Skip to content
Cerita Puisi podcast artwork

PODCAST · arts

Cerita Puisi

by Artnomaly

Kebisingan serbuk kecil dalam sunyi, pada dua lebih satu pagi, oleh @pratamasyahalam

Publisher-supplied feed metadata · PodParley refreshed Sep 5, 2025 · Source feed

Episodes

  1. 62. Menjadi Tamu - Aan Mansyur

    Aku akan mengambil dua foto setiap hari dan merangkai mereka jadi film.

  2. 61. Kepada Kawan - Chairil Anwar

    Sekali lagi kawan, sebaris lagi: Tikamkan pedangmu hingga ke hulu Pada siapa yang mengairi kemurnian madu!!!

  3. 60. Menjadi Hantu - Aan Mansyur

    Mereka hangat, dekat, mendekap, dan masih beraroma kita

  4. 59. Dalam Kereta - Chairil Anwar

    Makin dekat saja Menangkup senja

  5. 58. Ketika Jari-jari Bunga Terbuka - Sapardi Djoko Damono

    Ketika jari-jari bunga terbuka mendadak terasa: betapa sengit cinta Kita

  6. 57. Menelpon Kau - Aan Mansyur

    Apakah kau di sana? Apakah kau ada? Apakah kau?

  7. 56. Selasa, 11 November 1969 - Soe Hok Gie

    Kita tak pernah menanam apa-apa, kita tak pernah kehilangan apa-apa

  8. 55. Dalam Sakit - Sapardi Djoko Damono

    Siapa lagi menjemputmu berangkat berduka

  9. 54. Menenangkan Rindu - Aan Mansyur

    Dia meninggalkanmu agar bisa mengingatmu

  10. 53. Nyanyian Duniawi - W.S. Rendra

    Kudekap ia bagai kudekap hidup dan matiku

  11. 52. Anak Seorang Perempuan - Joko Pinurbo

    Kau, Penyairku, apakah kau tahu pasti asal-usul benih yang tumbuh dalam kata-katamu?

  12. 51. Cintaku Jauh di Pulau - Chairil Anwar

    Manisku jauh di pulau, kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri

  13. 50. Mandalawangi-Pangrango - Soe Hok Gie

    Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada

  14. 49. Sajak Cinta - Gus Mus

    Aku adalah wangi bungamu, ljka berdarah-darah durimu, semilir sampai badai anginmu

  15. 48. Tuhan Datang Malam Ini - Joko Pinurbo

    Tuhan datang malam ini di gudang gulita yang cuma dihuni cericit tikus dan celoteh sepi

  16. 47. Tangan Waktu - Sapardi Djoko Damono

    Sebelum sungguh menjadi sadar, bahwa sudah terlanjur terlantar

  17. 46. Seekor Kucing dan Sepasang Burung - Aan Mansyur

    Aku tak pernah membenci apapun sebesar aku mencintai matamu

  18. 45. Buat Nyonya N. - Chairil Anwar

    Turun terus. Sepi. Datar- lebar- tidak bertepi

  19. 44. Mata Air - Joko Pinurbo

    Nanti, jika musim hujan tiba, langit akan memandikan gadis kecil itu dengan air matanya

  20. 43. Tak Bisa Kulupakan - W.S. Rendra

    Tak bisa kulupakan meski ditikam dalam-dalam

  21. 42. Memimpikan Hari Libur - Aan Mansyur

    Sejak hari itu, aku tidak bisa tidur lagi. Juga kau dan kesepian barangkali.

  22. 41. Ziarah - Sapardi Djoko Damono

    Kita tak membawa apa-apa. Kita tak membawa kemenyan ataupun bunga, kecuali seberkas rencana-rencana kecil (yang senantiasa tertunda-tunda) untuk kita sombongkan kepada mereka.

  23. 40. Menunggu Perayaan - Aan Mansyur

    Menunggu wajahmu tertawa sekali lagi, mungkin kepada masa depan yang lain

  24. 39. Remang-remang - W.S. Rendra

    Wahai, betapa remang-remangnya jalan panjang di hatiku

  25. 38. Senja di Pelabuhan Kecil - Chairil Anwar

    Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan menyisir semenanjung

  26. 37. Kupandang Kelam yang Merapat ke Sisi Kita - Sapardi Djoko Damono

    Kita terdiam saja di pintu; menunggu atau ditunggu, tanpa janji terlebih dahulu

  27. 36. Melihat Peta - Aan Mansyur

    Aku tidak ingin mendengar kabar pemakamanmu.

  28. 35. Panggilan Pulang - Joko Pinurbo

    Pesan berakhir. Musik. Telepon genggam menyanyikan The Beatles: Mother

  29. 34. Lagu Duka - W.S. Rendra

    Ia tinggal lelucon setelah ciuman panjang.

  30. 33. Di Pemakaman - Sapardi Djoko Damono

    Kini, saat ini kau dan aku adalah orang-orang asing, terkucil dari alam.

  31. 32. Menyebrang Jembatan - Aan Mansyur

    Perasaanku sungguh ingin basah oleh air matanya

  32. 31. Tak Sepadan - Chairil Anwar

    Karena kau tidak ‘kan apa-apa. Aku terpanggang tinggal rangka

  33. 30. Menonton Film - Aan Mansyur

    Semeseta serupa yang kita huni kini, tetapi aku tidak pernah ada di sana.

  34. 29. Telah Satu - W.S. Rendra

    Kita berdua adalah lava yang tak bisa lagi diuraikan.

  35. 28. Kenangan - Chairil Anwar

    Menyelubung nyesak penyesalan pernah menyia-nyia.

  36. 27. Perihal Tokoh Utama Komik - Aan Mansyur

    Sepasang tangannya terentang. Selalu mencintai pisau dan api dapur.

  37. 26. Pertemuan - Sapardi Djoko Damono

    Perempuan mengirim air matanya ke tanah-tanah cahaya, ke kutub-kutub bulan, ke landasan cakrawala

  38. 25. Sia-sia - Chairil Anwar

    Mampus kau dikoyak-koyak sepi

  39. 24. Sajak-sajak Empat Seuntai - Sapardi Djoko Damono

    Kelak kau pasti akan kembali menemukannya, di sela-sela kenangan penuh ilalang

  40. 23. Menjatuhkan Bintang-bintang - Aan Mansyur

    Mengerikan dan menantang. Aku, untuk pertama kali, kau pahami.

  41. 22. Hujan Bulan Juni - Sapardi Djoko Damono

    Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

  42. 21. Terpisah - W.S. Rendra

    Engkau bulan lelap tidur di hatiku, oleh sepi diriku dirampas jalan raya

  43. 20. Kecantikan Belum Selesai - Joko Pinurbo

    Perlukah, Manis, kuoleskan darah pada bibirmu yang skeptis agar semua yang mendambamu sangsai

  44. 19. 1948 - Chairil Anwar

    Aku bukan lagi ai cilik tidak tahu jalan di hadapan berpuluh lorong dan gang menimbang

  45. 18. Laut - Joko Pinurbo

    Dalam demam tiba-tiba aku mendengar gemuruh laut

  46. 17. Sementara Kita Saling Berbisik - Sapardi Djoko Damono

    Cinta yang tinggal berupa bunga kertas dan lintasan angka-angka

  47. 16. Laut Berparuh Merah - Aan Mansyur

    Sebagian kuciptakan jadi kata-kata yang cuma mencintai mulutmu dan telingaku

  48. 15. Telanjang di Depan Cermin - Aan Mansyur

    Tungkai kakiku sepasang pohon. Berdiri di kiri dan kanan jalan bersemak. Rerimbunan yang akan mengembalikanmu ke rahim ibu.

  49. 14. Belajar Berenang - Aan Mansyur

    Kau nyala langit yang biru pada pangkal April dan awan yang menolak warna selain putih

  50. 13. Yang Terampas dan Yang Putus - Chairil Anwar

    Tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku

Type above to search every episode's transcript for a word or phrase. Matches are scoped to this podcast.

Searching…

We're indexing this podcast's transcripts for the first time — this can take a minute or two. We'll show results as soon as they're ready.

No matches for "" in this podcast's transcripts.

Showing of matches

TOPICS IN THIS SHOW

Click any topic to search every transcript on PodParley for moments someone mentioned it.

Loading reviews...

ABOUT THIS SHOW

Kebisingan serbuk kecil dalam sunyi, pada dua lebih satu pagi, oleh @pratamasyahalam

HOSTED BY

Artnomaly

CATEGORIES

Frequently Asked Questions

How many episodes does Cerita Puisi have?

Cerita Puisi currently has 61 episodes available on PodParley. New episodes are automatically indexed when they're published to the podcast feed.

What is Cerita Puisi about?

Kebisingan serbuk kecil dalam sunyi, pada dua lebih satu pagi, oleh @pratamasyahalam

How often does Cerita Puisi release new episodes?

Cerita Puisi has 61 episodes. Check the episode list to see recent publication dates and frequency.

Where can I listen to Cerita Puisi?

You can listen to Cerita Puisi on PodParley by clicking any episode. We provide an embedded audio player for direct listening, and you can also subscribe via your preferred podcast app using the RSS feed.

Who hosts Cerita Puisi?

Cerita Puisi is created and hosted by Artnomaly.
URL copied to clipboard!