Skip to content
Teman Tidur cover art

All episodes

Teman Tidur, 500 episodes. Page 4 of 5.

#
Title
301

Eps. 218: Ditolak dengan alasan yang bikin penasaran

302

Eps. 217: Berawal dari social media, lalu dikenalkan ke orang tua

303

Eps. 216: Merebut pacar dari sahabat sendiri

304

Eps. 215: Jangan bergantung pada waktu, apa lagi pada mantan

305

Eps. 214: Apakah dalam sebuah hubungan harus saling menguntungkan?

306

Eps. 213: Menaruh harapan kepada seseorang

307

Eps. 212: Berusaha untuk menghindar

308

Eps. 211: Istirahat di waktu yang tepat

309

Eps. 209: Emang ada ya putus yang baik-baik?

310

Eps. 208: Sedih boleh, tapi jangan terlalu lama

311

Eps. 207: Mamah sering nanyain kamu tuh

312

Eps. 206: Katanya cowok friendly itu meresahkan

313

Eps. 205: Jangan pernah ngerasa resah sendiri

314

Eps. 204: Dia adalah orang, yang pernah dipanggil sayang

315

Eps. 203: Terlihat sempurna, padahal tidak

316

Eps. 202: Andai bisa kembali ke masa lalu

317

Eps. 201: Minta waktu, aku mau ngomong sesuatu

318

Eps. 200: Break bukan cara untuk putus yang diperhalus

319

Eps. 199: Kita terpaksa untuk saling jauh

320

Eps. 198: Aku mau fokus sama diri sendiri dulu. (Ah basi)

321

Eps. 197: Tidak diperjuangkan dalam hubungan

322

Eps. 196: Deket sama orang yang masih belum move on dari mantannya

323

Eps. 195: Jangan berharap, pasangan lo bisa berubah

324

Eps. 194: Kalau masih mau sama mantan, yaudah balikan

325

Eps. 193: Aku sadar ini salah, tapi aku engga bisa ninggalin dia

326

Eps. 192: Yang gue mau, malah lo kasih ke orang lain

327

Eps. 191: Masalahnya ada di aku atau kamu?

328

Eps. 190: Saling dekat, saat keduanya sama-sama punya pasangan

329

Eps. 189: Keresahan diumur dua puluhan

330

Eps. 188: Ini masalah waktu, atau kamu

331

Eps. 187: Ditolak karena alasan, sudah lama berteman

332

Eps. 186: Jangan gampang bilang serius sama seseorang

333

Eps. 185: Dalam hubungan itu jangan egois

334

Eps. 184: Sampaikan jika memang ada keresahan

335

Eps. 183: Jangan ambil keputusan, saat hati tak karuan

336

Eps. 182: Di posisi bingung untuk berjuang

337

Eps. 181: Resiko menerima pasangan, yang baru saja putus

338

Eps. 180: Gausah nunggu, cari aja yang baru

339

Eps. 179: Sebuah komitmen yang disembunyikan

340

Eps. 178: Cinta itu harus membutuhkan alasan

341

Eps. 177: Alasan dari orang-orang perihal selingkuh

342

Eps. 176: Komitmen bukan untuk dibicarakan, tetapi dibuktikan

343

Eps. 175: Cukup sekedar mengagumi, bukan memiliki

344

Eps. 174: Halo ibu ayah, maafin anaknya yang banyak salah

345

Eps. 173: Halo teman lama, yang sekarang ketemu lagi

346

Eps. 172: Adanya penyesalan saat putus

347

Eps. 171: Balikan sama mantan, bukan jalan satu-satunya

348

Eps. 170: Jangan menaruh harapan penuh kepada seseorang

349

Eps. 169: Untuk orang yang sedang bersembunyi dibalik kata gaenakan

350

Eps.168: Berusaha jadi teman yang baik

351

Eps. 167: Serasa seolah sedang dipermainkan

352

Eps. 166: Dibuat penasaran sampai harus merelakan

353

Eps. 165: Jangan pernah merasa sendirian

354

Eps. 164: Kita itu temenan, kan?

355

Eps. 163: Aku yang terlalu mikirin hal yang mungkin sepele

356

Eps. 162: Datang lagi, seolah enggan untuk pergi

357

Eps. 161: Keresahan setelah selesainya perkuliahan

358

Eps. 160: Giliran udah pergi, malah jadi sakit hati

359

Eps. 159: Jangan ragu untuk melangkah

360

Eps. 158: Niat baik untuk melepaskan, walau sulit

361

Eps. 157: Begging tidak menyelesaikan masalah

362

Eps. 156: Hubungan dewasa itu seperti apa?

363

Eps. 155: Gampang banget baperan

364

Eps. 154: Masih belum bisa membahagiakan orang tua

365

Eps. 153: Gue takut ngelukain hati lo

366

Eps. 152: Diperjuangkan sebegitunya, tapi diakhir hilang entah kemana

367

Eps. 151: Hubungan itu harus saling support

368

Eps. 150: Aku menemukanmu, saat kamu dengan yang lain

369

Eps. 149: Salah ngga sih, ngenalin pacar ke temen sendiri?

370

Eps. 148: Kalau udah yakin, ya jalanin

371

Eps. 147: Berbagi kebahagiaan

372

Eps. 146: Engga saling cerita, bukan berarti engga percaya

373

Eps. 145: Belum sempat ucap maaf dan terima kasih

374

Eps. 144: Sainganku saat ini adalah masa lalumu

375

Eps. 143: Bertahan sakit, melepaskan sulit

376

Eps. 142: Bulatkan tekad, melangkah bersama (Close Up Talks)

377

Eps. 141: Nyatakan sekarang, sebelum menyesal (Close Up Talks)

378

Eps. 140: Menunda pernikahan karena pandemi (Close Up Talks)

379

Eps. 139: Memulai hidup baru (Close Up Talks)

380

Eps. 138: Maksud dari komitmen yang udah kita buat ini apa?

381

Eps. 137: Engga semuanya bisa dicoba dulu

382

Eps. 136: Kamu sama pacar kamu aja

383

Eps. 135: Maaf aku sudah mati rasa

384

Eps. 134: Cewek itu butuh kepastian

385

Eps. 133: Memulai hubungan yang salah

386

Eps. 132: Sayangi keluarga, selagi bisa

387

Eps. 131: Belum terlalu lama kenal, katanya

388

Eps. 130: Yang sudah berlalu, emang harusnya berlalu

389

Eps. 129: Engga semuanya bisa lo ceritain

390

Eps. 128: Andai dia tau

391

Eps. 127: Jadi kapan kita mau nikah?

392

Eps. 126: Jangan memulai, kalau masa lalu belum usai

393

Eps. 125: Buat lo sepele, tapi buat gue belum tentu

394

Eps. 124: Jangan sampai menyesal nantinya

395

Eps. 123: Dan bertahan buat apa

396

Eps. 122: Cuma teman sedih, tapi gamau lebih

397

Eps.121: Kok gue terus yang keluarin duit?

398

Eps. 120: Kok yang lain lebih perhatian?

399

Eps. 119: Chat ko di read doang?

400

Eps. 118: Kalau bosen dalam hubungan, harus gimana ya?