MDC Surabaya

PODCAST · religion

MDC Surabaya

GKPB Masa Depan Cerah Surabaya

  1. 423

    Soetjipto Koesno - The Greatest Exchange (Graha Pemulihan)

    Hal apakah yang dapat kita pelajari dari kisah Simon yang datang dari Kirene ke Yerusalem, dan dipaksa untuk memikul Salib Kristus?Pertama. Dipaksa memikul salib itu tidak enak, tetapi Yesus datang dan mengenalkan diri-Nya sendiri pada Simon secara pribadi. Kedua. Pertemuan dengan Yesus dan Salib-Nya adalah sebuah pertukaran, hal ini harus dilakukan di setiap hari, dan bisa kita dapatkan hanya pada saat kita mau memikul salib-Nya.Ketiga. Salib yang kita pikul hari ini, akan menentukan bagaimana iman generasi anak-anak kita selanjutnya. Memikul salib memang tidak enak, tetapi jangan menolak, menyerah, apalagi meletakkan salib tersebut. Kita mungkin ingin memilih jalan yang jauh lebih mudah dan enak, tetapi Tuhan memilih jalan yang terbaik bagi anak-anakNya. Marilah kita kembali ke tempat kita tinggalkan salib kita, dan mulai mengiring Yesus lagi.—Bp. Soetjipto Koesno, “The Greatest Exchange.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 3 Mei 2026.

  2. 422

    Agus Lianto - Mengakhiri Pertandingan yang Baik (Graha Pemulihan)

    Khotbah MDC Surabaya satelit Graha Pemulihan, oleh Pdt. Agus Lianto - Mengakhiri Pertandingan yang Baik.

  3. 421

    Betuel Himawan - Kristen Menular (Graha Pemulihan)

    Khotbah MDC Surabaya sore satelit Graha Pemulihan, oleh Pdt. Betuel Himawan - Kristen Menular

  4. 420

    Andreas Rahardjo - Mazmur 46 (Graha Pemulihan)

    Kita hidup di dalam dunia yang bising dan penuh dengan aktivitas. Banyak orang berpikir kalau kita hanya berdiam diri saja, maka kita akan dianggap tidak produktif. Tetapi dari Mazmur 46:11, kita dapat belajar untuk berdiam diri dan mengenal Tuhan lebih dalam. Apa maksudnya?Pertama. Berdiam Diri bukanlah tanda kelemahan. Kedua. Berdiam Diri bukan berarti mengalami kemunduran, tetapi meningkat. Ketiga. Berdiam Diri adalah waktu mengalami kesembuhan dan pertumbuhan. Keempat. Berdiam Diri adalah persiapan untuk mendengar suara Tuhan. Kelima. Berdiam Diri adalah jalan untuk mendapat damai sejahtera.Marilah belajar untuk tenang dan mendengar suara-Nya. Biarlah setiap keputusan dan tindakan kita keluar dari masa hening, di mana ada tuntunan dan arahan terbaik dari-Nya.—Pdt. Andreas Rahardjo, “Mazmur 46.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 19 April 2026.

  5. 419

    Oscar Surjadi - The Unshakeable (Yang Tidak Terguncangkan) (Graha Pemulihan)

    Ketika kita diizinkan mengalami berbagai guncangan, marilah belajar untuk melihat dengan memakai kacamata-Nya Tuhan. Di momen tersebut pasti tersedia berbagai kesempatan untuk Dia dapat menyatakan kemuliaan dan pemeliharaan-Nya yang setia di hidup kita. Bahkan ketika hati terasa gundah dan tidak tahu lagi ke mana kaki kita harus melangkah..Yakinlah bahwa Kristus sudah memiliki kuasa Imanuel, yang setia menyertai hidup kita.Saat menerima Kerajaan Allah yang tidak terguncangkan, maka kita tidak akan berdiam diri dan membiarkan waktu berlalu dengan sia-sia. Kita akan memberikan waktu, talenta, dan semua yang terbaik di dalam hidup untuk mendatangkan kemuliaan hanya bagi nama-Nya.—Ps. Oscar Surjadi, The Unshakeable (Yang Tidak Terguncangkan). Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 12 April 2026.

  6. 418

    Agus Lianto - Kemenangan Terbesar (Graha Pemulihan)

    Salib Kristus dan kebangkitan-Nya adalah karya sempurna serta memberi kemenangan terbesar di hidup kita. Tetapi, bagaimana realitasnya? Kemenangan seperti apa yang kita dapatkan?Pertama. Hidup tidak dikuasai dosa, yang membuat kita bebas untuk melakukan dan menjadi yang terbaik, serta dimampukan untuk hidup mulia seperti Kristus. Kedua. Hidup dalam damai sejahtera: Kita telah berdamai dengan Allah, dan Kristus telah mengalahkan kematian. Hati dan pikiran kita tetap jernih dan berhikmat untuk mengarungi dunia yang bergejolak dengan keyakinan. Ketiga. Hidup sepenuhnya bagi Allah. Memuliakan Dia dengan cara menjadi serupa dengan-Nya dalam keseharian, serta mengarahkan pada apa yang sebenarnya kita impikan: Hidup berarti, terhormat, dan memiliki nilai kekal. Kristus telah membeli kita dengan harga yang mahal (1 Petrus 1:18-19), karena itu hormati dan hargailah diri kita dengan menyerahkan hidup kita seutuhnya bagi Tuhan. Amin. —Pdt. Agus Lianto, “Kemenangan Terbesar.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu Paskah di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 5 April 2026.

  7. 417

    Betuel Himawan - Ulurkan Tanganmu (CW)

    Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Betuel Himawan - Ulurkan Tanganmu.

  8. 416

    Andreas Rahardjo - Kebiasaan-Kebiasaan Buruk (CW)

    Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Andreas Rahardjo - Kebiasaan-Kebiasaan Buruk.

  9. 415

    Kamaludin Sutedjo - Menang Atas Diri Sendiri (CW)

    Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh drg. Kamaludin Sutedjo

  10. 414

    Anugerah Saron - Secure in His Provision (Graha Pemulihan)

    Hari-hari ke depan semuanya serba tidak menentu, tetapi Tuhan mengatakan agar kita tidak perlu kuatir karena selain tidak ada manfaatnya, juga menambah buruk situasi. Selain itu, jangan sampai pekerjaan menggantikan posisi Tuhan yang seharusnya tetap menempati tempat yang terutama di hidup kita. Jangan pula menjadikan Tuhan dan pemeliharaan-Nya yang setia sebagai alasan bagi kita untuk bermalas-malasan serta tidak mau rajin dalam bekerja keras, dengan penuh tanggung jawab.Hal apa yang terlihat dapat menenggelamkan kita, sudah berada di bawah kaki dari Tuhan Yesus. Dia pasti akan memberi kita hikmat dan kekuatan untuk dapat melalui setiap musim di dalam hidup ini, dan membawa kemuliaan hanya bagi nama-Nya.—Pdt. Anugerah Saron, “Secure in His Provision.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 29 Maret 2026.

  11. 413

    Larry Langston - Jesus Prevails (CW)

    Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Ps. Larry Langston - Jesus Prevails

  12. 412

    Andreas Rahardjo - Building a Relevant Church (Graha Pemulihan) (sore)

    Khotbah MDC Surabaya satelit Graha Pemulihan (sore) oleh Pdt. Andreas Rahardjo - Building a Relevant Church.

  13. 411

    Budi Setiawan - Ketika Yesus Benar Benar Menjadi Tuhan (CW)

    Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Budi Setiawan - Ketika Yesus Benar Benar Menjadi Tuhan.

  14. 410

    Gani Wiyono - Menghadapi Realitas Hidup di Bawah Matahari (Graha Pemulihan)

    Kitab Pengkhotbah adalah kitab yang sering dihindari, tetapi darinya kita dapat belajar bahwa hidup ini misteri dan tidak dapat dipahami, rapuh dan tidak sekuat yang kita kira, hidup ini tidak bisa diprediksi, dan juga tidak selalu adil. Tetapi kita masih dapat meresponi dengan percaya pada kedaulatan Allah—hidup kita berada di dalam tangan-Nya, belajar mensyukuri dan menikmati hidup sebagai pemberian-Nya, serta melakukan yang terbaik, selama kita masih diberi waktu dan kesempatan oleh-Nya. —Pdt. Drs. Gani Wiyono, M.Th., “Menghadapi Realitas Hidup di Bawah Matahari.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 22 Maret 2026.

  15. 409

    Betuel Himawan - Ayah yang Asing bagi Anak-anaknya (Graha Pemulihan)

    Hizkia adalah raja yang hebat dan memiliki banyak prestasi luar biasa. Melalui hidupnya kita dapat belajar ada tiga hal penting:Pertama. Menghindari Kebanggaan Diri yang berlebihan. Sering-seringlah memeriksa hati agar kita tidak mengambil pujian atas berkat Tuhan. Segala yang kita miliki—bakat, harta, dan kesempatan—hendaknya dengan setia digunakan untuk memuliakan nama-Nya. Kedua. Mencari Hikmat Tuhan dalam setiap keputusan. Sabarlah mencari kehendak Tuhan melalui doa, membaca Alkitab, dan mencari nasihat bijak dari orang saleh yang berada di dalam rumah Tuhan / gereja-Nya.Ketiga. Menabur Warisan Iman bagi generasi kemudian dengan penuh kepedulian, melalui pengajaran, teladan iman, kasih yang memulihkan, dan doa syafaat terus-menerus. Hidup yang sudah diselamatkan Kristus tidak hanya dinikmati bagi diri sendiri saja, tetapi juga memenangkan generasi ini dan mendatang bagi kemuliaan nama Tuhan! Amin. —Pdt. Betuel Himawan, “Ayah yang Asing bagi Anak-anaknya.” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, Tgl. 15 Maret 2026.

  16. 408

    Yudi Santoso - Doa Yabes (Graha Pemulihan) (sore)

    Khotbah MDC Surabaya satelit Graha Pemulihan ibadah sore, oleh Pdt. dr. Yudi Santoso - Doa Yabes.

  17. 407

    Rubin Ong - Kemenangan Besar (Graha Pemulihan)

    Hari-hari ini kita sedang diperhadapkan pada dua pilihan yakni, hidup dalam sistem Kerajaan Allah atau kerajaan dunia? Kita harus memilih, dan tidak bisa berdiri di antara keduanya. Bila kita mau hidup dalam sistem Kerajaan Allah, maka hal ini memiliki arti kita mau dimuridkan di dalam gereja-Nya. Kita mau diajar untuk memiliki pola dan gaya hidup yang sesuai dengan Kerajaan-Nya yakni, memiliki Kasih dan Ketaatan. Mengasihi Kristus berarti kita mau menaati firman-Nya, karena bentuk tertinggi dari kasih adalah penundukan diri pada Sang Raja. “sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.” (1 Yohanes 5:4). —Pdt. Rubin Ong, “Kemenangan Besar.” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 1 Maret 2026.

  18. 406

    Agus Lianto - Hidup Dalam Ketaatan Penuh (CW)

    Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Agus Lianto - Hidup Dalam Ketaatan Penuh.

  19. 405

    Andreas Rahardjo - Loving Difficult People (Graha Pemulihan)

    Di antara kita pasti banyak dijumpai orang yang menjengkelkan dan mereka dirasa sulit untuk menerima kasih. Bagaimana caranya kita dapat mengasihi orang-orang sulit tersebut? Pertama. Berdoalah untuk diri sendiri terlebih dahulu, supaya kita dapat memiliki sikap yang benar sebelum berdoa untuk perubahan mereka. Kedua. Berdoalah supaya kita dapat mengetahui kesalahan diri sendiri terlebih dahulu, sehingga kita dapat menjadi lebih sabar terhadap kelemahan sesama. Ketiga. Berdoalah untuk orang yang menjengkelkan, tetapi jangan berdoa hanya supaya mereka tidak lagi mempersulit hidup kita. Berdoalah supaya mereka dapat menjadi pribadi yang Tuhan inginkan. Keempat. Berdoa dan mintalah pada Tuhan, discerning of spirits / karunia untuk membedakan bermacam-macam roh (1 Korintus 12:10). Kelima. Berdoalah supaya kita dimampukan Tuhan untuk dapat mengampuni sesama, berkali-kali. Marilah kita menjadi seorang problem solver, yang dimampukan Tuhan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dan juga dapat mengalirkan kasih-Nya pada sesama. Mereka tidak membutuhkan fasihnya lidah perkataan kita, tetapi membutuhkan tulusnya kasih kita. —Pdt. Andreas Rahardjo, “Loving Difficult People.” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 22 Februari 2026.

  20. 404

    Soetjipto Koesno - Siapakah Aku ini Tuhan ? (Graha Pemulihan)

    Kalau kita menyadari identitas jati diri kita sebagai anak-anak Allah, maka cara kita berbicara, membangun relasi, memberi dan melayani, berbisnis.. semuanya akan menjadi berbeda. Kita pasti akan melakukan hal yang berbeda dari cara dunia, karena ini adalah identitas diri kita sebagai anak-anakNya. Marilah kita memiliki cara dan jalan hidup sesuai dengan anak-anak Allah, serta tetap melakukan hal yang benar karena kita mau menjaga nama baik Bapa kita. Amin. —Bp. Soetjipto Koesno, “Siapakah Aku ini Tuhan?” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 15 Februari 2026.

  21. 403

    Lydia CSES - Tetap Mengasihi Ketika Hidup Tidak Sesuai Harapan (Graha Pemulihan)

    Dari cerita Rizpa binti Aya di 2 Samuel 21:10-14 kita dapat belajar ketika ada sesuatu yang berjalan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, kita masoh dapat bersikap:Pertama. Memiliki Kasih yang tetap tinggal di tempat yang terasa menyakitkan. Kedua. Memiliki Kasih yang tetap menjaga martabat sekalipun harapan terlihat sudah tiada. Ketiga. Memiliki Kasih yang setia menggerakkan hati raja—kesetiaan yang kita lakukan, pasti akan menggerakkan sesuatu. Keempat. Memiliki Kasih yang membuka pintu Surga—tetap konsisten dalam berdoa dan taat melakukan kebenaran firman Tuhan. When love stays faithful, heaven responds. Saat kasih dengan setia tetap bertahan dan dilakukan konsisten, maka Surga akan merespon.—Pdt. Lydia CSES, “Tetap Mengasihi Ketika Hidup Tidak Sesuai Harapan.” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 8 Februari 2026.

  22. 402

    Yose Ferlianto - Waspada dan Berjaga (Graha Pemulihan)

    Jangan biarkan hidup kita sama seperti kapal yang kelebihan muatan—penuh sesak oleh ambisi, kekhawatiran, dan juga kesenangan yang bisa menumpulkan kepekaan kita untuk dapat mendengar suara Tuhan dan juga mengerti akan kehendak-Nya. Kapal itu mungkin masih bisa berlayar di atas perairan yang tenang, tetapi ia tidak pernah siap untuk menghadapi badai.Hari Tuhan akan datang dengan tiba-tiba, sama seperti gelombang laut yang menghantam tanpa adanya peringatan terlebih dahulu. Karena itulah tanggalkan beban yang tidak perlu, berjaga-jagalah dan terus berdoa, supaya kita kuat dalam menghadapi semua yang akan datang, dan tetap berdiri tegak di hadapan-Nya.“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7).“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33).—Pdt. Yose Ferlianto, “Waspada dan Berjaga.” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 25 Januari 2026.

  23. 401

    Andreas Rahardjo - Kebiasaan yang Menjauhkan Kita dari Berkat Tuhan (Graha Pemulihan)

    Khotbah MDC Surabaya satelit Graha Pemulihan oleh Pdt. Andreas Rahardjo - Kebiasaan yang Menjauhkan Kita dari Berkat Tuhan.

  24. 400

    Soetjipto Koesno - Keuangan Yang Sehat (CW)

    Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Bpk. Soetjipto Koesno - Keuangan Yang Sehat.

  25. 399

    Gunawan Iskandar - Be Still (CW)

    Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World oleh Pdt. Gunawan Iskandar - Be Still

  26. 398

    Markus Simanjuntak - Kristus, Pusat yang Menopang Segalanya (Graha Pemulihan)

    Melalui Kolose 1:15-20, kita belajar bahwa Kristus adalah Sumber (Pencipta), Penopang (Pemelihara), dan juga Tujuan (Penebus) dari seluruh realitas alam semesta. Karena itu apa saja yang berada di luar Kristus, termasuk rasa aman manusia, adalah bentuk penyembahan berhala bila diletakkan di luar Dia.Marilah percaya dan menyerahkan hidup kita seutuhnya pada Dia. Jadikan Dia sebagai yang utama dan segala-galanya, di hidup kita. —Pdt. Markus Simanjuntak, “Kristus, Pusat yang Menopang Segalanya.” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 18 Januari 2026.

  27. 397

    Elsypurnama Adisuputra - El Shaddai (CW)

    Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Elsypurnama Adisuputra - El Shaddai.

  28. 396

    Betuel Himawan - Tiga Doa di Tahun Baru (CW)

    Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Betuel Himawan - Tiga Doa di Tahun Baru.

  29. 395

    Budi Setiawan - Menutup Dengan Syukur, Melangkah Dengan Iman (CW)

    Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Budi Setiawan - Menutup Dengan Syukur, Melangkah Dengan Iman.

  30. 394

    Soetjipto Koesno - Takut akan Tuhan (CW)

    Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Bpk. Soetjipto Koesno - Takut akan Tuhan.

  31. 393

    Kamaludin Sutedjo - Adventus (CW)

    Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh drg. Kamaludin Sutedjo - Adventus.

  32. 392

    Cindy Wijaya - Be Fruitful and Multiply (CW)

    Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh ibu Cindy Wijaya - Be Fruitful and Multiply

  33. 391

    Betuel Himawan - Ketaatan sang Raja (CW)

    Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Betuel Himawan - Ketaatan sang Raja.

  34. 390

    Elsypurnama Adisuputra - Hidup Yang Dipersembahkan (CW)

    Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Elsypurnama Adisuputra - Hidup Yang Dipersembahkan.

  35. 389

    Agus Lianto - Hidup Dalam Ketulusan (CW)

    Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Agus Lianto - Hidup Dalam Ketulusan.

  36. 388

    Betuel Himawan - Seperti untuk Tuhan (CW)

    Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Betuel Himawan - Seperti untuk Tuhan.

  37. 387

    Agus Lianto - Keperkasaan-Nya dalam Kita (Graha Pemulihan)

    Keperkasaan Allah dalam Kemanusiaan Kristus ditujukan pada Yesus dalam status sebagai manusia. Dinyatakan melalui kasih, ketaatan, dan juga kelemahlembutan. Diwujudkan dalam kekuatan untuk menanggung segala sesuatu dengan sabar dan bertekun. Keperkasaan Allah Menghancurkan Kuasa Dosa dan Maut dinyatakan oleh kematian Kristus sebagai manusia. Setelah hancurnya kuasa perbudakan dosa dan maut, jangan menyerahkan kembali tubuh kita pada perhambaan dosa, tetapi gunakanlah untuk senjata kebenaran Allah.Kuasa-Nya Sempurna dalam Kelemahan Kita, merupakan sarana bagi kita untuk menerima anugerah dan kuasa Allah. Seorang yang perkasa di dalam iman akan dikenal karena kerapuhan dan kelembutannya, bukan dari superioritas atau sikap menguasai orang lain.—Pdt. Agus Lianto, “Keperkasaan-Nya dalam Kita.” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 11 Januari 2026.

  38. 386

    Andreas Rahardjo - Memenangkan Peperangan di dalam Pikiran (Graha Pemulihan)

    Mengapa memenangkan peperangan di dalam pikiran merupakan hal yang sangat penting?Karena kualitas dari apa yang kita pikirkan nantinya akan menentukan bagaimana kualitas dari hidup kita. Selain itu kita juga tidak akan dapat memiliki dan menjalani kehidupan positif, bila apa yang ada di dalam pikiran kita selama ini isinya negatif. Setiap pergumulan yang sedang dihadapi, setting / pengaturannya itu bermula dari dalam pikiran kita masing-masing.Bagaimana kita dapat menang?Pikiran kita harus diprogram dan dikalibrasi ulang sesuai kebenaran firman-Nya, lawanlah setiap pikiran negatif, memilih untuk berpikir yang baik (Filipi 4:8), jagalah hati dan pikiran kita. Kemenangan di dalam pikiran kita, akan membawa kemenangan di dalam hidup kita. —Pdt. Andreas Rahardjo, “Memenangkan Peperangan di dalam Pikiran.” Dibagikan di Ibadah Minggu MDC Graha Pemulihan, Tgl. 4 Januari 2026.

  39. 385

    Andreas Rahardjo - Berlari dengan Tekun (Graha Pemulihan)

    Dalam menyongsong tahun 2026, marilah kita mempersiapkannya dengan,“Keyakinan Iman, Kerendahan Hati, Ketaatan, Ketekunan, dan juga Memiliki Kasih.”“Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu.” (Yesaya 50:7).—Pdt. Andreas Rahardjo, “Berlari dengan Tekun.” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 28 Desember 2025.

  40. 384

    Paulus Rahardjo - Seandainya Saya Menjadi Malaikat Natal (Graha Pemulihan)

    Melalui perjumpaan malaikat pada Maria, Yusuf, para gembala, dan juga kehadiran mereka di kandang Betlehem kita dapat belajar,Ketaatan tidak selalu terasa nyaman, penggenapan janji Allah sering kali datang melalui jalan yang tidak mau kita pilih, dan kemuliaan Allah tidak selalu tampil dalam bentuk yang kita bayangkan sebelumnya.Kita bisa memegang teguh setiap janji-Nya yang pasti akan digenapi, walau kapan waktu-Nya kita tidak mengetahuinya. Saat kita dapat mempercayai kesetiaan-Nya di hidup ini, di sanalah iman berhenti menjadi teori, dan bertumbuh menjadi relasi yang yang menenangkan, percaya, dan juga taat.—dr. Paulus Rahardjo, “Seandainya Saya Menjadi Malaikat Natal.” Dibagikan di Ibadah Minggu MDC Graha Pemulihan, Tgl. 21 Desember 2025.

  41. 383

    Agus Lianto - Janji yang Ditepati (Graha Pemulihan)

    Janji yang Ditepati berbicara tentang,Pertama. Rencana Abadi yakni kelahiran Yesus yang telah direncanakan dan dijanjikan sejak awal sejarah. Ribuan tahun telah berlalu, tetapi Allah tidak pernah mengubah rencana-Nya.Kedua. Waktu yang Tepat. Untuk menggenapi janji-Nya, Dia memiliki jadwal dan waktu-Nya sendiri yang tidak terpahami dan pasti ditepati pada waktu-Nya. Penantian yang tekun akan menyempurnakan karakter kita. Ketiga. Janji Yesus Sang Juruselamat yang sudah datang ke dalam dunia. Diselamatkan dari dosa berbicara tentang dilepaskan dari ikatan dosa, bebas untuk menjadi dan melakukan terbaik.. adalah realita yang harus dialami saat ini. Keempat. Memerintah Kerajaan Kekal. Diselamatkan berbicara tentang dipindahkan dari kerajaan gelap pada Kerajaan Allah yang tak berkesudahan. Yesus akan memerintah secara kekal, bersama semua pengikut-Nya. —Pdt. Agus Lianto, “Janji yang Ditepati” di Ibadah Minggu MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 14 Desember 2025.

  42. 382

    Elsypurnama Adisuputra - Menjadi Saksi Kristus dari Kehidupan yang Berbuah

    Bagaimana caranya agar kita dapat menjadi Saksi Kristus dari Kehidupan yang Berbuah, untuk dapat memperlebar pekerjaan-Nya? Yakni dengan mengizinkan Roh Kudus untuk,Pertama. Menerangi mata, hati, dan pikiran sehingga kita dapat mengerti kehendak Tuhan. Kedua. Mengubah hidup agar kita dapat menghasilkan buah nyata, yang manisnya dapat dinikmati banyak orang. Ketiga. Memberi kekuatan agar kita dapat bertekun di dalam segala situasi kehidupan, sehingga kita tetap setia bersaksi. Keempat. Menyalakan api keberanian, sehingga kita berani untuk dapat memberitakan Injil Kristus. Setiap tantangan yang diizinkan terjadi merupakan kesempatan bagi Tuhan untuk bekerja dan agar kita nantinya dapat bercerita mengenai Injil Kristus dan kebesaran-Nya, serta semua hal yang sudah Dia perbuat dalam hidup kita.—Pdt. Elsypurnama Adisuputra, “Menjadi Saksi Kristus dari Kehidupan yang Berbuah”, di Ibadah Minggu MDC Graha Pemulihan, Tgl. 30 November 2025.

  43. 381

    Andreas Rahardjo - Paradoks dalam Alkitab (Graha Pemulihan)

    Paradoks di dalam Alkitab yang dapat menjadi prinsip hidup dalam Kerajaan Allah adalah,Pertama. Untuk hidup kita harus mati, yang berbicara tentang bertobat dan meninggalkan kehidupan lama untuk beralih menjadi ciptaan baru, yang mau hidup berdasarkan nilai-nilai Kerajaan Allah. Kedua. Ketika kita lemah justru kita kuat yang berbicara tentang meluluhkan ego, meningkatkan kebergantungan kita pada Dia, serta nantinya membuka lebar pintu kuasa-Nya untuk dinyatakan di dalam hidup kita. Ketiga. Memberi lebih membahagiakan daripada menerima. Keempat. Untuk menjadi besar harus menjadi pelayan, hiduplah rendah hati. Kelima. Orang miskin di hadapan Allah memiliki Kerajaan Surga, milikilah sikap selalu membutuhkan Dia, apa pun keadaan yang sedang kita alami. Kristus menjadi lemah untuk menguatkan kita, mati agar kita hidup, memberi diri-Nya agar kita dapat menjadi kaya di dalam kasih, serta rela menjadi Hamba untuk menyelamatkan kita. —Pdt. Andreas Rahardjo, “Paradoks dalam Alkitab” di Ibadah Minggu MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 7 Desember 2025.

  44. 380

    Cindy Wijaya - God’s Love Frequency (Graha Pemulihan)

    Karena kasih-Nya, Tuhan memberikan firman-Nya untuk membimbing kita di dalam hidup ini. Tetapi bila tidak menyetel hidup kita ke dalam “God’s Love Frequency,” maka kita tidak akan dapat mendengar suara-Nya dengan jelas. “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” (Yohanes 14:15). Kasih mengungkapkan dirinya melalui ketaatan dan kepatuhan kita terhadap firman Tuhan, yang semuanya berbicara mengenai Kasih. —Cindy Wijaya, God’s Love Frequency, dari Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan pada Tgl. 23 November 2025. #SundayService #IbadahMinggu #MovingTogether #thePowerofHolySpirit #Covenant #HidupyangBerkenan #FruitfulLife #MDCSurabayaChurch

  45. 379

    Soetjipto Koesno - Obedience (Graha Pemulihan)

    Hari-hari ini dunia lebih memandang tinggi sifat rebel / memberontak daripada ketaatan / obedience. Tetapi kita dapat belajar dari sikap Naaman mengenai Ketaatan ini,1. Ketaatan pada Tuhan dimulai dengan iman, bukan dengan pengertian kita manusia yang terbatas. 2. Ketaatan mengubah apa yang berada di dalam diri kita terlebih dahulu, yakni hati kita, sebelum mengubah keadaan yang ada di luar kita.3. Ketaatan membuka jalan untuk pemeliharaan dan kuasa Tuhan di dalam hidup kita.Taat pada Tuhan bukan hanya sekadar apa yang dilakukan itu nantinya akan mendapat berkat, mengalami mukjizat kesembuhan, keluarga yang dipulihkan Tuhan, dan banyak hal baik lainnya dari Dia.. tetapi lebih kepada relasi kita dengan Bapa yang ada di Surga, yang dipulihkan.—Bp. Soetjipto Koesno, Obedience, dari Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan pada Tgl. 16 November 2025.

  46. 378

    Budi Setiawan - Membangun Hidup Tak Bercacat (CW)

    Membangun Hidup Tak Bercacat bukan berarti kita menjalani hidup yang tanpa cela.. tetapi kita berani untuk menolak kompromi berbuat dosa, ada hikmat Tuhan yang menuntun di dalam setiap keputusan, memiliki iman yang teguh pada Tuhan saat diizinkan mengalami berbagai ujian, dan tetap berintegritas dalam setiap posisi.Sama seperti Daniel, marilah tetap memilih untuk hidup dengan hati nurani yang murni dan benar, memiliki hikmat Tuhan, iman, dan hidup dalam integritas Ilahi. Karena di tengah dunia yang serba tidak menentu ini, Tuhan mencari orang-orang yang hidupnya tak bercacat, untuk dapat dipakai-Nya menjadi terang dan teladan.“.. tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak.” (Daniel 11:32b). —Pdt. Budi Setiawan, Membangun Hidup Tak Bercacat.

  47. 377

    Agus Lianto - Hidup Dalam Ketulusan (CW)

    Setiap dari kita memang masih ada beberapa kelemahan, bagaimanapun juga kita masih tetap manusia dan masih bisa dikritik. Tetapi bukan berarti kita menormalisasi berbagai alasan tersebut dengan menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan, dan lalu kita melakukan pembenaran diri atasnya. Mintalah Tuhan untuk selalu menyucikan hati nurani dan hidup kita dari segala perbuatan yang sia-sia, tidak berguna, tidak ada untungnya, dan mendukakan hati Tuhan.Kebebasan sejati adalah pada saat kita bebas berbuat benar, tidak berbuat dosa, dan memiliki kehidupan tulus di hadapan-Nya. Kejarlah cara hidup di mana hati nurani kita tidak lagi menuduh, dan kita tidak perlu lagi sibuk untuk mencari berbagai pembenaran bagi diri sendiri.Darah Yesus yang sudah dicurahkan bagi penebusan dosa kita adalah darah yang mahal, jangan sampai digunakan untuk hal sia-sia. Jangan pernah menghina pengorbanan-Nya.—Pdt. Agus Lianto, Hidup dalam Ketulusan.

  48. 376

    Arthur Siagian - Hidup yang Dipersembahkan (Graha Pemulihan)

    Marilah di setiap harinya kita mempergunakan setiap waktu dan kesempatan yang dianugerahkan untuk dapat melayani Tuhan dan sesama, terus membangun hidup kita di atas dasar kebenaran firman Tuhan yang ada di dalam Alkitab, serta menjalani hidup kita dengan mata yang senantiasa tertuju pada Kristus. Menjadikan Dia sebagai satu-satunya Kompas panduan yang mengarahkan arah di dalam hidup kita.Berkat dari Hidup yang Dipersembahkan pada Tuhan adalah,Setiap dari kita akan diubah menjadi dewasa di dalam Tuhan, kita juga dijagai di dalam damai sejahtera-Nya, dan kita juga akan mengalami kemenangan iman bersama dengan-Nya. —Pdt. Arthur Siagian, Hidup yang Dipersembahkan.Khotbah MDC Surabaya satelit Graha Pemulihan

  49. 375

    Andreas Rahardjo - Menjaga Hati Nurani (Graha Pemulihan)

    Sangatlah penting bagi kita untuk dapat “Menjaga Hati Nurani” agar tidak menjadi tumpul dan keras, apalagi sampai mengalami kematian. Tetapi bagaimana caranya memulihkan Hati Nurani yang mengeras?• Melalui pertobatan.• Mengisi hati dan hidup kita dengan kebenaran firman Tuhan yang ada di dalam Alkitab.• Bergaul dengan seseorang / komunitas yang takut akan Tuhan.• Menolak kompromi dengan dosa yang kecil sekalipun. Ketika Hati Nurani kita murni, maka kita akan mendapat berkat yakni dapat merasakan hadirat Tuhan dan juga di dalam hadirat-Nya ada berkat Bapa yang terbaik, yang telah disediakan bagi kita anak-anakNya. Amin. It’s good to feel clean inside ourself. Adalah baik adanya, saat kita dapat merasa bersih dan tidak ada tuduhan di dalam Hati Nurani kita.—Pdt. Andreas Rahardjo, Menjaga Hati Nurani.

  50. 374

    Andreas Rahardjo - Mengalahkan Badai (Graha Pemulihan)

    Selalu libatkan Tuhan pada saat kita menghadapi permasalahan, dan jangan pernah merasa bahwa diri kita adalah seorang profesional yang mengetahui banyak hal, padahal masih banyak yang perlu kita pelajari.Tetaplah mempercayai setiap janji-Nya yang tertulis di dalam kebenaran firman-Nya di Alkitab, dan jangan pernah merasa digentarkan hari esok. Karena hari esok selain memiliki kesusahannya sendiri (Matius 6:34), Tuhan juga masih dapat melakukan banyak perkara luar biasa di dalam hidup kita. Amin. —Pdt. Andreas Rahardjo, Mengalahkan Badai.Khotbah MDC Surabaya satelit Graha Pemulihan

Type above to search every episode's transcript for a word or phrase. Matches are scoped to this podcast.

Searching…

No matches for "" in this podcast's transcripts.

Showing of matches

No topics indexed yet for this podcast.

Loading reviews...

ABOUT THIS SHOW

GKPB Masa Depan Cerah Surabaya

HOSTED BY

MDC Surabaya

URL copied to clipboard!