13-6-2025 - Iman Bukan Arena Kompetisi (PST GKJ Bahasa Indonesia) episode artwork

EPISODE · Jun 12, 2025 · 3 MIN

13-6-2025 - Iman Bukan Arena Kompetisi (PST GKJ Bahasa Indonesia)

from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Sinode Gereja Kristen Jakarta

Nats Alkitab : Lukas 18:13-14Penulis : G.I. Daniel KristiawanSebuah studi tahun 2018 dari Universitas of Pennsylvania menemukan bahwa semakin sering seseorang menggunakan media sosial, semakin tinggi kemungkinan mereka akan mengalami kecemasan dan depresi. Salah satu penyebab utamanya adalah kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, baik dari segi penampilan, prestasi, gaya hidup maupun pencapaian. Budaya ini bisa merembet juga ke dalam ranah rohani. Tanpa disadari, orang-orang berlomba untuk terlihat lebih rohani, bukan dorongan hati yang tulus, tetapi demi pengakuan atau citra diri. Dalam Lukas 18:9-14, Yesus menyampaikan sebuah perumpamaan kepada orang-orang yang merasa dirinya benar dan merendahkan orang lain. Ada dua tokoh: seorang Farisi dan pemungut cukai. Farisi itu berdiri dan berdoa, “Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu karena aku tidak sama seperti orang lain: perampok, lalim, penzina atau pun seperti pemungut cukai ini.” Ia bahkan dengan percaya diri dan penuh kebanggaan menyebutkan prestasi rohaninya: berpuasa dua kali seminggu dan memberikan sepersepuluh dari penghasilannya. Sementara si pemungut cukai berdiri jauh-jauh, tidak berani menengadah, hanya memukul diri dan berkata, “Ya Allah kasihanilah aku orang berdosa ini.” Yesus dengan tegas bahwa pemungut cukailah yang dibenarkan oleh Allah, bukan si Farisi. Sebab, “Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” Perumpamaan ini menelanjangi bahaya kompetisi rohani. Farisi itu tidak berdoa kepada Tuhan, melainkan berbicara kepada dirinya sendiri, ia membandingkan bukan menyembah. Tuhan tidak mencari orang yang paling menonjol, tetapi yang paling tulus. Kehidupan iman bukan perlombaan siapa yang paling suci, melainkan perjalanan siapa yang paling jujur di hadapan Allah. Kita tidak dipanggil untuk bersaing rohani, melainkan bertumbuh bersama dalam kasih karunia-Nya. Berhentilah membandingkan ibadahmu, pelayananmu, atau kedekatanmu dengan Tuhan terhadap orang lain. Ukur imanmu bukan dengan popularitas pelayanan, tetapi dengan kerendahan hati di hadapan Allah.“Iman bukan kompetisi menuju takhta manusia, melainkan perjalanan kembali ke hati Allah.”Pertanyaan untuk direnungkan:1. Apakah Anda sedang membandingkan kehidupan iman Anda dengan orang lain? Apa penyebabnya?2. Bagaimana sikap agar Anda sungguh tulus di hadapan Tuhan, bukan hanya ingin terlihat rohani?

Episode metadata supplied by the publisher feed · Published Jun 12, 2025

Embed this episode

NOW PLAYING

13-6-2025 - Iman Bukan Arena Kompetisi (PST GKJ Bahasa Indonesia)

0:00 3:56

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

No similar episodes found.

Frequently Asked Questions

How long is this episode of Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta?

This episode is 3 minutes long.

When was this Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta episode published?

This episode was published on June 12, 2025.

Can I download this Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta episode?

Yes. Use the download control on the episode player to save the publisher-provided media file.
URL copied to clipboard!