlalu mencintai dunia dan bahkan terobsesi dengannya, akan menjadikan jiwa manusia terus merasa miskin. Meskipun bergelimang harta dan hidup dalam kemewahan, namun orang itu akan selalu merasa kekurangan dan miskin. Kemudian manusia akan terus membangun cita-cita dan angan-angan terhadap dunia, ia lupa bahwa dunia hanya sekejap, hanyalah sementara. Hati dan pikirannya dipenuhi dengan daftar hal-hal yang belum ia lakukan di dunia, barang-barang yang belum ia beli, serta obsesi-obsesi dunia yang belum ia capai. Sehingga ia lupa hakikat penciptaannya, lupa akan Allah, kematian, azab kubur dan akhirat. Dan inilah makna dari tul al amal atau panjang angan. Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/29/terus-merasa-kurang/ Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini, Follow us on: instagram: http://instagram.com/narasipost Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9 Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/ Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Embed this episode
No transcript yet.