All Episodes
Suara Puan — 680 episodes
izinkan suara puan mengambil jeda sejenak.
manusia dan ragam upayanya mencari ketenangan.
protes itu mudah. tapi maukah berkontribusi mengubah?
ada apa di ujung quarter life crisis?
jangan takut untuk move on ketika kamu harus.
pelajaran yang dibawa oleh luka dan trauma.
kesempatan kecil yang memelihara hidup kita.
mungkin masa depan kita ada di masa lalu.
jangan remehkan perkara yang kecil.
wajah cinta yang sesungguhnya.
ketika rasanya tidak akan ada puncak yang lebih tinggi.
mengapa kita seringkali malu mengakui privilese?
nyatanya, kita tak bisa senangkan semua orang.
yang kelihatannya enak, belum tentu begitu kenyataannya.
seharusnya, iman adalah titik tanpa tanda tanya.
kita hidup di dunia nyata, bukan dunia maya.
jurnal harian penulis: middle class sialan!
apakah kita lupa apa yang menjadikan hidup kita bermakna?
merayakan kali pertama yang datang.
dalam bebas, ada batas. sebaliknya dalam lepas, justru bebas.
akankah kita keluar dari labirin bernama kehidupan?
untuk semua orang dewasa yang malu mengaku diri patah hati.
konsekuensi dari cinta yang sedang kamu cari.
pernahkah kamu bertemu malaikat?
mengapa manusia harus terampil menghadapi bosan.
bergerak meski sedih; sebab hidup berjalan, bukan berlarut.
sebuah pesan untuk hati yang sedang terdemotivasi.
hidup tak melekat biar tak perlu sakit hati. bisakah?
biarlah kenangan jadi kenangan.
pentingnya sadar bahwa kita tak tahu apa-apa.
“sabar, tidak semua hal harus ada jawabannya sekarang,” katanya.
hanya karena bebas berpikir, bukan berarti semua harus dipikirkan.
di hadapan bahagianya orang lain.
berhadapan dengan trauma sebelum kita siap.
jurnal harian penulis: hari terbahagia dalam hidupku.
jawab sebenar-benarnya: bagaimana kabarmu?
belajar mengerti darimana kebahagiaan berasal.
mengapa keberhasilan harus disadari dan dirayakan.
mengapa di dunia ini harus ada kegagalan?
cara terbaik menghadapi ketakutan kita.
untuk kita yang ternyata sudah tak lagi muda.
akankah keberuntungan besar datang lagi nanti?
memasuki separuh dari hari ini, mengapa masih begini?
ketika mereka yang kita sayang bahagia bersama orang lain.
“ya elah, begitu doang bangga. biasa aja kali.”
penting mana: persahabatan atau relasi romantis?
orang-orang yang olehnya kamu rela dibuat lemah.
siapkah kita untuk naik ke level hidup yang lebih tinggi?
mengunjungi masa lalu dan memungut yang ketinggalan.
memangnya kenapa kalau berbeda?
bu, ini aku anakmu.
bagaimana jika pilihan hidupku tak sama dengan mereka?
mengapa kita harus mengalahkan gengsi.
belajar memahami maksud orang tua.
surat cinta untuk awal bulan baru.
belajar menghitung berkat dan cukup kita.
jurnal harian penulis: kepergian teman seangkatan.
kawan ngabuburit: perihal pengampunan.
kawan ngabuburit: perihal kebenaran.
kawan ngabuburit: perihal beriman.
kawan ngabuburit: perihal harapan.
kawan ngabuburit: perihal berjuang.
kawan ngabuburit: perihal belajar.
kawan ngabuburit: perihal merelakan.
kawan ngabuburit: perihal bersabar.
kawan ngabuburit: perihal nafsu.
bahagia yang sempurna versi kita.
berhenti menghitung kebaikan sendiri.
yang lebih sedih dari sebuah kehilangan.
pesan ini bukan kebetulan.
nikmatnya menjadi biasa saja.
jangan takut merasa sedih.
berdamai dengan ketidaktahuan.
dunia dan para pelari.
haruskah kita berhenti peduli?
saat badai datang nanti.
tak pernah karena usaha sendiri.
puncak bukan satu-satunya tujuan.
bahagia atas kebahagiaan teman kita.
menemukan jalan kita sendiri.
tentang amarah dalam diri manusia.
membantu dalam diam.
semua cuma soal perspektif saja.
untuk yang sedang merasa tidak produktif.
sisi yang lebih indah.
sebuah ruang tempat cinta berada.
bunga lama bersemi kembali.
tentang masuk ke lingkungan baru.
cukup adalah kaya.
pencarian makna hidup yang sebenarnya.
berbuat salah itu manusiawi.
surat cinta untuk generasi sandwich.
perihal ketimpangan dalam relasi.
naik-turun pencapaian manusia.
tekanan yang baik.
menghadapi insecurity dalam diri.
rupa-rupa rezeki manusia.
bersama, lebih baik daripada sendiri saja.
berani mengaku tidak tahu.
tanpa banyak bicara.
tentang relativitas waktu.
keyakinan yang kita percaya.
meretas jarak di antara dua hati.
menemukan makna dari pekerjaan kita.
untuk hal-hal yang tersembunyi dalam diri.
sesal masa lalu adalah pertanda kita tumbuh.
nikmati kesempatan untuk merasa.
berkebun di tanah kehidupan.
tak sesuai rencana, tak selalu buruk ternyata.
lembar pertama buku 2023.
lembar terakhir buku 2022.
pentingnya memaafkan orang lain.
menjadi orang yang kita benci.
tak bisa memilih untuk tak dijahati.
selebrasi musim hujan.
untuk ibu belahan jiwaku.
tentang nilai dan prinsip hidup manusia.
kita dulu, baru mereka.
tanyakan pada dirimu: kenapa harus?
sahabat adalah dua hati yang saling menganggap.
pekerjaan yang kita cinta.
hidup orang di media sosial.
menjaga ketakutan yang baik.
cara menyikapi putus hubungan.
belajar untuk tidak melekat.
bertemu sahabat di usia dewasa.
saat yang diharap tak sesuai harap.
prinsip dalam berteman.
kerja bukan haya soal gaji.
mata adalah jendela jiwa.
akhir yang belum berakhir.
tenang sesudah bencana.
berbeda peran, bukan berarti tak penting.
menyerap energi musim hujan.
ditemukan oleh apa yang hilang.
bahagia dengan apa yang ada.
lelah. lelah sekali.
menyikapi kelemahan diri sendiri.
si baik dalam pertemanan.
tak ada cinta yang mudah.
jenuh berada di lingkungan yang sama.
keberanian last minute.
membiarkan hidup mengerjakan tugasnya.
hidup dan paradoks-paradoksnya.
tak akan selamanya cinta.
terkelabui rindu.
belajar memahami seluk beluk badai.
ada apa lagi setelah ambisi?
pentingnya harapan dalam perencanaan.
kembara ke kota istimewa.
mengecil, mengendap.
sejujur-jujurnya apa kabar.
melepas kecewa & menanam pohon ikhlas.
manusia-manusia penyeimbang.
pentingnya rasa tidak nyaman.
dalam menanggapi musibah besar.
berjalan di atas seutas benang tipis.
beri waktu untuk hatimu berubah.
pegang kendali atas kekhawatiran kita.
pentingnya menumbuhkan empati.
rumus mencari pasangan hidup.
mencukupkan usaha kita sendiri.
melihat kurva hidup dari jauh.
mencari pelarian yang baik.
hidup adalah sebuah kesempatan.
ingatan, bukan kenyataan.
hidup berkesadaran, memperbaiki kebiasaan.
takut keluar dari zona nyaman.
saat pencapaian terasa kurang.
mencintai adalah seni yang butuh keterampilan.
rumah dalam diri setiap manusia.
apakah manusia berhak atas kesempatan kedua?
mau, tapi tak mampu. harus bagaimana?
menjalin sesuatu yang lebih daripada hidup.
menyikapi hubungan jarak jauh.
cara menaklukkan hal-hal besar.
perkara rumput kita dan tetangga.
tumbuh dewasa, bukan bergerak mundur.
menabur dan menuai kebaikan.
takut sendiri tapi tak mau buka hati.
perihal menjaga yang melekat pada kita.
cara terbaik memanfaatkan waktu.
belajar memberi tanpa ekspektasi.
tentang menang, kalah, dan perjuangannya.
untuk kita yang sedang rindu ibu.
hubungan yang selamanya saling.
siapkah kita menerima hal-hal yang kita minta?
pentingnya mengeluh dalam kesusahan.
kurang atau kelimpahan: mana lebih baik?
panjang usia dan berkelanjutan.
menjalani hari tanpa perhitungan.
apa arti sebuah kesetiaan?
orang-orang yang suka dipuji.
tentang tujuan hidup dan nilai-nilai.
pelajaran kekuasaan dari hubungan pertemanan.
belajar memaknai duka karena kehilangan.
bakat untuk berbahagia.
kompas hidup yang berubah.
belajar dari kekalahan sendiri.
tentang memberi gelap ruang.
alasan untuk berbuat baik.
periode sial dalam hidup.
sepi adalah jeda untuk melihat ke dalam.
dua tangan yang sinkron.
dua ibu: puisi tentang sebuah kota.
tentang kebanggaan manusia.
menjadi versi terbaik diri kita.
untuk kita yang takut kalah saing.
jiwa yang pertama-tama harus dibantu.
analogi memancing ikan.
ibu menggali kuburnya sendiri.
cara terbaik untuk memulai sesuatu.
tentang sebuah rahasia.
pengetahuan yang tak perlu.
tidak ada pekerjaan yang kecil.
alasan kita terlahir ke dunia.
sesekali, coba biarkan dirimu bosan.
esok, kau akan menangis lebih sedikit.
suatu hari nanti di atas panggung.
duka yang tiba-tiba.
pekerjaan kita adalah hati.
ada apa dibalik kesuksesan?
patah hati adalah milik dan hak semua orang.
mendengarkan bahasa tubuh sendiri.
rasa takut kita akan masa depan.
pelajaran bebenah diri.
titik tengah itu diri kita sendiri.
prinsip dasar dari memberi.
menjalani hidup dengan cara yang baik.
tentang pertemuan dan perpisahan.
mempersilakan orang lain untuk masuk.
hidup itu berjalan, bukan berlarut.
hidup adalah permainan menjaga nyala api.
perihal memasuki babak hidup yang baru.
teman kita bukan milik kita seorang.
biasa-biasa saja itu cukup apa adanya.
menikmati bahagia pelan-pelan.
fungsi teman saat hari sedang gelap.
cara terbaik melihat musibah.
cukup sadari cinta, untuk bisa mencintai.
ketakutan akan lewat, jika dihadapi.
rasa khawatir akan kedewasaan.
tameng untuk menutupi kelemahan.
berdamai dengan suara bising di kepala.
menjaga perjuangan yang sudah kita perjuangkan.
merayakan kedamaian hati dan jiwa manusia.
keluarga yang tidak sempurna.
berkat yang dekat-dekat.
menerima takdir yang tak bisa dilawan.
mengikuti suara hati sendiri.
belajar dari prinsip cahaya.
nahkoda tanpa awak kapal.
kalah perang sebelum berjuang.
tersinggung dengan pendapat orang lain.
kita juga layak atas cinta.
memangnya hidup harus selalu berhasil?
untuk manusia-manusia overprotektif.
kembali pada yang paling esensi.
fakta-fakta di rumah.
jalan-jalan ke padang rumput.
mengenal orang lain seapa-adanya.
jangan buru-buru ganti yang baru.
kehilangan sesuatu yang kita jaga.
surat dari hati: pesan selama isolasi.
harus berjalan ataukah berlari?
dari perempuan pada perempuan lainnya.
iri akan keberhasilan orang lain.
untukmu, anak perempuan pertama dalam keluarga.
surat dari hati: yang mana dirimu sebenarnya?
perhatian yang tidak seharusnya.
intens.
sedih yang lebih sedih dari milik kita sendiri.
bukan karma mereka, tapi kita.
sedih, tapi ikhlas.
ketakutan yang menyelamatkan.
terbatas, tapi tak apa.
bahagia dengan derita pilihan kita.
menunggu cinta yang mencukupkan kita.
begitu hebat menjadi sedih.
sesuatu yang tak boleh berhenti.
ternyata cinta tidak seburuk itu.
tenang saja, kita cuma satu.
perihal memilih jalan kita sendiri.
teman yang memecah ketakutan.
kedewasaan dan rasa sayang kita pada orang tua.
untuk kita yang pernah kehilangan teman baik.
mencintai seseorang apa adanya.
bukan cepat, tapi jauh.
memberanikan diri untuk meminta lebih dulu.
cara membuat orang lain jujur pada kita.
pentingnya keras kepala dan mencoba berkali-kali.
benarkah bahagia itu pilihan kita?
mengapa kita sulit mencintai diri sendiri.
untuk apa jadi baik kalau ujungnya sia-sia?
langkah kita yang takut tertinggal.
menanam bunga bernama harapan.
hidup sesuai peran dan kapasitas kita.
belajar untuk jatuh dan gugur.
pencapaian tak punya bentuk.
tiba dan selamat.
surat dari hati: diriku, kau adalah mahakarya.
mengerjakan sesuatu dengan hati yang mau.
kiat-kiat membuat keberhasilan kita sendiri.
terakhir kali kita gagal.
menerima perubahan tubuh kita.
untuk mereka yang kehilangan makna pulang.
rupa-rupa bahagia manusia.
kesalahan yang membuat kita tumbuh.
berdamai dengan derita dan bahagia.
langkah kecil di hari yang baru.
di simpang jalan kehidupan.
menutup lembar yang lama dengan harap yang baru.
bukan lagi mencari, tapi mempertahankan.
jadi lebih baik dari tahun sebelumnya.
hari pertama, 2022.
malam tahun baru, 2021.
surat dari hati: diriku, kau tak harus secepat mereka.
satu hal yang tidak boleh berubah.
belajar untuk berhenti memperbaiki.
surat dari hati: aku percaya padamu, diriku.
memilih derita hidup kita.
bertahan, juga sebuah pencapaian.
menghitung pencapaian diri sendiri.
kepergian seseorang dari hidup kita.
mengizinkan hal-hal baik datang terlambat.
makna spesial di balik 'begini-begini saja'.
pembunuh paling keji.
Suara Mereka: Merayakan Disabilitas dengan Penerimaan (Laninka Siamiyono)
rahasia hidup yang sejahtera.
pelajaran tentang menjaga tutur kata.
menjadi lebih kecil dan bersinergi.
memberi orang lain kesempatan untuk berubah.
yang lebih penting dari diri kita sendiri.
berdamai dengan waktu.
melihat proses, bukan tujuannya saja.
membaca pola diri sendiri.
Suara Mereka: Tak Perlu Sempurna untuk Berbagi (Farhanah Fitria)
cinta yang sederhana.
pentingnya menerima dan meminta bantuan.
sesaat sebelum dunia terbangun.
memenangkan dunia dengan kebaikan.
setiap hari adalah awal yang baru.
Suara Mereka: Bertemu dengan Belahan Jiwaku (Miranda Kalangi)
belajar mengenal tubuh sendiri.
karena manusia tidak ada yang sempurna.
menyambut hujan akhir tahun.
tak harus cocok dengan semua orang.
hari terbahagia dalam hidup kita.
Suara Mereka: Melawan Kanker dalam Diriku (Helena Hutomo)
pada hal-hal yang bukan untukku.
hal yang perlu kamu tahu tentang pekerjaanmu.
menerima hidup apa adanya.
yang bisa kita lakukan dengan kedukaan kita.
kita tak pernah tahu apa yang akan datang esok hari.
Suara Mereka: Jalan Panjang Menuju Terang (Bentara Bumi)
perihal kanvas kosong dan memulai lagi.
pentingnya teman bagi hidup kita.
tentang kekhawatiran dan keajaiban tak kasat mata.
apa yang sedang kamu rasakan?
Suara Mereka: Sebuah Pesan dari Masa Depan (Madam Arra)
hidup yang baik itu seperti apa?
peran kecil di dunia yang besar.
perempuan andalan dalam diriku.
tumbuh jadi lebih baik.
manusia dan perandaiannya.
Suara Mereka: Meniti Karier sebagai Atlet Profesional (Aldila Sutjiadi)
bahan bakar untuk hari-hari yang kita jalani.
jangan tertipu kesan pertama.
tentang manusia dan keputusan-keputusan dalam hidupnya.
kita adalah kekalahan yang sedang berjuang menang.
belajar minum kopi pahit.
Suara Mereka: Merdeka Memilih Diri Sendiri (Siti Nurfaizah)
merayakan gelap dengan pijar-pijar cahaya.
melawan hustle culture adalah melawan diri sendiri.
pentingnya afirmasi diri.
tentang manusia dan kebahagiaannya.
melihat tanamanku tumbuh.
Suara Mereka: Menapaki Perjalanan Baru sebagai Transpuan (Alegra Wolter)
kita tak akan pernah menang melawan waktu.
mengapa hal baik harus berakhir?
untuk kamu yang sedang merasa gagal.
besar kecilnya derita manusia.
menanti-nanti akhir pekan.
sikap hati dalam mengerjakan hal-hal kecil.
apakah kamu sudah siap jatuh cinta?
saat ini, kita hanya punya memori.
manusia dan ritual-ritual kecil.
bertahan dulu saja, semampunya.
kalau pagi tak baik-baik saja.
tentang manusia dan kegagalannya.
hal kecil, tapi bermakna besar.
siapa kita tanpa kebaikan kecil yang kita perbuat?
ruang hampa bernama kehidupan.
hidup ini ada yang menjaga.
pada siapa aku pulang, kalau bukan diri sendiri?
mengetuk pintu lebih dulu.
di hari pernikahanku nanti.
saatnya belajar melamban.
yang kita perlu cuma menangis seharian.
kagum, tapi jangan punya.
pekerjaan paling mulia.
sebuah seni bertahan hidup.
titik cinta tertinggi.
atas dasar aku perempuan.
tak harus sempurna untuk bahagia.
memberi tak mengurangi.
puisi tentang senja dan kopi.
hidupmu bukan iklan.
mungkin rumah butuh waktu.
Suara Mereka: Kembali ke Tanah Leluhur Kami (Natasha Siahaan)
jarak ini bukan salah kita.
pada hari-hari tertentu.
atas dasar ingin penuh.
pakai baju apa hari ini?
hantu-hantu ketakutan.
Suara Mereka: Memaknai Lupus dengan Cinta (Winjani Prita Dewi)
ketidaktahuan adalah berkat.
memilih untuk setia.
Suara Mereka: Migrasi, Duka, dan Rindu Ingin Kembali (Martha Weruing)
kalau ibu punya pilihan 36 tahun lalu.
sepasang mata yang balas menatap.
Suara Mereka: Cahaya di Ujung Lorong Gelap
kita adalah titik tengah menanti ditemukan.
yang kau bilang gila itu siapa?
Suara Mereka: Harta yang Paling Berharga (Amanda Bernice)
yang bisa luka lakukan.
anak-anak semesta.
atas dasar ingin bahagia.
ibu kita, kartini.
membuka pintu menuju kebahagiaan.
Suara Mereka: Aku Mengingat Bulan dan Aku Menari (Putri Minangsari)
kata-kata adalah napas kehidupan.
lari dari patah hati.
Suara Mereka: Aku Mengingatmu dan Aku Rindu (Amelia Juanita)
tak ada cinta yang tulus.
sejatinya cinta adalah sebuah pengalaman.
Suara Mereka: Aku Mengingatmu dan Aku Berduka (Amanda Tandiary)
tempat paling aman di dunia.
hati yang tak lagi sempurna.
atas dasar diri sendiri.
lihat ke dalam, bukan ke luar.
cara terbaik merangkul duka.
Suara Mereka: Sesudah Gempa Itu (Christyaputri)
foyer brisé: broken home.
tentang air dan angkasa.
Suara Mereka: Adara dan Ekstra Satu Kromosom (Lisa Margaret)
Suara Mereka: Saat Cita-Cita Tak Jadi Nyata (Debora Defiyanti)
dewasa dan menjadi tua.
ingat, kita juga pernah bahagia.
Suara Mereka: Pelajaran tentang Menjaga Tutur Kata (Myra Saviera)
seribu tahun dari hari ini, siapa yang akan ingat kita?
mengambil waktu untuk diri sendiri.
Suara Mereka: Reda Tanpa Ari (Reda Gaudiamo)
menjadi orang yang biasa-biasa saja.
mencari, dan saling menemukan.
Suara Mereka: Lahir dari Dua Perbedaan (Carissa Atrianty)
sebuah permintaan kecil pada mimpi yang besar.
memperhatikan kesuksesan orang-orang.
Suara Mereka: Kisah Cinta dan Rahasia Yura (Yura Yunita)
cinta yang paling tulus.
sudah siap jadi orang besar?
Suara Mereka: Hidup dengan Vitiligo (Metta Mini)
pesan di akhir bulan ulang tahunku.
sesekali, kita perlu validasi.
Suara Mereka: Cantik Itu Apa? (Gabriella Dhillon)
kebebasan yang paling bebas.
jauh salah, dekat juga salah.
Suara Mereka: Lebih dari Sekadar Tubuh (Amita Kesia)
perjuangan manusia untuk belajar terbang.
asal muasal kekuatan manusia.
Suara Mereka: Adikku yang Spesial (Wulan Nabila)
menghargai apa yang kita punya.
berkenalan dengan awal lagi.
Suara Mereka: Tulang Punggung dalam Keluarga (Rasya Ardannary)
renungan penutup tahun.
belajar diam dan berhenti.
Suara Mereka: Yang Tengah, Yang Menengahi (Yenti Amelia)
mengamalkan pelajaran ikhlas.
spesial hari ibu: karena aku anak ibuku.
Suara Mereka: Jadi Ibu yang Tak Sempurna (Jessica Amadea)
melihat keberhasilan orang lain.
untuk kita yang sedang kecewa.
Suara Mereka: Setelah Papa & Mama Tak Ada (Claudia Rachel)
mereka yang hadirnya sebuah keajaiban.
jangan berpaku pada keberuntungan.
Suara Mereka: Stigma Hijab dan Kebebasan Berkarya (Idha Umamah)
kalau malam sedang gelap.
tentang manusia dan ketakutannya.
Suara Mereka: Menghadapi Perpisahan Kedua Orang Tua
kalau kita berbeda pendapat.
sajak cinta untuk kekasihku.
Suara Mereka: Hidup dalam Tuntutan Adat (Sally Manullang)
tentang pilihan dan konsekuensinya.
tentang cinta dan jarak di antaranya.
Suara Mereka: Membuka Hati untuk Cinta yang Baru (Olivia Siahaan)
waktu aku jalan-jalan sore.
sebagai wanita, dengan kuat dan lebihnya.
Suara Mereka: Perjalanan Mencari dan Menemukan Diri (Grace Mathilda)
tentang mengambil langkah pertama.
tanda-tanda kematian.
Suara Mereka: Cinta dari Seekor Kucing Tua (Agnes Hapsari)
teman yang baik itu seperti apa?
perihal keyakinan manusia.
Suara Mereka: Si Anak Sulung (Maria Cynthia)
pelajaran penting dari kehilangan.
tentang hati dan kepala.
Suara Mereka: Sejauh Rumah, Sedekat Rumah (Yunita Dewiyana)
menerima ketidaksempurnaan.
mungkin, kamu hanya perlu pulang.
Suara Mereka: Pulang ke Kampung Halaman (Ivonne Natalia)
arti kemewahan yang sesungguhnya.
jiwa yang muda dan berani.
Suara Mereka: Rekan & Kawan di Tempat Kerja (Misyel Wongkar)
perumpamaan tentang iri hati.
perihal bersikap peduli.
Suara Mereka: Menemukan Keberanian untuk Berpisah
lapisan-lapisan manusia.
mengapa hidup harus sirik amat?
Suara Mereka: Covid-19 & Hidup dalam Stigma (Amanda Auwdina)
pikiran adalah nahkoda yang handal.
kita kembali ke awal lagi.
Suara Mereka: Belajar Dewasa dari Hubungan (Aya Nabila)
belajar untuk ikhlas.
kekuatan tak kasat mata yang menyatukan dunia.
Suara Mereka: Menyatukan Cita-cita & Keinginan Orang Tua (Clarissa Priscilia)
tentang kita sebagai satu keluarga.
cerita sekuntum bunga.
Suara Mereka: Bicara Resign & Kegagalan (Dessya Paramitha)
memaknai seni kehidupan.
tentang gembok dan kunci.
Suara Mereka: Menjadi Ibu Saat Harus Kehilangan Ibu (Indriyani Hapsari)
dunia ini, panggung sandiwara.
mulai dari yang dekat.
Suara Mereka: Pasangan Terbaik dari Allah (Nadira Risma)
kita: generasi serba instan.
hubungan punya tanggal kadaluwarsa.
Suara Mereka: Melanjutkan Hidup tanpa Bapak (Putri Chrismita)
melewati masa berjaga.
menemukan lagi sesuatu yang hilang.
tak punya juga tak apa.
bagaimana kita bisa menghadapi kematian?
memahami cara kerja waktu.
pelajaran dari warna-warna cahaya.
cinta, tapi tak sampai.
dalam posisi kalah telak.
menjadi orang yang pemberani.
surat berisi catatan langit.
sekelibat pertanyaan di saat gelap.
jika perasaanku benar, kita akan jatuh cinta.
tentang manusia dan kesedihannya.
mimpi-mimpi sedih.
tentang perubahan.
rindu adalah batu berat di bahu.
tentang para pemimpi.
hidup dalam bayang-bayang ketakutan.
catatan perjalanan: sebuah rumah.
catatan perjalanan: surat untuk abah.
kita selalu punya tempat.
pengecut yang takut jatuh.
berbagi sebelum penuh.
hukum aksi reaksi.
cerita dari motor biru langit.
tentang kegagalan manusia.
ingat kita, terkenang.
metamorfosa seorang pecundang.
sebuah opini tentang berkarya.
Hari Lebaran
Jika Suatu Hari
Cara Terakhir Mencintai
Ramadhan Tanpa Ibuku
Aku Ingin Melihatmu
Pertunjukan Drama Paling Jujur
Dapatkah Kutemukan Jalan Pulang?
Pesan Untuk Tuan
Ramadhan Tahun Ini
Asal Muasal
Hari ke-Tujuh
Manusiawi
Para Pendosa
Berpuasa
di pagi pertunanganku.
sesaat sebelum pandemi: berangkat kerja.
sesaat sebelum pandemi: lari pagi.
berkarya dari hati.
tentang yang sudah hilang.
ciri-ciri mahkluk hidup.
untuk mereka di perantauan.
meluruskan pikiran-pikiran kusut.
mencari tempat hati kita pulang.
perihal bersiap.
jadi orang baik.
canggung di lingkungan baru.
untuk doa yang jadi nyata.
yang kulakukan minggu ini.
aku hanya butuh kau ada.
badut: sebuah perasaan terdalam.
selamat datang kembali!
Soal Bersyukur dan Perbandingan
awal minggu yang buru-buru.
pendamping hidup yang mengerti.
kuburan mimpi [bagian kedua]
kuburan mimpi [bagian pertama]
agar cinta jadi berguna.
sedikit tentang suara puan.
Untuk Cindy
Untuk Ani
menuliskan hari jadi kita.
Untuk Larasati
Untuk Putri
cukup satu senyummu.
Untuk Mesia
Untuk Nur
mengapa kita dipertanyakan?
dan ia, hijau.
takut memulai lagi [bersama teman tidur]
isi hatimu adalah teka-teki.
dan ia, biru.
tiada hari tanpa rindu.
surat cinta untuk pacarku.
dan ia, jingga.
tak ada yang dapat menjamin jarak.
puan merayakan kata.
dan ia, merah.
bergerak lambat menuju tahun baru.
puisi untuk rumah kita.
merawat anjingku yang sakit.
hari raya [karena cinta ada bermacam-macam]
spesial hari ibu: sepotong surat untuk anakku.
la dolce vita!
cabang-cabang rindu.
suatu pagi penuh doa.
Era Kolaborasi Kata Puan: Sebelas
Era Kolaborasi Kata Puan: Sepuluh
cinta tak saling tahu.
sepucuk perpisahan [oleh christyaputri]
kau jelek bagaimana?
kerdil [oleh christyaputri]
Era Kolaborasi Kata Puan: Sembilan
Era Kolaborasi Kata Puan: Delapan
Era Kolaborasi Kata Puan: Tujuh
Era Kolaborasi Kata Puan: Enam
Era Kolaborasi Kata Puan: Lima
Era Kolaborasi Kata Puan: Empat
Era Kolaborasi Kata Puan: Tiga
Era Kolaborasi Kata Puan: Dua
Era Kolaborasi Kata Puan: Satu
kepada lelakiku yang jauh.
posesif [bersama teman tidur]
yang didoakan kala malam.
cerita tentang senja.
carmen arboris mundi [pohon kehidupan]
sebenar-benarnya, hanya kamu.
pemabuk [cerita yang sedang bahagia]
sudut jakarta yang lebih gelap.
di antara dua dunia.
tentang pulang dan rindu.
seribu wajah tuhan.
cerita minggu: pilihan itu ada padamu.
hidup dan pertanyaan-pertanyaan.
kepada hati yang sedang hancur-hancurnya.
tentang perasaan.
antara perempuan dan wanita.
warna [sebuah pertanyaan]
beling [akan pribadi terdalam]
bagaimana manusia menemukan surga.
kebun belakang rumah nenek.
pemahaman, nelangsa, menjelma, dan diri.
untuk segala sangsi dan pertanyaan mengapa.
waktu sedang hati-hati jatuh cinta.
tentang batu dan asam.
seluruh rinduku, milikmu.
menuliskanmu, karena selalu.
manakala kita, sepiring berdua.
berpulang pada senja.
berkenalan dengan kata puan.
apapun peranmu dalam semesta: jadilah.
cerita rabu: hanya akan jadi sekadar hari.
gadis lagu [sebuah kecintaan]
berduka di hari baik.
sesadar-sadarnya, percaya.