Episodes
-
menyaksikan diri kita
Salah satu puisi dari unggahan "Tubuh Kita Musim Pancaroba". Teman-teman juga bisa membacanya di blog pribadi kami, waktudiberanda.blogspot.com
-
mau bilang apa ke dirimu waktu kecil?
Jangan lupa bilang makasih, dirimu waktu kecil yang lugu dan menggemaskan itu udah berhasil bertahan hingga saat ini.
-
kamu sedang dibentuk
Untuk menjadi kuat, kita nggak perlu melemahkan yang lain. Menjadi tinggi, nggak perlu merendahkan yang lain.
-
kamus kecil, joko pinurbo
Selamat hari puisi nasional.
-
patah lalu tumbuh
Ada yang patah lalu tumbuh, ada yang remuk sebelum benar-benar terbentuk, ada yang tragis sebelum datang hal-hal penuh manis. Dibacakan oleh salah satu teman Di Beranda.
-
kenapa? sini cerita
Mungkin setelah ini, setelah keluar dari masalah ini, dunia yang baru udah nungguin kamu di depan. Yang cerah warnanya, yang senyum dan tawa hiasannya.
-
bilang cinta, cerita, atau doa
Ya, tentu, setiap hari adalah hari Ibu. Seluruh waktu tidak akan pernah cukup hanya dengan sekadar kata-kata. Mana mungkin.
-
tak pernah fasih mengenali kepergian
Mengapa kita tak pernah fasih mengenali kepergian dan selalu mengutuk kata 'selamat tinggal' berulang-ulang. Orang-orang datang dan pergi, menaruh cinta atau menaruh luka, memilih tinggal atau memilih tanggal, pergi dengan alasan-alasan yang terkadang tak bisa kau pahami.
-
keretamu tak menuju ibu kota jantungku
membaca beberapa puisi yang terkumpul dalam satu unggahan berjudul "keretamu tak menuju ibu kota jantungku". teman-teman juga bisa membaca puisi-puisi ini atau tulisan-tulisan lain di blog pribadi kami, waktudiberanda.blogspot.com
-
apa, sih, yang dikejar
Padahal nggak semuanya, apa-apa harus balapan, ini-itu harus jadi yang duluan.
-
gambar kesunyian di jendela, shinta febriany
Membaca beberapa puisi dari buku kumpulan puisi berjudul "Gambar Kesunyian di Jendela" karya Shinta Febriany. Dibacakan oleh podcaster Ruang Tunggu Kita.
-
diri sendiri, terima kasih
Sekali lagi, kepada diri sendiri, atas segala upaya hingga bisa sampai dan masih tegak di titik ini: terima kasih.
-
di penghujung tahun
Tenang, apa-apa yang memang sejak awal ditakdirkan untukmu, tidak akan pernah salah jalan. (menuju 2023)
-
Duduk Dulu, Syahid Muhammad
Membaca sebagian kecil, isi dari buku self improvement berjudul "Duduk Dulu" karya Syahid Muhammad. Untuk hari kesehatan mental sedunia. Jangan lupa terus sayang sama diri sendiri.❤️
-
yah, kecewa lagi
Yang sedang kecewa, semoga lekas menemui bahagianya. Yang masih gelisah, semoga juga lekas menemui penerimaannya.
-
move on, ya
Siapa pula yang sanggup menyelami hati sebagai palung yang paling dalam. Tiada yang sanggup mengukur kedalamannya, juga apa-apa yang ada dan masih semayam di dalamnya.
-
Memastikan Kematian, M. Aan Mansyur
Sebuah puisi dari kumpulan puisi "Melihat Api Bekerja" karya M. Aan Mansyur
-
Perasaan-Perasaan yang Menyusun Sendiri Petualangannya, Gunawan Maryanto
Membaca beberapa puisi dari buku puisi berjudul "Perasaan-Perasaan yang Menyusun Sendiri Petualangannya" karya Gunawan Maryanto.
-
Waktu Bagian Overthinking
Meskipun overthinking adalah hak semua bangsa, tapi memelihara itu semua ternyata kebanyakan ruginya. Sudahi. Cukupi. :)
-
Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau, M. Aan Mansyur
Membaca beberapa puisi dari buku "Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau" karya M. Aan Mansyur (Pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa tahun 2021 kategori puisi). Dibacakan bersama Podcaster Ruang Tunggu Kita.
-
Jawaban Alina, Seno Gumira Ajidarma
Cerpen Jawaban Alina (Pondok Aren-2001) karya Seno Gumira Ajidarma. Dibacakan dengan indah oleh Puan pemilik podcast Ruang Tunggu Kita.
-
Sepotong Senja Untuk Pacarku, Seno Gumira Ajidarma
Cerpen Sepotong Senja Untuk Pacarku (Karangbolong-Jakarta, 1991) karya Seno Gumira Ajidarma.
-
Telanjang di Depan Cermin, M. Aan Mansyur
Sebuah puisi dari kumpulan puisi "Melihat Api Bekerja" karya M. Aan Mansyur
-
kepada luka, yang pernah menganga
Kita tidak akan mengerti sakit jika tak ada luka. Kita tidak akan mengerti bangkit jika tak pernah terjatuh. Mulai saat ini, kita akan melangkah, jauh, lebih jauh lagi menuju masa depan.
-
menangislah, tak mengapa
Jalan-jalan akan terbuka, lika-liku akan menemui ujungnya. Untuk kita yang berusaha untuk pulang. Pada sebuah tempat yang seharusnya. Pada sebuah penyelesaian yang akan meringankan dan mengakhiri keresahan. Ceritakan, kau tak sendiri.
-
Dalam Doaku, SDD
Aku mencintaimu, itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu.
-
Kepada Rumah
Jadi, kepada Rumah—masihkah mengira yang pergi tak menanggung rindu?
-
Sibuk Mengeja
Layaknya mengeja, hal-hal yang sedikit demi sedikit ingin dan akan terbaca. Serupa perjalanan, peristiwa-peristiwa dunia yang tentu tidak akan kita pahami sekali pikir saja. Ada jeda, ada sebuah ritme untuk bisa terbaca dan menemui jawabannya. Maka semenjak itu pula kita memahami, bahwa maksud...
-
Saatnya Berdamai
Tak mengapa untuk bersedih, kau, aku, tetaplah manusia yang memiliki kecenderungan itu. Tak mengapa juga jika kita ingin beristirahat sejenak dalam perjalanan yang panjang ini. Tariklah nafasmu kemudian melangkahlah kembali, jangan terpuruk oleh keadaan apa pun.
-
Salam Cinta
Hai! Semoga betah, ya. Semoga tidak menjadi asing. Di Beranda aja. :)
We're indexing this podcast's transcripts for the first time — this can take a minute or two. We'll show results as soon as they're ready.
No matches for "" in this podcast's transcripts.
No topics indexed yet for this podcast.
Loading reviews...
Loading similar podcasts...