EPISODE · Sep 9, 2025 · 5 MIN
10-9-2025 - Kaya Menjadi Miskin (PST GKJ Bahasa Indonesia)
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : 2 Korintus 8:6-9Penulis : G.I. Swannius Bong“Kamu tidak akan benar-benar memahami seseorang sampai kamu melihat dari sudut pandangnya… sampai kamu masuk ke dalam kulitnya dan berjalan di dalamnya.” Kalimat ini adalah kutipan dari penulis novel terkenal Harper Lee dalam bukunya To Kill a Mockingbird. Kutipan ini mengajarkan kita untuk memahami situasi orang lain tidak hanya dari permukaan atau tampilan luar, tetapi juga dengan kemauan hadir dan mengerti secara langsung. Apalagi jika kita ingin menolong seseorang, tidak cukup hanya merasa iba atau sekadar berwacana; perlu tindakan nyata, turun tangan, dan hadir untuk memberi pertolongan.Paulus dalam nas hari ini menasihati jemaat Korintus agar tidak berhenti hanya pada rasa tergerak untuk menolong, tetapi melanjutkannya dengan tindakan nyata sebagai bukti iman kepada Kristus. Jemaat Korintus perlu menyelesaikan pelayanan kasih yang telah mereka mulai (ay. 6 & 11). Paulus menyatakan bahwa jemaat Korintus telah memiliki kekayaan rohani: mereka kaya dalam iman, pengetahuan, kesungguhan, dan dalam kasih kepada Paulus serta rekan-rekannya. Namun sayangnya, pelayanan kasih mereka kepada jemaat Yerusalem yang menderita tidak dijalankan dengan kesungguhan dan totalitas. Karena itu Paulus menekankan bahwa mereka perlu dewasa dalam memberi—bukan dengan terpaksa, melainkan dengan ketulusan (ay. 7). Sebagai teladan, Paulus mengingatkan inkarnasi Kristus: Ia yang kaya dalam kemuliaan dan pujian rela datang sebagai manusia yang kecil dan terbatas. Kristus rela menjadi “miskin” dalam penghargaan dan penerimaan manusia. Demikian pula jemaat Korintus, dalam pelayanan kasih mereka tidak cukup hanya merasa tergerak, tetapi harus turun tangan dengan kerelaan hati, meneladani Kristus yang rela menderita demi keselamatan jiwa-jiwa.Saudaraku, terlalu banyak orang berhenti pada wacana tentang pentingnya misi untuk menyatakan kasih kepada jiwa-jiwa yang membutuhkan. Padahal misi harus dijalankan dengan kesungguhan dan pengorbanan. Usaha dalam misi bukan hanya berbicara soal keselamatan jiwa, tetapi juga menyentuh kasih nyata kepada mereka yang menderita dan membutuhkan uluran tangan. Karena itu, kita tidak boleh berhenti pada wacana atau hanya puas dengan “kekayaan” rohani karena berkat Tuhan. Kita harus bersedia menjadi “miskin” seperti Kristus, yang rela turun ke dunia, menjadi lemah dan tak berdaya, agar dapat menyentuh jiwa-jiwa yang membutuhkan kasih Allah. Jika hari ini kita memiliki banyak kekayaan—baik kekayaan kasih karunia, hikmat, materi, pengetahuan, maupun keterampilan—maukah kita turun tangan dengan tulus, seperti Kristus yang rela menjadi lemah agar kasih-Nya nyata bagi mereka yang membutuhkan?“Jangan puas hanya sampai mendapat kekayaan kasih karunia oleh Kristus bagi kita, puas lah jika kita bersedia seperti Kristus yang dalam kekayaan-Nya rela menjadi miskin agar banyak jiwa mendapatkan kekayaan rohani yang sejati”. Pertanyaan untuk direnungkan:1. Kesulitan dan halangan apa yang membuat anda sulit meneladani Kristus dalam memberi?2. Apa yang harus anda lakukan agar dapat mengatasi kesulitan itu sehingga anda dapat meneladani Kristus yang rela dari kaya menjadi miskin bagi kita?
Embed this episode
NOW PLAYING
10-9-2025 - Kaya Menjadi Miskin (PST GKJ Bahasa Indonesia)
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.