PODCAST · history
Aku Bercerita
by Aldy istanzia wiguna
Podcast sederhana yang akan mempertemukan kita pada ragam pelajaran tentang hidup, kebaikan, juga narasi perjalanan mereka yang hidupnya mewangi dengan keteladanan.
Episodes
-
Episode 42-Fragmen Rijaalul Ghad wa Ummahatul Ghad
Episode kali ini, saya bertutur tentang fragmen sederhana dari Rijaalul Ghad wa Ummahatul Ghad, dua organisasi santri di lingkung Pesantren Persis. Sebuah fragmen yang akan mengajak para pendengar setia #AkuBercerita untuk belajar pada setiap catatan sejarah perjuangan untuk bekal hari depan.
-
Episode 41 : KIAI
Episode kali ini, saya coba bacakan sebuah ode sederhana untuk KH Aceng Zakaria allahu yarham yang berpulang ke rahmatullah pada Senin, 21 November lalu. Naam shaalihan ya ustadzii.
-
Episode 40 : Abak
Latihan tipis-tipis kali ini saya awali dengan membacakan cerita pendek berjudul Abak yang ditulis uda Faisal Sikumbang dimana cerpen ini banyak mengangkat khazanah kebudayaan Minang salah satunya adalah tentang posisi lelaki dalam ninik mamak.
-
Episode 39-Anak Mercusuar
Di episode kali ini, saya coba berlatih membaca cerita pendek yang ditulis kang Mashdar Zainal dengan judul Ayahku Mercusuar. Sebuah cerita yang mengisahkan tentang kesetiaan, keteguhan dan juga serangkaian perasaan tentang cinta, ujian dan kesabaran. Selamat mendengarkan.
-
Episode 38-Syair Satu Abad
Di episode kali ini, saya mencoba membacakan sebuah syair pendek yang saya tulis untuk menyambut muktamar Persatuan Islam yang ke enam belas. Adapun judul Syair Satu Abad terinspirasi dari sebuah kepanitiaan yang dirancang untuk memeriahkan agenda muktamar di akhir minggu bulan ini. Selamat...
-
Episode 37-Doa Anak-Anak Gaza di Pagi Hari
Kali ini, di episode latihan baca puisi ke tiga puluh tujuh saya membacakan puisi yang ditulis oleh kang Abik atau Habiburrahman El Shirazy dengan judul Doa Anak-Anak Gaza di Pagi Hari. Sebuah puisi berisi tentang harapan juga perjuangan anak-anak Palestina yang tak gentar melawan penjajah zionis...
-
Episode 36-Pajagalan
Puisi yang saya bacakan kali ini adalah puisi sederhana tentang salah satu pesantren Persis terkemuka di Indonesia. Ditulis berdasarkan refleksi sederhana tentang kiprah dan perjalanan pesantren Persis dalam sejarah republik. Puisi ini sekaligus otokritik pada sejumlah kabar tentang santri Persis...
-
Episode 35-Cipasung
Di episode latihan kali ini, saya hadir untuk membacakan salah satu puisi yang merupakan masterpiecenya kang Acep Zamzam Noor. Puisi berjudul Cipasung yang berkisah tentang pesantren Cipasung yang pernah dipimpin ayahandanya ini sungguh mempesona. Berbalut keindahan alam ditambah suasana alam...
-
Episode 34 : Garis
Alhamdulillah sudah memasuki episode ke 34. Masih dalam sesi baca puisi dari buku kumpulan puisi berjudul Garis Zaman dengan puisi berjudul Garis. Selamat menyaksikan. Selamat mendengarkan dan selamat mengail hikmah darinya!. Terima kasih.
-
Episode 33 : Aku Memilih Zaman
Episode kali ini masih membaca salah satu sajak di buku kumpulan puisi berjudul Garis Zaman. Kali ini, saya membacakan puisi berjudul Aku Memilih Zaman. Selamat mendengarkan dan mengail beragam hikmah dari apa yang saya bacakan ini ya. Sampai jumpa di episode berikutnya!
-
Episode 32: Juni
Setelah lama berdiam diri, akhirnya kembali berlatih membaca puisi di Aku Bercerita. Kali ini, saya mencoba untuk membacakan puisi yang saya tulis dan dikumpulkan dalam antologi berjudul Garis Zaman. Sebuah puisi reflektif untuk mengenang jalan hidup Sapardi Djoko Damono, salah satu sastrawan...
-
Episode 31 : Sunyi
Di episode kali ini, saya coba membacakan sajak berjudul Sunyi karangan Amir Hamzah, salah satu penyair kenamaan angkatan Pujangga Baru yang tewas terbunuh dalam pergolakan sosial. Selamat mendengarkan! Selamat menikmati!
-
Episode 30 : Putu Cangkir
Di episode ke 30 ini, saya mencoba berlatih membaca cerita pendek berjudul Putu Cangkir buah pena kak Chaery Ma. Sebuah cerita pendek yang mengisahkan rasa rindu anak dan ibunya. Rasa rindu yang tertahan begitu lama, berubah menjadi kecamuk di dada ketika rindu untuk berjumpa berakhir perpisahan.
-
Episode 29 : Buku Harian Prajurit
Di episode ini, saya berlatih membaca puisi Pak Mansur Samin yang berjudul Buku Harian Prajurit. Puisi sederhana yang merupakan refleksi Pak Mansur Samin atas jalan juang para prajurit bangsa di garda terdepan.
-
Episode 28 : Tausyiah Ustadz E Abdurrahman
Kali ini, saya mencoba untuk membacakan salah satu tausyiah yang pernah disampaikan KH E Abdurrahman yang diperuntukkan untuk asatidz-asatidzah Persatuan Islam di seluruh Indonesia dalam rangka menyambut tahun ajaran baru di lingkungan Pesantren Persatuan Islam.
-
Episode 27 : Agustus
Kali ini saya berlatih membaca puisi dengan membacakan puisi berjudul Agustus karangan Pak Mansur Samin. Puisi yang mencoba merefleksikan makna merdeka yang telah diraih bangsa Indonesia dengan diksi yang padat dan realistis ini menjadi menarik untuk disimak juga dipetik ragam pembelajarannya.
-
Episode 26 : Memandang ke Seberang Halaman
Kali ini, saya coba berlatih baca puisi dengan membacakan puisinya mbak Lailatul Kiptiyah berjudul Memandang ke Seberang Halaman. Puisi sederhana yang mengisahkan tentang perjalanan kisah kasih sepasang kekasih menuju pelaminan berlatar adat istiadat NTB yang khas dan menjadi energi puisi dahsyat...
-
Episode 25 : Siapa Empat Lelaki di Kebun Kurma Itu?
Kali ini, saya berlatih membaca cerpen. Dan cerpen berjudul Siapa Empat Lelaki di Kebun Kurma Itu yang ditulis Pak Edi Mulyono, bos Diva Press menjadi media latihan baca cerpen saya kali ini. Cerpen yang berkisah tentang Baginda Nabi yang bermain-main bersama kedua cucunya Hasan dan Husain serta...
-
Episode 24 : Dakwah adalah Cinta
Refleksi sederhana atas dakwah yang ditulis ustadz Rahmat Abdullah allahu yarham ini sungguh menggetarkan. Sebuah refleksi tentang bagaimana posisi kita di jalan dakwah. Tentang harus bagaimana menempatkan diri dalam dakwah. Tentang rasa lelah dan futur yang seringkali menggoda. Tentang jalan...
-
Episode 23 : Isra dan Miraj
Kali ini, masih berlatih dengan sajaknya Ama Haji Endang Saifuddin Anshari dari kumpulan puisinya Cahaya di Atas Cahaya. Puisi yang saya bacakan ini berjudul Isra dan Mi'raj diambil dari tarjamah surat Al-Isra ayat 1, An-Najm ayat 1-18, Al-Isra ayat 60 dan Al-An'am ayat 111.
-
Episode 22 : Para Abdi Rahman
Episode latihan baca puisi yang ke 21 ini saya isi dengan membacakan puisinya Ama Haji Endang Saifuddin Anshari dengan judul Para Abdi Rahman yang merupakan tarjamah beliau terhadap QS Al-Furqan ayat 63-76.
-
Episode 21 : Pohon Tanjung Itu Cuma Sebatang
Episode kali ini, saya mencoba latihan baca cerpen. Di episode ini, saya mencoba untuk membacakan cerpen berjudul Pohon Tanjung Itu Cuma Sebatang buah pena bang Benny Arnas. Sebuah cerpen yang bertutur tentang rasa sesal dan rindu seorang bapak kepada anaknya.
-
Episode 20 : Corak Manusia
Alhamdulillah, kembali dalam latihan baca puisi edisi kedua puluh. Di edisi kali ini, saya coba bacakan terjemah surat Al-Baqarah ayat 1-20 yang diberi judul Corak Manusia oleh Ama Haji Endang Saifuddin Anshari. Puisi ini masih termaktub dalam kumpulan puisi berjudul Cahaya di Atas Cahaya.
-
Episode 19 : Karawang Bekasi
Dalam rangka mengenang dan melanjutkan spirit perjuangan dari Chairil Anwar, sang pelopor Angkatan 45. Saya mencoba berlatih membaca puisinya yang langganan dijadikan puisi wajib dalam beragam perlombaan baik tingkat bawah sampai tingkat nasional. Puisi istimewa yang merefleksikan perjuangan…
more -
Episode 18 : Aisyah Adinda Kita
Episode latihan baca puisi kali ini saya isi dengan membacakan puisinya Pak Taufiq Ismail yang berjudul Aisyah Adinda Kita. Puisi sederhana yang merupakan apresiasi dan pembelaan Pak Taufiq Ismail terhadap siswi-siswi SMA Negeri yang dilarang memakai jilbab oleh pemerintah rezim Orde Baru. Selain...
-
Episode 17 : Dua Gerbang
Di episode kali ini, saya mencoba untuk membacakan terjemah QS Az-Zumar ayat 73-75 yang menerangkan tentang bagaimana balasan yang diterima orang-orang kafir dan orang-orang mu'min serta sambutan malaikat penjaga jahannam kepada orang-orang kafir dan sambutan malaikat penjaga Firdaus kepada...
-
Episode 16 : Rabbana, Subhanaka
Berlatih baca puisi kali ini masih dengan puisinya Ama Haji Endang Saifuddin Anshari atau yang lebih dikenal dengan nama pena Endang Adi Nusantara. Masih dalam kumpulan puisi beliau yang berjudul Cahaya di Atas Cahaya. Kali ini berlatih dengan puisi yang berjudul Rabbana Subhanaka dan puisi...
-
Episode 15 : Sekiranya Luasan Samudera
Di episode kali ini, saya berlatih dengan membacakan terjemahan puitis Al-Qur'an nya Ama Haji Endang Saifuddin Anshari yakni terjemah surat Al-Kahfi ayat 107-110. Terjemah yang bertutur tentang luasan karunia, ilmu serta berkah kepunyaan Allah taala yang luasannya tidak dapat diukur dalam dan...
-
Episode 14 : Cahaya di Atas Cahaya
Kali ini saya berlatih puisi dengan membacakan puisi berjudul Cahaya di Atas Cahaya buah pena dari H Endang Saifuddin Anshari, kader utama Mohammad Natsir putera dari KH Isa Anshary sang singa podium Persatuan Islam. Puisi ini merupakan terjemahan sekaligus tafsir Ama atas surat An-Nur ayat 35.
-
Episode 13 : Dalam Doaku
Di latihan baca puisi kali ini, saya coba bacakan puisinya Pak Sapardi Djoko Damono dengan judul 'Dalam Doaku. Puisi liris pertama yang saya baca dan sarat akan makna. Tentang bagaimana pertemuan lima kali sehari seorang hamba dengan Tuhannya yang digambarkan dengan romantis dalam puisi ini.…
more -
Episode 12 : Pidato Seorang Demonstran
Dan kali ini, sembari merefleksikan situasi PPKM Darurat yang semakin tak karuan ini, saya berlatih membaca puisi dengan puisi buah pena Pak Mansur Samin yang berjudul 'Pidato Seorang Demosntran' dimana puisi ini menggambarkan kondisi Indonesia akhir-akhir ini leebih mirip dengan apa yang ditulis...
-
Episode 11 : Al-Fatihah
Puisi berjudul Al-Fatihah ini merupakan buah pena H Endang Saifuddin Anshari yang termaktub dalam bukunya Cahaya di Atas Cahaya. Sebuah puisi indah yang merupakan tarjamah surat pertama dalam Al-Qur'an dengan menggunakan bait-bait puisi nan indah. Mengajak kepada pembaca agar sungguh-sungguh…
more -
Episode 10 : Seorang Tukang Rambutan Pada Istrinya
Kali ini saya mencoba berlatih puisi dengan membacakan puisi Pak Taufiq Ismail kembali. Bila kemarin saya membacakan puisi 'Kemis Pagi'. Nah, kali ini saya membacakan puisi berjudul 'Seorang Tukang Rambutan Pada Istrinya'. Puisi yang termaktub dalam antologi puisi berjudul 'Tirani dan Benteng'…
more -
Episode 9 : Kemis Pagi
Setelah berlatih membacakan puisi berjudul 'Kupu-Kupu di Dalam Buku', kali ini saya kembali berlatih membacakan puisi Pak Taufiq Ismail dengan judul 'Kemis Pagi'. Puisi sederhana yang berkisah tentang prahara di republik Indonesia sekitar tahun pasca peristiwa 1965.
-
Episode 8 : Kupu-kupu di Dalam Buku
Alhamdulillah, episode kali ini saya kembali membacakan puisinya Pak Taufiq Ismail, salah satu sastrawan angkatan 66. Puisi yang saya bacakan ini berjudul 'Kupu-Kupu di Dalam Buku' yang termaktub di dalam kumpulan puisi Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia yang diterbitkan Yayasan Ananda tahun 2005....
-
Episode 7 : Sajak Buat Cut Nyak
Kali ini saya kembali membaca puisi ibu Helvy Tiana Rosa yang berjudul Sajak Buat Cut Nyak. Puisi sederhana yang berkisah tentang tragedi kemanusiaan di bumi Serambi Mekkah.
-
Episode 6 : Puisi Untuk Seorang Ibu Yang Mendobrak Pulazi
Kali ini saya membacakan puisi tribute to ustadzah Yoyoh Yusroh yang ditulis ibu Helvy Tiana Rosa, founding mother Forum Lingkar Pena. Dimana puisi ini bercerita tentang perjalanan dan perjuangan ustadzah Yoyoh Yusroh dan puisi ini termaktub dalam kumpulan puisinya yang berjudul Mata Ketiga Cinta
-
Episode 5 : Berbeda Pendapat
Puisi yang saya bacakan kali ini berkisah tentang bagaimana teladan para pendiri bangsa dalam menyampaikan pandangan dan pendapat. Ditulis dengan apik oleh Pak Taufiq Ismail di tahun 1998 dan dipublikasikan dalam antologi puisi Malu (Aku) Menjadi Orang Indonesia dan diterbitkan oleh penerbit...
-
Episode 4 : Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu
Di episode kali ini, saya kembali membacakan salah satu puisi tentang Palestina yang ditulis sastrawan Taufiq Ismail. Dimana puisi ini termaktub dalam kumpulan puisi beliau yang berjudul 'Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia' dan diterbitkan Penerbit Yayasan Ananda tahun 2005.
-
Episode 3 : Pemimpin Pulang
Ini adalah puisi yang ditulis bapak Mohammad Natsir di medan perjuangan PRRI yang bermaksud menyelamatkan republik dari dominasi kuasa komunis. Puisi yang sangat menggugah dan diharap mampu membangkitkan semangat dan ghirah umat dalam memperjuangkan kemenangan Islam dan kaum muslimin.
-
Episode 2 : Natsir
Masih tentang Muhammad tapi kali ini Muhammad yang berbeda. Yang dikenang dengan jas tambal nya. Yang membuat haru seorang Indonesianis bernama George Mc Turman Kahin. Lelaki yang memilih Islam sebagai jalannya.
-
Episode 1 : Muhammad
Sebuah fragmen sederhana tentang lelaki yang padanya segenap pujian dihadapkan. Ia yang bernama Himada dan tergores indah dalam ribuan kitab ketika padanya kita akan belajar tentang apa itu keteladanan. Ia cahaya yang tak pernah memudar.
We're indexing this podcast's transcripts for the first time — this can take a minute or two. We'll show results as soon as they're ready.
No matches for "" in this podcast's transcripts.
No topics indexed yet for this podcast.
Loading reviews...
ABOUT THIS SHOW
Podcast sederhana yang akan mempertemukan kita pada ragam pelajaran tentang hidup, kebaikan, juga narasi perjalanan mereka yang hidupnya mewangi dengan keteladanan.
HOSTED BY
Aldy istanzia wiguna
CATEGORIES
Loading similar podcasts...