EPISODE · Apr 9, 2026 · 4 MIN
10-4-2026 - Tuhan Itu Pengasih & Penyayang (PST GKJ Bahasa Indonesia)
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Sinode Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : Keluaran 34:6-7Penulis : Pdt. Imanuel FaofetoDi Jepang terdapat seni tradisional yang dikenal dengan nama Kintsugi. Kintsugi adalah seni dalam memperbaiki keramik yang pecah dengan menyambungkan kembali kepingannya menggunakan pernis khusus yang dicampur dengan bubuk emas atau perak. Seni Kintsugi ini menonjolkan bekas retakan sebagai bagian berharga. Secara filosofis, seni Kinstsugi mengajarkan bahwa sesuatu yang pernah hancur bisa dipulihkan menjadi lebih kuat, lebih unik, dan lebih bernilai daripada kondisi aslinya.Nas hari ini, Tuhan memperkenalkan diri-Nya sebagai Allah yang pengasih, penyayang, panjang sabar, dan berlimpah kasih setia-Nya. Ia bukan Allah yang jauh, tetapi Dia mengerti kelemahan kita dan mau berkorban bagi kita. Keluaran 34 ditulis dalam situasi krisis rohani bangsa Israel. Mereka baru saja melakukan dosa besar dengan menyembah anak lembu emas (Keluaran 32), sehingga Musa memecahkan loh hukum Taurat sebagai tanda rusaknya perjanjian antara Allah dan umat-Nya. Namun, kisah ini tidak berhenti di loh batu yang hancur. Kisah ini berlanjut pada loh yang baru sebagai tanda pembaruan perjanjian, gambaran tentang kasih karunia. Di sinilah Tuhan menyatakan diri-Nya sebagai yang “Penyayang, Pengasih dan Panjang Sabar”. Bukan sebagai Allah yang murka semata, tetapi sebagai Allah yang berbelas kasih. “TUHAN, TUHAN, Allah yang pengasih dan penyayang” menunjukkan kasih Tuhan yang lahir dari hati-Nya sendiri. Kasih ini bukan reaksi, melainkan sifat dasar Allah. Tuhan mengasihi bukan karena manusia layak, tetapi karena Dia adalah kasih. “Panjang sabar dan berlimpah kasih dan setia-Nya” (ay. 6b) menunjukkan Tuhan tidak cepat marah, Ia memberi waktu untuk bertobat dan berubah. Kasih setia-Nya (hesed) adalah kasih yang berpegang pada janji, kasih yang tidak meninggalkan walau manusia sering tidak setia. Ayat 7a “Yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang”. Kasih Tuhan bersifat luas dan turun-temurun. Anugerah-Nya menjangkau jauh melampaui satu generasi. Tuhan mengampuni dan memulihkan. Ayat 7b “Tetapi tidak sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman.” Allah Maha Kasih, tetapi Ia juga adil. Pengampunan bukan berarti mengabaikan dosa. Tuhan memanggil umat-Nya untuk bertobat dan hidup benar di hadapan-Nya.Mari datanglah kepada Tuhan dengan segala keadaan kita. Sebab tidak ada dosa yang terlalu besar sehingga kasih Tuhan tidak sanggup memulihkan. Hiduplah dalam pertobatan sejati. Kasih Tuhan bukan alasan untuk kita hidup sembarangan, tetapi mendorong kita untuk hidup kudus. Tunjukkan kasih Tuhan kepada sesama. Sebagai orang yang telah menerima kasih dan pengampunan-Nya, kita dipanggil untuk mengasihi dan mengampuni orang lain.“Allah yang kita sembah bukan Allah yang cepat menghukum, tetapi Allah yang mengasihi, memulihkan, adil dan setia memegang janji-Nya.”Pertanyaan Untuk direnungkan:1. Apakah masih ada dosa yang Anda sesali dan belum Anda lepaskan ke dalam pengampunan Allah yang berlimpah ini?2. Renungkanlah, bagaimana Allah yang Pengasih dan Penyayang memanggil Anda kembali kepada-Nya?
Embed this episode
NOW PLAYING
10-4-2026 - Tuhan Itu Pengasih & Penyayang (PST GKJ Bahasa Indonesia)
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.