PODCAST · arts
BERSENGGAMA DENGAN NARASI
by bersenggama dengan narasi.
Agaknya akan berisi beberapa suara lirih berisi narasi, puisi, atau prosa yang berisik, ricuh, dan bar-bar. Pastinya dengan kicauan jangkrik dan riuh hujan sebagai latar belakang, pun juga dengan gaya dan mimik yang disembunyikan pembaca. Memang, karena ini hanya untuk didengar.Ooo, ya. Beberapa dari kalian dapat mengirimkan narasi atau puisi yang ingin dilantunkan sendiri atau perlu bantuan untuk kami lantunkan.Kirimkan audio dan/atau naskah ke [email protected], dengan segera akan disuarakan.
Episodes
-
aku tidak pernah betul-betul pulang.
Kulihat diriku tertimbun reruntuhan masa remajaku di kota yang mencintai para pembenci. Kulihat ayah di pekarangan memasukan serpihan-serpihan kaca jendela di sakunya. Ibu tidak ada di rumah dan di mana-mana. Tetapi, di jalan-jalan, negara melintas sebagai perayaan ringkas dan huru-hara yang…
more -
jika malam terlalu dalam.
Di kota ini orang-orang bersekongkol ingin menghapusku. Mereka tidak pernah bisa mengeja namaku dengan benar. Aku harus mengenakan namaku entah siapa ke mana-mana. Berganti-ganti. Mengubah hari-hariku jadi tempat persebunyian. Hidupku bagai penyamaran yang takut terungkap. Di luar ingatan, tiada...
-
11-12 tahun.
Sebuah surat untuknya. Begitulah...
-
7 alasan mencela diri.
..... Kelima kali, ia menghindar kerana takut, lalu mengatakannya sebagai sabar. Keenam kali, ketika ia mengejek kepada seraut wajah buruk padahal ia tahu, bahwa wajah itu adalah salah satu topeng yang sering ia pakai. Dan ketujuh, ketika ia menyanyikan lagu pujian dan menganggap itu sebagai…
more -
pelacurku dan aku. (reissue)
Tidak hanya itu, aku pun akan menyalakan api yang membakar seluruh tubuhmu hingga kau memalingkan muka dan berkata "jiwa-jiwamu busuk dan aku rusak." kau pun menangis.
-
kamu dan segala demimu. (reissue)
Segalanya tentangmu, aku berusaha menarik garis lurus tanpa mengindahkan persimpangan. Melalui gang-gang kecil, lampu-lampu kota dan segala tentangnya, semoga kau menemukan kemenangan-kemenangan.
-
kepada; jangkrik malam ini. (reissue)
Menanggung rindu itu memang berat, apalagi kita yang saling sungkan bersapa lewat jaringan. Pun juga kita yang saling sama-sama mengamati layar ponsel hanya demi melihat kapan waktu-waktu doi daring. Haha.
-
nina. (reissue)
Nin, kamu tahu kisah Junko Furuta pada November 1988? Jangan sampai aku melakukan hal-hal yang sama seperti apa yang dilakukan Miyano Hiroshi dkk. kepada Junko. Haha, kan kusekap, kuperkosa, kusiksa dan mati, masuk ke tong dan ku cor dengan semen. Yang lebih nikmat, kamu kan makan kecoa hidup dan...
-
do not go gentle into that good night.
"Do not go gentle into that good night" is a poem in the form of a villanelle by Welsh poet Dylan Thomas (1914–1953); it has been described as his most famous work. • Penyuara oleh Borisando S.
-
don't go far off.
Don't go far off, not even for a day, because — because — I don't know how to say it: a day is long and I will be waiting for you, as in an empty station when the trains are parked off somewhere else, asleep. • Penyuara oleh; Borisando S.
-
balada orang-orang kampung lor.
Sumpah, wong-wong kampung Lor seneng gawe perkara.
-
bukan binatang jalang.
Kamu memang seorang pelacur, bukan sekedar binatang jalang. Hahaha.
-
aubade.
Seperti laron-laron yang beterbangan di lampu neon.
-
orasi kota.
Aku mendengar kota bergema, bukan gempa, bukan juga cinta, tapi....,
-
maka yang berada di atas dan yang di bawah kelimpahan cahaya.
Saatnya bersinar terang, di bawah bulan. Uhuy-huy!
-
jika aku jadi burung.
Jika aku jadi burung, aku ingin dihisap mulut-mulut pelacur. Wah.
-
riwayat.
Katanya begini, katanya begitu. Dah, lah.
-
aku seorang pengecut.
Berisik? Ya itu memang ciri khas kami. HAHAHAHA
-
gelapku bercerita.
Gak selera? Skip dulu, nyari yang pas.
-
kutunggu di ladang.
Ayo, pergi ke ladang. Kita bersenang-senang di bawah hujan.
-
hidup, ha ha
Hidup memang harus berhaha ria. Ya, kan?
-
sajak menonton bola.
Sebuah sajak tentang bal-balan oleh Juniarso Ridwan.
-
ketika menikmati malam seorang diri.
Aku tahu, malam-malam burammu. Ada sajian paling menenangkan perihal itu.
-
menulis anggur.
Sajian paaaaaliing merdu dari mbak Yol, enjoy!
-
pak inggi.
Wis ra tau mesem. Aku ora ngerti, kudu piye.
-
amanah.
Pokoke padha wae kabeh! Asu!
-
pejabat.
Duh! Cangkeman, cluthak, crongohan!
-
H.
Eh, tau ga si..., mmhh, kapan deh kita ngopi, biar enak ceritanya. Hahaha. Puisi oleh Bagus Dwi Hananto. Penyuara : Nadhyah Amzad.
-
mi rebus di tikung jalan.
Sini, kan kuajak makan mie rebus paling asoy di dekat rumahku. Ehe! Puisi oleh : Mukti Sutarman Espe. Penyuara : Nadhyah Amzad.
-
raw with love.
"little dark girl with kind eyes, when it comes time to use the knife. I won't flinch and I won't blame you." by Charles Bukowski. Penyuara oleh: Borisando Sayoga. Thanks to artwoonz.com
-
aku mencintaimu, En.
Aku mencintaimu! Kau hanya bisa percaya, bukan? Kau dan segala keindahanmu telah menjadi nilai penting dalam hidupku, En. Aku mencintaimu! Terima kasih.
-
BARA.
"En, atau mungkin aku gagal memahami, bahwa kau bukan perempuan yang pandai memainkan 🔥". Terima kasih kami ucapakan dengan senyum-senyum kepada barista kita yang puisinya telah mengendap berbulan-bulan di surel kami. Enjoy!
-
kangen.
Di ruang rindu, kita bertemu....., hahaha. Terima kasih diucapkan dengan penuh-penuh kepada barista kita yang puisinya telah mengendap berbulan-bulan di surel kami. Ehe, enjoy!
-
tentang kecupan hangat yang masih membekas.
Aku bahkan masih ingat tentang kondom bekas sisa kita bersenggama.
-
selingkuhlah denganku.
Lupakan istrimu, selingkuhlah denganku.
-
ba bi bu.
Kamu tahu? Dirimu hanya sebatas hanyalah! Jadi, gak usah banyak polah.
-
kilau bulan di mata Sundari.
Sundari — kekasih gelapku. Aku mecintaimu dengan penuh-penuh. Thanks to @nur_fahim untuk gambar perempuan seksinya, ya.
-
surat untuk pak Lorah.
Pak, apa bapak tak malu dengan istri siri Bapak yang sedang pilu?
-
selamat malam juga ya, mas.
q bgg maw nuliz paa — xixixi
-
if i die tomorrow.
Puisi ini diisi oleh orangnya sendiri, Borisando Sayoga. @sayogajr
-
selamat malam ya, dik.
Pas racikannya, tak ada yang berlebihan.
-
go all the way.
Disuarakan oleh Borisando Sayoga, @sayogajr
-
jogja jakarta.
"Merantau, ya?" puisi oleh Ihsanul Wafinatra. Enjoy!
-
penenun harap, perajut asa.
Hei, katakan pada jingga yang menyelimuti senja! Puisi oleh Borisando Sayoga, dan disuarakan oleh Icha Mauliddya. Enjoy! @sayogajr @ichullidya
-
birds.
Birds - Borisando Sayoga, penyuara oleh dirinya sendiri. @sayogajr
-
ambil si penari, untukku tariannya.
Mohon maaf, gerah kalau gak ada kipas. Hehew, enjoy!
-
kosong.
- empty text -
-
takut pada matamu.
Semoga, mataku tak picek setelah melihatmu. Hehew.
-
di depan patung budha.
ssshhhhhhh!
-
tuhan sudah sangat populer.
Kalian denger suara nyamuk mendengung, gak? Solanya si Amzad ngerekam suaranya ini di semak-semak deket rumah, sambil duduk jongkok tentunya. Enjoy, ya! :-)
We're indexing this podcast's transcripts for the first time — this can take a minute or two. We'll show results as soon as they're ready.
No matches for "" in this podcast's transcripts.
No topics indexed yet for this podcast.
Loading reviews...
ABOUT THIS SHOW
Agaknya akan berisi beberapa suara lirih berisi narasi, puisi, atau prosa yang berisik, ricuh, dan bar-bar. Pastinya dengan kicauan jangkrik dan riuh hujan sebagai latar belakang, pun juga dengan gaya dan mimik yang disembunyikan pembaca. Memang, karena ini hanya untuk didengar.Ooo, ya. Beberapa dari kalian dapat mengirimkan narasi atau puisi yang ingin dilantunkan sendiri atau perlu bantuan untuk kami lantunkan.Kirimkan audio dan/atau naskah ke [email protected], dengan segera akan disuarakan.
HOSTED BY
bersenggama dengan narasi.
CATEGORIES
Loading similar podcasts...