EPISODE · Dec 10, 2025 · 5 MIN
11-12-2025 - Kuasa Allah Mengatasi Ketidakpercayaan (PST GKJ Bahasa Indonesia)
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : Lukas 1:19-20Penulis : Pdt. Bobby MessakhSeorang pendaki tersesat di pegunungan. Kabut tebal menutupi jalannya, ia hampir tidak bisa melihat apa pun di depan. Tiba-tiba ia melihat sesuatu seperti jembatan gantung di depan jurang yang dalam. Ia ragu apakah jembatan itu kuat. Ia berdiri lama di tepi jurang, bimbang dan takut melangkah. Namun dari belakang terdengar suara rombongan lain mereka mengenali tempat itu dan berkata, “Percayalah, jembatan itu kuat. Kami sudah menyeberanginya berkali-kali.”Dengan gemetar, ia melangkah satu kaki di atas jembatan ternyata jembatan itu benar-benar kokoh. Ia menyeberang dengan selamat. Saat ia menoleh ke belakang, kabut mulai menipis barulah ia sadar: jembatan itu dibuat dari baja tebal, jauh lebih kuat dari yang ia kira. “Kadang iman kita tertutup kabut ketidakpercayaan, kita tidak melihat dengan jelas bagaimana Allah bekerja. Tetapi kuasa Allah tidak tergantung pada seberapa besar iman kita, melainkan pada siapa yang kita percayai.” (Gpt.com). Begitu juga dengan Zakharia, walau sudah mendengar berita yang disampaikan oleh malaikat namun masih juga meragukannya, meskipun malaikat telah memperkenlakan diri sebagai utusan Tuhan (ay.19). Akhirnya Zakharia menerima hukuman dari “ketidak percayaannya”, Ia menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari dimana semuanya ini terjadi (ay.20). Kata “tidak percaya” dalam bahasa Yunani = οὐκ ἐπίστευσας (ouk episteusas). Ouk adalah Partikel negatif → artinya: “tidak”. Ini adalah bentuk umum dari penyangkalan. Sedangkan episteusas artinya: “percaya”. Jadi dalam nas ini benar menunjukkan ketidak percayaan Zakharia, mengenai berita yang disampaikan malaikat. Zakharia mewakili manusia yang saleh namun terbatas dalam iman. Ia berdoa meminta keturunan, tetapi ketika doanya dijawab dengan cara ilahi, ia sulit mempercayainya. Mari belajar dari Zakharia dalam keterbatasan faktor kemanusiaannya, kita harus percaya kepada janji Allah. kelahiran Yohanes Pembaptis, adalah pendahulu Kristus, yang mempersiapkan jalan bagi Mesias (Luk. 1:76–77). Kelahiran Yohanes menjadi penegasan janji Allah yang setia, membuka rangkaian pewahyuan yang berujung pada kelahiran Yesus. Karena itu marilah kita menyambut Natal dengan penuh sukacita. “Jangan pernah meragukan Allah, karena kuasa-Nya mengatasi ketidakpercayaan kita”Pertanyaan untuk direnungkan: 1. Pernahkah saudara meragukan jawaban atas doa yang pernah saudara panjatkan?2. Dalam hal apakah kuasa Allah dinyatakan mengatasi ketidakpercayaan saudara?
Embed this episode
NOW PLAYING
11-12-2025 - Kuasa Allah Mengatasi Ketidakpercayaan (PST GKJ Bahasa Indonesia)
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.