EPISODE · Feb 9, 2026 · 6 MIN
10-2-2026 - Kasih Mengampuni Yang Berbeda (PST GKJ Bahasa Indonesia)
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : Kolose 3:12-14Penulis : Pdt. Firdaus LieAda satu kisah menarik tentang seorang ayah yang bijaksana. Suatu hari ia memberi anaknya sekantong paku sambil berkata, “Setiap kali kamu sulit mengampuni orang yang berbeda dengan kamu, tancapkan satu paku di pagar kayu halaman belakang rumah.” Pada hari pertama, anak itu memaku sangat banyak paku karena ia sering marah dan tidak mau mengampuni. Hari-hari berikutnya ia mulai belajar menahan diri dan mengampuni orang lain. Akhirnya, suatu hari ia datang kepada ayahnya dan berkata, “Ayah, aku sudah tidak perlu menancapkan paku lagi. Aku sudah belajar mengampuni.” Ayahnya tersenyum dan berkata, “Sekarang cabutlah semua paku yang sudah kamu tancapkan.” Anak itu menuruti perintah tersebut, tetapi setelah semua paku dicabut, ia melihat banyak lubang di pagar. Ayahnya kembali tersenyum dan berkata, “Nak, saat kamu menyakiti orang lain yang berbeda dengan kamu dan tidak mau mengampuninya, hatinya akan terluka seperti pagar ini. Namun, saat kamu mengampuni, kasih itu menutupi luka. Itulah kasih Allah: bukan hanya mengampuni, tetapi juga menjadi pengikat yang menyatukan perbedaan dan membentuk sifat-sifat yang baik.”Rasul Paulus menentang orang-orang Kristen tertentu yang sengaja hidup menyendiri dan menjauhkan diri dari kehidupan nyata. Kekristenan pada hakikatnya bersifat komunal, digambarkan sebagai tubuh Kristus yang memiliki banyak anggota, umat perjanjian, dan komunitas yang saling terkait. Paulus mengajarkan dua dasar kebersamaan, yaitu kasih yang saling mengampuni dan kasih sebagai pengikat yang menyatukan perbedaan. Tanpa kedua dasar ini, pengampunan tidak mungkin terwujud, sebab pengampunan Kristus bersifat radikal dan cuma-cuma bagi mereka yang mau mengampuni orang lain. “Sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian” (ay. 13b). Kata “mengampuni” (charizomai) yang digunakan Paulus berkaitan erat dengan kasih karunia (charis), menekankan pengampunan yang lahir dari pengalaman manis bersama Tuhan Yesus dan tidak dibatasi oleh pengalaman pahit dengan sesama. Pertama, kita memiliki status di dalam Kristus dan diikat oleh kasih-Nya (ay. 12–13). Murid Kristus adalah manusia baru yang telah diperbarui, sebuah identitas fundamental yang menjadi dasar dan motivasi untuk hidup saling mengampuni. Penekanannya terletak pada aspek relasional, seperti mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, dan saling mengampuni apabila terjadi dendam. Kata “mengenakan” (endyno/endysasthe) menyiratkan perubahan terus-menerus, seperti mengenakan pakaian baru setiap hari, yaitu mengenakan manusia baru secara berkelanjutan. Kedua, kasih Kristus adalah pengikat yang paling utama, yang mempersatukan perbedaan menjadi satu kesatuan yang utuh agar komunitas orang percaya dapat berfungsi dengan baik. Kasih Kristus disebut sebagai “pengikat kesempurnaan” karena kasih manusia tidak pernah cukup untuk menciptakan keharmonisan yang sempurna dan harus terus-menerus diikat oleh kasih Kristus. Kristus adalah semua dan di dalam semua, termasuk kasih yang mengampuni.Marilah kita menyadari bahwa panggilan praktis bagi murid Kristus adalah hidup sebagai manusia baru di dalam komunitas yang beragam, dengan kasih yang saling mengampuni dan kasih yang mengikat kita menjadi satu. Status identitas baru inilah yang memampukan kita untuk saling mengampuni, sebagai cerminan bahwa Allah telah lebih dahulu mengasihi dan mengampuni kita. Hidup di dalam kasih Allah membentuk karakter yang diperbarui, sehingga dalam membangun relasi dengan orang yang berbeda, status sosial tidak lagi menjadi penghalang untuk saling mengampuni. Kasih Allah telah meruntuhkan sekat-sekat perbedaan dan melunakkan hati yang keras. “Hanya Allah yang bisa menghancurkan penghalang ras dan kebangsaan yang memecah-belah manusia saat ini “. (Billy Graham)
Embed this episode
NOW PLAYING
10-2-2026 - Kasih Mengampuni Yang Berbeda (PST GKJ Bahasa Indonesia)
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.