PODCAST · arts
Larajingga
by Larajingga
Kumpulan puisi dan cerita-cerita dari diri sendiri. Tak harus kau sukai, tapi mungkin bisa menemanimu saat jiwa dan hati terasa sepi.
Episodes
-
Puisi: Harapan
Anak-anak berlari ke arah remaja. Para remaja berharap bisa segera memeluk dewasa. Orang dewasa berharap ia jadi kucing, batu, atau anime saja.
-
Desember Tahun Ini
Seorang Ibu kehilangan anak perempuannya, ia bunuh diri di atas pusara ayahnya. Dan Seoang anak mati memeluk ibunya,
-
Puisi: Ciuman Pertama dan Terakhir
Kau bisa pergi begitu saja, karena kau sadar aku sudah jatuh cinta.
-
Puisi: Yang Tersisa dari Kita
Semua hal yang bersangkut paut dengan kami di masa itu, kembali.
-
Cerita : Tak Hanya Dilan, Aku pun Jatuh Cinta Pada Ancika!
Bagian cerita hari ini. Aku mau cerita tentang kisah lanjutan dari perjalanan cinta Dilan dalam seri ke-4 buku Dilan yang ditulis oleh Surayah atau Pidi Baiq.
-
Puisi : Untuk Kekasihku
Di jalan pulang, kudambakan semua orang mendengar. Mereka tahu, jika aku rindu kamu.
-
Cerita : Saat Hidup Terasa Sendiri
Karena hal-hal besar rasanya terlau sulit untuk dijadikan kenyataan, sesedih dan sesepi apapun hidup yang sering buat kita ngerasa sendiri. Berjanjilah untuk tetap hidup.
-
Cerita : Belajar Mendengar
Karena mendengar tak sekedar duduk diam dan hening saja.
-
Puisi : Tentang cinta yang tiba-tiba hilang
Tentang kita, kamu yang tak bersalah, dan isi kepalaku yang tak tahu apa maunya.
-
Cerita : Potong Rambut
Dari memotong rambut, kita bisa belajar untuk ikhlas melepaskan.
-
Cerita : Merayakan Bahagia & Sedih dengan Cara yang Sama
Nggak ada tujuan spesial, cuma lagi pengen cerita-cerita aja.
-
Puisi : Upaya Melupakan yang Tak Perlu Didengar
Lanjutkan hidupmu, lupakan mantanmu.
-
Puisi : Pernyataan Tentang Rindu by Larajingga
Lalu kubayangkan kau berbisik di belakang telingaku. Esok datang dengan setangkup jawaban, kau ingat jika kepalaku sudah lama tak bersandar di bahumu.
-
Puisi : Apakah Kita? by Larajingga
Karena meski sudah bersama, ada nama lain yang masih belum hilang dari isi kepala...
-
Puisi : Lepaskan by Larajingga
Tak akan lagi, tak akan kuulangi.
-
Puisi : Tubuhku Sepi by Larajingga
Sibuk memilih akan memakai baju yang mana, aku melihat seorang perempuan di dalam kaca.
-
Puisi : Jangan Tanya Kenapa by Larajingga
Kelak kau tahu, setiap orang berhak menolak diberi pertanyaan. Tapi itulah kenyataan.
-
Puisi : Cukup by Larajingga
Tak perlulah kencan mewah dengan lilin di meja, begini saja aku sudah merasa berhasil mengukir cerita.
-
Puisi : Malam Over thinking by Larajingga
Tak ada yang perlu ditakuti, aku tak akan bunuh diri.
-
Puisi : Memelihara Rindu by Larajingga
Jatuh hati memang selalu tanpa tetapi, tapi menahan rindu, kerap jadi sesuatu yang membuat kita tak kuat lagi. Jadi, kapan kita akan menggelar temu?
-
Puisi : Untukmu yang (Mungkin) Sedang Kesepian by Larajingga
Kau tahu, aku ingin jadi pengeras suara, agar bisa menghantarkan nada yang selalu membuatmu tertidur di atas meja.
-
Puisi :Datang dan Hilang by Larajingga
Lelaki yang pernah Kucinta adalah keyakinan tanpa tetapi, serupa teman yang juga punya porsi di hati.
-
Puisi : Tanpa Jeda by Larajingga
Mencintaimu tanpa jeda, namamu sempat tak pernah lepas dari dalam Doa.
-
Puisi : Rindu di Ujung Telepon Genggam by Larajingga
Pada malam-malam sepi yang biasanya kuhabiskan sendiri, aku sering membayangkan...
-
Puisi : Paket Kangen by Larajingga
Kupilih paket kilat, sehari sampai. Begitu kata kurirnya.
-
Puisi : Meyakini by Larajingga
Sayangku sederhana saja, mendengarmu bercerita tentang hari yang membuatmu lelah.
-
Puisi : Jangan Buka Instagram by Larajingga
Tak akan lagi, tak akan kuingat lagi. Begitu kau berkali-kali berkata pada diri sendiri.
We're indexing this podcast's transcripts for the first time — this can take a minute or two. We'll show results as soon as they're ready.
No matches for "" in this podcast's transcripts.
No topics indexed yet for this podcast.
Loading reviews...
Loading similar podcasts...