Skip to content
Menjadi Manusia podcast artwork

Menjadi Manusia

by Menjadi Manusia

Suara yang merekam cerita hidup manusia untuk menemanimu kala rehat dari bisingnya dunia.

From the show's RSS feed, refreshed Apr 14, 2026. Source feed.

Subscribe Bookmark

Episodes

  1. Kehilangan Diri

    Kehilangan diri sendiri, bukan cuma seram, ya, rasanya. Malah seperti sesak tak berkesudahan, bingung harus ke mana dan seperti apa bertindak.

  2. Pusing!

    Dunia udah begitu sesak, ngerasa juga nggak sih?

  3. Lari dari Keramaian

    Rasanya semua orang musuh kita. Tak peduli asing maupun orang terdekat.

  4. Dihajar Cemas, Kita Semakin Kuat

    Setiap hari aku digempur kesedihan, penyesalan dari peristiwa di masa lalu, juga rasa rendah diri karena tak bisa sebaik teman-temanku. Barangkali ini mengapa aku menyimpan duka erat-erat.

  5. Bosan dengan Kata "Bertahan"

    Menangisi masa lalu dan mencemaskan masa depan.

  6. Panduan Menghadapi Kehilangan (Kolaborasi Bersama Sena)

    Yang berduka kamu, yang tau waktunya ya juga kamu. Sehari, seminggu, sebulan, atau setahun, ambil selama apa pun kamu mau. Toh, berduka nggak punya tenggat waktu. Nikmati episode Kontemplasi terbaru dari Menjadi Manusia yang berkolaborasi bersama Sena!

  7. Jangan Terburu-buru Memberi Jawaban

    Setiap "masalah" memiliki dua sisi, tergantung pada bagaimana kita memilih untuk melihatnya. Jadi, sebelum kita terburu-buru memberikan jawaban, ada baiknya kita memberi diri kita sedikit waktu untuk berjeda, merenung, dan menguraikan satu per satu keruwetan dalam kepala.

  8. CintaMu Mengalir Tanpa Syarat

    Menjadi dewasa memang penuh konsekuensinya, banyak tanggung jawabnya. Kuatkan langkahku Tuhan, untuk bisa terus berada di jalanmu.

  9. Greysia Polii: Bermimpi, Dobrak Batasan, Jadi Juara

    Menjadi ganda putri Indonesia pertama yang berhasil menembus final badminton Olimpiade Tokyo 2020, Greysia Polii memberikan pelajaran penting bagi kita tentang kehadiran perempuan untuk memiliki hak-hak yang setara dan bebas berpartisipasi dalam bidang apa pun. Dalam rangka menghitung mundur...

  10. Cinta Harus Saling Menyelamatkan

    Bukankah cinta seharusnya menjadi suara lembut yang merawat, bukan kata-kata yang menyakiti?

  11. Ketika Kita Mampu Melepaskan

    Bukankah cinta seharusnya menjadi suara lembut yang merawat, bukan kata-kata yang menyakiti?

  12. Pemilu 2024: Setiap Lima Tahun Sekali, Harapan Diobral

    Pemilu 2024 sudah di depan mata. Barangkali, kamu menonton video ini sebelum mencoblos, ketika sudah membulatkan pilihan, atau bahkan saat jari kecilmu sudah merasakan tinta ungu. Apa pun yang terjadi, siapa pun pemimpinnya, semoga kita terus memupuk cinta kepada sesama. Jalinan kasih dan...

  13. Manusia Berubah dan Tidak Berubah

    Manusia berubah. Orang yang kita cintai, orang yang kita kenal, bahkan diri kita sendiri—kita semua berubah. Tak ada yang dapat menyangkal takdir perubahan ini.

  14. Kehilangan Tanpa Kalimat Perpisahan

    Dan yang menyakitkan dari jarak adalah kehilangan tanpa kalimat perpisahan. Setiap kita tidak akan tergantikan, sekalipun ada penggantinya.

  15. Tentang Januari yang Terasa Lama

    Kita ingin cepat sampai. Kita ingin merasakan sensasi diri yang berhasil tiba pada hari yang dinanti-nanti.

  16. Terburu-buru Mencari Kesimpulan

    Cemas bukanlah musuh, melainkan teman setia yang selalu menemani setiap langkahku.

  17. Oase yang kelak Melegakan Kita

    Pada akhirnya, ketenangan dan kebahagiaan tak hanya terletak pada hal-hal besar, tetapi juga dalam momen-momen sederhana.

  18. Aku Mencintaimu, maka Aku Melepaskanmu

    Tangan kita mulai merelakan dekap satu sama lain dan kata selamat tinggal dilantunkan.

  19. Hitung Mundur dengan Nyali

    Sobeklah kalender yang lama, buang barang-barang yang sudah tidak ada artinya, dan singkaplah tahun yang baru. Tak ada yang perlu ditakuti. Hitung, hitung mundurlah dengan secukup-cukupnya nyali.

  20. Berani untuk Dirimu Sendiri

    Banyak yang perlu kita tinggalkan di tahun ini. Orang-orang yang membebankan, pekerjaan yang menguras kewarasan jiwa, serta bayang-bayang kenangan cinta yang sering kali menghantui.

  21. Panjang Umur, Serta Mulia, Selamat Natal

    Selamat Natal untuk kita semua, selamat mengambil waktu untuk merefleksikan kembali tentang makna kelahiran yang menjadi kabar baik sehingga membuat kita mau menghidupi hidup kita.

  22. Kenangan yang Mengiris

    Mengapa pula kita harus bertemu dengan keindahan lalu berujung berpisah? Aku belajar untuk menerima setiap tikamannya dan keindahan yang ada.

  23. Teruntuk Ibu

    Hari-hari yang kita habiskan bersama menjadi benang-benang memori yang sulit aku lepaskan, menyatukan kita di ruang abadi kenangan.

  24. Kita Akan Terus Belajar

    Sekali lagi. meskipun jalannya terlihat sulit, kita akan terus belajar hari demi hari.

  25. Hadapi Lagi Hidupmu, Hidupi Terus Hidupmu

    Menuju penghujung tahun, sering kali rasanya seperti sebuah perjalanan tanpa pencapaian yang berarti.

  26. Terlalu Lemah untuk Menjadi Kuat

    Mungkin ketakutanku dahulu dan kita hampir sama, yang sekarang menjelma jadi keberanian dalam menghadapi gemuruh.

  27. Sebuah Catatan Kecil Sebelum Kembalinya Januari

    Mari kita lihat kenangan sebagai pembelajaran. Kita susun ulang semua rencana. Kita mungkin tidak tahu apa yang akan terjadi di tahun berikutnya.

  28. Desember dan Segala Cemasnya

    Riuh hujan perlahan mereda. Aku terima Desember sebagai puisi terakhir, sebelum judul-judul baik lainnya aku rangkai dari tepian jendela.

  29. Kesepian Membunuh, Kita Tak Mati

    Kesepian membunuh. Tapi tidak ada satu pun yang mati. Kamu tersiksa dalam keadaan hidup. Dan bukankah itu adalah sakit yang tiada tara?

  30. Tolong Kabari Aku Cara Mencintaiku

    Berbuat sebaik mungkin pada orang lain itu baik. Tapi berharap atas balasan dan perlakuan yang baik pada kita, itu adalah tanda bahaya; ada risiko patah hati yang luar biasa.

  31. Mencari Posisi sebagai Manusia

    Ada kekuatan maha besar yang mengatur semuanya. Buktinya kita akan mengingat betapa kuat kita bertahan.

  32. Tenggelam dan Tumbang, Kamu Tahan Banting

    Belakangan ini kamu enggan mengizinkan aku untuk bersarang di sana? Ada apa? Matamu terlihat sayu. Apimu sayu. Aku hanya melihatmu dalam lipatan jarak.

  33. Semoga Umur Panjang, Ayah

    Panjang umurlah Ayah menjadi seindah matahari terbit yang selalu aku rindukan dari pagi ke pagi.

  34. Pertempuran dan Pahlawan Sesungguhnya

    Kita sering lupa, bahwa saat ini yang seharusnya menjadi pahlawan bagi kita adalah diri sendiri. Tapi, kita terlalu takut untuk berperang dengan diri sendiri, bahkan kita muak untuk menilik ke dalam. Padahal ada pertempuran sejati yang harus didamaikan di sana, yaitu ego.

  35. Darah dalam Berita

    Darah, darah dan benci di mana-mana. Opini-opini liar berserakan di luar sana. Tenangkan pikiranmu sejenak. Bersama-sama, mari sanggah napas kita yang sedang memburu.

  36. Berhenti Mewakili Suara Tuhan

    Hanya karena kita tidak mengalaminya, hanya karena hidup kita selalu menemukan akhir cerita yang baik-baik saja, bukan berarti itu berlaku untuk semua orang yang kita temui. Apakah sulit, sedikit saja menunjukkan kebaikan hati?

  37. Entah Kelak Kehidupanku Akan Seperti Apa

    Sayangnya, aku tergolong orang-orang yang termarjinalkan. Aku tidak pernah terbayang dalam posisi ini.

  38. Benci Berjalan di Tempat

    Karena kita manusia yang benci stagnansi.

  39. “Tidak Apa-Apa” Sewajarnya dalam Riuh Kehidupan

    Kini, aku hanya berusaha ber-”tidak apa-apa” sewajarnya dan secukupnya saja, agar diri ini dapat kembali memperjuangkan dan menyambung kehidupan. Aku tidak lagi ingin, untuk memaksakan diri.

  40. Ketakutan Menghantui, Aku Bertarung dengan Waktu

    Perpisahan adalah salah satu sisi koin dalam mata uang bernama perjalanan. Aku, kita, harus sesekali membayarnya dengan ucapan selamat tinggal.

  41. Mencintai Diri & Lewati Titik Terendah Tanpa Support System - #BerbagiPerspektif Sarra Tobing

    Sarra Tobing dalam Berbagi Perspektif kali ini akan berbagi perjalanannya tentang trauma dalam keluarga, hubungan toksik, hingga berdamai dengan keadaan dan mencintai diri sendiri.

  42. Di Antara Meja Tugas dan Batin yang Terluka

    Aku adalah seseorang yang terikat pada meja, kursi, serta laptop. Terjebak dalam sebuah dunia yang tak kenal lelah.

  43. Doa untuk Kewarasan Kita

    Mungkin itu semua terdengar seperti potongan kecil dalam perjalanan kita, tapi inilah bagian dari cerita kita yang tak tergantikan. Aku ingin mengingatkan kalian semua untuk merayakan diri sendiri, merayakan perjuangan, dan merayakan hidup. Semoga kita semua bisa menjalani sisa tahun ini dengan...

  44. Rindu kepada Seseorang yang Bisa Mendengarkanku

    Dalam dunia yang kadang menyeramkan ini, semoga Tuhan menghadirkan sosok-sosok baik dalam hidup kita; mereka yang membawa cinta, pengertian, dan dukungan yang kita butuhkan.

  45. Cukupkan Beban Pikiranmu Malam Ini

    Dalam perjalanan ini, cobalah untuk memaafkan mereka. Memaafkan bukan sebagai wujud pengampunan kepada mereka, melainkan sebagai seindah-indahnya hadiah untuk dirimu sendiri.

  46. Apakah Kita Sedang Berjalan di Tempat?

    Lantas, apa memang kita berjalan di tempat? Apa memang kita tak berkembang? Atau kita hanya selalu membandingkan diri kita dengan sesuatu yang bukan kapasitas kita?

  47. Merawat Anak Kecil dalam Diri - #BerbagiPerspektif Nadin Amizah

    Sejalan dengan lagu terbarunya berjudul “Tawa”, Berbagi Perspektif kali ini menghadirkan Nadin Amizah yang menceritakan pengalaman hidupnya tentang inner child serta mengenali dan menerima ketidaksempurnaan pada diri.

  48. Jika Cinta Semakin Rumit, Bertahan atau Melepaskan?

    Dalam hidup, ada saatnya kita harus bertahan dengan sabar, dan ada saatnya kita harus menyadari bahwa ada hal-hal yang lebih baik jika kita tinggalkan.

  49. Momen Me Time: Menemukan Ketenangan dalam Keheningan

    Dalam keheningan, mungkin kamu akan menemukan kekuatan baru yang datang dari pertanyaan. Mungkin kamu akan menemukan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab. Dan yang pasti, kamu akan menemukan kedamaian.

  50. Yang Jarang Dibicarakan soal Perbedaan: Rasa Sepi

    Buatku, itu benar. Perbedaan memang menyatukan. Namun, ada satu hal yang jarang dibicarakan menyoal keberagaman, yaitu kesepian.

About this show

Suara yang merekam cerita hidup manusia untuk menemanimu kala rehat dari bisingnya dunia.

Hosted by

Menjadi Manusia

Frequently asked questions

How many episodes does Menjadi Manusia have?

Menjadi Manusia has 442 episodes on PodParley. The most recent episode was published on July 4, 2024.

What is Menjadi Manusia about?

Suara yang merekam cerita hidup manusia untuk menemanimu kala rehat dari bisingnya dunia.

How often does Menjadi Manusia release new episodes?

Menjadi Manusia publishes weekly, based on its 442 episodes since November 2018.

Who hosts Menjadi Manusia?

Menjadi Manusia is created and hosted by Menjadi Manusia.
Link copied