Skip to content
Puisi Legi podcast artwork

PODCAST · arts

Puisi Legi

by Amry Rasyadany

Adalah siniar puisi yang mengalir di udara. Menghadirkan puisi-puisi saya, kawan, dan penyair lainnya lewat suara.

Publisher-supplied feed metadata · PodParley refreshed Oct 8, 2023 · Source feed

Episodes

  1. Kerikil Tajam #6 - PELARIAN | Puisi Karya Chairil Anwar

    Pembacaan puisi berjudul "Pelarian" karya Chairil Anwar. Puisi ini dimuat dalam buku "Kerikil Tajam" yang terbit tahun 1949 satu jilid dengan buku "Yang Terampas dan yang Putus". Puisi "Pelarian" bertitimangsa Februari 1943. Puisi: Chairil Anwar Pembaca: Amry Rasyadany Rumah Produksi: Rasy…

    more
  2. Kerikil Tajam #3 - DIPO NEGORO | Puisi Karya Chairil Anwar

    Pembacaan puisi berjudul "Dipo Negoro" karya Chairil Anwar. Puisi ini dimuat dalam buku "Kerikil Tajam" yang terbit tahun 1949 satu jilid dengan buku "Yang Terampas dan yang Putus". Puisi "Dipo Negoro" bertitimangsa Februari 1943. Puisi: Chairil Anwar Pembaca: Amry Rasyadany Rumah Produksi: Rasy...

  3. Dampamu #18 - Sepilah

    Hidup adalah rangkaian panjang pilihan, dan sepi adalah kawan setia kehidupan. Sepilah adalah puisi ke delapan belas dalam buku kumpulan puisi Dampamu.

  4. Dampamu #17 - Laki-Laki Kecil

    Betapa sebenarnya manusia ini memang kecil, sementara alam semesta adalah padang pasir yang begitu luas, dan kehidupan adalah jalan panjang menuju keabadian. Laki-Laki Kecil adalah puisi ke tujuh belas dalam buku kumpulan puisi Dampamu.

  5. Dampamu #16 - Biji Kenari

    Terkadang kita gagal, menjadi manusia terlalu menjadi aku, tanpa sadar ada yang remuk dan patah di sekitar. Biji Kenari adalah puisi ke enam belas dalam buku kumpulan puisi Dampamu.

  6. Dampamu #15 - Ajaib

    Apa yang lebih ajaib, dari detik waktu yang berkejaran dengan detak jantung? Ajaib adalah puisi ke lima belas dalam buku kumpulan puisi Dampamu.

  7. Dampamu #14- Senyummu Sore Itu

    Kenangan akan selalu datang, menggugat janji seperti penagih hutang. Kita tak bisa lari, kenangan 'kan selalu menang. Senyummu Sore Itu adalah puisi ke empat belas dalam buku kumpulan puisi Dampamu.

  8. Dampamu #13 - Renungan

    Kalau senja datang, dan manusia dalam keadaan lalai. Sesal tak ada artinya lagi, air mata tak ada harganya lagi. Ayo bangun, jangan dilenakan siang, malam hampir datang. Renungan adalah puisi saya yang ke tiga belas dalam buku kumulan puisi Dampamu.

  9. Dampamu #12 - Akhir

    Sadarkah kita bahwa semakin hari semakin dekat kepada kata tamat? Sebentar lagi tidak ada apa-apa, dunia tak lebih dari ruang hampa yang tak ada. Akhir adalah puisi saya yang ke dua belas dalam buku kumpulan puisi Dampamu.

  10. Chairil Anwar (terj.) - Datang Dara Hilang Dara

    Puisi Datang Dara Hilang Dara merupakan puisi yang diterjemahkan oleh Chairil Anwar. Puisi aslinya berjudul A Song of the Sea karya Hsu Chih-Mo atau Xu Zhimo, seorang penyair asal Cina pada awal abad 20. Puisi Datang Dara Hilang Dara dan The Song of the Sea dimuat dalam buku Chairil Anwar…

    more
  11. Dampamu #11 - Krik... Krik... Krik...

    Ketika lampu-lampu tlah mati, malam datang, tanda tanya berdesakan, manusia terlelap, yang ada hanya jangkrik yang sombong. Krik... Krik... Krik... adalah puisi saya yang kesebelas dalam buku kumpulan puisi Dampamu.

  12. Chairil Anwar - Penghidupan

    Apa yang telah kita lakukan untuk hidup? Untuk menopang kehidupan? Untuk menyangga penghidupan? Puisi Penghidupan ditulis oleh Chairil Anwar pada tahun 1942 dan menjadi puisi kedua dalam kumpulan puisi Kerikil Tajam.

  13. Dampamu #10 - Merapi

    Penghujung 2010, Gunung Merapi erupsi. Dalam perjalanan Boyolali-Klaten-Sleman-Magelang, saya menyaksikan. Betapa kita, luluh lantah dihadapan teguran bumi. Merapi adalah puisi saya yang ke sepuluh dalam buku kumpulan puisi Dampamu.

  14. Dampamu #9 - DiriMu

    Kepada yang ada, manusia pasrah akan ketiadannya. DiriMu adalah puisi saya yang ke sembilan dalam buku kumpulan puisi Dampamu.

  15. Dampamu #8 - Pagi

    Siapa yang paling berkuasa? Mawar atau mahkota? Pagi menyimpan rahasianya. Pagi adalah puisi saya yang ke delapan dalam buku kumpulan puisi Dampamu.

  16. Dampamu #7 - Memanjat Langit

    Langit-langit udara. Langit-langit angkasa. Langit-langit semesta. Langit-langit surga. Sedang kita terjebak pada langit-langit di atas kepala. Memanjat Langit adalah puisi ke tujuh dalam kumpulan puisi Dampamu.

  17. Dampamu #6 - Oranye Putih Kebiruan

    Karena hidup tak hanya sekali, langit senja adalah pertanda, akan datang kehidupan yang berikutnya. Oranye Putih Kehidupan adalah puisi ke enam dalam buku kumpulan puisi Dampamu.

  18. Dampamu #5 - Sebuah Tongkat Emas

    Apa yang kita cari, dari kekuasaan yang fana? Dari kehormatan yang pura-pura? Dari puja yang penuh curiga? Dari kekayaan yang sementara? Sebuah Tongkat Emas adalah puisi saya yang kelima dalam buku kumpulan puisi Dampamu

  19. Chairil Anwar - Nisan

    Kematian adalah hal biasa yang pasti datang. Meski begitu, duka tetap menjadi tanggapan dari setiap kabar kematian. Puisi Nisan ditulis oleh Chairil Anwar pada tahun 1942 dan menjadi puisi pertama dalam kumpulan puisi Kerikil Tajam.

  20. Dampamu #4 - Kalica Merah

    Kalau ragu bertamu, darimana kau datangkan jawaban? Ada tantangan duduk di hadapanmu. Ada masa depan yang terus menghadang. Kalica Merah adalah puisi keempat dalam buku kumpulan puisi Dampamu

  21. Dampamu #3- Teruntuk Kawan di Pesisir

    Belum lama di tanah rantau, aku langsung diserang rindu. 2009 benar-benar sebuah perubahan besar-besaran untukku yang baru saja lulus SMA kala itu. Teruntuk Kawan di Pesisir adalah puisi ketiga dalam buku kumpulan puisi Dampamu.

  22. Dampamu #2 - Senyum Syuhada Cilik

    Damai-damailah manusia. Perang sungguh-sungguh tak ada baiknya. Senyum Syuhada Cilik adalah puisi kedua dalam buku kumpulan puisi Dampamu.

  23. Dampamu #1 - Noktah Kehidupan

    Hidup akan dipertanyakan. Maka jangan salah mengabdikan. Noktah Kehidupan adalah puisi pertama dalam buku Dampamu, Puisi-Puisi Pilihan Satu Dasawarsa. Semula Noktah Kehidupan merupakan lirik lagu yang saya gubah pada tahun 2009. Saat penyusunan buku Dampamu di tahun 2018, saya putuskan untuk...

Type above to search every episode's transcript for a word or phrase. Matches are scoped to this podcast.

Searching…

We're indexing this podcast's transcripts for the first time — this can take a minute or two. We'll show results as soon as they're ready.

No matches for "" in this podcast's transcripts.

Showing of matches

No topics indexed yet for this podcast.

Loading reviews...

ABOUT THIS SHOW

Adalah siniar puisi yang mengalir di udara. Menghadirkan puisi-puisi saya, kawan, dan penyair lainnya lewat suara.

HOSTED BY

Amry Rasyadany

CATEGORIES

Frequently Asked Questions

How many episodes does Puisi Legi have?

Puisi Legi currently has 23 episodes available on PodParley. New episodes are automatically indexed when they're published to the podcast feed.

What is Puisi Legi about?

Adalah siniar puisi yang mengalir di udara. Menghadirkan puisi-puisi saya, kawan, dan penyair lainnya lewat suara.

How often does Puisi Legi release new episodes?

Puisi Legi has 23 episodes. Check the episode list to see recent publication dates and frequency.

Where can I listen to Puisi Legi?

You can listen to Puisi Legi on PodParley by clicking any episode. We provide an embedded audio player for direct listening, and you can also subscribe via your preferred podcast app using the RSS feed.

Who hosts Puisi Legi?

Puisi Legi is created and hosted by Amry Rasyadany.
URL copied to clipboard!