EPISODE · Apr 13, 2025 · 4 MIN
14-4-2025 - Bahagia Bersama-Mu (PST GKJ Bahasa Indonesia)
from Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta · host Gereja Kristen Jakarta
Nats Alkitab : Mazmur 119:2-3; Yohanes 15:9Penulis : G.I. Sih Widi JeremiaMenurut data LPS, hanya sekitar 1,2 persen masyarakat Indonesia yang memiliki tabungan di atas 100 juta rupiah. Menariknya, apa yang ditampilkan di media sosial sebagai standar keberhasilan sebenarnya bukanlah standar yang sesungguhnya. Faktanya, hanya nol koma sekian persen orang yang mampu mencapai taraf hidup seperti itu. Lebih parah lagi, beberapa influencer sebenarnya hanya menampilkan konten di depan kamera yang tidak mencerminkan kehidupan atau kebahagiaan asli mereka di luar konten tersebut. Namun demikian, banyak orang justru mengasosiasikan kebahagiaan dengan "konten" tersebut—yang sejatinya sering kali tidak realistis, layaknya sebuah film—dan menjadikannya sebagai standar kebahagiaan mereka.Pemazmur menyatakan bahwa orang yang memegang perintah Allah—mencari Dia dan hidup sesuai dengan jalan-Nya—adalah orang yang berbahagia. Ini merupakan gambaran kebahagiaan yang sangat berbeda dari standar dunia. Namun, jika kita melihat dalam meta-narasi Alkitab, tidak ada seorang pun yang secara alami mencari Allah dan hidup sesuai dengan jalan-Nya. Lantas, apakah itu berarti tidak ada manusia yang benar-benar berbahagia? Melalui kesaksian rasul Yohanes, kita mengetahui bahwa Tuhanlah yang secara aktif memilih umat-Nya. Artinya, sebagai orang percaya, kita telah dicari dan dikasihi dengan sempurna oleh Tuhan—dan ini adalah kebahagiaan sejati. Namun, konsekuensi logisnya adalah bahwa dunia akan membenci kita. Dengan kata lain, hidup kita tidak lagi didasarkan pada apa yang dianggap benar dan indah menurut dunia, melainkan pada ketetapan dan jalan Allah yang telah menebus kita.Dunia akan terus mencoba menawarkan cara dan pola rumit nan realistis untuk bahagia. Kebahagiaan semu dan sejatinya akan terus membuat manusia mencari dan mencari sesuatu yang dianggap membawa kebahagiaan. Namun Kristus justru menunjukkan bahwa kebahagiaan yang sejati itu bukan dicari namun dinikmati dalam relasi kita dengan Tuhan Yesus yang tidak berkesudahan. “Bahagia itu sesederhana disayang sama Tuhan Yesus.”Pertanyaan Untuk Direnungkan1. Mari refleksikan apa saja yang menjadi sumber kebahagiaan Anda hari ini? 2. Apakah sumber kebahagiaan itu membawa Anda semakin dekat dengan Tuhan atau justru sebaliknya?
Embed this episode
NOW PLAYING
14-4-2025 - Bahagia Bersama-Mu (PST GKJ Bahasa Indonesia)
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.