Skip to content
Ngopii Dulu Yuk ! podcast artwork

Ngopii Dulu Yuk !

by Jafar Shiddieq

Secangkir kopi yang seduhan hangatnya dapat memberikan keteduhan, ketenangan, dan kehangatan agar menjadi inspirasi, motivasi dan semangat dalam menjalani hari-hari yang penuh tantangan.

From the show's RSS feed, refreshed Mar 28, 2023. Source feed.

Subscribe Bookmark

Episodes

  1. Semangat Berkontribusi

    Kemuliaan itu ada pada amal bukan pada apa yang kita raih. Sekecil apapun kontribusi yang kita berikan untuk sebuah kerja bersama maka semua akan mendapatkan pahala dan kemuliaan yang sama.

  2. Kala Musa Menangis

    Sadarilah, bahwa jika kita berdakwah sejatinya untuk mengajak mereka pada kebaikan dan menyelamatkan mereka dari kemurkaan Allah. Karena itu, mari mendasari ajakannya dengan cinta bukan dengan maksud menghina apalagi membongkar aibnya.

  3. Menolong Saudara yang Dzalim

    Betapa mulia agama kita sehingga cakupan membantu saudara itu bukan hanya yang bersifat fisik, materi atau kepentingan dunia, tapi juga dalam hal kepentingan akhiratnya.

  4. Jalan Tak Ada Rumus

    Bersedekahlah. Tulus dalam memberi, tulus dalam berbagi dan berharap menjadi bagian dari solusi. Adapun rezeki biarkan ia menempuh jalan sendiri.

  5. Ikhlas Berbungkus Ketidakrelaan

    Sedekah terbaik itu bukan sedekah yang kita ringan dalam mengeluarkannya, tapi justru yang kita keluarkan dengan berat penuh pengorbanan sembari menentukan ego. Tentu dengan menyertakan keikhlasan sebagai dasarnya.

  6. Maaf Tak Bersyarat

    Diantara yang perlu dipahami bahwa Memaafkan itu tidak menurunkan harga diri. Kita tidak lantas jadi terhina gara-gara tak menuntut balas. Bahkan sebaliknya ia mengangkat derajat setinggi-tingginya.

  7. Manajemen Amarah

    Bicara amarah rupanya bukan perkara main-main. Di dalam Al Quran sifat penahan amarah ini rupanya juga bukan sifat sembarangan. Dia disejajarkan dengan orang-orang yang rajin bersedekah, para pemaaf dan orang-orang yang rajin bertaubat sebagai sifat orang-orang bertaqwa.

  8. Nyala Lidah Api

    Allah memberikan kenikmatan kepada manusia berupa lisan agar digunakan untuk berbicara, lalu Islam memberikan rambu-rambu yang mengatur manusia dalam menggunakan lidahnya untuk hal-hal yang bermanfaat. Salah satu bukti betapa bahayanya lisan apabila tidak digunakan sebagai mestinya adalah…

    more
  9. Ucapan yang Baik

    Laksana pohon, ucapan itu hidup menghidupkan, merambat melalui telinga, menyusup ke relung jiwa, menyusun pola pikir dan muaranya membentuk perilaku. Serupa apa yang sering didengar seperti itulah watak terbentuk.

  10. Sabar Menerima Nasihat

    Di dalam al Quran antara iman dan amal shaleh hampir selalu disebut bergandengan, karena keduanya memang hampir tidak bisa dipisahkan. Iman adalah keyakinan dalam hati sedangkan amal saleh adalah perbuatan yang menjadi bukti dari keyakinan tersebut.

  11. Keburukan Takabur

    Berapa banyak orang yang nasehatin kita terkadang kita remehkan, karena kita tak cukup yakin dia punya kapasitas yang layak untuk menasehati kita. Hati-hati jangan-jangan kita sudah berperilaku takabur.

  12. Benteng Terakhir Bernama Malu

    Diantara definisi rasa malu adalah suatu sifat yang menghalangi seseorang berbuat kemungkaran. Jika orang sudah bangga berbuat kemungkaran maka sudah kehilangan fitrahnya sebagai manusia yang memiliki rasa malu.

  13. Orang-Orang Bertakwa yang Tersembunyi

    Saat kita bicara sukses, itu bukan yang lahir saja, tapi lahir dan batin. kulit itu penting, tapi isi yang tak nampak malah lebih penting. Dan begitu agama kita mengajarkan, ada lapisan luar yang berupa perbuatan yang tampak dalam rukun Islam, ada lapis dalam yang berupa keyakinan tersembunyi...

  14. Kebajikan Nan Merenik

    Jangan pernah meremehkan kinerja dan kebaikan meskipun ia terlihat kecil di mata manusia. Kebaikan kolektif yang besar itu selalu dimulai dengan pekerti mulia yang merenik lebur menyusup dalam nafas-nafas kehidupan.

  15. Berbagi Kepedulian

    Peduli itu sikap mental bukan materi. Peduli itu berasal dari jiwa lalu menurun pada raga. peduli itu empati yang mendorong di untuk berbagi. Berbagi apa saja yang mendatangkan kebahagiaan.

  16. Rahasia Air Laut

    Mari menggelora laksana samudra. Tak habis bergerak memberi manfaat, tak lelah raga berbagi bijak.

  17. Puncak Ukhuwah

    Rahasa kekuatan dan kesuksesan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah iman dan ukhuwah. Ada hubungan vertikal yang kokoh dipadu dengan hubungan horizontal yang harmonis.

  18. Persaudaraan di Ambang Batas

    Batasilah diri dari informasi-informasi yang tidak penting tentang kehidupan orang lain. Islam menghendaki kehidupan sosial yang dilandasi dengan hati yang bersih, jiwa yang lapang, jauh dari kebencian dan kedengkian.

  19. Sahabat Dunia Akhirar

    Kala kita mengayun langkah, ia meneguhkan dan menguatkan. Kala diri silap, ia hadir meluruskan dengan nasihat. Kala diri terpuruk, ia datang membawa semangat. Kala diri hendak berkeluh, ia sepenuh hati mendengarkan. Bersama seiring sejalan melangkah menuju surga, alangkah indahnya. Itulah sahabat.

  20. Sebanyak Percikan Cinta

    Kita Sampai kapan pun takkan bisa menghindari perbedaan pendapat atau ketidaksepahaman perasaan dengan pasangan kita. Akibatnya lahirlah amarah dengan beragam ekspresinya.

  21. Ada Fitrah dalam Keluarga

    Hubungan tertinggi di mata Allah itu sejatinya adalah hubungan aqidah bukan hubungan nasab. Hubungan aqidah Ini bukan saja merupakan hubungan dunia tapi tetap langgeng sampai akhirat.

  22. Hulu Berjuta Kebahagiaan

    Keluarga adalah kekuatan, sumber sekaligus muaranya, awal maupun akhirnya. Betapa indah hidup dalam naungan cinta keluarga, sebab itu fitrah yang telah digariskan untuk semua manusia. Betapa sepinya hidup tanpa keluarga, sebab faktanya rasa cinta itu butuh tempat berlabuh.

  23. Dalam Cinta Ada Percaya

    Dalam percaya ada seribu beban yang terurai. Izinkan diri untuk percaya, biar lepas kaki ini mengayun langkah.

  24. Energi Cinta dalam Harmoni

    Pada akhirnya, tak heran jika Rabb yang maha Agung mewajibkan manusia untuk berjamaah, hidup dalam kebersamaan, senasib dan sepenanggungan. Sebab, individualisme akan melahirkan egoisme dan permusuhan. Hanya dengan berjamaah, kehidupan ini bisa normal berjalan.

  25. Di Taman Para Pecinta

    Alangkah menyejukannya berbagi cinta dengan orang ikhlas. Tutur katanya tulus, perilakunya tidak dibuat-buat, dan kualitas amalnya sempurna. Raganya sibuk bekerja, tapi jiwanya khusyu menghadap Allah.

  26. Memaknai Ramadhan

    Ketika kita berhenti memaknai Ramadhan, maka jebakan rutinitas kembali akan membelenggu kita. Pada gilirannya, perbaikan kualitas diri akan berjalan di tempat.

  27. Dari Ilmu Semua Dimulai

    Dengan berbekal pemahaman yang benar diharapkan seorang muslim bisa semakin kuat keyakinannya dalam memeluk Islam. Itulah sebabnya Allah berjanji akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu lebih dari pada orang lain.

  28. Kemerdekaan Jiwa, Segala Kemerdekaan

    Berbicara tentang kemerdekaan ternyata bukanlah permasalahan yang sederhana. kita membutuhkan proses yang panjang dan bersabar melalui tahapan demi tahapan dalam proses itu. Dimulai dari mendidik dan mentarbiyah jiwa-jiwa generasi bangsa ini lalu menanamkan dan menumbuhkan identitas yang jelas…

    more
  29. Bertungkus Lumus dengan Hutang

    Apa perlunya Rasulullah mengajari doa agar terhindar dari lilitan hutang?. Itu hanya sebuah penegasan bahwa hutang merupakan penyakit kronis, simbol ketidakberdayaan.

  30. Beda Pemimpin dan Pejabat

    Sesiapa melekat dalam dirinya amanah dan tanggung jawab, maka sejatinya adalah seorang pemimpin, entah berjabatan atau tidak. Sebaliknya sesiapa yang tak berhiaskan sifat amanah jauh dari nilai-nilai tanggungjawab, hanya memikirkan kepentingan pribadinya, maka ia tak layak disebut pemimpin.…

    more
  31. Berhala Delapan Belas Senti

    Apapun ketika Uang sudah dipertaruhkan, kekayaan sudah di berhalakan, maka ia akan mati-matian diperjuangkan dan diburu. Tak peduli dengan aturan, apalagi rasa malu, sedangkan kepada Rabb saja mereka berani mencibir.

  32. Persepsi Manusia Bakhil

    Jika kepedulian itu laksana mengalirkan air, maka kebakhilan justru menggumpalnya. Jika sedekah itu membersihkan rezeki, maka kebahkhilan itu mengeruhkan dan menyempitkan jalannya. Laksana air disumur yang terus dipakai akan jernih dan sehat sedangkan yang tak pernah dipakai akan keruh dan berlumut.

  33. Menyikapi Dunia

    Orang yang menjadikan persinggahan sementara sebagai tujuan dan di saat yang sama melupakan finish akhirnya, dia benar-benar telah tertipu. Sayangnya, banyak orang yang tertipu hidupnya dan mengalami disorientasi / lupa tujuan akhir.

  34. Kekayaan Jiwa

    Mari bercermin, kita barangkali adalah salah satu dari sekian banyak orang yang tak pernah merasa cukup. waktu yang tak cukup. Tenaga yang tak cukup. Materi yang tak cukup. Kekayaan yang tak cukup. Padahal di tengah semua keluhan kita tentang ketidakcukupan itu, Allah tak pernah berhenti...

  35. Batas di Dalam Batas

    Bagian dari dimensi istiqomah adalah orang yang saat masa fatrah tetap berada dalam sunnah Rasulullah dan tidak keluar dari batasan-nya. Allah mengakui dan memberi toleransi bahwa manusia ada batasannya maksimal maupun minimal tapi di dalam keterbatasan itu ada batas berikutnya yang harus dijaga....

  36. Agar Kebaikan Jadi Karakter

    Yang Allah inginkan adalah setiap ritual dan rutinitas amal ibadah kita membentuk kepribadian. Menjadikan pelakunya sebagai sosok yang tekun, ulet dan konsisten, apapun kondisi yang meliputinya.

  37. Dari Mana Datangnya Akhlak?

    Begitu dalamnya akar dari akhlak dan begitu luas cakupannya hingga ia menjadi tujuan utama dari diutusnya Nabi shalllahu 'alaihi wa sallam. Akar itu adalah keimanan yang berujung pada akhlak. Semakin orang menjauh dari nilai-nilai agama, maka semakin moral itu kehilangan akarnya.

  38. Mengelola Harapan

    Jika harus memilih lebih baik mana beribadah karena mengharap atau karena takut? Kalau Imam Al Ghazali yang Anda tanya beliau memilih beribadah karena mengharap daripada khawatir sebab pengharapan itu lebih dekat pada cinta.

  39. Berperang di Limit Waktu

    Semua manusia yang tidak menggunakan waktu sebaik mungkin tergolong orang-orang yang merugi Allah memberi petunjuk bahwa cara menggunakan waktu yang baik adalah dengan beriman dan diikuti amal saleh serta saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran

  40. Memastikan Langkah Maju

    Mari bersikap pemaaf terhadap orang lain, tapi jangan pemaaf terhadap diri sendiri. Adakalanya dalam rangka mentarbiyah dan mendidik diri perlu memaksakan diri. Kata orang lebih baik dipaksa masuk surga daripada penuh kerelaan masuk neraka.

  41. Menaklukan Rentang Waktu

    Setiap satuan waktu memiliki momentum sendiri. Tergantung seperti apa kita memanfaatkannya. Analoginya punya uang miliaran rupiah di bank tetap tak bernilai kalau tak bertemu momentum yang tepat untuk dibelanjakan. sebaliknya sepuluh rinu untuk yang membutuhkan pastilah tiada tara nilainya.…

    more
  42. Berdamai dengan Kenyataan

    Adakalanya mesti berdamai dengan kenyataan. Membiarkan hidup mengalir seperti adanya, bukan seperti yang seharusnya. Mencoba memaknai yang tampak tak bermakna, hingga kebaikan menampakan diri satu persatu.

  43. Makna Kesuksesan

    Indikator sukses seseorang adalah kinerja yang maksimal, bersih dari syubhat dan hal-hal yang tidak bermartabat. Sebab, dia sadar dirinya sedang beribadah dan mencari ridho Allah. Terus maju, tak mudah patah, tekun dalam kerumitan dan tersenyum dalam masalah.

  44. Runut Takdir Hingga Ke Ujung

    Orang yang beriman menganggap bahwa kegagalan dunia sejatinya bukanlah kegagalan, selama sudah maksimal usaha. Sedangkan orang yang tidak beriman menganggap bahwa hasil dunia adalah segalanya, maka kegagalan adalah kegagalan segalanya.

  45. Manusia-Manusia Akhirat

    Profil manusia-manusia akhirat itu sungguh mencengangkan doanya, pintanya dan harapannya tak pernah lepas dari akhirat.

  46. Nikmat yang Menggelisahkan

    Jangan gelisah karena nikmat yang belum diterima tapi gelisah lah karena nikmat yang belum disyukuri.

  47. Izinkan Sejarah Bercerita

    Jika kita membuka Al Quran dan mencoba mengkaji isi serta kandungannya, kita dapat mengetahui bahwa sebagian besar isi Al Quran justru berupa cerita dan sejarah. Berapa banyak nama surat dalam Al Quran yang mengambil nama para nabi atau kisah orang-orang tertentu.

  48. Ruang-Ruang Kesabaran

    Dengan begitu luas dan dalamnya makna serta cakupan dari kesabaran. maka pantaslah, jika Allah menjanjikan pahala orang yang bersabar berlipat-lipat tak terhingga. Jika orang yang salat di masjid dihitung langkah kakinya dan orang yang berkurban dihitung bulu hewan kurbannya, maka orang yang…

    more
  49. Dua Kutub Kokoh Kehidupan

    Pada roda nasib yang terus berputar, senang susah, suka duka, sedih gembira adalah niscaya. Tak satu pun bisa lari menghindar. maka syukur dikala suka dan sabar dikala duka adalah rumus standar manusia beriman. Di sinilah yang dimaksud dengan keajaiban. Sebab semua kondisi hidup seseorang mukmin...

  50. Kala Semesta Bertutur

    Bagi masing-masing individu musibah yang sama tak mesti memiliki tujuan yang seragam. Bagaimana seseorang bereaksi terhadap pesan Rabb disitulah derajatnya ditentukan dengan akurat.

About this show

Secangkir kopi yang seduhan hangatnya dapat memberikan keteduhan, ketenangan, dan kehangatan agar menjadi inspirasi, motivasi dan semangat dalam menjalani hari-hari yang penuh tantangan.

Hosted by

Jafar Shiddieq

Frequently asked questions

How many episodes does Ngopii Dulu Yuk ! have?

Ngopii Dulu Yuk ! has 101 episodes on PodParley. The most recent episode was published on November 2, 2022.

What is Ngopii Dulu Yuk ! about?

Secangkir kopi yang seduhan hangatnya dapat memberikan keteduhan, ketenangan, dan kehangatan agar menjadi inspirasi, motivasi dan semangat dalam menjalani hari-hari yang penuh tantangan.

How often does Ngopii Dulu Yuk ! release new episodes?

Ngopii Dulu Yuk ! publishes weekly, based on its 101 episodes since February 2021.

Who hosts Ngopii Dulu Yuk !?

Ngopii Dulu Yuk ! is created and hosted by Jafar Shiddieq.
Link copied