All Episodes
Suara Puan — 680 episodes · page 1 of 7
izinkan suara puan mengambil jeda sejenak.
manusia dan ragam upayanya mencari ketenangan.
protes itu mudah. tapi maukah berkontribusi mengubah?
ada apa di ujung quarter life crisis?
jangan takut untuk move on ketika kamu harus.
pelajaran yang dibawa oleh luka dan trauma.
kesempatan kecil yang memelihara hidup kita.
mungkin masa depan kita ada di masa lalu.
jangan remehkan perkara yang kecil.
wajah cinta yang sesungguhnya.
ketika rasanya tidak akan ada puncak yang lebih tinggi.
mengapa kita seringkali malu mengakui privilese?
nyatanya, kita tak bisa senangkan semua orang.
yang kelihatannya enak, belum tentu begitu kenyataannya.
seharusnya, iman adalah titik tanpa tanda tanya.
kita hidup di dunia nyata, bukan dunia maya.
jurnal harian penulis: middle class sialan!
apakah kita lupa apa yang menjadikan hidup kita bermakna?
merayakan kali pertama yang datang.
dalam bebas, ada batas. sebaliknya dalam lepas, justru bebas.
akankah kita keluar dari labirin bernama kehidupan?
untuk semua orang dewasa yang malu mengaku diri patah hati.
konsekuensi dari cinta yang sedang kamu cari.
pernahkah kamu bertemu malaikat?
mengapa manusia harus terampil menghadapi bosan.
bergerak meski sedih; sebab hidup berjalan, bukan berlarut.
sebuah pesan untuk hati yang sedang terdemotivasi.
hidup tak melekat biar tak perlu sakit hati. bisakah?
biarlah kenangan jadi kenangan.
pentingnya sadar bahwa kita tak tahu apa-apa.
“sabar, tidak semua hal harus ada jawabannya sekarang,” katanya.
hanya karena bebas berpikir, bukan berarti semua harus dipikirkan.
di hadapan bahagianya orang lain.
berhadapan dengan trauma sebelum kita siap.
jurnal harian penulis: hari terbahagia dalam hidupku.
jawab sebenar-benarnya: bagaimana kabarmu?
belajar mengerti darimana kebahagiaan berasal.
mengapa keberhasilan harus disadari dan dirayakan.
mengapa di dunia ini harus ada kegagalan?
cara terbaik menghadapi ketakutan kita.
untuk kita yang ternyata sudah tak lagi muda.
akankah keberuntungan besar datang lagi nanti?
memasuki separuh dari hari ini, mengapa masih begini?
ketika mereka yang kita sayang bahagia bersama orang lain.
“ya elah, begitu doang bangga. biasa aja kali.”
penting mana: persahabatan atau relasi romantis?
orang-orang yang olehnya kamu rela dibuat lemah.
siapkah kita untuk naik ke level hidup yang lebih tinggi?
mengunjungi masa lalu dan memungut yang ketinggalan.
memangnya kenapa kalau berbeda?
bu, ini aku anakmu.
bagaimana jika pilihan hidupku tak sama dengan mereka?
mengapa kita harus mengalahkan gengsi.
belajar memahami maksud orang tua.
surat cinta untuk awal bulan baru.
belajar menghitung berkat dan cukup kita.
jurnal harian penulis: kepergian teman seangkatan.
kawan ngabuburit: perihal pengampunan.
kawan ngabuburit: perihal kebenaran.
kawan ngabuburit: perihal beriman.
kawan ngabuburit: perihal harapan.
kawan ngabuburit: perihal berjuang.
kawan ngabuburit: perihal belajar.
kawan ngabuburit: perihal merelakan.
kawan ngabuburit: perihal bersabar.
kawan ngabuburit: perihal nafsu.
bahagia yang sempurna versi kita.
berhenti menghitung kebaikan sendiri.
yang lebih sedih dari sebuah kehilangan.
pesan ini bukan kebetulan.
nikmatnya menjadi biasa saja.
jangan takut merasa sedih.
berdamai dengan ketidaktahuan.
dunia dan para pelari.
haruskah kita berhenti peduli?
saat badai datang nanti.
tak pernah karena usaha sendiri.
puncak bukan satu-satunya tujuan.
bahagia atas kebahagiaan teman kita.
menemukan jalan kita sendiri.
tentang amarah dalam diri manusia.
membantu dalam diam.
semua cuma soal perspektif saja.
untuk yang sedang merasa tidak produktif.
sisi yang lebih indah.
sebuah ruang tempat cinta berada.
bunga lama bersemi kembali.
tentang masuk ke lingkungan baru.
cukup adalah kaya.
pencarian makna hidup yang sebenarnya.
berbuat salah itu manusiawi.
surat cinta untuk generasi sandwich.
perihal ketimpangan dalam relasi.
naik-turun pencapaian manusia.
tekanan yang baik.
menghadapi insecurity dalam diri.
rupa-rupa rezeki manusia.
bersama, lebih baik daripada sendiri saja.
berani mengaku tidak tahu.
tanpa banyak bicara.