EPISODE · Jan 31, 2026 · 7 MIN
1-2-2026 - Kasih : Kebebasan Atau Keharusan? (PST GKJ Bahasa Indonesia)
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : 1 Yohanes 4:19-5:3Penulis : G.I. Swannius BongSeorang ibu datang kepada seorang hamba Tuhan. Ia menceritakan pergumulannya perihal menyatakan kasih kepada suaminya yang telah menyakiti dirinya. Suaminya menyakiti dirinya berulang kali. Ia menceritakan bahwa ia sangat sulit menaati Firman Tuhan dengan mengasihi suaminya kembali. Ia mengajukan sebuah pertanyaan yang penting bagi konsep dan spiritualitas kita sebagai orang-orang percaya. ia bertanya “Apakah saya bebas untuk memilih mengasihi suami saya? atau saya diperintahkan harus mengasihi suami saya dengan mengampuni dan menerima dirinya kembali?” Ia melanjutkan dengan mengatakan “Jika saya diberikan kebebasan untuk mau mengasihi atau tidak, jujur saya merasa merdeka. Tetapi saya sulit melakukannya (bahkan tidak akan mungkin melakukannya). Sebaliknya, jika saya diperintahkan harus mengasihi dia, saya merasa terpaksa melakukannya. Saya tidak tulus melakukannya.”Konteks nas hari ini, kita temukan bahwa rasul Yohanes berbicara begitu mendalam tentang arti kasih bagi hidup orang percaya. Namun jika dibaca sepintas, ia juga seolah-olah menyatakan dua hal yang terlihat bertentangan. Ia menyatakan bahwa dalam kasih tidak ada ketakutan (ay. 18). Artinya kasih itu boleh tidak muncul karena takut hukuman atau dengan kata lain dengan keterpaksaan yang menakutkan. Tetapi disisi lain, dalam nas hari ini, rasul Yohanes juga menyatakan bahwa kasih merupakan sebuah perintah yang artinya keharusan (4:21, 5:2-3). Pertanyaan apakah kedua hal itu bertentangan? Bagaimana kita memahami kebenaran ini? Pertama. Kasih dalam diri seorang percaya ada karena identitas kita yang telah diubahkan oleh Tuhan. Rasul Yohanes katakan kita mengasihi karena Allah terlebih dahulu Allah mengasihi kita (4:19). Selanjutnya, rasul Yohanes juga mengatakan bahwa setiap orang percaya Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah, akan mengasihi orang yang lahir dari Allah (5:1-2). Identitas yang berubah akan disertai karakter, sikap hati, ketundukan yang berubah. Seperti ikan akan tunduk pada aturan untuk hidup dalam air, bukan karena terpaksa, tetapi natur dan kebutuhannya memang demikian; sebuah kebebasan dalam keharusan. Demikian juga dalam mengasihi sesama itu adalah natur hidup baru dalam keharusan yang membebaskan. Kedua, mengasihi sesama merupakan bukti dari kita mengasihi Allah yang tidak terlihat (4:20b). Memang betul jika acuan mengasihi sesama berdasarkan kebebasan dari perasaan semata, tidak mungkin ada kemauan dan ketulusan untuk mengasihi. Tetapi jika tidak sudah menerima kasih Allah dan memutuskan mengasihi Allah, maka bukti satu-satunya menunjukkan kasih kepada Allah tak terlihat adalah dengan mengasihi sesama yang terlihat. Jika tidak ada bukti nyata dalam kasih; maka kita iman kita tidak pernah ada; hanya kebohongan dan dusta (4:20a) artinya kita masih dalam kebinasaan oleh dosa. Ketiga, rasul Yohanes juga memberikan sebuah penghiburan bahwa perintah untuk mengasihi itu tidak berat (5:3). Artinya dalam mengasihi sesama, Tuhan memberikan kekuatan dan pertolongan serta damai sejahtera bagi kita sehingga kita akan dimampukan. Selain itu, perintah itu tidak berat, karena Kristus sudah terlebih membuktikan kasih-Nya kepada kita dengan berlimpah-limpah dan memberikan natur baru yang penuh kasih kepada kita. Mengasihi sebagai kebebasan atau keharusan adalah sebuah paradoks dalam iman percaya kita. Sebuah bukti bahwa kita hidup dalam pemerintah Kristus atau supremasi Kristus yang tidak lagi sekedar menjalankan kehidupan agamawi yang dipaksakan, tetapi kuasa yang mampu mengubahkan identitas kita, hati kita dan hidup kita serta membawa ketaatan pada perintah-Nya menjadi sebuah bukti iman dan sukacita yang besar. Jadi mengasihi adalah kebebasan yang harus sebagai orang percaya dan sekaligus keharusan yang penuh kebebasan sebagai bukti iman dan kasih kepada Tuhan. Amin.
Embed this episode
NOW PLAYING
1-2-2026 - Kasih : Kebebasan Atau Keharusan? (PST GKJ Bahasa Indonesia)
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.