PODCAST · arts
Penyair Magang
by M. Nurhadi. Perdana
Saya Hadi. Saya sedang magang jadi penyair. Disini setiap satu minggu sekali pada hari Kamis, saya akan memperdengarkan puisi-puisi saya yang tidak laku di penerbitan tapi lumayan dapat tepuk tangan kalau di bacakan 😄Semoga menginspirasi Cover art photo provided by Annie Spratt on Unsplash: https://unsplash.com/@anniespratt
Episodes
-
Aku mencintaimu
Bidadari surga teramat kudus mengidungkan namamu
-
Raib
Tuhan singgah berdansa lalu moksa ke sepi surga. Sisa darah dari lambungnya menjelma airmata
-
Menulis gerimis
Mereka jiwa-jiwa lemah Belum mampu mengusung merdeka
-
Orang bingung
Begitulah mereka tak mampu mengenal Nabinya
-
Selempang kabut
Tertegun kita meninjau Bincah tanah meracau-racau
-
Sonet yang tak akan kau baca
Tak ada aku tak ada cemburu
-
Kasihku tak sampai, Jakarta
Di rangkaian bunga bekas tanganmu inilah, rindu tersangkut dahan layu
-
Merenungkan pulang
Di hantar kabut menurun Jemarimu mengendap pada leher baju
-
Musim di tubuhmu
Menjajarimu selalu ku tahan rasuk ngilu dalam rusuk
-
Sejenak
Duh, perempuan sabda ilalang Dimanakah rambutmu jombang Tempat burung-burung pulang Dan membuat sarang
-
Melihat kucing lewat
Malam jadi lebih ngilu dari kemarau
-
Di bawah lampu jalan
Lalu bernyanyilah lengang di masak tubuh perempuan Tiba-tiba cinta mengemas dirinya jadi rasa yang banal
-
Bertamu
Aku meminta suakamu
-
November
Ada kenangan melompat dari buku catatanku, aku menangkapnya, menghempaskannya ke keranjang sampah dengan perasaan yang rawan kosongnya
-
Rabak
Aku ingin ada Aku bosan jadi bayangan
-
Pakau
Kita pergi sedini rinai Belum berdiri, peri bikin kita menarik diri
-
Teras pantaimu
Lembut pasirnya pangkuanmu Ruang mimpiku pasrah membiarkan semesta merupanya
-
Cerita senja pada laut
Payah ku ikuti mau alam Mengapa cahaya musti lesa Tapi menunggu pun untuk apa
-
Raut di balik jendela
Lalu senyum itu Merupa melati Di awal semi
-
Cahaya dari bukit
Mari pergi dari sini, dari jaman yang rumit, menuju cahaya yang berlari seperti penari dari bukit
-
Ku cari kau malam ini
Sementara malam pasang membawa cintaku berlayar
-
Kamu tak pernah tahu
Kamu adalah gelombang sejadi-jadinya mengombang-ambingkan rapuh sampanku
-
Di baringkan senja
Dia menepam dadanya tahulah ia hatinya tak lagi berdetak
-
Cinta menggigil di saku bajuku
Ikhlasmu itu, Ning
-
Hatiku mengalir padamu terlalu deras
Mencintailah secukupnya
-
Menyintas ruang
Untuk yang merindu dalam bentang jarak dan bahasa
-
Simpanan cinta
Ini puisi untuk para guru dan ke-ikhlasannya
-
Tanpa kata
Aku mengajakmu menertawakan kesengsaraan
-
Karib Sunyi
Terima kasih kamu masih mau mendengarkan segala keluh kesahku
-
Merasa bersalah
Tiba-tiba aku merasa bersalah
-
Cemburu waktu
Beginilah jika waktu cemburu padamu
-
Kedai
Kejatuhan cinta di kedai somay
-
Selaras
Cintaku padamu adalah cara mengamini penderitaan
-
Aku menggambar bendera setengah tiang di lipatan payudaranya
Sebentar lagi kita akan merayakan kemerdekaan, katanya.
-
Bidadari dari dasar kolam
Akhirnya, setelah sekian lama. Yeahhh... Semoga menginspirasi.
-
Tanya pada hujan
Kali ini saya berkolaborasi dengan fingers style gitaris yang juga founder IFGC, Nukie Nugroho. Album pertamanya "Kakanuks Lullaby" bisa kalian dengarkan di Spotify dan platform streaming musik lainnya.
-
Sendu memahamimu
Ini puisi benar-benar terinspirasi dari lampu jalan yg saya perhatikan sambil nunggu ojol yg saya pesan datang suatu malam. Jadi sepanjang perjalanan saya ulang-ulang ini puisi dalam kepala biar gak lupa. Saya biasanya mencatat di hp, tapi karena sedang naik kendaraan saya tidak mau melakukannya...
-
Cermin.
Hope you enjoy
-
Kita menjadi dua rasa
Hai, apa kabar semua? Semoga kita semua sehat dan baik-baik saja menghadapi PSBB tahap dua. Tetap semangat, patuhi protokol kesehatan, jaga keluarga dan orang-orang tercinta kita.
-
Rapsodi igauan
Puisi ini tentang pertanyaan: kita hidup dalam mimpi? Atau kita tengah bermimpi tentang hidup? Drop your comment about this, will you?
-
Sepatu bututku dan senyummu
Seperti biasa saya hanya mau mengucapkan selamat mendengarkan dan semoga terinsirasi.
-
14 hari dan seterusnya
Berhubung unggahan audio puisi ini sebelumnya tidak bagus dan banyak pendengar yang merasa tidak nyaman ketika mendengarkan, maka atas permintaan mereka juga saya mengunggah ulang puisi ini dengan kualitas audio yang lebih baik. Semoga bisa lebih di nikmati. Semoga menginspirasi.
-
Selap
Jumat terakhir di bulan Ramadhan. Sebuah puisi yang saya tulis untuk mengingatkan kita agar terus merenungi segala apa yang telah kita lalui beberapa bulan terakhir. Semoga kita selalu bisa menjadi manusia yang lebih baik. Selamat menikmati.
-
Sore di kafe dan kenangan pada gitar ibu
Kangen membaca puisi di panggung. Akhirnya, saya membuat episode ini seolah-olah saya sedang membaca puisi di sebuah kafe. Well, it work somehow
-
Semua Kembali
Ini sudah episode ke berapa ya? Wah aku lupa. Tapi mudah-mudahan bisa tetap di nikmati. Stay healthy, stay strong, stay safe. Cheers everyone!🍷
-
Pada cinta itu
Quarantine love poem Sonet No 4 with Adagio second Sonata for solo violin BMV 1003 by J.S. BACH. Perform on 8 string guitar by Patrick Mailloux https://youtu.be/6emElQDVqF4
-
Kayuh penghabisan
Quarantine love poem sonet No 3 with sonata in B minor from Domenico Cimarosa. Guitar by: Jeff Sigurdson. www.sigurdsonguitars.com
-
Kamulah pagi
Quarantine love poem №2
We're indexing this podcast's transcripts for the first time — this can take a minute or two. We'll show results as soon as they're ready.
No matches for "" in this podcast's transcripts.
No topics indexed yet for this podcast.
Loading reviews...
ABOUT THIS SHOW
Saya Hadi. Saya sedang magang jadi penyair. Disini setiap satu minggu sekali pada hari Kamis, saya akan memperdengarkan puisi-puisi saya yang tidak laku di penerbitan tapi lumayan dapat tepuk tangan kalau di bacakan 😄Semoga menginspirasi Cover art photo provided by Annie Spratt on Unsplash: https://unsplash.com/@anniespratt
HOSTED BY
M. Nurhadi. Perdana
CATEGORIES
Loading similar podcasts...