PodParley PodParley
Narasipostmedia

PODCAST · news

Narasipostmedia

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com

  1. 2024

    Hidden Gem di Kapo-Kapo Island

    Hidden Gem di Kapo-Kapo Island Oleh. Desi Wulan Sari(Kontributor NarasiPost.Com) Voice over talent: Dewi Fitriana NarasiPost.Com-Perjalanan menuju kampung halaman ke Kota Padang dimulai. Padahal belum juga masuk libur idul fitri, tetapi kami semua harus pulang menghadiri acara penting salah satu anggota keluarga kami. Kesibukan terlihat pada persiapan menata barang bawaan kami masing-masing sesuai kebutuhan acara. Akhir November 2024, akhirnya kami sampai di Kota Padang. Sibuknya persiapan acara seperti orang yang ingin “baralek gadang”. Kesibukan mempersiapkan seragam acara, persiapan katering dalam jumlah besar, dan susunan acara yang telah disiapkan untuk hari besar tersebut. Hingga, puncak acara pengukuhan guru besar kakak kami akhirnya berjalan lancar. Alhamdulillah. Naskah selengkapnya: ⁠https://narasipost.com/traveling/01/2025/hidden-gem-di-kapo-kapo-island/ Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini, Follow us on: instagram: http://instagram.com/narasipost Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9 Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/ Twitter: Http://twitter.com/narasipostx

  2. 2023

    Suka Duka Menulis Opini di NarasiPost.Com

    Suka Duka Menulis Opini di NarasiPost.Com Oleh. Heni Rohmawati, S.E.I.(Kontributor NarasiPost.Com) Voice over talent: Giriyani SS NarasiPost.Com-Tak terasa sudah memasuki tahun ke-3 lamanya diriku berkecimpung dalam tulisan opini di NarasiPost.Com. Suka dan duka mengiringi perjalanan selama ini. Meski tidak banyak duka, tapi memang media ini berbeda dari kebanyakan media online yang kukenal. Lebih banyak sukanya. Awal mula berkenalan NarasiPost.Com adalah saat mengikuti ruang Zoom me- launching media ini. Bersama dengan para penulis ideologis yang lain, dan dari berbagai daerah, bahkan pemrednya berada di negeri nun jauh di sana. Iya, beliau di Sydney, Australia. Mom Andrea aku kerap menyebutnya. Ini juga menurutku sesuatu yang unik. Jarang ada media dengan penulis mayoritas warga Indonesia, tapi owner-nya adalah orang Australia. Makin kepo deh sampai sini. NarasiPost.Com yang khas dengan jargonnya, “Cerdas Dalam Literasi Media, Bijak Menangkap Peristiwa Kunci”, memang sesuai realitasnya. Paling mantul TOR-TOR-nya, dan seabrek banyaknya. Serunya lagi, tulisan opini hanya diberi waktu maksimal 1 pekan untuk menyelesaikannya. Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/03/15/suka-duka-menulis-opini-di-narasipost-com/challenge-true-story/ Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini, Follow us on: instagram: http://instagram.com/narasipost Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9 Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/ Twitter: Http://twitter.com/narasipost

  3. 2022

    Wahai Pemuda, Mainkan Medsosmu untuk Melayani Islam

    Wahai Pemuda, Mainkan Medsosmu untuk Melayani Islam Oleh. Novianti (Kontributor NarasiPost.Com) Voice over talent: Dewi Fitriana NarasiPost.Com-Jumlah pengguna internet Indonesia terus tumbuh dari tahun ke tahun termasuk di dalamnya pengguna media sosial (medsos). Menurut laporan We Are Social, jumlah pengguna aktif medsos di Indonesia sebanyak 191 juta orang pada Januari 2022. Jumlahnya meningkat 12,35% dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 170 juta orang. Mereka rata-rata menghabiskan waktu 197 menit atau sekitar 3,2 jam per hari berselancar di medsos. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa ruang digital sudah menjadi ruang sekunder bagi kehidupan manusia setelah ruang fisik sebagai ruang primer. Medsos seharusnya bisa digunakan anak muda sebagai mayoritas pengguna untuk hal yang produktif, tidak sekadar untuk memuaskan eksistensi diri. Terlebih jumlah kelompok anak muda ini diperkirakan akan mencapai hampir 70% pada tahun 2045 dari populasi penduduk Indonesia. Potensi Medsos Membuat Perubahan Kekuatan medsos telah terbukti pada beberapa peristiwa hingga tidak hanya berpengaruh pada circle pertemanan tapi sampai skala nasional hingga global. Suatu kekuatan yang dimobilisasi di dunia maya mendorong pergerakan di dunia nyata. Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/19/wahai-pemuda-mainkan-medsosmu-untuk-melayani-islam/ Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini, Follow us on: instagram: http://instagram.com/narasipost Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9 Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/ Twitter: Http://twitter.com/narasipost

  4. 2021

    Hati-Hati Menjaga Hati

    Hati-Hati Menjaga Hati Oleh. Aya Ummu Najwa Voice over talent: Dewi Fitriana NarasiPost.Com-Hati manusia itu cepat kotor. Dan ketika hati telah kotor, maka semua cahaya kebaikan akan menjadi mati dan suram. Seorang hamba harus sering-sering membersihkan hati. Karena hati yang legam dan penuh kotoran adalah hati yang tidak akan mendapat rida dari Allah. Memang benar, sebagai seorang yang beriman kita wajib senantiasa memperbaiki kualitas ibadah kita. Namun, yang tidak kalah penting adalah memperbaiki kualitas hati kita, sebagaimana yang diinginkan dan diridai Allah. Ibnu Al-Jauzi pernah menjumpai seorang yang selalu terdepan dalam ibadah, tapi ketika diuji oleh Allah berupa wafatnya putra yang sangat dicintainya, maka dia menggugat Allah dan berteriak, “Mengapa Engkau tidak pernah mengabulkan doaku, padahal aku selalu terdepan di saf salat.” Ini menandakan bahwa orang yang secara lahir saleh belum tentu saleh hatinya. Dan kesalehan hati lebih utama dari kesalehan lahir. Membersihkan hati tentu berbeda dengan cara membersihkan benda lain. Ada banyak cara yang dilakukan manusia untuk memperbaiki hati. Sebagai contoh, ada yang datang ke padepokan dengan tujuan membersihkan hatinya, namun akhirnya malah terjerumus kepada zina dan perbuatan maksiat. Ada yang berendam di air dingin, tapi akhirnya malah kerasukan jin. Hal ini terjadi karena cara yang digunakan tidak sesuai dengan syariat, akhirnya bukan ketenangan hati dan keridaan Allah yang didapat, tapi malah pintu keburukan dan kemaksiatan yang terbuka untuknya. Naudzubillah. Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/09/hati-hati-menjaga-hati/ Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini, Follow us on: instagram: http://instagram.com/narasipost Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9 Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/ Twitter: Http://twitter.com/narasipost

  5. 2020

    Menulis untuk Bangkit

    Menulis untuk Bangkit Oleh. Iranti Mantasari, BA.IR, M.Si. (Kontributor Tetap NarasiPost.Com) Voice over talent: Dewi Fitriana NarasiPost.Com-Menulis memang perkara gampang-gampang sulit. Gampang bagi yang memang jemarinya sudah jeli menari di atas kertas atau keyboard dan sulit bagi yang memang belum membiasakan jari-jemarinya menari menggores gagasan. Jelas ada alasan di balik mengapa saya akhirnya memutuskan untuk menulis. Setidaknya saya memiliki dua alasan kuat. Dua alasan ini sebenarnya saya tarik dari pernyataan dua ulama, yaitu syekh Taqiyuddin An-Nabhani dan syekh Muhammad Abdullah Azzam. Syekh Taqiyuddin An-Nabhani mengatakan dalam kitab beliau Nizhamul Islam, “Agar manusia mampu bangkit harus ada perubahan mendasar dan menyeluruh terhadap pemikiran manusia dewasa ini, untuk kemudian diganti dengan pemikiran lain. Sebab, pemikiranlah yang membentuk dan memperkuat persepsi terhadap segala sesuatu.” Sedangkan, syekh Muhammad Abdullah Azzam mengatakan “Peradaban Islam tegak dengan dua warna. Merah dan hitam. Merah darah para syuhada dan hitam tinta para ulama”. Dari dua pernyataan tersebut, saya rasa sudah cukup kuat untuk menjadi alasan bagi setiap yang menginginkan kebangkitan Islam untuk menulis, menumpahkan gagasan pikiran mereka pada sederet paragraf untuk ditransfer pada pembacanya. Kebangkitan itu memang sangat tergantung pada pemikiran seseorang. Jika pemikirannya terbelakang, maka kebangkitan pun bisa disebut masih jauh. Untuk mengubah pemikiran, salah satu caranya adalah dengan menulis, yang dari tulisan itu bisa memberikan perspektif baru pada seseorang. Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/10/menulis-untuk-bangkit/ Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini, Follow us on: instagram: http://instagram.com/narasipost Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9 Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/ Twitter: Http://twitter.com/narasipost

  6. 2019

    Melesatnya Kepopuleran Bitcoin di Tengah Fatwa Haram MUI

    Melesatnya Kepopuleran Bitcoin di Tengah Fatwa Haram MUI Oleh. Nurjamilah, S.Pd.I. (Tim Redaksi NarasiPost. Com) Voice over talent: Dewi Nasjag NarasiPost.Com-Perkembangan teknologi berpadu dengan kemajuan ekonomi meniscayakan munculnya gebrakan baru dalam transaksi jual beli. Berawal dari penggunaan emas dan perak, kemudian uang kertas, dan kini menjadi uang elektronik. Melimpahnya kekayaan para kapitalis dan ambisi mereka yang tak bertepi menginisiasi munculnya mata uang digital yang dinamakan cryptocurrrency, yang nihil regulasi oleh pemerintah mana pun dan tidak digolongkan sebagai mata uang resmi. Bitcoin menjadi salah satu produknya yang melesat bak primadona. Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana dalam program d’Mentor detikcom, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan menegaskan rencana bursa kripto di tanah air tetap berjalan dan akan diluncurkan akhir tahun ini alias bulan depan. Meskipun, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram untuk kripto (detikFinance.com, 18/11/2021). Lantas, seperti apa mekanisme transaksi kripto termasuk di dalamnya Bitcoin? Ada motif apa di balik peluncuran kripto? Bagaimana pandangan Islam terhadap transaksi kontemporer ini? Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2021/11/25/melesatnya-kepopuleran-bitcoin-di-tengah-fatwa-haram-mui/ Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini, Follow us on: instagram: http://instagram.com/narasipost Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9 Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/ Twitter: Http://twitter.com/narasipost

  7. 2018

    Maraknya Konflik di Tengah Wabah, Siapa Tanggung Jawab?

    Maraknya Konflik di Tengah Wabah, Siapa Tanggung Jawab? Oleh. Deny Setyoko Wati, SH Voice Over Talent : Giriyani NarasiPost.Com-Pandemi yang tak kunjung mereda, ternyata juga memberi dampak pada psikososial masyarakat. Hal ini tampak pada maraknya kasus kekerasan dan konflik yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Kekerasan dan konflik tersebut menimpa antaranggota masyarakat, antara masyarakat dan tenaga kesehatan (nakes) serta petugas pemakaman. Sebagaimana yang dilansir oleh kompas.com (24/07/2021) aksi kekerasan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sianipar Bulu Silape, Silaen, Sumatera Utara terhadap seorang penderita Covid-19. Warga menganiaya penderita tersebut lantaran tidak berkenan, jika penderita melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Awalnya, warga dan aparat desa meminta kepada penderita tersebut untuk isolasi mandiri di sebuah gubuk di hutan. Penderita pun menuruti keinginan warga dan aparat desa tersebut. Namun, karena merasa tidak betah dan merasa depresi, si penderita akhirnya pulang dan ingin melanjutkan isolasi mandiri di rumah. Warga yang mengetahui hal itu merasa geram kemudian terjadilah aksi penganiayaan tersebut. Aksi serupa juga dilakukan oleh masyarakat dari Desa Jatian, Pakusari, Jember terhadap tim pemakaman jenazah Covid-19. Masyarakat desa tersebut melakukan  penganiayaan, pemukulan, pelemparan batu dan berusaha membanting tim relawan serta ingin merebut peti jenazah Covid-19. (Kompas.com,24/07/2021). Demikianlah segelintir peristiwa miris yang terekspos media mewarnai kehidupan di tengah wabah hari ini. Kehidupan di masa pandemi yang semestinya menjadikan antarmasyarakat saling berempati, tolong menolong dan bahu membahu, namun sayangnya belum sepenuhnya tercapai. Hal ini menunjukkan masih minimnya pemahaman masyarakat tentang Covid-19. Ditambah lagi masyarakat mengalami tekanan ekonomi sehingga menyebabkan merebaknya stress, mudah tersulut emosi, sikap egois dan saling curiga muncul di kalangan masyarakat. Alhasil, terjadilah peristiwa-peristiwa naas nan menyesakkan dada sebagaimana yang diberitakan di atas. Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/08/09/maraknya-konflik-di-tengah-wabah-siapa-tanggung-jawab/   Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini, Follow us on : instagram : http://instagram.com/narasipost Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9 Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/ Twitter : Http://twitter.com/narasipost

  8. 2017

    Pengujian Penegakan Hukum dalam Sistem Kapitalisme

    Pengujian Penegakan Hukum dalam Sistem Kapitalisme Oleh. Rahmiani. Tiflen, Skep (Kontributor NarasiPost.com) Voice Over Talent : Yeni M NarasiPost.Com-Indonesia merupakan salah satu negara yang subur terhadap peredaran narkoba. Hal tersebut terlihat dari tingginya tingkat prevalensi narkoba setiap tahunnya. Tak hanya sampai di situ, United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) merilis fakta bahwa Indonesia termasuk dalam jajaran segitiga emas perdagangan narkoba, khususnya metafetamin, bersama dengan Jepang, Australia, Selandia Baru, dan Malaysia. Sungguh suatu fakta yang memprihatinkan. Tertangkapnya artis Nia Ramadhani beserta suami dan juga sopir pribadi mereka, turut menambah daftar panjang kasus narkoba di Indonesia. Namun yang menjadi sorotan adalah belum lagi tuntas penyelesaian perkara melalui sidang pengadilan, tapi kedua tersangka telah mengajukan permohonan rehabilitasi dan hal tersebut akan dikabulkan. Sebagaimana keterangan yang disampaikan oleh kuasa hukum keduanya, yakni Wa Ode Nur Zainab. Menurutnya, Nia dan Ardi adalah korban dari penggunaan narkoba. Dan merujuk pada UU Nomor 35 Tahun 2009, maka rehabilitasi wajib diberikan kepada korban penyalahgunaan narkoba. (Kompas.com, 10/07/21) Sementara itu, Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi, ikut menegaskan hal tersebut. Katanya, penyidik tetap akan memproses hukum terhadap Nia Ramadhani dan Ardie. Meski begitu undang-undang pengguna narkotika mewajibkan mereka untuk menjalani rehabilitasi. “Dalam Pasal 127 sebagaimana yang hasil penyelidikan kami tentang pengguna narkoba diwajibkan untuk rehabilitasi, itu adalah kewajiban undang-undang. Kemudian dengan rehabilitasi bukan perkara tidak lanjutkan, perkara tetap kami lanjutkan, kami bawa ke sidang nanti akan divonis hakim di mana ancaman maksimal adalah 4 tahun, dan kemudian untuk rehabilitasi bukan dilaksanakan oleh penyidik.” Katanya di Mapolres Jakarta Pusat. (Merdeka.com, 10/07/21) Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/07/17/pengujian-penegakan-hukum-dalam-sistem-kapitalisme/ Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini, Follow us on : instagram : http://instagram.com/narasipost Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9 Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/ Twitter : Http://twitter.com/narasipost

  9. 2016

    Hijrah Diri dan Negeri Menuju Perubahan Hakiki

    Hijrah Diri dan Negeri Menuju Perubahan Hakiki Oleh. Nina Marlina, A.Md (Muslimah Peduli Umat) Voice Over Talent : Ummu Fahri NarasiPost.Com-Dikutip dari CNN Indonesia (4 Agustus 2021), Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 harus mencapai 6 persen agar bisa lepas dari jebakan negara pendapatan kelas menengah (middle income trap). Bila itu bisa dicapai, ia yakin Indonesia bisa naik kelas menjadi negara maju pada 2045. Menurutnya pandemi Covid-19 berdampak pada perencanaan pembangunan nasional, sehingga target Indonesia maju pada 2036 harus bergeser menjadi tahun 2045. Setiap individu atau negara pasti menginginkan perubahan yang lebih baik. Ingin maju, tak mau berdiam diri atau bahkan terpuruk. Namun, perubahan seperti apa dan bagaimana yang seharusnya dilakukan? Jangan sampai salah memahami dan salah mengambil langkah. Tak cukup hanya maju dalam bidang ekonomi, sementara bidang atau aspek lainnya buruk. Maju mundurnya sebuah bangsa tentu dipengaruhi berbagai aspek. Jangan pula terpedaya dengan perubahan atau kebangkitan yang semu. Momen hijrah adalah momen perubahan. Momen ini menginspirasi kita untuk selalu berupaya berubah lebih baik dan dapat istikamah menjalaninya. Sebagaimana kita ketahui, banyak individu yang sadar akan pentingnya hijrah dan mereka pun melakukannya. Khususnya para selebriti dan kaum milenial. Tentu hal ini patut disyukuri dan terus didukung. Namun, hijrah tak boleh berhenti pada tataran individu saja. Hijrah pun harus dilakukan oleh negara dengan perubahan sistemnya. Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/08/19/hijrah-diri-dan-negeri-menuju-perubahan-hakiki/ Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini, Follow us on : instagram : http://instagram.com/narasipost Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9 Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/ Twitter : Http://twitter.com/narasipost

Type above to search every episode's transcript for a word or phrase. Matches are scoped to this podcast.

Searching…

No matches for "" in this podcast's transcripts.

Showing of matches

No topics indexed yet for this podcast.

Loading reviews...

ABOUT THIS SHOW

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com

HOSTED BY

Narasipost

CATEGORIES

URL copied to clipboard!