PODCAST · society
Tentang Bicara
by Annisa Fadillah
Bersama-sama akan kita arungi samudera luas, langit tinggi, daratan tak terukur, yang pastinya penuh dengan lika-liku permainan semesta yang tak pernah usai dan tak jarang menggores luka.
Episodes
-
Kehidupan setelah wisuda.
Habis ini ada pertanyaan baru, "Istirahat nya sampai kapan?"
-
Hukuman yang Sesungguhnya
Jadi, sudah cukup berani memaafkan dirimu sendiri atau masih menjadi pengecut? Tidak perlu lah muluk untuk memberikan pengampunan pada dia yang menggores luka. Dirimu sendiri saja dulu, sudah belum?
-
Dari yang Sedang Berantakan
Hidup itu perlu rumit. Perlu untuk sulit. Perlu untuk berantakan. Karena ngga semua bisa terlihat dengan mata yang berbinar bahagia. Ada banyak hal yang justru baru bisa terasa ketika kita sedang berantakan.
-
Kamu yang Jahat!
Kamu punya harapan, tapi takdir punya kenyataan yang enggak bisa kamu lawan.
-
Terima kasih, Aku.
Dari: Aku di masa 20 tahun yang akan datang. Untuk: Aku di saat ini
-
Coba Bayangin
Buat kamu yang ngerasa, "Ah kayaknya enakan mati!" Kan baru kayaknya. Kalau kamu sekarang berhenti, 10 tahun lagi ada manusia lain yang hidup matinya itu bergantung sama kamu. Mikir.
-
Jawaban dari Tuhan
Kita sama-sama tahu bahwa kita hanya lah makhluk-Nya yang bahkan dengan debu pun tak bisa dibandingkan. Namun, yang perlu kamu tahu Tuhan tak pernah jauh. Dia selalu ada. Bahkan dikala kamu tak pernah menyambut pelukannya.
We're indexing this podcast's transcripts for the first time — this can take a minute or two. We'll show results as soon as they're ready.
No matches for "" in this podcast's transcripts.
No topics indexed yet for this podcast.
Loading reviews...
ABOUT THIS SHOW
Bersama-sama akan kita arungi samudera luas, langit tinggi, daratan tak terukur, yang pastinya penuh dengan lika-liku permainan semesta yang tak pernah usai dan tak jarang menggores luka.
HOSTED BY
Annisa Fadillah
CATEGORIES
Loading similar podcasts...