PODCAST · news
Podcast Bebas Aktif
by Kontekstual
Podcast diplomasi dan hubungan internasional terbaik se-Indonesia. Tayang reguler 2x seminggu. Temui kami di Instagram/Twitter @kontekstualcom.
Episodes
-
Pusat Ambil Sumber Daya, Daerah Tanggung Efeknya ft. Armand Suparman & M. Yusra
Bersama Mendagri Bayangan Armand Suparman dan Akademisi HI Unand Muhammad Yusra. Membahas akar letupan disintegrasi di daerah, seperti Aceh, Kalimantan, dan Papua, nasib desentralisasi Indonesia, dan potensi federalisme.
-
Imigrasi Ceuta dan Miskin Narasi Sayap Kanan
Isu imigrasi di Ceuta, perbatasan Maroko-Spanyol, membawa kembali isu yang sering diangkat oleh kelompok sayap kanan. Kenapa isu ini sempat populer, dan apakah masih relevan Podcast Bebas Aktif bersama Ikhlas Tawazun dan Shofwan Al Banna.
-
Amerika-China Kuasai AI, "Simpul Keempat" Jadi Kunci?
Bersama Omar Farizi Wonggo, Analis Politik Keamanan LAB 45, membahas geopolitik AI, persaingan sumber daya, dan posisi Indonesia.
-
Jutaan Terusir, Rohingya Urusan Siapa?
Krisis di Myanmar kian berlarut, nasib etnis Rohingya kian kalut. Jutaan di Cox's Bazaar, tak sedikit juga di Indonesia harus meninggalkan kampung halamannya. Banyak narasi tidak adil menyambut di tempat singgah, tapi apa yang mendasarinya? Podcast Bebas Aktif bersama dua peneliti, Mutiara…
more -
Hikmahanto Juwana Bongkar Rapuhnya Kesepakatan Iran-Israel
Bersama pakar hukum internasional, Prof. Hikmahanto Juwana, membahas kesepakatan Iran-AS yang rapuh, momentum bagi Indonesia, dan masa depan kawasan.
-
Bhima CELIOS Ungkap Kerentanan Ekonomi Indonesia
Bersama Bhima Yudhisira, Direktur CELIOS, membahas pelemahan rupiah, pemborosan anggaran, dan pergantian Menteri Keuangan.
-
Menggugat Kunjungan Luar Negeri Prabowo ft. Calvin Khoe FPCI
Bersama Calvin Khoe, Analyst dari FPCI (Foreign Policy Community of Indonesia), membahas debat Dino Patti Djalal dan Teddy Indra Wijaya, logistik kunjungan luar negeri, dan marwah Kementerian Luar Negeri.
-
Mengklarifikasi Teori Sekuritisasi
Shofwan Al Banna, Nandi Oktaviano, dan Kenzie Ryvantya mendalami teori sekuritisasi yang belakangan jadi buah bibir di masyarakat.
-
Indonesia Alami Deindustrialisasi Prematur, Ini Obatnya ft. Faris Abdurrachman
Bersama founder Industrial Policy Lab, Faris Abdurrachman, membahas penyebab sulitnya menumbuhkan lapangan kerja di Indonesia. Kuncinya adalah industrial policy
-
Feri Amsari Kuliti Blanket Overflight, Mau Gadaikan Kedaulatan?
Bersama pakar hukum tata negara Feri Amsari membahas kenapa wacana blanket overflight Indonesia untuk Amerika bisa beresiko kepada kedaulatan kita. Dukung channel kami melalui Trakteer: https://trakteer.id/kontekstualcom Temui kami di: Spotify: Podcast Bebas Aktif Instagram:...
-
RI Perlu Lakukan Ini Setelah Prajurit UNIFIL Tewas
Bersama Aisha R. Kusumasomantri (peneliti keamanan internasional ISI) dan Ridlwan Habib (pengamat intelijen). Membahas apa yang bisa dilakukan kepada Israel setelah membunuh prajurit UNIFIL asal Indonesia. Juga soal politik Lebanon dan operasi Mossad. Dukung channel kami melalui Trakteer:...
-
Motivasi Personalistik Trump Serang Iran
Bersama Fauzia G. Cempaka dan Syauqi Hafiz membahas tanda tanya di balik untung-rugi Amerika-Israel dalam menyerang Iran.
-
Kebungkaman Oposisi Saat Indonesia Gabung Board of Peace
Bersama Feri Amsari membahas bagaimana situasi tanpa oposisi di dalam negeri berpengaruh ke kebijakan luar negeri Indonesia: perdagangan senjata ke junta, sampai Board of Peace.
-
Mengupas Alasan Indonesia Gabung Board of Peace
Bersama Agung Nurwijoyo membahas Board of Peace, mulai dari konsepnya, plus minus, dan alasan Indonesia gabung.
-
Mencari Akal Sehat Trump Tangkap Maduro
Bersama Pramudya A. Oktavinanda membahas alasan Trump tangkap Maduro, "yes men" di sekitar Trump, dan inkoherensi hukum internasional.
-
Zohran Mamdani Patahkan Serbuan Oligarki Amerika
Kenzie Ryvantya, Farhan Abdul Majiid, dan Shofwan Al Banna ngebahas kemenangan Zohran Mamdani dan kenapa miripin Zohran ke Anies atau Ahok itu... Dukung channel kami melalui Trakteer:https://trakteer.id/kontekstualcom Temui kami di:Spotify: Podcast Bebas AktifInstagram:...
-
Kebijakan Industri di Indonesia
Kenzie Ryvantya, Fatah Husni, dan Shofwan Al Banna ngomongin cara Indonesia keluar dari middle income trap dengan industrialisasi.
-
Trump Peace Deal: Akhir dari Konflik di Gaza?
Membahas kesepakatan damai Israel-Hamas yang dibrokeri Trump. Juga soal Solusi Dua Negara dan sikap Prabowo.
-
Ekonom Kupas Tuntutan Darurat Ekonomi ft. Krisna Gupta
Membahas tuntutan darurat ekonomi dan perdebatan perlukah negara hadir dalam pasar, bersama Krisna "Imed" Gupta, ekonom dan peneliti CIPS Indonesia. Dukung channel kami melalui Trakteer: https://trakteer.id/kontekstualcom Temui kami di: YouTube: Kontekstual Instagram:...
-
Hilmar Farid Bicara Tuntutan 17+8 dan Rumus Aksi Massa Efektif
Membahas tuntutan 17+8, perbedaan aksi massa 1998 dan kini, serta bagaimana merumuskan aksi massa yang efektif mendorong perubahan. Dukung channel kami melalui Trakteer: https://trakteer.id/kontekstualcom Temui kami di: YouTube: Kontekstual Instagram: Kontekstualcom X:...
-
Siapa Berani Undang Peneliti Zionis ke UI? ft. Razaan Bayu Rachman
Membahas kedatangan peneliti Zionis ke UI dan pentingnya boikot akademik & kultural terhadap Israel. Bersama Razaan Bayu Rachman, UI Student for Justice in Palestine. Dukung channel kami melalui Trakteer: https://trakteer.id/kontekstualcom Temui kami di: YouTube: Kontekstual Instagram:...
-
Usaha Trump Damaikan Rusia-Ukraina
Kenzie Ryvantya, Nandi Oktaviano, dan Shofwan Al Banna membahas pertemuan Donald Trump dengan Vladimir Putin, kemudian Volodymyr Zelenskyy. Dibahas juga soal peran NATO, posisi China, dan di mana Indonesia terlibat. Dukung channel kami melalui Trakteer: https://trakteer.id/kontekstualcom Temui...
-
Tewasnya Jurnalis dan Bias Media Barat Meliput Gaza ft. Muhammad Pizaro
Kenzie Ryvantya bersama Shofwan Al Banna dan Muhammad Pizaro, jurnalis Gazamedia, membahas media barat yang timpang memberitakan krisis di Gaza. Perkembangan tewasnya jurnalis Al Jazeera seperti momentum mulai bergesernya persepsi media barat.Dukung channel kami melalui...
-
Protes Bendera One Piece, Lalu Apa? ft. Darynaufal Mulyaman
Membahas apakah protes bendera One Piece dapat menjadi gerakan sosial perubahan, bersama Darynaufal Mulyaman, dosen HI UKI sekaligus pengamat relasi politik & budaya pop.
-
Seteru Dinasti Bayangi Konflik Thailand-Kamboja
Membahas analisis di balik konflik Thailand-Kamboja, peran ASEAN, dan pasifnya Indonesia. Bersama Kenzie Ryvantya.
-
Untung Rugi Tarif 19% Amerika ke Indonesia
Bersama Ahmad Syarif, mahasiswa doktoral dari SAIS Johns Hopkins University, Amerika.
-
Masalah Sistemik di Balik Kasus Arya Daru, PNS Paulus, dan Novel Baswedan
Albert Wirya, Direktur LBH Masyarakat, membahas mengapa ASN takut bersuara, sistem whistleblowing yang berlubang, dan pentingnya mengawal revisi KUHAP sesuai keinginan masyarakat sipil
-
Reformasi Beras: Kisah Harapan di Lumbung Padi
Ikhlas Tawazun membahas betapa pentingnya melihat supply chain beras dari segi keberlanjutan. Bersama Kiswara S. Prihandini (Program Manager Indonesia at Preferred by Nature) & Hafizh Mulia (Country Representative Indonesia at Preferred by Nature). Episode ini berkolaborasi dengan Preferred by...
-
Membongkar Stigma Beras Tidak Bisa Diutak-atik ft. Kiswara Prihandini & Hafizh Mulia
Ikhlas Tawazun membahas betapa pentingnya melihat supply chain beras dari segi keberlanjutan. Bersama Kiswara S. Prihandini & Hafizh Mulia dari Preferred by Nature. Episode ini berkolaborasi dengan Preferred by Nature, sebuah organisasi nonpemerintah global yang bergerak di bidang keberlanjutan....
-
Membahas Zohran Mamdani, Sosialis Calon Pemimpin Kota Simbol Kapitalisme
Membahas Zohran Mamdani, pergeseran politik Amerika, dan bukti gerakan muda bisa berpengaruh. Support kami dalam membangun media ini melalui Trakteer. Versi video di YouTube: Kontekstual TikTok: @Kontekstualcom Instagram:...
-
Perang Iran-Israel ft. Syauqi Hafiz
Syauqi Hafiz, pengamat Timur Tengah, membahas konflik Iran-Israel, potensi nuklir, dan keterlibatan AS. Versi video di YouTube: Kontekstual TikTok: @Kontekstualcom Instagram: @Kontekstualcom X: @Kontekstualcom Business inquiries:...
-
Yang Diabaikan Ketika TNI Urus Program Sipil ft. Kenzie Ryvantya
Kenzie Ryvantya, co-initiator Peduli Hankam, membahas pro-kontra popularitas TNI di masyarakat dan keterlibatan di program sipil. Bersama Rafi Alif (Host) dan Ikhlas Tawazun. Support kami dalam membangun media ini melalui Trakteer. Versi video di YouTube: Kontekstual...
-
Potensi Nuklir Konflik India-Pakistan
Rafi (Host), Ikhlas dan Shofwan membahas eskalasi terbaru dari konflik India-Pakistan. Support kami dalam membangun media ini melalui Trakteer. Versi video di YouTube: Kontekstual TikTok: @Kontekstualcom Instagram: @Kontekstualcom X:...
-
Trump vs. Harvard: Ideologi Anti-Intelektualisme Trump
Rafi Alif, Ikhlas Tawazun, dan Farhan Abdul Majiid membahas ancaman Trump kepada Harvard dan relasi kampus-negara. Support kami dalam membangun media ini melalui Trakteer. Versi video di YouTube: Kontekstual TikTok: @Kontekstualcom Instagram…
more -
Debat Apakah Indonesia Perlu Tunduk Pada Tarif Trump ft. Fithra Faisal
Fithra Faisal, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, membahas respons Indonesia terhadap tarif Donald Trump. Bersama Ikhlas Tawazun dan Shofwan Al Banna Support kami dalam membangun media ini melalui Trakteer. Versi video di YouTube: Kontekstual TikTok:...
-
Tarif Trump Gak Rasional!
Shofwan Al Banna dan Ikhlas Tawazun membahas mengapa Donald Trump mengeluarkan tarif dan apa pengaruhnya terhadap Amerika Serikat. Support kami dalam membangun media ini melalui Trakteer. Versi video di YouTube: Kontekstual TikTok: @Kontekstualcom Instagram…
more -
Serangan Sahur Israel Gagalkan Gencatan Senjata di Gaza ft. Agung Nurwijoyo
Agung Nurwijoyo, pengamat Timur Tengah, membahas perkembangan terakhir di Gaza setelah Israel melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan menyerang di waktu Sahur. Bersama host Ikhlas Tawazun dan Shofwan Al Banna. Support kami dalam membangun media ini melalui Trakteer. Versi video di...
-
Rodrigo Duterte Diciduk ICC, Buntut Pemakzulan Sara Duterte?
Membahas penangkapan eks Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, oleh ICC atas tuduhan pembunuhan tanpa pengadilan dalam kampanya "war on drugs." Bersama Ikhlas Tawazun dan Shofwan Al Banna, serta Rafi Alif (host). Support kami dalam membangun media ini melalui Trakteer. Versi video di YouTube:...
-
Resolusi Konflik Rusia-Ukraina di Tangan Trump ft. Radityo Dharmaputra
Radityo Dharmaputra, pakar Eropa Timur dari Departemen HI UNAIR, membahas konflik Rusia-Ukraina ketika Amerika Serikat di bawah Donald Trump membuka hubungan kembali dengan Rusia dan bernegosiasi tanpa keterlibatan Ukraina. Bersama Ikhlas Tawazun dan Shofwan Al Banna. Support kami dalam membangun...
-
Milei, Trump, Prabowo: Tren Global Pemangkasan Anggaran ft. Grady Nagara
Grady Nagara, CEO Next Policy, mengulas logika di balik upaya pemangkasan anggaran oleh pemerintahan Prabowo Subianto dan apakah hanya karena Makan Bergizi Gratis. Dipandu Ikhlas Tawazun bersama Shofwan Al Banna.Support channel kami melalui:Trakteer: https://trakteer.id/kontekstualcomIkuti dan...
-
Sambut Erdogan Bak Raja, Prabowo Anggap Turki Spesial? ft. Agung Nurwijoyo
Agung Nurwijoyo, pengamat Timur Tengah dan Turki, membahas kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Indonesia yang disambut dengan meriah. Bersama Ikhlas Tawazun dan Shofwan Al Banna. Support channel kami melalui:Trakteer: https://trakteer.id/kontekstualcomIkuti dan nikmati konten-konten...
-
Deepseek AI Momen "Sputnik" Rivalitas AS-China?
Membahas signifikansi munculnya Deepseek AI dan kepanikan di Amerika Serikat. Support channel kami melalui: Trakteer: https://trakteer.id/kontekstualcom Ikuti dan nikmati konten-konten Kontekstual lainnya di: Instagram: kontekstualcom X: kontekstualcom YouTube: @Kontekstualcom TikTok: kontekstualcom
-
Gencatan Senjata Israel-Hamas ft. Syauqi Hafiz
Israel dan Hamas mencapai kata sepakat untuk gencatan senjata dan pertukaran sandera. Ternyata, peran Trump cukup krusial dalam kesepakatan ini. Podcast Bebas Aktif kedatangan Syauqi Hafiz, pengamat Timur Tengah. Support channel kami melalui: Trakteer: https://trakteer.id/kontekstualcom Ikuti dan...
-
Trump Siap Beli Greenland, Damaikan Gaza? ft. Ahmad Syarif
Belum dilantik tapi Donald Trump sudah berwacana untuk membeli Greenland, mengambil alih Terusan Panama, dan memberi tarif ke semua barang impor. Selain itu muncul juga kemungkinan perdamaian di Gaza. Rafi dan Ikhlas kedatangan Ahmad Syarif, mahasiswa doktoral dari SAIS Johns Hopkins University,...
-
Untung Rugi Masuk BRICS
Bergabungnya Indonesia ke BRICS menimbulkan tanda tanya tentang untung-ruginya. Publik menilai tak ada keuntungan signifikan, malahan beresiko membuat Amerika gusar di bawah Presiden Trump. Diskusi bersama Rafi Alif, Ikhlas Tawazun, dan Shofwan Al Banna di Podcast Bebas Aktif. Timestamp: 00:00...
-
Transisi Energi Kepentingan Pragmatis Indonesia ft. Putra Adhiguna & Katherine Hasan
Presiden Prabowo Subianto menyatakan di KTT G20 bahwa Indonesia akan memensiunkan PLTU batu bara dan akan memanfaatkan sumber-sumber energi terbarukan dalam 15 tahun. Sementara, Indonesia masih sangat bergantung dengan energi fosil, baik dalam bauran energi maupun pendapatan ekspor. Mungkinkah...
-
Drama (Politik) Korea ft. Kenzie Ryvantya
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengumumkan darurat militer yang berhasil digagalkan parlemen. Setelahnya, Yoon dimakzulkan dan diinvestigasi atas dasar pemberontakan. Yoon bukan presiden Korea pertama yang dikasuskan. Selengkapnya di Podcast Bebas Aktif bersama Kenzie Ryvantya, co-initiator...
-
PPN Naik Jadi 12%: Mimpi Nordik, Realitas Mencekik ft. Teuku Riefky
Pemerintah akan menaikkan pajak pertambahan nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% per 1 Januari 2025. Masyarakat mempertanyakan keputusan ini karena dilakukan di saat daya beli turun dan melemahnya kelas menengah. Seberapa urgen kenaikan PPN ini? Siapa yang untung? Podcast Bebas Aktif bersama Teuku...
-
Belajar dari China Berantas Judol Sampai Kamboja
Viral banyak warung makanan Indonesia di perbatasan Kamboja-Thailand, diduga karena banyak WNI yang jadi pegawai judol di sana. Muhaimin Iskandar sebut 100.000 diaspora Indonesia ada di Kamboja, cuma belasan ribu yang terdaftar. Punya problem mirip, China lakukan pendekatan bilateral. Bagaimana...
We're indexing this podcast's transcripts for the first time — this can take a minute or two. We'll show results as soon as they're ready.
No matches for "" in this podcast's transcripts.
No topics indexed yet for this podcast.
Loading reviews...
ABOUT THIS SHOW
Podcast diplomasi dan hubungan internasional terbaik se-Indonesia. Tayang reguler 2x seminggu. Temui kami di Instagram/Twitter @kontekstualcom.
HOSTED BY
Kontekstual
CATEGORIES
Loading similar podcasts...