Skip to content
Museum HAM Munir podcast artwork

PODCAST · education

Museum HAM Munir

by Museum HAM Munir

Munir Said Thalib merupakan aktivis hak asasi manusia di Indonesia yang lahir pada 8 Desember 1965. Padanya, gagasan perihal HAM nampak lebih konkret tidak hanya di ranah pemikiran namun juga praktik di lapangan. Ini menjadi alasan kuat bagi-bagi rekan seperjuangan Munir yang kemudian meyakini bahwa dia adalah seorang human right thinker sekaligus human right defender.Memperingati #16TahunPembunuhanMunir #MelawanLupa, Museum HAM Munir menampilkan pembacaan Testamen Munir sebagai alih wahana dari kumpulan tulisan yang mengulas persinggungan para sahabat dengan Munir.

Publisher-supplied feed metadata · PodParley refreshed Apr 13, 2026 · Source feed

Episodes

  1. "AKU, PEMBUNUH MUNIR" karya Seno Gumira Ajidarma Monolog oleh Luqman Dardiri

    Aku adalah anjing kurap, karena itu aku membunuh Munir Sebuah monolog pengakuan diri seorang pembunuh Munir yang merencanakan sejumlah siasat dan skenario pembunuhan Munir. Dengan menggali sejumlah data, penelusuran logika, dan percakapan dari proses pengadilan, cerpen karya Seno Gumira Ajidarma...

  2. "Munir dalam Kerangka Keindonesiaan" karya Mochtar Pabottingi Dibacakan oleh Jati Andito

    "Ada tiga pertimbangan penting mengapa kita harus teguh menuntut keadilan bagi saudara kita, Munir. Pertama, jika Munir yang namanya menasional-mendunia itu bisa dizalimi begitu keji secara terang-terangan, apatah lagi tiap kita, warga negara lainnya. Kedua, pembunuhan keji terhadap Munir bisa...

  3. "Munir" karya KH. Ahmad Mustofa Bisri Dibacakan oleh Saras Dewi

    "Di masa kesederhanaan diabaikan Kau membuktikan kekuatannya yang elegan Di masa para pengecut berlindung pada arogansi kekuasaan Kau tampil hampir sendirian melawan kelaliman..." TESTAMEN MUNIR Episode 16 menampilkan puisi karya KH. Ahmad Mustofa Bisri atau yang lebih dikenal dengan Gus Mus...

  4. "Elegi untuk Munir" karya Bambang Widjojanto Dibacakan oleh Roy Murtadho

    “Kemampuannya untuk mengembangkan energi sosial yang dimilikinya telah mampu memberi spirit bagi gerakan hak asasi manusia di Indonesia. Keberaniannya untuk menghadapi berbagai risiko dari sikap dan pilihan politik yang diambil, banyak memberikan inspirasi kepada siapa pun untuk pantang surut...

  5. "Munir: A True Human Rights Defender" karya Todung Mulya Lubis Dibacakan oleh Gede Robi

    “Kiprah Munir dalam kerja hak asasinya bukanlah kiprah yang anasionalistik. Dengan caranya sendiri, Munir mencintai negeri ini, memperjuangkan demokrasi dan hak asasi manusia. Buat saya tak ada yang lebih nasionalistik ketimbang kesadaran bahwa demokrasi dan hak asasi manusia mesti ditegakkan...

  6. "Cak Munir Di Antara GAM dan TNI" karya Dandhy Dwi Laksono Dibacakan oleh Farid Stevy

    Aku ini pernah diusir sama Abdullah Syafe'i," kata Cak Munir. "Yang benar, Cak? Walah, sudah dimusuhi tentara, masih juga gak diterima GAM. Kapan, Cak?" tanya saya. “Ya waktu itu. Sebelum Bondan masuk, kan aku masuk duluan," jawabnya. Bondan yang dimaksud Cak Munir adalah Bondan Gunawan…

    more
  7. “Kepergian Munir: Aborsi Sebuah Perjalanan Karier yang Prospektif" karya Marcus Mietzner Dibacakan oleh Jason Ranti

    “Potensi pemikiran Munirlah yang membuat kematiannya terasa luar biasa tragis. Jika segalanya berjalan sesuai dengan rencana, dia akan kembali ke Indonesia pada 2008 atau 2009. Pada saat itu, perkembangan kemampuan analisisnya− yang sekarang pun sudah luar biasa− akan membuatnya mampu terlibat...

  8. "Munir: Aktivis HAM yang Bersahaja" karya Ikrar Nusa Bhakti Dibacakan oleh Bagus Dwi Danto

    “Di mata saya, Munir adalah sahabat yang setia dan pemikir-pejuang yang tanpa pamrih dan selalu konsisten pada perjuangannya. Berbagai penghargaan internasional tidak mengubah tingkah laku kesehariannya yang bersahaja. Dalam berbagai tugas, seperti merancang Rancangan Undang-Undang (RUU)…

    more
  9. "Bayang-Bayang Sahabat" karya Sandyawan Sumardi Dibacakan oleh Iksan Skuter

    "Cak, aku ingin mengenang sampeyan sebagai pribadi yang religius. Ya, filsafat hidup dan pergulatan iman sampeyan. Cak, sampeyan meyakinidan pernah mengatakan kepadaku dan kepada Bung Ulil Abshar Abdalla bahwa Islam mesti menawarkan agama bagi orang yang tertindas; memberi jawaban terhadap…

    more
  10. "Munir, dari Dalam" karya Nono Anwar Makarim Dibacakan oleh Rara Sekar

    "Kawin itu bukan cita-cita, tapi sesuatu yang datang sendiri dan nggak bisa dihindari. Dia bagian tertua dari peradaban, ia bagian dari seni, dan biarlah dia datang menurut alurnya .... Iya ... sekolah itu sesuatu yang ada dalam perencanaan bagi wujud diri sebagai manusia dalam peradaban....

  11. "Sebuah Cermin dengan Merek Munir" karya Haidar Bagir Dibacakan oleh Popo

    “Indonesia menyaksikan tak surut juga sepak terjang Munir memperjuangkan hak-hak orang teraniaya. Seolah seperti seorang pendekar silat Cina yang digdaya, dia ada di mana-mana, menangkisi setiap upaya menghantam warga yang tak punya banyak daya. Dan saya percaya, tak jarang dia justru yang harus...

  12. "Munir Pejuang Garis Depan Reformasi" karya Sidney Jones Dibacakan oleh Irma Hidayana

    “Jika saya menyusun daftar orang yang paling berpengaruh dalam mewujudkan Indonesia yang demokratis, Munir akan termasuk dalam bagian atas daftar saya. Dia memiliki semua sifat yang seharusnya dimiliki oleh pejuang HAM: punya prinsip, tangguh, cerdas, jenaka, dan tak kenal takut. Dia tegak di...

  13. "Munir: Sosok Manusia Langka" karya Faisal Basri Dibacakan oleh Manik Marganamahendra

    “Munir bukan seorang pejabat. Ia tak pernah menyandang jabatan publik. Tapi, masyarakat luas sangat menghormatinya. Perasaan kehilangan masyarakat luas merupakan cermin dari sumbangan nyata yang telah ia berikan kepada masyarakat dan bangsanya.” Testamen Munir Ep. 6 menampilkan obituari karya...

  14. "Cak Munir, Engkau Tak Pernah Pergi" karya Rachland Nashidik Dibacakan oleh Nastasha Abigail

    “Munir memberi kita, kepada Indonesia, sebuah standar pencapaian dalam bekerja mempromosikan dan melindungi hak-hak asasi manusia. Besok, setiap kali orang membayangkan sosok ideal seorang human rights defender di Indonesia, orang akan selalu merujuk dan membandingkannya dengan Munir. Mulai hari...

  15. "Munir: Demi Keadilan" karya Elizabeth Fuller Collins Dibacakan oleh Baskara Putra

    “Menurut saya, para pahlawan abad ke-21 adalah individu-individu yang berhasil menemukan cara untuk menggerakkan perjuangan tanpa kekerasan melawan ketidakadilan dan penyalahgunaan kekuasaan. Contoh orang-orang ini adalah Gandhi, Martin Luther King, Nelson Mandela, dan Mahmoud Mohammad Taha....

  16. "Munir Yang Meretas Batas" karya Maria Hartiningsih Dibacakan oleh Azizah Hanum

    “Munir tidak pernah bicara soal feminisme, tetapi sikapnya yang jelas terhadap ketidakadilan dan penindasan, kerja panjangnya dengan para buruh, dan pemihakannya yang kuat kepada perempuan korban kekerasan politik membuat saya sulit untuk tidak mengatakan bahwa ia terus berusaha untuk mengikis...

  17. "Kecil Itu Bagus, Berani, Brilian" karya Hamid Basyaib Dibacakan oleh Cholil Mahmud

    “Munir bukanlah mahapemberani. Ia punya rasa takut, dan mampu mengatasi perasaan itu dengan cerdik. Segala teror mental yang diarahkan kepadanya ia tangkis dengan prinsip sederhana yang ditanamkan oleh Suciwati, istrinya: resiko tertinggi bagi orang hidup adalah mati. Segalanya serba-tak pasti...

  18. "Terima Kasih Munir, Engkau Sudah Memberikan Lebih Dari Cukup Kepada Bangsa" karya Sri Rusminingtyas Dibacakan oleh Gusti Arirang

    "Aku tunggu Munir di arrival gate. Waktu itu aku membayangkan dia keluar ndorong trolly sambil cengar-cengir. Kalau nanti dia keluar, aku akan tanya kabarnya, sudah sarapan apa belum, kalau belum akan kuberikan tuna bread yang aku bawa untuk dia. Tunggu...tunggu...tunggu belum juga keluar…

    more
  19. #MelawanLupa Orasi Munir pada Aksi May Day

    Orasi Munir di Aksi #MayDay Mereka berebut kuasa Mereka menenteng senjata Mereka menembak rakyat Tapi, kemudian sembunyi di balik ketiak kekuasaan Apakah kita biarkan orang-orang pengecut itu tetap gagah? Saya kira tidak Mereka gagal untuk gagah Mereka hanya di baju Tapi, dalam tubuh mereka…

    more

Type above to search every episode's transcript for a word or phrase. Matches are scoped to this podcast.

Searching…

We're indexing this podcast's transcripts for the first time — this can take a minute or two. We'll show results as soon as they're ready.

No matches for "" in this podcast's transcripts.

Showing of matches

No topics indexed yet for this podcast.

Loading reviews...

ABOUT THIS SHOW

Munir Said Thalib merupakan aktivis hak asasi manusia di Indonesia yang lahir pada 8 Desember 1965. Padanya, gagasan perihal HAM nampak lebih konkret tidak hanya di ranah pemikiran namun juga praktik di lapangan. Ini menjadi alasan kuat bagi-bagi rekan seperjuangan Munir yang kemudian meyakini bahwa dia adalah seorang human right thinker sekaligus human right defender.Memperingati #16TahunPembunuhanMunir #MelawanLupa, Museum HAM Munir menampilkan pembacaan Testamen Munir sebagai alih wahana dari kumpulan tulisan yang mengulas persinggungan para sahabat dengan Munir.

HOSTED BY

Museum HAM Munir

CATEGORIES

Frequently Asked Questions

How many episodes does Museum HAM Munir have?

Museum HAM Munir currently has 19 episodes available on PodParley. New episodes are automatically indexed when they're published to the podcast feed.

What is Museum HAM Munir about?

Munir Said Thalib merupakan aktivis hak asasi manusia di Indonesia yang lahir pada 8 Desember 1965. Padanya, gagasan perihal HAM nampak lebih konkret tidak hanya di ranah pemikiran namun juga praktik di lapangan. Ini menjadi alasan kuat bagi-bagi rekan seperjuangan Munir yang kemudian meyakini...

How often does Museum HAM Munir release new episodes?

Museum HAM Munir has 19 episodes. Check the episode list to see recent publication dates and frequency.

Where can I listen to Museum HAM Munir?

You can listen to Museum HAM Munir on PodParley by clicking any episode. We provide an embedded audio player for direct listening, and you can also subscribe via your preferred podcast app using the RSS feed.

Who hosts Museum HAM Munir?

Museum HAM Munir is created and hosted by Museum HAM Munir.
URL copied to clipboard!