EPISODE · May 11, 2026 · 5 MIN
12-5-2026 - Tak Mau Hidup Dalam Dosa (PST GKJ Bahasa Indonesia)
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Sinode Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : Galatia 5:19-21Penulis : G.I. Wediya TuluswatiSeorang anak dari keluarga yang tidak mampu hanya memiliki dua stel pakaian yang sudah kusam dan berlubang di beberapa bagian. Suatu kali orang tuanya mempunyai uang lebih dibulan itu, mereka membelikan anak ini satu stel baju baru. Si anak menerima baju itu dengan senang hati tetapi hal yang mengherankan orang tuanya, setiap hari anaknya selalu memakai baju lamanya yang sudah kusam dan berlubang itu. Setiap kali ditanya anak ini menjawab pakaiannya ini sangat nyaman dan enak dipakai. Seperti anak ini yang merasa lebih nyaman memakai bajunya yang kusam dan berlubang itu, demikian pula kita yang merasa lebih nyaman hidup dalam dosa yang selama ini kita lakukan, meskipun sudah menjadi orang yang percaya kepada Kristus.Dosa bukanlah sekadar kebiasaan buruk atau kelemahan kecil. Dosa adalah kuasa yang memperbudak, merusak hubungan kita dengan Allah, dan menghancurkan kehidupan kita serta sesama. Dalam nas hari ini, Paulus dengan tegas menyebutkan perbuatan daging: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, dan lain-lain. Semua ini adalah buah dari hidup yang dikuasai oleh daging, bukan oleh Roh Kudus. Namun, Firman Tuhan juga memberi penghiburan sekaligus teguran keras dalam 1 Yohanes 3:9: "Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih Ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah." Ayat ini bukan berarti setiap orang percaya menjadi sempurna tanpa dosa sama sekali, melainkan bahwa hidupnya tidak lagi dikuasai oleh dosa sebagai gaya hidup. Dosa tidak lagi menjadi "rumah" baginya. Ketika jatuh dalam dosa, ia tidak tinggal diam, tetapi segera bertobat dan kembali kepada Allah. Jika selama ini kita masih merasa nyaman dengan dosa, entah itu kebencian, iri hati, gosip, percabulan, atau keserakahan, kita sedang berjalan menjauhi Allah. kita perlu memeriksa diri: Sungguhkah kita sudah lahir baru? Apakah Roh Kudus benar-benar memimpin hidup kita? Dosa hanya menjanjikan kesenangan sesaat, tetapi membawa kepada kehampaan, rasa bersalah bahkan merusak hubungan dengan Tuhan dan sesama. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk berkata "TIDAK" kepada dosa, dan terus belajar hidup berkenan kepada Tuhan.Tidak mau hidup dalam dosa lagi artinya: Pertama, Menyadari bahwa dosa tidak pernah membawa kebaikan. Dosa terlihat menarik tetapi akhirnya melukai hati Tuhan, sesama dan diri sendiri. Kedua. Memiliki kerinduan untuk berubah. Perubahan dimulai dari hati yang mau bertobat dan meminta pertolongan Tuhan. Ketiga. Memilih hidup dipimpin Roh Kudus. Tuhan memberikan Roh Kudus untuk menolong kita hidup benar. Hari ini, mari kita mengambil keputusan tegas: Tak mau hidup dalam dosa lagi. Bukan dengan kemampuan kita sendiri, tetapi karena benih ilahi sudah ada dalam diri setiap anak Allah. Roh Kudus memampukan kita untuk meninggalkan perbuatan daging dan menghasilkan buah Roh: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri Doa adalah senjata utama orang percaya dalam memerangi dosa, tanpa doa kita rentan terhadap serangan musuh.Pertanyaan untuk direnungkan:1. Selama ini sikap atau kebiasaan apa yang Tuhan ingatkan untuk kita tinggalkan?2. Apakah langkah nyata yang kita lakukan untuk meninggalkan kehidupan dalam dosa?
Embed this episode
NOW PLAYING
12-5-2026 - Tak Mau Hidup Dalam Dosa (PST GKJ Bahasa Indonesia)
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.