Skip to content
Puisi Suka-Suka podcast artwork

PODCAST · arts

Puisi Suka-Suka

by Swan

Puisi mencoba hidup di beberapa tempat. Di pikiran, di kertas, di layar, atau mungkin di udara lewat pembacaan. Jadi sudikah kamu ikut menghidupkan puisi di sini?

Publisher-supplied feed metadata · PodParley refreshed Sep 5, 2025 · Source feed

Episodes

  1. Cinta = Maut

    Cinta bisa jadi maut. Baik yang tidak disangka atau yang didamba-damba.

  2. Ini Aku, Mei

    Setelah sepak terjang yang panjang, pertemuan terjadi lagi. Pertemuan yang penuh dengan harapan.

  3. Hujan #1

    Hujan datang pada jadwal yang diharapkan. Namun apakah memang takdir menuntunnya atau hujan semaunya sendiri?

  4. Monolog Tahun Baru

    Setelah malam panjang dirayakan dengan meriah, lalu datang pagi mengantuk. Kita harus siap dengan yang selanjutnya.

  5. Kerelaan

    Memang sulit menjadi seseorang yang mengikhlaskan. Tidak ada jalan pintas selain mencobanya sedikit demi sedikit.

  6. Koran Pagi

    Membaca koran pagi adalah rutinitas. Namun apakah masih relevan?

  7. Kesetiaan

    Semua yang setia akan selalu pulang ke rumah yang tepat. Tempat rimbunnya kasih sayang dipelihara dengan saksama.

  8. Kipas Angin

    Bosan menghampiri di cuaca yang agak gerah. Kipas angin meniupkan perkara yang buat runyam.

  9. Selesai Bertarung

    Di balik senang-senang hari ini, ada pertarungan yang menghabiskan. Boleh diingat, tak perlu diulang.

  10. Karton

    Kita sering penasaran dengan hal yang kurang penting. Kalau yang satu ini bagaimana?

  11. Memelihara Bahagia

    Jangan biarkan gulma ada di sana. Rawat baik-baik, siapa tahu berbuah lebat.

  12. Tahanan Ranjang (Puisi Joko Pinurbo)

    Kapan bisa melarikan diri dari ranjang? Situasi sudah makin genting dan gawat.

  13. Apel Duka

    Ruang hati tidak bisa diisi sendiri. Banyak pengorbanan dan kasih dari insan di sekitar.

  14. 3 Perilaku Odoh & Egois

    Tidak pernahkah kalian menyadari bahwa sesungguhnya alam masih lebih welas asih daripada manusia?

  15. Kehilangan

    Pencarian tidak menemukan hasil yang diinginkan. Mungkin sudah sepatutnya dihentikan?

  16. Laut

    Kita tidak pernah mencoba untuk merekognisi diri sendiri. Mau sampai kapan begini? Harus diubah hari ini.

  17. Manggarai Arena

    Siapakah yang akan menang hari ini? Tidak perlu khawatir, besok masih bisa kita taklukan.

  18. Dhien

    Dia tidak pernah lari meninggalkan tanahnya yang tercekik kolonial. Dia begitu berani memeluk perjuangan.

  19. Akhir dan Tuntas

    Setiap akhir dari sebuah jalan belum tentu menuntaskan segala urusan. Akan tetapi, jika sudah tuntas, maka telah berakhir.

  20. Selamat Pergi Rumah!

    Rumah merupakan satu hal yang paling intim dari manusia. Ia bersamanya sekaligus jauh darinya.

  21. Di Kulkas: Namamu (Puisi Joko Pinurbo)

    Kulkas ternyata tidak hanya menyimpan kebutuhan-kebutuhan dapur. Ia menyimpan banyak sekali kenangan, dari seseorang.

  22. Sampai Kapan?

    Yang ditunggu-tunggu tidak segera datang. Semoga tidak ada yang demikian lagi.

  23. Aku Ingin Jadi Politikus

    Politik itu panggung sandiwara paling menghibur. Membuat siapa saja tergoda untuk bermain di dalamnya.

  24. Ahangkara

    Kita sebagai manusia berbuat kerusakan tiada kira. Tidak ada yang dapat diperbuat kecuali menghilangkan kita.

  25. Hanya (Puisi Sapardi Djoko Damono)

    Beberapa hal di sekitar kita kadang tidak terlihat wujudnya, namun bisa kita coba untuk rasakan. Termasuk doa.

  26. Sesuatu dalam Namamu

    Untuk menjadi dewasa kita membutuhkan segalanya untuk diupayakan, tak terkecuali bantuan dari orang terkasih.

  27. Merah

    Dari sekian banyak warna, merah adalah representasi dari banyak hal penuh semangat. Tapi jika dibuat untuk mewakili sesuatu yang menyedihkan, apa jadinya?

  28. Amin

    Doa selalu menjadi sarana paling tepat untuk menjaga setiap orang yang kita cinta.

  29. Paradoks

    Cinta yang dimain-mainkan akan menghasilkan benci yang tidak main-main. Waspadalah!

  30. Temanku Pemerintah

    Teman bisa kita temukan di mana saja. Bahkan di depan wajahmu, sebagai musuh.

  31. Kehidupan Selembar Kertas

    Dengan tergesanya waktu kita akan terus bertemu orang baru. Tapi apakah dia akan jadi yang terakhir atau cuma seseorang yang mampir dalam kertas hidupmu?

Type above to search every episode's transcript for a word or phrase. Matches are scoped to this podcast.

Searching…

We're indexing this podcast's transcripts for the first time — this can take a minute or two. We'll show results as soon as they're ready.

No matches for "" in this podcast's transcripts.

Showing of matches

No topics indexed yet for this podcast.

Loading reviews...

ABOUT THIS SHOW

Puisi mencoba hidup di beberapa tempat. Di pikiran, di kertas, di layar, atau mungkin di udara lewat pembacaan. Jadi sudikah kamu ikut menghidupkan puisi di sini?

HOSTED BY

Swan

CATEGORIES

Frequently Asked Questions

How many episodes does Puisi Suka-Suka have?

Puisi Suka-Suka currently has 31 episodes available on PodParley. New episodes are automatically indexed when they're published to the podcast feed.

What is Puisi Suka-Suka about?

Puisi mencoba hidup di beberapa tempat. Di pikiran, di kertas, di layar, atau mungkin di udara lewat pembacaan. Jadi sudikah kamu ikut menghidupkan puisi di sini?

How often does Puisi Suka-Suka release new episodes?

Puisi Suka-Suka has 31 episodes. Check the episode list to see recent publication dates and frequency.

Where can I listen to Puisi Suka-Suka?

You can listen to Puisi Suka-Suka on PodParley by clicking any episode. We provide an embedded audio player for direct listening, and you can also subscribe via your preferred podcast app using the RSS feed.

Who hosts Puisi Suka-Suka?

Puisi Suka-Suka is created and hosted by Swan.
URL copied to clipboard!