Skip to content
Di Beranda podcast artwork

PODCAST · arts

Di Beranda

by Di Beranda

mencoba teduh dan sungguh-sungguh

Publisher-supplied feed metadata · PodParley refreshed Jul 4, 2024 · Source feed

Episodes

  1. menyaksikan diri kita

    Salah satu puisi dari unggahan "Tubuh Kita Musim Pancaroba". Teman-teman juga bisa membacanya di blog pribadi kami, waktudiberanda.blogspot.com

  2. mau bilang apa ke dirimu waktu kecil?

    Jangan lupa bilang makasih, dirimu waktu kecil yang lugu dan menggemaskan itu udah berhasil bertahan hingga saat ini.

  3. kamu sedang dibentuk

    Untuk menjadi kuat, kita nggak perlu melemahkan yang lain. Menjadi tinggi, nggak perlu merendahkan yang lain.

  4. kamus kecil, joko pinurbo

    Selamat hari puisi nasional.

  5. patah lalu tumbuh

    Ada yang patah lalu tumbuh, ada yang remuk sebelum benar-benar terbentuk, ada yang tragis sebelum datang hal-hal penuh manis. Dibacakan oleh salah satu teman Di Beranda.

  6. kenapa? sini cerita

    Mungkin setelah ini, setelah keluar dari masalah ini, dunia yang baru udah nungguin kamu di depan. Yang cerah warnanya, yang senyum dan tawa hiasannya.

  7. bilang cinta, cerita, atau doa

    Ya, tentu, setiap hari adalah hari Ibu. Seluruh waktu tidak akan pernah cukup hanya dengan sekadar kata-kata. Mana mungkin.

  8. tak pernah fasih mengenali kepergian

    Mengapa kita tak pernah fasih mengenali kepergian dan selalu mengutuk kata 'selamat tinggal' berulang-ulang. Orang-orang datang dan pergi, menaruh cinta atau menaruh luka, memilih tinggal atau memilih tanggal, pergi dengan alasan-alasan yang terkadang tak bisa kau pahami.

  9. keretamu tak menuju ibu kota jantungku

    membaca beberapa puisi yang terkumpul dalam satu unggahan berjudul "keretamu tak menuju ibu kota jantungku". teman-teman juga bisa membaca puisi-puisi ini atau tulisan-tulisan lain di blog pribadi kami, waktudiberanda.blogspot.com

  10. apa, sih, yang dikejar

    Padahal nggak semuanya, apa-apa harus balapan, ini-itu harus jadi yang duluan.

  11. gambar kesunyian di jendela, shinta febriany

    Membaca beberapa puisi dari buku kumpulan puisi berjudul "Gambar Kesunyian di Jendela" karya Shinta Febriany. Dibacakan oleh podcaster Ruang Tunggu Kita.

  12. diri sendiri, terima kasih

    Sekali lagi, kepada diri sendiri, atas segala upaya hingga bisa sampai dan masih tegak di titik ini: terima kasih.

  13. di penghujung tahun

    Tenang, apa-apa yang memang sejak awal ditakdirkan untukmu, tidak akan pernah salah jalan. (menuju 2023)

  14. Duduk Dulu, Syahid Muhammad

    Membaca sebagian kecil, isi dari buku self improvement berjudul "Duduk Dulu" karya Syahid Muhammad. Untuk hari kesehatan mental sedunia. Jangan lupa terus sayang sama diri sendiri.❤️

  15. yah, kecewa lagi

    Yang sedang kecewa, semoga lekas menemui bahagianya. Yang masih gelisah, semoga juga lekas menemui penerimaannya.

  16. move on, ya

    Siapa pula yang sanggup menyelami hati sebagai palung yang paling dalam. Tiada yang sanggup mengukur kedalamannya, juga apa-apa yang ada dan masih semayam di dalamnya.

  17. Memastikan Kematian, M. Aan Mansyur

    Sebuah puisi dari kumpulan puisi "Melihat Api Bekerja" karya M. Aan Mansyur

  18. Perasaan-Perasaan yang Menyusun Sendiri Petualangannya, Gunawan Maryanto

    Membaca beberapa puisi dari buku puisi berjudul "Perasaan-Perasaan yang Menyusun Sendiri Petualangannya" karya Gunawan Maryanto.

  19. Waktu Bagian Overthinking

    Meskipun overthinking adalah hak semua bangsa, tapi memelihara itu semua ternyata kebanyakan ruginya. Sudahi. Cukupi. :)

  20. Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau, M. Aan Mansyur

    Membaca beberapa puisi dari buku "Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau" karya M. Aan Mansyur (Pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa tahun 2021 kategori puisi). Dibacakan bersama Podcaster Ruang Tunggu Kita.

  21. Jawaban Alina, Seno Gumira Ajidarma

    Cerpen Jawaban Alina (Pondok Aren-2001) karya Seno Gumira Ajidarma. Dibacakan dengan indah oleh Puan pemilik podcast Ruang Tunggu Kita.

  22. Sepotong Senja Untuk Pacarku, Seno Gumira Ajidarma

    Cerpen Sepotong Senja Untuk Pacarku (Karangbolong-Jakarta, 1991) karya Seno Gumira Ajidarma.

  23. Telanjang di Depan Cermin, M. Aan Mansyur

    Sebuah puisi dari kumpulan puisi "Melihat Api Bekerja" karya M. Aan Mansyur

  24. kepada luka, yang pernah menganga

    Kita tidak akan mengerti sakit jika tak ada luka. Kita tidak akan mengerti bangkit jika tak pernah terjatuh. Mulai saat ini, kita akan melangkah, jauh, lebih jauh lagi menuju masa depan.

  25. menangislah, tak mengapa

    Jalan-jalan akan terbuka, lika-liku akan menemui ujungnya. Untuk kita yang berusaha untuk pulang. Pada sebuah tempat yang seharusnya. Pada sebuah penyelesaian yang akan meringankan dan mengakhiri keresahan. Ceritakan, kau tak sendiri.

  26. Dalam Doaku, SDD

    Aku mencintaimu, itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu.

  27. Kepada Rumah

    Jadi, kepada Rumah—masihkah mengira yang pergi tak menanggung rindu?

  28. Sibuk Mengeja

    Layaknya mengeja, hal-hal yang sedikit demi sedikit ingin dan akan terbaca. Serupa perjalanan, peristiwa-peristiwa dunia yang tentu tidak akan kita pahami sekali pikir saja. Ada jeda, ada sebuah ritme untuk bisa terbaca dan menemui jawabannya. Maka semenjak itu pula kita memahami, bahwa maksud...

  29. Saatnya Berdamai

    Tak mengapa untuk bersedih, kau, aku, tetaplah manusia yang memiliki kecenderungan itu. Tak mengapa juga jika kita ingin beristirahat sejenak dalam perjalanan yang panjang ini. Tariklah nafasmu kemudian melangkahlah kembali, jangan terpuruk oleh keadaan apa pun.

  30. Salam Cinta

    Hai! Semoga betah, ya. Semoga tidak menjadi asing. Di Beranda aja. :)

Type above to search every episode's transcript for a word or phrase. Matches are scoped to this podcast.

Searching…

We're indexing this podcast's transcripts for the first time — this can take a minute or two. We'll show results as soon as they're ready.

No matches for "" in this podcast's transcripts.

Showing of matches

No topics indexed yet for this podcast.

Loading reviews...

ABOUT THIS SHOW

mencoba teduh dan sungguh-sungguh

HOSTED BY

Di Beranda

CATEGORIES

Frequently Asked Questions

How many episodes does Di Beranda have?

Di Beranda currently has 30 episodes available on PodParley. New episodes are automatically indexed when they're published to the podcast feed.

What is Di Beranda about?

mencoba teduh dan sungguh-sungguh

How often does Di Beranda release new episodes?

Di Beranda has 30 episodes. Check the episode list to see recent publication dates and frequency.

Where can I listen to Di Beranda?

You can listen to Di Beranda on PodParley by clicking any episode. We provide an embedded audio player for direct listening, and you can also subscribe via your preferred podcast app using the RSS feed.

Who hosts Di Beranda?

Di Beranda is created and hosted by Di Beranda.
URL copied to clipboard!