Skip to content
Penyair Magang podcast artwork

PODCAST · arts

Penyair Magang

by M. Nurhadi. Perdana

Saya Hadi. Saya sedang magang jadi penyair. Disini setiap satu minggu sekali pada hari Kamis, saya akan memperdengarkan puisi-puisi saya yang tidak laku di penerbitan tapi lumayan dapat tepuk tangan kalau di bacakan 😄Semoga menginspirasi Cover art photo provided by Annie Spratt on Unsplash: https://unsplash.com/@anniespratt

Publisher-supplied feed metadata · PodParley refreshed Apr 15, 2026 · Source feed

Episodes

  1. Aku mencintaimu

    Bidadari surga teramat kudus mengidungkan namamu

  2. Raib

    Tuhan singgah berdansa lalu moksa ke sepi surga. Sisa darah dari lambungnya menjelma airmata

  3. Menulis gerimis

    Mereka jiwa-jiwa lemah Belum mampu mengusung merdeka

  4. Orang bingung

    Begitulah mereka tak mampu mengenal Nabinya

  5. Selempang kabut

    Tertegun kita meninjau Bincah tanah meracau-racau

  6. Sonet yang tak akan kau baca

    Tak ada aku tak ada cemburu

  7. Kasihku tak sampai, Jakarta

    Di rangkaian bunga bekas tanganmu inilah, rindu tersangkut dahan layu

  8. Merenungkan pulang

    Di hantar kabut menurun Jemarimu mengendap pada leher baju

  9. Musim di tubuhmu

    Menjajarimu selalu ku tahan rasuk ngilu dalam rusuk

  10. Sejenak

    Duh, perempuan sabda ilalang Dimanakah rambutmu jombang Tempat burung-burung pulang Dan membuat sarang

  11. Melihat kucing lewat

    Malam jadi lebih ngilu dari kemarau

  12. Di bawah lampu jalan

    Lalu bernyanyilah lengang di masak tubuh perempuan Tiba-tiba cinta mengemas dirinya jadi rasa yang banal

  13. Bertamu

    Aku meminta suakamu

  14. November

    Ada kenangan melompat dari buku catatanku, aku menangkapnya, menghempaskannya ke keranjang sampah dengan perasaan yang rawan kosongnya

  15. Rabak

    Aku ingin ada Aku bosan jadi bayangan

  16. Pakau

    Kita pergi sedini rinai Belum berdiri, peri bikin kita menarik diri

  17. Teras pantaimu

    Lembut pasirnya pangkuanmu Ruang mimpiku pasrah membiarkan semesta merupanya

  18. Cerita senja pada laut

    Payah ku ikuti mau alam Mengapa cahaya musti lesa Tapi menunggu pun untuk apa

  19. Raut di balik jendela

    Lalu senyum itu Merupa melati Di awal semi

  20. Cahaya dari bukit

    Mari pergi dari sini, dari jaman yang rumit, menuju cahaya yang berlari seperti penari dari bukit

  21. Ku cari kau malam ini

    Sementara malam pasang membawa cintaku berlayar

  22. Kamu tak pernah tahu

    Kamu adalah gelombang sejadi-jadinya mengombang-ambingkan rapuh sampanku

  23. Di baringkan senja

    Dia menepam dadanya tahulah ia hatinya tak lagi berdetak

  24. Menyintas ruang

    Untuk yang merindu dalam bentang jarak dan bahasa

  25. Simpanan cinta

    Ini puisi untuk para guru dan ke-ikhlasannya

  26. Tanpa kata

    Aku mengajakmu menertawakan kesengsaraan

  27. Karib Sunyi

    Terima kasih kamu masih mau mendengarkan segala keluh kesahku

  28. Merasa bersalah

    Tiba-tiba aku merasa bersalah

  29. Cemburu waktu

    Beginilah jika waktu cemburu padamu

  30. Kedai

    Kejatuhan cinta di kedai somay

  31. Selaras

    Cintaku padamu adalah cara mengamini penderitaan

  32. Aku menggambar bendera setengah tiang di lipatan payudaranya

    Sebentar lagi kita akan merayakan kemerdekaan, katanya.

  33. Bidadari dari dasar kolam

    Akhirnya, setelah sekian lama. Yeahhh... Semoga menginspirasi.

  34. Tanya pada hujan

    Kali ini saya berkolaborasi dengan fingers style gitaris yang juga founder IFGC, Nukie Nugroho. Album pertamanya "Kakanuks Lullaby" bisa kalian dengarkan di Spotify dan platform streaming musik lainnya.

  35. Sendu memahamimu

    Ini puisi benar-benar terinspirasi dari lampu jalan yg saya perhatikan sambil nunggu ojol yg saya pesan datang suatu malam. Jadi sepanjang perjalanan saya ulang-ulang ini puisi dalam kepala biar gak lupa. Saya biasanya mencatat di hp, tapi karena sedang naik kendaraan saya tidak mau melakukannya...

  36. Cermin.

    Hope you enjoy

  37. Kita menjadi dua rasa

    Hai, apa kabar semua? Semoga kita semua sehat dan baik-baik saja menghadapi PSBB tahap dua. Tetap semangat, patuhi protokol kesehatan, jaga keluarga dan orang-orang tercinta kita.

  38. Rapsodi igauan

    Puisi ini tentang pertanyaan: kita hidup dalam mimpi? Atau kita tengah bermimpi tentang hidup? Drop your comment about this, will you?

  39. Sepatu bututku dan senyummu

    Seperti biasa saya hanya mau mengucapkan selamat mendengarkan dan semoga terinsirasi.

  40. 14 hari dan seterusnya

    Berhubung unggahan audio puisi ini sebelumnya tidak bagus dan banyak pendengar yang merasa tidak nyaman ketika mendengarkan, maka atas permintaan mereka juga saya mengunggah ulang puisi ini dengan kualitas audio yang lebih baik. Semoga bisa lebih di nikmati. Semoga menginspirasi.

  41. Selap

    Jumat terakhir di bulan Ramadhan. Sebuah puisi yang saya tulis untuk mengingatkan kita agar terus merenungi segala apa yang telah kita lalui beberapa bulan terakhir. Semoga kita selalu bisa menjadi manusia yang lebih baik. Selamat menikmati.

  42. Sore di kafe dan kenangan pada gitar ibu

    Kangen membaca puisi di panggung. Akhirnya, saya membuat episode ini seolah-olah saya sedang membaca puisi di sebuah kafe. Well, it work somehow

  43. Semua Kembali

    Ini sudah episode ke berapa ya? Wah aku lupa. Tapi mudah-mudahan bisa tetap di nikmati. Stay healthy, stay strong, stay safe. Cheers everyone!🍷

  44. Pada cinta itu

    Quarantine love poem Sonet No 4 with Adagio second Sonata for solo violin BMV 1003 by J.S. BACH. Perform on 8 string guitar by Patrick Mailloux https://youtu.be/6emElQDVqF4

  45. Kayuh penghabisan

    Quarantine love poem sonet No 3 with sonata in B minor from Domenico Cimarosa. Guitar by: Jeff Sigurdson. www.sigurdsonguitars.com

  46. Kamulah pagi

    Quarantine love poem №2

Type above to search every episode's transcript for a word or phrase. Matches are scoped to this podcast.

Searching…

We're indexing this podcast's transcripts for the first time — this can take a minute or two. We'll show results as soon as they're ready.

No matches for "" in this podcast's transcripts.

Showing of matches

No topics indexed yet for this podcast.

Loading reviews...

ABOUT THIS SHOW

Saya Hadi. Saya sedang magang jadi penyair. Disini setiap satu minggu sekali pada hari Kamis, saya akan memperdengarkan puisi-puisi saya yang tidak laku di penerbitan tapi lumayan dapat tepuk tangan kalau di bacakan 😄Semoga menginspirasi Cover art photo provided by Annie Spratt on Unsplash: https://unsplash.com/@anniespratt

HOSTED BY

M. Nurhadi. Perdana

CATEGORIES

Frequently Asked Questions

How many episodes does Penyair Magang have?

Penyair Magang currently has 54 episodes available on PodParley. New episodes are automatically indexed when they're published to the podcast feed.

What is Penyair Magang about?

Saya Hadi. Saya sedang magang jadi penyair. Disini setiap satu minggu sekali pada hari Kamis, saya akan memperdengarkan puisi-puisi saya yang tidak laku di penerbitan tapi lumayan dapat tepuk tangan kalau di bacakan 😄Semoga menginspirasi Cover art photo provided by Annie Spratt on Unsplash:...

How often does Penyair Magang release new episodes?

Penyair Magang has 54 episodes. Check the episode list to see recent publication dates and frequency.

Where can I listen to Penyair Magang?

You can listen to Penyair Magang on PodParley by clicking any episode. We provide an embedded audio player for direct listening, and you can also subscribe via your preferred podcast app using the RSS feed.

Who hosts Penyair Magang?

Penyair Magang is created and hosted by M. Nurhadi. Perdana.
URL copied to clipboard!